Alex
Lv 5
Alex ditanyakan dalam Seni & InsaniPersajakan · 1 dekade yang lalu

Bagaimana pendapat kalian ttg puisi ini?

di raga dan jiwa ini

tak ada bekas hunjam

tak ada bekas rajam

tak ada bekas kejam

......

tapi pasti,

jika kumati nanti

karena penetrasi

asumsi

300309

16 Jawaban

Peringkat
  • 1 dekade yang lalu
    Jawaban Terbaik

    Kamu benar. Asumsi manusia memang mampu membunuh diri kita, tanpa bekas, tanpa luka, tanpa bukti. Perenungan yang dalam.

    Saya suka puisi ini.

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Salam.

    Masakini aku mencari

    dan cuba mengerti

    agar aku akan temui

    dalam saujana naluri

    tersuratnya sebuah puisi.

    Sumber: Semoga nanti aku bisa mengerti. teruskan dan teruskanlah mengenali.
    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    kau takkan mati karena asumsi, Sayang

    kau hanya akan mati jika kehilangan CINTA

    #Kelana Indera

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    asumsi adalah dinamikan hidup. dimana setiap isi di dalamnya tidak selalu sama. Kita mati bukan karena asumsinya, tapi karena kita yang terlalu naif dalam menerima asumsi itu...

    Salam

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 1 dekade yang lalu

    puisi yang sangat bagus,,

    teruskan untuk berkarya dan tingkatkan prestasi

    tiada apa yang perlu dibanggakan

    sebab jiwa dan raga ini

    suatu saat nanti akan

    jua kembali ke pangkuannya..

    Sumber: dk
    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Nuansa
    Lv 5
    1 dekade yang lalu

    Wah menantang dia. Nanti tak sanggup kena luka

    Nalda, orang biasa

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    mari kita mati bersama

    hehehe....

    salam sahabat

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Alexia, bila memang ada akhir yang indah itu, maka ajarilah aku. Karena bagaimanapun juga, akhir selalu membawa luka. Entah dari yang meninggalkan, atau yang ditinggalkan.

    Mungkin lukamu tak terlihat.

    Namun, sayatan hatimu atas semua ini sulit kau tutupi.

    Kadang jiwa yang mencari raga, kadang pula raga lah yang mencari jiwa. Karena kita tak terbiasa, berjalan hanya menggunakan satu substansi. Raga saja. Jiwa saja. Sulit.

    Akhir yang indah? Bagiku tiada.

    Semoga berkenan Alexia (^__^)a.

    Maaf, oretan ini hanya tumpahan kata hatiku. Hanya ocehan ngaco dariku.

    Tuhan memberkati selalu.

    Sumber: Filsafat yang diajarkan oleh alam & sekitarnya.
    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    asumsi...

    bebas tak berbatas, tak satupun luput

    begitu juga dirimu

    namun...

    hidup tak sebatas asumsi

    haruskah

    jiwa mati di bakar asumsi

    seperti biasa, jika tidak berkenan mohon abaikan

    salam,... ,,\/,

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    suer aq suka...seandainya jika sebuah akhir kehidupan bisa seperti itu....

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Chu_da
    Lv 6
    1 dekade yang lalu

    Chu suka puisinya............

    • Masuk untuk membalas jawaban
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.