Go Ku
Lv 6
Go Ku ditanyakan dalam Masyarakat & BudayaAgama & Kepercayaan · 1 dekade yang lalu

Menurut sahabat bagaimana konsep yang tepat dalam memandang hubungan antara AGAMA dan POLITIK ?

Seperti kita ketahui bersama bahwa,

Agama adalah adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada TUHAN, dengan ajaran Kebaikan dan ritual-ritual yang bertalian dengan kepercayaan tersebut.

Sedangkan,

Politik adalah proses pembentukan dan pembagian KEKUASAAN dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara

nah sehubungan dengan telah dilaksanakannya kampanye pemilu 2009, menurut teman-teman bagaimana sebaiknya hubungan antara AGAMA dan POLITIK, apakah melalui konsep :

1. Integralistik

wilayah agama meliputi juga wilayah politik. Karena itu, negara harus terbentuk atas dasar iman dan kedaulatan itu memang milik Tuhan……

Ajaran agama telah meliputi ajaran tentang hubungan antarsesama manusia, baik dalam aspek sosial maupun politik kenegaraan maka dari itu adalah wajar apabila Pemimpin Agama juga merupakan Pemimpin Negara……

2. Simbiosis Mutualisme

Agama dan politik berpola simbiosis mutualisme. Agama butuh Negara dan Negara butuh Agama. Negara membutuhkan panduan etika dan moral sebagaimana diajarkan oleh agama. Sementara agama sendiri memerlukan kawalan negara untuk kelestarian dan eksistensinya

Keyakinan agama masuk dalam negara secara tidak formal, melainkan dilihat secara obyektif mana ajaran agama yang berkorelasi dengan kepentingan Masyarakat/Negara

3. Sekuler

Agama sama sekali terpisah dengan politik, agama merupakan urusan individu dan negara tidak berhak campur tangan,

dan mungkin secara EKSTRIM bisa dikatakan agama tidak berhak memasuki ranah publik (membentuk organisasi untuk memperebutkan kekuasaan) karena agama hanyalah masalah privat antar individu…..

atau ada pendapat yang lain mengenai hubungan yang lebih tepat ……………??????

menurut sahabat pada konsep yang mana, Agama akan berperan dalam mewujudkan keadilan, keteduhan dan kedamaian bagi masyarakat…………….

monggo...........

15 Jawaban

Peringkat
  • 1 dekade yang lalu
    Jawaban Terbaik

    dalam hati yg paling dalam .. ehemm ..

    konsep INTEGRAL adalah pilihan yg paling ideal bagi seorang politikus-agamus (?),

    yg bagi sebagian orang itu adalah utopia semu semata, namun pada hakekat yg paling dalam, tujuan orang beragama & tujuan orang terjun dalam kancah politik semestinya sebuah upaya untuk menemukan titik temu yg paling logis bagi kebaikan masyarakat (manusia) secara duniawi & rohani.

    ?..kenapa aku jadi begini ..?

  • 1 dekade yang lalu

    Sederhananya demikian:

    Berpolitik dengan sikap tanpa meninggalkan ajaran Agama.

    .

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Hm..

    saya lebih setuju kalo pelaku2 Politik di Backingi Iman dan Agama yang bener bener, bukan Agama cuma untuk topeng, Misalnya sebelum jadi Caleg gak pernah sembahyang, begitu jadi Caleg tba tiba jadi Alim.

    Sumber: Saya
  • Anonim
    5 tahun yang lalu

    "Sudah terbukti Bangsa Jin saja percaya dengan adanya Allah, namun mereka tidak mau mentaati perintah Allah (Pada saat Allah menciptakan Nabi Adam, AS)"

    Peringatan Bagi Umat Muslim:

    إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ

    “Sesungguhnya agama (yang haq dan diridhoi) disisi Allah adalah Islam.” (QS Ali Imran: 19)

    وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

    “Dan barangsiapa yang mencari selain Islam sebagai agama, maka tidak akan diterima dan ia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.” (Ali Imran: 85)

  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 1 dekade yang lalu

    1. menurut saya..

    karena sejak zaman dahulu, sebelum ada pemerintahan resmi, agamalah yang menjadi sumber inspirasi berbagai kebijakan wilayah atau kerajaan..

    menurut saya ini tidak ter elakkan, walaupun yang terjadi memang mengarah pada no.2(mutualisme),

    karena pemerintahan harus berfikir fair terhadap masyarakatnya yang agamanya berlainan.. demi tujuan politik juga..

    hallelujah..!

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Klo menurut pendapat sy:

    Perlu ada proses dan regulasi untuk mengurangi jumlah Partai...

    Partai/Caleg/Presiden juga musti mempertanggung jawabkan apa yang telah diprogramkan dlm kampanye. Musti ada mekanisme ttg itu, Jika melanggar, dpt dikenai sangsi hukum.

    ----------------------------------------------------------------------------------------

    Negara musti mempertimbangkan agama mayoritas (demokrasi) dalam membuat Undang-Undang, dengan tetap melindungi minoritas (minoritas boleh komplain jika dirugikan).

    Klo terlalu bebas (tanpa pertimbangan agama), kita lambat laun akan jadi seperti US, misal : Free sex makin berkembang, atheis makin berkembang, banyak remaja kita bisa suka mabuk2, judi makin berkembang di mana2...

    ---------------------------------------------------------------------------------------------------

    Hukum-hukum peninggalan Belanda yang tidak cocok untuk Indonesia, dapat diganti dengan hukum yang lebih baik dan realistis.

    ----------------------------------------

    Misal: Hukuman potong tangan bagi Koruptor yang 3 kali korupsi gak kapok-kapok. Dengan bukti dan saksi yang memenuhi syarat.

    ----------------------------------------

    Perlu juga langkah untuk meminimalisir peluang munculnya mafia peradilan.

    -----------------------------------------------------------------------------------------------

    Hukum yang gak realistis harus diganti:

    Contoh kecil:

    - misal: jika tak memakai helm, didenda max 3 juta.

    Seharusnya:

    Kenapa tidak disebut saja nilai yang sesuai dengan realitas nyata...

    misalnya: (denda rp 10 rb bagi keluarga miskin), denda 20rb atau 30rb... untuk umum, bagi yang melanggar 3 kali (dlm 1 bulan), dendanya 50rb.

    Bayarnya juga tdk boleh lewat Polisi, tapi ditransfer Bank. (Sekarang teknologi udah memungkinkan untuk itu).

    ------------------------------------------------------------------------------------------------

    Dengan adanya campur tangan agama...

    maka dpt ditingkatkan pendidikan ahlak/moral bagi anak bangsa.

    ----------------------------------------------------------------------------------

    he he he.....

    .............................

    Sumber: ke-ST-anku
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Sulit mnjawabnya.

    Agama&Politik itu bagai air&minyak. Untuk MENCAMPURADUKANNYA ya harus dengan menggunakan SABUN. Jadinya? Ya jd AIR KERUH Mas!

    Dalam satu Negara, terutama seperti Indonesia ini, ada lima Agama yang berbeda. Begitupun dengan ajaran-ajarannya. Pasti memiliki perbedaan. Lalu, bagaimana caranya agar kelima ajaran Agama ini dapat digabungkan menjadi SATU agar tidak adanya DISKRIMINASI POLITIK (ngerti kan maksudnya?)? Apalagi Agama yang ada di Indonesia ini juga hasil IMPOR dari Negara lain, tentunya budaya asal masih mengental di selip-selip Agama tersebut. Ya nggak?

    Karena itu kasus Vatikan beberapa abad lalu jangan sampai terulang deh. Dimana Politik menjadi senjata Agama, atau Agama menjadi senjata POLITIK (udah keliatan kan di Indonesia).

    Agama kok jadi ngotak-kotakin manusia.

    Beuuuh!!!

  • Yuni
    Lv 5
    1 dekade yang lalu

    Seseorang yang akan ingin berkecimpung dalam dunia politik, baik sebagai legislatif, yudikatif maupun eksekutif, harus mempunyai niat dan motivasi yang benar dan yang pasti harus mempunyai agama / iman yang kuat, karena mereka harus :

    1.Bisa menegakkan keadilan dan kebenaran

    2.Bisa membela kepentingan rakyat

    3.Bisa menyebarkan kebaikan (amar ma'ruf) dan mencegah kemunkaran (nahi munkar).

    Seorang figur politik akan mudah terjerumus kepada keputusan dan perilaku politik yang menyimpang, jika tanpa di dasari dengan ke imanan dan ketaqwaan, seorang politisi akan tega menginjak-injak kebenaran dan keadilan dan membiarkan kemungkaran di depan matanya.

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Masalahnya bangsa Indonesia itu fanatik deh dan juga RELIGIUS jadi semua maunya ada dalam politik dan sebaliknya.

    Lihat coba Partai yang jualan agama dengan lambangnya tetap laku terjual...!! Tapi yang tidak pakai image agama wah.....nanti dulu deh....

    Sumber: Lihat dan lihat coba....
  • 5 tahun yang lalu

    Integralistik. Karna Tuhan lebih tau tentang ciptaannya. Baik tentang alam, masyarat, pemerintahan, individu, keluarga, ekonomi, politik, dn bxk lg. Klo di bwah naungan aturannya, insya Allah semuanya aman, damai, sejahtera. Karna Dia gk mungkin dzalim. Dia Maha Pengasih lagi Penyayang. Kayak kekhilafahan dulu yang menguasai 2per3 dunia. Paling yg beda cuman teknologi, jdi tinggal digali hkumnya. Buat ummat hrus yang terbaik.

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.