arkh ditanyakan dalam Masyarakat & BudayaAgama & Kepercayaan · 1 dekade yang lalu

apakah kamu akan marah kalau boss kamu menghina agamamu dan juga nabimu?

bermisal di jaman yang sulit mendapat kerja, kamu dapat pekerjaan dengan gaji dan fasilitas yang baik dan juga boss kamu sangat memperhatikan kesejahteraan karyawannya. dan misal kamu punya tanggungan spt anak, istri atau orang tua. bos kamu menghina agama kamu dengan ekstem, kalau kamu marah dia akan memecat kamu, apakah yang akan kamu lakukan?

20 Jawaban

Peringkat
  • 1 dekade yang lalu
    Jawaban Terbaik

    jelas aja marah ,rizqi itu dr TUHAN bukan dr boss ... emank km rela mengkhianati agama dan NABI cmn tuk harta .. rizqi itu udah dijamin TUHAN..hrsnya dia nanya dl kek ttg agama kita ga langsung hina aja didepan muka.lagian saya ga perduliin ato usil dgn agama dia kok..

  • 1 dekade yang lalu

    hanya masalah pikiran & perasaan...

    orang ngomong, pikiran kita langsung ke perasaan ...

    perasaan kita marah, lalu kebeneran ada mesin tik kecil ...

    akhirnya dasssshhhh .... dibantinglah mesin tik mungil tersebut ...

    the end.

    Sumber: thx to pedang sabil.
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    memberi pengertian kepada atasan kita bahwa kepercayaan itu tidak bisa digangu gugat dan itu mutlak bagi kita, kalo ampe dipecat laporkan aja ke komnas ham. jangan marah dulu ok!

  • 1 dekade yang lalu

    Kalau cuma pekerjaan mah masih mending, bisa langsung keluar. Gimana kalau di sekolah, mau berhenti sekolah?

  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 1 dekade yang lalu

    Aq pernah sih kaya gituh... sama orang yang ga aq kenal juga pernah...

    Tapi aq biarin aja... cz aq pikir kalo aq tanggapin ga ada habisnya gie... apalagie masalah agama... wah bisa 1 bulan bahasnya... heheee...

    Bagiku kita punya agama bukan untuk diperdebatkan... tapi untuk diyakini aja... cz semua orang pasti merasa kalo agamanya yang paling bagus padahal... semua agama pasti bagus gie... tapi tergantung kita nya yang menjalani... kalo terlalu fanatik juga kurang bagus loh... mending biasa aja... ngapain kita dipusingin dengan agama... sedangkan kehidupan yang kita jalanin juga masih panjang... and masalah yang lain juga masih banyak...

    Sumber: =)
  • 1 dekade yang lalu

    jawaban di atas udah pada 'cool' kalau perlu boss yg gitu disuruh baca aja tuh postingan. Ini ada bbrp tips:

    1. Kalau boss ngajak bicara yg nyerempet2 ttg agama kita, trus cenderung menyudutkan, pakailah trik teknis spt ini:

    - berbicara jgn tegang

    - sedikit humor

    - kasih contoh2 atau analogi

    - perbanyaklah pengetahuan kita ttg ajaran agama kita sendiri

    - jgn balik menyerang atau menyudutkan si boss, he he kita kan msh perlu nafkah, kacian kan anak istri.

    2. cari tahu alamat emailnya, trs ajakin di forum kayak gini biar otakya rada tebuka.

    itu aja dulu,

    thnks

  • 1 dekade yang lalu

    buat apa marah,.itu urusan dia ma Tuhan. kita kan diajari tuk mencintai sesama dalam agama, jadi biarin aja gitu yang penting kita ga membalaz perbuatannya. senyum aja.

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Saya :

    1. Punya keperluan.

    2. Punya keahlian.

    3. Digaji berdasarkan penghinaan ?

    Bos :

    1. Tidak merasa memerlukan saya.

    2. Melihat agama hanya menghambat bisnis.

    3. Kesuksesan bisnis adalah agamanya.

    Saya akan bertahan jika ia hanya menghina agama.

    Urusan itu adalah urusan dirinya dan Tuhan.

    Jika ia menghina saya, saya akan tinggalkan, karena ini adalah urusan saya dan dirinya.

  • 1 dekade yang lalu

    berdoa ma aLLah....

  • 1 dekade yang lalu

    inilah masalah yang lazim terjadi di jaman yang maju seperti ini, setahu saya jaman orang tua dan nenek moyang kita dulu tentram saja tidak ada masalah seperti ini..

    ok to the point nya, saya memang masih sekolah, tetapi sewaktu dulu teman saya mengejek saya secara tidak langsung(membuat agama saya menjadi bahan taruhan) setelah saya tau akan hal itu, saya langsung marah sama dia, tapi setelah saya pikir2, buat apa marah kalaupun apa yang dia ejek-kan atau dia pendapatkan itu tidak benar, seperti istilahnya jangan jadi orang yang sok pinter, apa dia tau secara keseluruhan ttg agama kita, jika masih punya keberanian, kerahkanlah sedikit untuk membalikkan apa yang diejekkan kepada anda dan bertanyalah balik mengenai agama dia..

    Sumber: true story
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.