i-one the fox ditanyakan dalam Ilmu SosialPsikologi · 1 dekade yang lalu

apa alasan anda ketika sudah tidak mencintainya?

Alasan no. 1: "Saya mencintaimu, tetapi saya enggak jatuh cinta padamu."

Artinya: “Saya enggak tertarik denganmu lagi. Dulu saya memang tertarik padamu, tetapi perasaan itu sudah lama hilang.

" Ini memang kalimat klasik yang dipakai kaum pria ketika hubungan sudah terlalu lama.

Alasan no. 2: “Bukan kamu yang salah, aku yang salah!”

Artinya: Sekali lagi, "Saya enggak tertarik denganmu lagi.

” Apakah Anda melihat polanya di sini? Suatu hubungan diawali oleh rasa tertarik. Bila hal tersebut sudah tak ada lagi, tak ada yang perlu dipertahankan lagi. Dengan berinisiatif mengakui "kesalahan" tersebut, pria tak perlu banyak berdebat, dan lebih mudah menarik diri dari hubungan.

Alasan no. 3: “Saya terlalu sibuk untuk berpacaran saat ini.”

Artinya: “Hubungan ini lebih banyak menimbulkan masalah, dan saya lebih baik menjauh darimu.

" Tidak ada hubungan yang sempurna; selalu ada hal-hal yang baik dan buruk. Yang membedakannya adalah, berapa rasio baik dan buruk ini? Bila yang buruk lebih banyak, itu saatnya memutuskan hubungan.

Alasan no. 4: “Saya jatuh cinta terlalu dalam denganmu, dan saya takut!"

Artinya: Pria ini menganggap pasangannya terlalu menuntut, dan tidak memberinya ruang untuk bernafas. Karena itu, lebih baik bila ia segera keluar dari hubungan tersebut. Mempertahankan hubungan hanya membuat pria merasa sakit kepala.

Alasan no. 5: “Kamu pantas mendapatkan pria yang lebih baik," atau "Kamu terlalu baik buat aku.”

Artinya: “Saya ingin mencari wanita lain, yang tidak seperti kamu.” Boleh dibilang ini alasan yang paling konyol. Punya pacar yang baik kok malah dilepas?

> apakah ada kesalahan yang tidak dapat di perbaiki?

> apa alasan anda ketika sudah tidak mencintainya lagi?

kita share lagi yuks teman-teman!!!

14 Jawaban

Peringkat
  • 1 dekade yang lalu
    Jawaban Terbaik

    >Jawaban saya (sewaktu masih SMP, SMA atau bahkan ketika sudah kuliah)

    SANGAT PERLU alasan tentunya,

    1. Lihat bodynya, lihat mukanya, kepribadianya, mobil, rumah, pokonya lihat semuanya apakah sudah sesuai dengan selera saya.

    Benar ngak ?

    2. Ngga hanya cukup cantik, ngga hanya cukup baik, ngga cukup terkenal, ngga hanya punya mobil, ngga penting disukai banyak cowok. Ditambah juga pinter menghadapi hidup, dewasa, menyenangkan, setia dan punya rasa cinta buat saya.

    sungguh terlihat perfect bukan? Gak munafik saya mencintai orang dari apa yang saya lihat,,,,,TAPI,,,

    >Jawaban saya sekarang ini ketika sedang mengetik tulisan ini:

    >>Semakin bertambah umur entah mengapa saya pikir cinta sudah tidak lagi sesederhana itu. Segalanya menjadi semakin rumit ketika keinginan dan harapan akan seseorang mulai dibuat daftar panjang atas nama cinta. Kenapa kita tidak bisa lagi sekedar “mencintai” tanpa embel-embel “karena”. Kenapa kita tidak bisa lagi mencintai tanpa alasan apa-apa kecuali rasa cinta itu sendiri?

    >>Terus apakah jika semuanya hilang cinta itu juga hilang???

    LANTAS, jika orang yang kita cintai semakin tua dan sudah tidak memenuhi apa yang menjadi ALASAN kita, cinta juga hilang? BAHKAN jika orang yang kita cintai itu pun TIBA-TIBA hilang (died) apakah cinta hilang juga??

    TENTU SAJA TIDAK (bagiku), karena cintaku pada orangtuaku maupun pada orang yang kucintai sebagai pendamping hidupku tak kan hilang meski dia telah menghilang dari hadapanku!

    >Karena itulah TAK PERLU ADA ALASAN untuk mencintai seseorang! Karena....,,,jika cinta memerlukan alasan, maka tidak ada alasan lagi bagi saya untuk mencintai dia lagi.

  • paoel
    Lv 5
    1 dekade yang lalu

    - segala kesalahan sebenarnya bisa diperbaiki, namun terkadang 'perbaikannya' itu dalam bentuk yang berbeda. misal, anda tanpa sengaja membunuh seseorang. bentuk 'perbaikan' kesalahan tsb tentu saja tidak mungkin dalam bentuk menghidupkan kembali orang tsb, tapi dengan berbuat baik pada sesama, kesalahan tsb dapat diperbaiki.

    - cinta yang hilang seiring perjalanan waktu akan menimbulkan pertanyaan: atas dasar apakah cinta tsb? apakah murni cinta sejak awal ataukah nafsu yang membutakan dan membuat kita berpikir seolah-olah itu adalah cinta?

    kalau memang perasaan cinta sudah hilang, sebaiknya jujur pada diri sendiri, apakah alasan sesungguhnya yang membuat anda bersamanya? apakah benar2 cinta ataukah perasaan kesepian, ataukah nafsu, ataukah kekayaan, ataukah ketampanan atau kecantikan? sebenarnya bukanlah rasa cintanya yang hilang, karena sejak awal rasa itu memang tidak ada, tapi rasa lain yang membuat anda ingin bersamanya yang telah hilang sehingga anda tidak ingin bersamanya lagi.

    salam.

  • 1 dekade yang lalu

    Hai i-one

    gantian gw jawab pertanyaan loe ok!

    >kesalahan apapun dapat diperbaiki selama masih ada niat baik, kesempatan, dan kesadaran untuk memperbaiki keadaan dan belajar dari kesalahan.

    >alasan gw? gw gak akan ngeles dengan banyak alasan klise spt yang kamu sebut di atas.

    alasan gw kalo gak mencintainya lagi adalah.. hmm...

    gw gagal untuk bisa mentolerir lagi sikap atau pola pikirnya yang sudah jauh menyimpang dari komitmen awal dan tujuan kita menjalin hubungan... yeaa bahasa kasarnya tetep saja: ku tak sanggup lagi jalani cinta denganmu.... hehehehe...

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    > Apakah ada kesalahan yang tidak dapat diperbaiki...??

    Sejak awal semua ada penyelesaian, tidak ada masalah yang tak bisa dituntas tk ada kesalhan yang tidak bisa diperbaiki. Tinggal keihklasan melepas dan melunturkan sisa-sisa sakit yng ditinggalkan oleh kesalahan tersebut. Pikirkan saja, Tuhan saja mau mengampuni kesalahan umatNya, Tuhan sja masih memberi kesempatan umatNya untuk memperbaiki kesalahannya.

    > Apa alasan ketika sudah tidak mencintainya lagi ?

    Aasan di atas bikin saya sedikit mual..hehhee....sungguh klise dan saya sendiri membayagkan saya mengucapkannya terasa eneg..

    Lgipula pada diri saya "sudah tak cinta" apabila memang sudah sering dikecewakan. " aku benar-benr kecewa padamu..kita akhiri saja daripada dipksa jalan ujungnya hancur juga"

    Sumber: salam ikan..piiss..
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • dani
    Lv 5
    1 dekade yang lalu

    pertanyaan pertama...

    ada tuh...

    menurutku ada jenis kesalahan yang tidak bisa diperbaiki.

    tapi kesalahan ini sifatnya subyektif se...

    mungkin menurutku ga bisa diperbaiki, tapi menurut orang lain bisa.

    who knows?

    suatu hubungan tu dijalani oleh 2 orang.

    dan sudah selayaknya masing2 tau apa yg bisa ditolerir dan tidak bisa ditolerir oleh pasangan.

    buatku se...

    kalo si dia menyakiti aku berkali2 padahal dia tau kalo aku sakit, maka itu dah tanda aku harus cabut.

    pertanyaan kedua...

    mungkin yang tepat adalah "dalih", bukan "alasan".

    aku tu jenis orang yang betah berlama2 dalam suatu hubungan.

    alias kalo dah bersama seseorang, aku susah pindah ke lain hati.

    kalopun aku bisa sampe berhenti mencintai seseorang, itu bisa karena dia melakukan kesalahan yang aku tulis di atas.

    tapi untuk mengakhiri hubungan, aku tidak perlu "dalih" apa2.

    aku ga perlu "ngeles" untuk menutupi apa yg aku rasakan.

    berusaha "memperhalus" proses bubarnya hubungan, tapi justru menambah sakit.

    jadi... kalo aku dah ga mencintai si dia lagi, ya aku cabut aja.

    ngajak putus (kalo masih pacaran).

    ato ngajukan gugatan cerai (waktu menikah dulu).

    ga perlu lah berdalih.

    cuma akan menambah luka.

  • Anonim
    5 tahun yang lalu

    بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

    Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Ucapkanlah salam dengan benar , karna salam itu DOA .

    Mungkin karena kesibukan, diantara kita sering menyingkat ucapan “salam” yang arti awalnya doa keselamatan justru menjadi “cacian” dan kata “jorok”.

    Ucapan ”Assalamu’alaikum”, السلام عليكم, merupakan anjuran agama,dan sangat berpengaruh terhadap kehidupan umat beragama, dengan salam dapat menjalin persaudaraan dan kasih sayang, karena orang yang mengucapkan salam berarti mereka saling mendo’akan agar mereka mendapat keselamatan baik di dunia maupun di akhirat. Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “Kalian tak akan masuk surga sampai kalian beriman dan saling mencintai. Maukah aku tunjukkan satu amalan bila dilakukan akan membuat kalian saling mencintai? Yaitu, sebarkanlah salam diantara kalian.” [HR Muslim dari Abi Hurairah]

  • 1 dekade yang lalu

    Biasanya pasangan itu tidak cocok satu sama yg lain,msg2 menuntut kesalahan,lalu meminta yg istimewa dilayanin,timbul kesan benci diantara mereka.cecok mulut dan dengki serta benci membuat pasangan ini ribut.

    Jaman skrg cwelah harus mengalah seperti dijaman ratusan thn yg lalu.kehidupan pasti langgeng.

  • 1 dekade yang lalu

    Hi..

    wow, analisa yang mengagumkan.

    > klo hy sekedar perbaiki c bisa.. tp klo da tujuannya, susah. misal, mo prbaiki kslhan ma pcr, pgen balikan.

    klo pcr ga trllu skit hti dgn kslhn yg pernah dilakukan, ya, bisa za balikan. tapi klo pcr sakit hati bget n msi dendam, pa lgi klo uda py pcr bru ato uda nikah. baik" qt, mrah pula psgnnya. ini c namanya, nasi uda jadi bubur.

    so, jgn serakah, sekedar perbaiki za, tanpa da lgi maunya. n psti bisa klo benar" mau n pstinya msi hidup.

    > yg ini blum prnh trjdi.

    tp aq c lbi sring dgr alsn no 5 t. bae dri tv, novel, dll. tp prnh dgr 1 alsn yg plig konyol sedunia, "aku baru menyadari bahwa selama ini, aku tidak pernah mencintaimu, yang ada hanya kagum."

    da jg alsn yg lbi msuk akal, "pikirkan apa yg tlh kamu lakukan pada ku! kamu lah yg mengakhiri hubungan ini!"

    yaah, sekian za dch!

    slam,

    SL

  • oLip
    Lv 4
    1 dekade yang lalu

    hai..hai..gimana cara pilih alasannya ya? dicentrang atau di joblos hehehe..

    > Mungkin bukan kesalahannya yg tidak dapat diperbaiki lagi tapi lebih cendrung tidak bisa ditolerir lagi

    >> Alasannya tergantung pada situasi dan kondisi dimana sudah tidak terdapat ketidak cocokan karena bila dipaksakan juga hasilnya kurang maximal jadi intinya jangan mencari alasan sepihak tapi komunikasikanlah dengan baik terhadap pasangan bahwa untuk melanjutkan suatu hubungan untuk kedepanya banyak ketidakcocokan dan halangan yg mungkin tidak bisa diterima oleh salah satu pihak.

    Mungkin belom jodoh kali ya...

    Teteup semangat..!!

  • ishak
    Lv 7
    1 dekade yang lalu

    Alasan tidak mencintai bukan berarti harus putus atau cerai. Jadi sebenarnya tidak perlu ada alasan

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.