promotion image of download ymail app
Promoted
XxX ditanyakan dalam Seni & InsaniFilosofi · 1 dekade yang lalu

Butuh karna cinta ataw cinta karna butuh..?? mencintai berarti harus rela melepaskan (setuju?)?

Prolog :

KRAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKK...

PRAAAANGNGNGNG....!!!!!

Bagaimana rasanya pecah,,,???

Bukan hanya patah...

Bukan hanya terbelah...

Apalagi retak lah...

Satu menyerah,

Satu pemarah,

Dan kini mereka lelah....

Berakhir sudah...

# Rest in Peace #

Here lies MH’s dream

190409

http://www.youtube.com/watch?v=m9H4g00F52k

Youtube thumbnail

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

1.Setuju yang mana :

BUTUH karna CINTA...

atau,,,

CINTA karna BUTUH...

2.Salahkah bila kita memiliki perasaan untuk ‘butuh’..???

Salahkah jika kita memiliki ‘pengharapan’..??

Wajarkah..??? manusiawikah..??

3.Jika memang wajar & manusiawi lalu kenapa ada yang mengatakan bahwa mencintai berarti harus rela melepaskan..??

Tunggu tunggu, kalo melepaskan berarti ngga ‘butuh’ dong,, ???

Loh, kalo memang butuh kenapa harus dilepaskan sih...???

Toh tidak dilepaskan bukan berarti di-kerangkeng & di-jeruji sampe ngga bisa bergerak...

Tidak dilepaskan bisa jadi artinya setia kan..

Pusing ngga...?? binun..??? binun...???

Ah aku aja ngga ngerti

4.Gemana niyh...???? mana yg ideal dari pernyataan di bawah ini (dan apa alasannya):

^ butuh tapi tidak melepaskan

^ tidak butuh tapi tidak melepaskan

^ butuh tapi melepaskan (pernyataan yang terakhir ini aneh, sangat kontradiktif...)

5.“Mencintai berarti harus melepaskan..”

Ko kesannya kaya ngga mau mempertahankan, ngga punya daya juang,,,

kaya orang lembek, orang apatis yang ngga mengupayakan apa2,,,

cinta tapi kalo ada yang ngerebut ya pasrah aja lepasin, gitu..?? mana semangat juang nya dong..??

6.“semua terserah kamu...” -----> kata2 yang menggambarkan sebuah cinta yang ‘melepaskan’. Menyentuh,,, ataww menyebalkan ???

Hey, hati2 loh,,, kadang cinta yang ‘melepaskan’ bisa jadi merugikan. Sekalipun dia adalah manusia bebas-lepas yang ngga suka ‘dirantai’ tapi kamu tidak akan tampak ‘menarik’ lagi di matanya, karna baginya kamu tidak punya ‘magnet’,, tidak punya gairah untuk ‘mengikat’,,, o,ouww... wheeeeeewwwww

Boleh setuju, boleh tidak,,,

sebab semua pertanyaan ini hanya untuk memancing jawaban kreatif...

dan aku butuh jawaban kreatif,,, please..???

Wadduya think,,??? Wadduya think,,???

^ rd_sz_dhm_Pujangga Kematian @ rafflezzia190409 ^

10 Jawaban

Peringkat
  • dani
    Lv 5
    1 dekade yang lalu
    Jawaban Favorit

    kalo nurut aku se...

    situasional deh... tergantung sikon.

    dalam hubunganku ma kekasihku, kadang2 aku butuh karena cinta.

    aku butuh mendengar suaranya karena aku cinta.

    aku butuh cerita2 ma dia karena aku cinta.

    aku butuh memeluk dia karena aku cinta.

    tapi kadang2 aku cinta karena butuh juga.

    aku butuh punya pendamping hidup.

    aku butuh ada dia di sisiku waktu aku goyah.

    menurut aku, "butuh" tu sangat manusiawi.

    dalam kehidupan sosial, setiap orang ga bisa hidup terkucil dari orang lain.

    dalam kehidupan pribadi, setiap orang pasti butuh "moral support" dari orang2 terkasih.

    kalo urusannya dah menyangkut cinta, urusannya jadi rumit.

    kenapa?

    soalnya cinta juga tumbuh "dewasa".

    cinta monyet tentu ga sama dgn cinta "dewasa".

    cinta usia belasan tentu ga sama dgn cinta usia 20-an ato 30-an.

    cinta "dewasa" ga perlu dikerangkeng.

    cinta "dewasa" ga perlu selalu laporan... ngapain... di mana... sama siapa...

    cinta "dewasa" ga selalu butuh malem mingguan.

    dalam usiaku sekarang (30-an), melepaskan cinta bukan berarti ga butuh.

    tapi karena pilihan.

    mungkin karena kerjaan.

    mungkin karena pilihan hidup.

    mungkin karena cita2.

    tapi apakah melepaskan cinta berarti kita tidak cinta sepenuhnya?

    ya enggak dong...

    itu justru membuktikan bahwa kita menghargai orang yg kita cintai, komplit dgn segala kelebihan, kekurangan, dan cita2nya.

    itu justru membuktikan bahwa kita menghargai diri sendiri karena kita tau apa yg kita mau dan kita bersedia mengejar cita2.

    itu justru membuktikan bahwa kita tidak egois dalam suatu hubungan.

    karena itu aku milih ungkapan "butuh tapi melepaskan".

    aku percaya sama kekasihku.

    aku percaya bahwa kami akan tetap bersama, walopun dia di planet mars sekalipun.

    aku percaya bahwa kami "klik" banget.

    kami saling menghargai dan menghormati.

    dan karena itu, kami tidak akan mengkhianati kepercayaan masing2.

    mencintai tapi melepaskan... apakah itu lembek?

    kalo maksudnya ga ada usaha, berarti memang lembek.

    alias pasrah aja, ga ada upaya memperbaiki hubungan.

    memperbaiki hubungan berarti memperbaiki diri.

    memperbaiki hubungan berarti meningkatkan kualitas kita sebagai pasangan.

    aku juga ga akan melepaskan kekasihku dgn semudah itu.

    apa yg kami jalani sekarang juga sulit sekali.

    sebisa mungkin, aku pengen mempertahankan dia.

    aku pengen tetap bersama dia.

    tapi bukan memenjarakan... bukan memborgol.

    dia bebas sepenuhnya.

    aku ga akan memaksa dia utk memilih aku.

    aku pengen hatinya yg memutuskan utk memilih aku.

    yg bisa aku lakukan adalah berbuat/berbicara/berpikir/berdoa yg terbaik buat dia.

    aku ga suka dgn ungkapan "terserah kamu"...

    ungkapan ini pisau bermata dua.

    di satu sisi, seakan2 dia menyerahkan semua padaku.

    tapi di sisi lain, dia sebenernya ga suka menuruti apa yg aku mau.

    daripada ngomong "terserah kamu..." lebih baik kita bicara.

    kita omongin apa yg kita mau.

    diskusi yg bener, lalu diambil jalan tengah.

    sehingga ga ada yg menang, ga ada yg kalah.

    dan sama2 ikhlas menjalani keputusan bersama.

    menurutku, kalo pasanganku dah ngomong "terserah", berarti dia dah ga ada usaha utk hubungan kami.

    dia dah menyerah.

    dia dah ga peduli.

    biasanya kalo dah gini, aku juga ikutan ga semangat mo ngelanjutin hubungan.

    aku percaya laki2 suka tantangan.

    laki2 justru akan cepet bosen kalo cewe nya pasrah aja.

    apalagi tipe cewe pasrah yg suka "memborgol" laki2...

    dikit2 nanya... ngapain... di mana... sama siapa...

    tapi kalo ditanya, jawabannya "terserah kamu..."

    aku percaya setiap orang punya "magnet" tersendiri.

    aku percaya aku juga punya "magnet" tersendiri buat kekasihku.

    dia juga punya "magnet" yg bisa menarik aku.

    kami ga perlu "rantai" supaya bisa bersama.

    jadi... buat apa pusing?

    dijalani ajalah...

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    sakam rara de souza

    Butuh karna cinta ataw cinta karna butuh..?? mencintai berarti harus rela melepaskan (setuju?)

    > dalam percintaan itu sebaiknya harus ada take & give (memberi & menerima). tidak adil rasanya jika kita hanya mencintai...tapi tidak di cintai. lebih tidak adil lagi jika kita di cintai tapi tidak bisa mencintai. jadi lebih baik mencintai & dicintai kan?

    Karena,

    Cinta bukan berarti tanpa duka

    Cinta bukan berarti tanpa beda rasa

    Cinta bukan berarti waktu selamanya milik kita

    Cinta bukan berarti tanpa amarah

    Cinta 'tak berarti tanpa pengorbanan

    Tetapi,

    Cinta menjadi nyata karena

    ada rintangan yang harus dihadapi.....

    ada kecewa yang harus diobati ......

    ada perbedaan yang harus diakui .....

    dan ada sebagian dari diri kita yang harus dikorbankan....

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Orang hidup butuh cinta. Kita lahir juga karena adanya cinta dari orang tua. Dan kita adalah buah cinta mereka. Cinta nggk harus memiliki. Adakalanya orang yang kita cintai ternyata bukan orang yg tepat buat kita dimata Tuhan. Melepasnya bukan berarti nggk cinta atau nggk bisa memperjuangkan cinta itu. Tapi kalo Tuhan sudah berkehendak kita bisa apa. Walaupun kita sudah berusaha mempertahankan, tapi klo jlnnya sprti itu mau gimana lagi???

    Sumber: Pengalaman pribadi
    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    setuju karna manusia pasti perlu cinta

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 1 dekade yang lalu

    mencintai dan dicintai adalah kebutuhan orang hidup

    orang hidup butuh cinta

    orang yg sedang bercinta harus hidup

    kebutuhan hidup tidak cuma cinta

    tanpa cinta hidup merana

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    hehehe...

    1>kalo ku ce cinta karena butuh...

    g' munafic ce... coz kl kita cinta ma seseorang pasti ada yang kita butuhin dari dia...ya paling cintax dia atau sayangx dia....

    2>wajar2 aja...

    3>ya kl tu demi kebahagiaandia ,, apa salahx??

    4>butuh tapi melepaskan pas kayak no 3

    5>betul tu....tapi apa salahx...kan buat kbahagiaanx..

    6>kalo menurut ku menyebal kan banget...coz kayak pasrah aja...

    okeh...

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Salam damai dalam kasih Tuhan :).

    Sebenarnya, terlalu sulit bagi manusia untuk memahami hakikat cinta yang sejati :).

    Menurut saya pribadi, cinta dibedakan menjadi dua : Cinta bagian luar (permukaan) dan cinta bagian dalam. Cinta bagian luar adalah cinta yang berdasar 'karena' (contoh : KARENA dia cantik maka saya mencintainya) dan 'kalau' (contoh : KALAU dia setia, maka saya akan setia). Nah, cinta ini masih di luar dan belum masuk pada bagian yang lebih intim. Sedangkan cinta bagian dalam adalah cinta yang berdasar 'meskipun / walaupun' (contoh : aku mencintainya WALAUPUN dia tidak cantik).

    Cinta bukan saling membutuhkan melainkan saling melengkapi. Nah, sekarang kembali pada bagaimana cara kita MENYIKAPI cinta itu sendiri :). Bila cinta kita masih di permukaan, maka pengorbanan yang kita lakukan akan terasa menyiksa, namun bila kita sudah menyelami cinta, maka terselip keindahan dan kesakralan dalam pengorbanan yang kita lakukan :). Itulah letak kebahagiaan dalam pengorbanan :).

    Perlu diingat, bila ada awal pasti ada akhir. Nah, sampai saatnya tiba, kita harus rela melepaskan apa yang pernah kita miliki. Kita tidak bisa menyangkal bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini tidak ada yang abadi. Tapi kalau yang dimaksud dengan 'melepaskan' di sini adalah melepaskan obyek yang dicinta, maka analoginya menjadi berbeda. Karena 'melepaskan cinta' dan 'melepaskan obyek yang dicinta' sangat lain artinya :). Memperjuangkan cinta bukan berarti harus berada di samping orang yang kita cintai, melainkan bagaimana cara kita agar bisa menjadikan cinta itu nyata dalam kehidupan kita :). Kalau pada akhirnya kita melepaskan orang yang kita cintai, itu bukan sesuatu yang mutlak bahwa kita juga 'melepaskan cinta' kita pada orang tersebut. Bukankah ada pepatah yang mengatakan bahwa melepaskan cinta itu teramat sangat sulit :).

    Ingatlah bahwa manusia terdiri dari raga, jiwa dan roh. Manakala roh terlepas (bukan hanya jalan-jalan, melainkan memang waktunya telah tiba), maka benang perak yang menyambungkan kita terhadap raga terputus. Namun cinta akan tetap hidup meskipun obyeknya sudah tak lagi ada, bukankah ini adalah salah satu bukti bahwa CINTA itu sangatlah kuat dan sakral ?

    Nah, sekarang semuanya kembali kepada bagaimana SIKAP kita terhadap cinta. Bila sikap kita positif, maka MEMPERJUANGKAN CINTA bukanlah sesuatu yang sulit, karena cinta memang harus diperjuangkan. Tapi kalau sikap kita negatif, maka yang terjadi adalah seperti yang Anda katakan : kehilangan daya juang dan semangat. Nah, bukankah sikap kita menarik apa yang ada di sekitar kita, jadi tidak boleh diremehkan loh :).

    Kesimpulannya, yang ideal adalah membutuhkan dan saling melengkapi, sehingga bila saat 'pelepasan' tiba, kita bisa MENYIKAPINYA dengan dewasa :).

    Ya sudah, demikian saja dari saya.

    Semoga berkenan :).

    Tuhan memberkati selalu :).

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • ...
    Lv 4
    1 dekade yang lalu

    Heh... Semua pertanyaan yang muncul diatas sebenarnya karena Kita terlalu terpaku hanya pada hubungan 2 Kata :

    CINTA dan BUTUH

    Saya kutip dari pertanyaan point 1 :

    "BUTUH ---karna--- CINTA...

    atau,,,

    CINTA ---karna--- BUTUH..."

    Mungkin bila kita lebih fokus dengan kata "KARNA" semua akan tampak jelas.

    Misal :

    butuh KARNA...

    1. Saya butuh pensil 2B karna besok mau Ujian... (Heh, kan ga lucu butuh pensil 2B KARNA cinta ama pensil 2B?)

    2. Saya butuh dirimu untuk menemaniku belajar kelompok buat persiapan Ujian besok... (Ok, saya emang butuh dirimu... tapi bukan KARNA cinta donk... Cuma karena dirimu pinter aja dalam mata pelajaran besok)

    3. Saya butuh dirimu untuk menjadi teman hidupku, mengarungi bahtera rumah tangga (Butuh KARNA cinta? Maybe... Bisa aja kata2 si cewe kepada cowo cuma KARNA dia mikir... Biar klo gw ditanya sama si buyung bapaknya sapa... Gw bisa jawab)

    cinta KARNA...

    1. Saya Cinta kamu KARNA Saya butuh kamu...

    --diteruskan dalam hati--

    ...Soalnya kamu kaya raya.. Hidupku kan bisa sangaaaat menyenangkan dengan bergelimangan harta (Oke Matre)

    2. Saya cinta orang tua saya, karena merekalah yang telah membesarkan saya hingga dewasa (Oits... jangan sampe deh Jadi Sangkuriang atawa Oedipus)

    3. Saya Cinta mobil saya karna mobil inilah yang menemani saya tiap hari bekerja... mengantar saya bertamasya... dll (Nah... inilah Cinta Karena Butuh... tapi saran aja "JANGAN SEKALI-KALI BERCINTA ato ML DENGAN MOBIL ANDA)

    Nah klo mencintai berarti harus rela melepaskan...

    Kita kembali pada kata "KARNA"...

    ...

    Kita melepaskan kekasih yang kita cintai KARNA dia akan lebih bahagia bila tidak bersama kita... Its Oke...

    Tapi

    Kita melepaskan kekasih yang kita cintai KARNA tidak ada apa-apa...

    Oh Betapa Bodohnya...

    Wadduya think..??? Wadduya think..???

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • JALU
    Lv 6
    1 dekade yang lalu

    Well ....

    1. Cinta itu membebaskan , tak ada "keterikatan"

    Dan Butuh adalah sebuah kebutuhan pemenuh hasrat yang tak berkaitan dengan "cinta" itu sendiri.

    2. Nggak salah .

    Tapi kalu mau nyaman dengan apa yang disebut "cinta" maka ngga ada cara lain selain menempatkan "cinta" pada dunianya sendiri yang terbebas dari dialektika materialisme yang mengikat.

    3.Ya .... wajar aja , "cinta" memang sangat flexible , dia bisa di creat dalam banyak visi .

    Tapi Buatku "cinta" adalah sebuah kekuatan pembebasan dan pemberdayaan , tak ada pamrih disitu.

    4.Yang ideal adalah memahami bahwa dicintai dan mencintai adalah kebutuhan semua mahluk hidup , dan mengikat dan melepaskan bukanlah refleksi dari sebuah perasaan "cinta" tapi lebih pada keterbatasan diri dalam memanage gejolak besar dari sebuah energi besar yang namanya "cinta".

    5.Barangkali yang pas bukan melepaskan tapi membebaskan dan itu berarti sebuah kemampuan untuk memahami "cinta" dalam spectrum yang luas yang mengantarkan manusia pada sebuah pemahaman akan kebajikan bahwa hanya dengan "cinta" lah semua angkara murka bisa dihilangkan , dan hanya dengan "cinta" lah sebuah perbuatan baik akan berkembang menjadi kebaikan lainnya.

    6.Itu membingungkan .

    Kata terserah kadang menunjukan bahwa yang baik buat kamu belum tentu baik buatku , dan dengan cinta aku akan mencoba memahami sesuatu yang baik buat kamu tapi belum tentu baik buatku.

    Pada sisi yang lain kata terserah akan menjadi sebuah kebaikan , ketika kekurangan dan kelebihan dari pilihan2 yang ada di utarakan dan kebebasan untuk memilih kemudian diberikan.

    Cinta adalah memerdekakan , dan merdeka bukanlah sekedar melepas sebuah ikatan rantai , tapi lebih pada memahami bahwa kemerdekaan yang dimiliki bukanlha sebuah kemerdekaan yang menjajah pihak lain.

    Salam

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    piliyan jawapannye cuman setuju ato kagak!!!!!!!!!!! terlalu sempit buwat guwe!!!!!!!!!!!

    semuwenye guwe jawap=tergantung konteks!!!!!!!!!!!!!

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.