BISKA_9 ditanyakan dalam Seni & InsaniPersajakan · 1 dekade yang lalu

Masihkah bisa dikatakan puisi jika klimaksinya diletakkan di depan ...?

SILAHKAN SAJA

jika itu yang kau lakukan,

.........terpaksa kurobohkan !

……………….

tepi ke tepian sebuah harapan

pemimpi hari urai ikalnya awan

menyingkirkan satu demi satu

ke tengah lengkung sembilu

aku ada di situ, ketika …

;daun tua gugur, diberitakan

;ranting kering rapuh, dipatahkan

;batang pengorbanan, ditumbangkan

pun, kapan segala dusta kau bentangkan

masih …

saat janji belumlah lama terucap

hanya sisakan belati yang tertancap

pada suara

pada cerita

pada tiara

………hati.

---------------------------------------------

Biska, 0409 ( agak ragu, bisa diterima nggak ya ..? )

14 Jawaban

Peringkat
  • 1 dekade yang lalu
    Jawaban Terbaik

    Bila klimaks puisi diletakan pada bagian awal, maka kesannya seperti majalah flip side (bagian kaver ada di dua sisi, sehingga tidak ada akhirnya). Menurut saya, klimaks pada puisi Sahabat lebih baik diletakkan pada akhir bait saja. Bukan kenapa-kenapa, hanya saja saya lebih nyaman membacanya dengan format biasa :). Karena bila klimaks diletakan di awal, bait penutup kesannya gantung atau belum selesai :).

    Saya tidak begitu mengerti dengan isi puisinya. Apakah tentang sebuah penyesalan / keputusasaan ? Maklum, lagi agak pusing sudah disodori puisi sebagus ini :p. Tapi untuk makna inti, sudah bisa terbaca pada judul yang Sahabat beri :). Itulah gunanya judul, dapat mengungkapkan jati diri karya itu sendiri :).

    Puisi yang indah :). Saya bisa merasakan feel-nya :).

    Tuhan memberkati selalu :).

    Sumber: Dandelion :).
    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    4 tahun yang lalu
    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Ya tetap aja namanya puisi sahabatku..

    emang ngacak2 alur kata udah jadi keahlian dia banget niy..

    wkwkwkwk...

    peace and love rastaman for u biska9

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    memangnya aneh ya Biska??

    gak juga..

    bagus kok....

    muantap..

    mak nyusss!!

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 1 dekade yang lalu

    Hmm.......

    Kalau ibarat film.....

    mungkin ini seperti flash back.......

    dimana pada awal langsung menggebrak dan kemudian memberikan penjelasan pada akhirnya.....

    nAz

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    damai saja sobat....

    Untuk puisimu kali ini tidak ada larangan sobat, seperti sobat dulu katakan tentang hmmm... damai lupa sih kalimat lengkapnya tapi intinya "menembus batas". Sah-sah saja... makna masih bisa tersampaikan dengan jelas.

    Kecuali jika makna tidak tersampaikan, lebih baik ditata ulang alurnya. Seperti pengalamanku pribadi... sudah nulis puisi sering tidak bermakna, berbalik alur pula bait2nya

    salam sobat

    apapun kita

    damai saja

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    salam sobat

    makna yang terkandung dalam kata

    dapat tersampaikan dengan jelas

    dalam tepian kata yang bemuara dalam hati

    untuk merangkai kata yang bermakna

    dalam kenyataan hidup yang penuh dusta

    dan nestapa dalam relung jiwa yang hampa

    Sumber: salam damai
    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Sepertinya sih ga ada masalah deh, Bis....

    Karena maknanya juga tetap bisa tersampaikan dengan baik.

    Seperti sebuah novel/cerpen/cerbung/film, kadang klimaksnya ada diawal , baru flashback ke masa lalu.

    No problema, amigos....

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    ABAIKAN SAJA

    apapun tak ku lakukan,

    .........mengapa kau robohkan !

    ……………….

    tepi ke tepian janji harapan

    pemimpi hari urai ikalnya awan

    terurai satu demi satu

    ke tengah lengkung sembilu

    kau tak ada di situ, ketika …

    ;daun tua gugur, diberitakan

    ;ranting kering rapuh, dipatahkan

    ;batang pengorbanan, ditumbangkan

    pun, kapan segala dusta aku bentangkan

    masih setia

    pada ikrar belumlah lama terucap

    tidak sisakan belati yang tertancap

    pada suara

    pada cerita

    pada tiara

    ………hati.

    jangan meragu

    bukan dirimu!

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Karya ini juga bagus...

    Salam

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Alex
    Lv 5
    1 dekade yang lalu

    biarin d... alex c... lebih suka kayak gitu... terbuai mimpi... wkwkw

    • Masuk untuk membalas jawaban
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.