Anonim
Anonim ditanyakan dalam Berita & PeristiwaMedia & Jurnalisme · 1 dekade yang lalu

mengapa terjadi perang sampit?

9 Jawaban

Peringkat
  • Anonim
    1 dekade yang lalu
    Jawaban Terbaik

    Peristiwa Sampit ini menjadi sebuah kota yang digambarkan begitu menakutkan karena pertikaian etnis (saya katakan di sini "pertikaian etnis" murni...tidak ada faktor SARA lainnya).

    Masyarakat Dayak adalah masyarakat tradisional yang memegang teguh harkat dan harga diri. Sejak "peradaban" masuk ke dalam kehidupan mereka, budaya "kekerasan" yang dahulu secara turun-temurun mulai ditinggalkan.

    Gambaran kasar tentang orang dayak secara umum, Orang Dayak adalah masyarakat tradisional dan mempunyai sifat pemalu terhadap

    pendatang. Tidak jarang saya jumpai masyarakat Dayak yang lari bersembunyi dan hanya berani mengintip dari balik papan dinding rumahnya bila melihat orang asing datang mendekat.

    Namun, masyarakat Dayak mempunyai sistem kekerabatan dan persatuan yang kuat antar masyarakat Dayak di seluruh pulau Kalimantan (termasuk Dayak di wilayah Malaysia).

    Kenapa orang Dayak jadi beringas terhadap etnis Madura..?????

    Banyak sebab yang membuat mereka seakan melupakan asazi manusia, baik sebab langsung maupun tidak langsung.

    Masyarakat Dayak di Sampit seperti selalu "terdesak" dan selalu mengalah dan memang mereka lebih suka memilih mengalah.

    Dari kasus pelarangan menambang intan di atas "tanah adat" mereka sendiri karena dituduh tidak memiliki izin penambangan, sampai kampung mereka harus berkali-kali berpindah karena harus mengalah dari para penebang kayu yang terus mendesak mereka makin ke dalam hutan. Sayangnya, kondisi ini diperburuk lagi oleh ketidakadilan hukum yang seakan tidak mampu menjerat pelanggar hukum yang menempatkan masyarakat Dayak menjadi korban kasus tersebut. Tidak sedikit kasus pembunuhan orang dayak (sebagian besar

    disebabkan oleh aksi premanisme Dayak-Madura) yang merugikan masyarakat Dayak karena tersangka (kebetulan orang Madura) tidak bisa ditangkap oleh aparat yang "katanya" penegak hukum.

    Dalam keseharian Masyarakat Dayak, kehidupan mereka ternyata jauh dari anggapan kita yang mengira bahwa mereka itu beringas. Mereka ternyata sangat pemalu, menerima para pendatang, dan tetap menjaga keutuhan masyarakatnya baik religi dan ritual mereka. Mereka tidak pernah mengganggu para penebang kayu yang mendesak mereka untuk terus mengalah. Mereka tidak pernah

    menentang anggota masyarakatnya yang ingin masuk agama yang dibawa oleh orang-orang pendatang. Mereka dengan ringan-tangan membantu masyarakat sekitarnya. Mereka tidak pernah membawa mandau, sumpit, ataupun panah ke dalam kota Sampit untuk "petantang-petenteng".

    Etnis madura yang juga punya latar belakang budaya "kekerasan" ternyata menurut masyarakat Dayak dianggap tidak mampu untuk beradaptasi (mengingat mereka sebagai "pendatang"). Sering terjadi kasus pelanggaran "tanah larangan" orang Dayak oleh penebang kayu yang kebetulan didominasi oleh orang Madura. Hal inilah yang menjadi salah satu pemicu "perang antar etnis Dayak-Madura".

    Dayak dikenal berilmu tinggi hingga bisa membedakan suku Madura dengan suku-suku lainnya, yang jelas suku-suku lainnya luput dari "serangan beringas" orang Dayak.

    Banyak yang mengaitkan peristiwa-peristiwa aneh selama "perang" tersebut dengan kepercayaan animisme Dayak (Kaharingan). Banyak

    bukan saja masyarakat dayak Sampit yang berada di sana, tetapi juga ada 5 suku besar Dayak lainnya dari beberapa propinsi di pulau Kalimantan . Bayangkan, masyarakat Dayak yang sebelumnya bukan masyarakat mayoritas di sana, saat terjadi "perang" jumlah mereka berlipat ganda.

    Dari riwayat budaya Dayak, kalau 6 suku tersebut sudah berkumpul, berarti

    PERANG BESAR...!!

    Pengungsian besar-besaran masyarakat suku lain (selain Dayak dan Madura) hanya dikarenakan rasa ngeri melihat "perang" dan lumpuhnya perekonomian

    Sampit.

    (Dayak) tidak menyerang orang (madura) yang sempat bersembunyi di dalam Masjid atau Gereja.

    meski pada intinya suku Madura seperti sangat merasa berkuasa di sana..dan sempat ingin mengganti nama menjadi Sampang 2 (salah satu kota besar di Madura)

    Sumber: salam ikan..piiss..
    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    5 tahun yang lalu

    @Ikan biroe

    bagaimanapun alasan suatu konflik, pembantaian anak2 kecil dan wanita tak dibenarkan.

    Bisa diliat di link dibawah buktinya anak2 kecil dan perempuan dibantai juga.

    https://www.youtube.com/watch?v=8CzhxikWB4U

    Youtube thumbnail

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    5 tahun yang lalu

    tau,,ah

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Maksudnya pembunuhan suku madura di Sampit Kalimantan tengah ?

    Sebenarnya beberapa tahun sebelumnya suku madura (pendatang) pernah bentrokan dengan suku melayu di Sambas,tapi pendatang tetap aksis di sana.suku melayu mengalah atau kalah.

    Kejadian kedua kalinya terjadi dengan suku dayak (penduduk asli) yang tidak suka dengan kelakuan pendatang karena :

    1. Menguasai tanah dengan kecurangan

    2. Lebih sukses dalam ekonomi dengan membodohi penduduk asli.

    3. Mengubah nama kota SAMPIT jadi SAMPANG II (nama kota di P.Madura) tindakan yang menyakitkan hati penduduk asli.

    4. Kelakuan lainnya yang menyakitkan perasaan , hati, martabat, harga diri penduduk asli, seperti mengambil ternak, panen penduduk asli, memperkosa anak gadis penduduk asli, kelakuan kurang ajar lainnya dengan perempuan penduduk asli, serta perbuatan-2 yang melanggar hukum adat disana.

    Intinya memperlakukan penduduk asli sebagai orang asing.

    Kelakuan-kelakuan yang tidak baik tersebut memuncak dan makin sering dilakukan pendatang sehingga semua suku asli disana bersatu mengusir pendatang tanpa pandang bulu, karena pendatang tetap bercokol malahan menantang penduduk asli makanya terjadi bentrokan fisik dan pembantaian dari suku Dayak terhadap suku Madura tanpa belas kasihan dan tanpa pandang bulu.

    Hal ini membuat pelajaran kita semua , jangan melakukan penindasan kepada penduduk asli, belajarlah membaur dengan mereka, jangan merugikan pihak manapun, jaga sopan santun dengan semua orang.

    Demikianlah sekilas pendapat saya semoga bermanfaat.

    Sumber: survey suku Dayak
    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    karena masing masing tidak menggunakan otak dan akal sehat.

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Fariz aq dany,

    perang sampit itu terjadi mungkin karena perbedaan budaya,

    atau perbedaan adat istiadat,Ras,cara hidup antara kedua kelompok,

    jadi mereka saling bertikai,

    menurut aq sich itu,

    mungkin ada pendapat laen dari teman-teman

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    ADA SINTEMEN PARA PENDATANG DENGAN PENDUDUK SETEMPAT

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    karna SRAP = suku ras anatomi prilaku

    tidak saling memahami kebiasaan masing2

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Faris, kalau Perang Sampit yg kamu tanyakan itu masalah pembantaian suatu kelompok suku pendatang oleh suku setempat, wah, sulit buat jawaban terbu ka.Intinya sederhana, kalau kamu datang bertandang kerumah orang, dan ingin tinggal dgn selamat berlama2 sama meraka, ya ikutilah aturan yg empunya ru mah. Dlm hal ini, enggak ada yg bisa dipersalahkan. Kalau kita bilang suku se tempat yg jahat, masalah ini pasti akan terjadi terhadap setiap suku pendatang ke daerah itu. Kalau ini hanya terjadi terhadap suatu suku tertentu, coba aja evaluasi dgn matematika probability theorem, khususnya theori himpunan!

    Sumber: analisa himpunan, teori kemungkinan, matematika khusus model sosial!
    • Masuk untuk membalas jawaban
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.