thinker ditanyakan dalam Masyarakat & BudayaAgama & Kepercayaan · 1 dekade yang lalu

Kejahatan massal seperti ini, kira-kira mereka belajar agama atau tidak ya?

Tahu, bakso dan ikan berformalin...

Daging sapi glonggongan...

Daging tiren / rusak...

Obat-obatan ilegal dan berbahaya...

Koruptor yang membuat rakyat semakin miskin...

Dll, semua kegelapan hati manusia yang menciptakan PENDERITAAN MASSAL / BESAR-BESARAN...

Kalau kita jadi orang biasa dan membuat kesalahan, kita paling hanya salah sama satu orang saja... Tapi orang-orang seperti diatas, mereka membuat kesalahan kepada banyak sekali orang sekaligus...

Pertanyaannya :

1. Kenapa di Indonesia banyak sekali hal-hal yang kaya beginian seh ?

2. Kira-kira orang-orang seperti ini belajar agama atau tidak ?

3. Apa yang kurang dari agama, sehingga mereka tega melakukan hal-hal keji seperti itu ?

4. Adakah jalan keselamatan bagi mereka ?

5. Kalau ada, kenapa seh masih saja asik berdebat TEORI disini, bukannya inisiatif PRAKTEK menyelamatkan & menerangi hati mereka dan menyelamatkan kehidupan calon korban mereka...

Yang muslim "menerangi" yang muslim.

Yang kristen "menerangi"yang kristen.

Yang buddha "menerangi" yang buddha.

Yang hindu "menerangi" yang hindu.

dll...

Jeg aman dah...

13 Jawaban

Peringkat
  • Nondi
    Lv 4
    1 dekade yang lalu
    Jawaban Terbaik

    Thinker yg baik hati,

    saya coba jawab ya :

    1. Kejadian ini kayaknya gak cuma di indon aja deh.

    di china ada kejadian susu berformalin.

    di amrik ada kejadian kacang pistachios yg tercemar salmonella.

    dll

    2. tidak tahu.. belajar agama atau tidak sepertinya bukan kapasitas saya mengadili perbuatan orang lain.

    3. Semua mengatakan agamanya mengajarkan kebaikan.

    Kalau memang itu benar ( karena saya belum cek dan ricek semua agama ^_^ ):

    = Opini pertama : berarti bukan salah agamanya, tapi orang itu yang salah mempersepsikan ajaran agama dan merepresentasikan dalam kehidupannya sehari-hari.

    = Opini kedua : Atau mungkin juga di paksa oleh keadaan, karena dunia sudah terlalu sempit. Kalau harus "jujur yg lempeng" sudah susah cari makan. ^_^

    4. Jalan keselamatan? tentu beda antara orang perorang. Tergantung apa yg dia cari dalam hidup ini, apakah kekayaan batin & ketentraman hidup? Atau kekayaan semata yg menghalau semua rintangan dengan segala cara (istilah org muslimnya : menghalalkan segala cara ) ?

    5. Glekk!! Aku di suruh "menerangi" orang? Bisa dianggap anak kecil sok tahu ^_^

    Di ajaran yg ku praktekan, setiap orang bertanggung jwb atas perbuatannya sendiri. Tidak ada penebusan atau penghapusan dosa.. ..

    Jadi kalau si pelaku yg beragama sama denganku, tentu dia sudah tahu konsekuensi dari perbuatannya.

    Tidak perlu aku "menerangi", tentu dia sudah membawa "lentera" sendiri. ^_^

  • 1 dekade yang lalu

    cinta akan uang ngalahin keimanan mereka

    &&&

  • stay'
    Lv 4
    1 dekade yang lalu

    Wahh... sudah kembali.. nih.... ^__^

    Jawaban :

    1. Bukan di Indonesia saja, tapi didunia. Dinegara2 majupun bnyk hal2 serupa, bahkan "jauh" lebih memakan bnyk korban. susu yang mengandung melamin, berapa bnyk bayi yg menjadi korban, obat-obatan.. dsb...

    Keserakahan, Kebencian, Nafsu, iri hati dan "dosa" yang slalu menjerat manusia kedalam maut. semua itu membuat manusia "jatuh"

    2. S'dikit banyak, saya rasa mereka tahu tentang agama. Tapi "keinginan" untuk memahami dan menjalankannya tidak ada. Hal2 duniawi selalu membawa "kenikmatan" sesaat, yg berakhir pada kerusakan dan kebinasaan.

    3. Agama adalah media untuk menyampaikan ajaran moral dan jalan akan suatu kebenaran. Yg "terbatas" sudah pasti memiliki kekurangan, tp semua itu bukanlah karna "agama"

    semua kembali kepada manusianya itu sendiri. Tuhan memberikan "kebebasan' pada setiap manusia dan Tuhan juga memberikan hukuman atas hal yg diperbuatnya. Kita semua "dianugerahi" Akal dan Hati untuk itu.

    4. Jalan "keselamatan" akan selalu "terbuka" bagi siapapun, sebelum semuanya berakhir.

    5. Tuhan memberikan kita masing2 "jalan" untuk menyelamatkan sesama manusia. Mungkin anda dan saya adlah salah satu dari sekian bnyk user disini, yg ingin Tuhan pakai untuk "menyelamatkan" sesama kita dengan adanya T & J di A!K ini.

    Apakah sdr. percaya bahwa dimanapun kita berada, Tuhan itu ada ? Dan apakah sdr. "percaya" dengan adanya T & J s'perti ini, s'dkit bnyk ada beberapa orang yg "terselamatkan".

    Hal "sekecil" apapun dpt menghasilkan "kekuatan" yg besar, jika Tuhan ikut campur didalamnya..

    Dahh.... ^___^

  • 1 dekade yang lalu

    1. Kenapa di Indonesia banyak sekali hal-hal yang kaya beginian seh ?

    >>karena banyak yang menjadi penyebabnya,. peradaban yang belum terlalu maju, kurangnya pengetahuan, dll..

    2. Kira-kira orang-orang seperti ini belajar agama atau tidak ?

    >>kalau ada atheis menjadi penjual bakso berformalin?.. hmn, mungkin persentasenya kecil.. ho-ho..ho maaf cuma bercanda

    3. Apa yang kurang dari agama, sehingga mereka tega melakukan hal-hal keji seperti itu ?

    >>kurang menghasilkan uang maybe.. ?

    4. Adakah jalan keselamatan bagi mereka ?

    >>tobat dan melakukan banyak banyak kebaikan untuk menebusnya..

    5. Kalau ada, kenapa seh masih saja asik berdebat TEORI disini, bukannya inisiatif PRAKTEK menyelamatkan & menerangi hati mereka dan menyelamatkan kehidupan calon korban mereka...

    >> ho-ho..ho saya baru sadar pertanyaan aslinya,.. saya rasa menerangi hati mereka harus dimulai dengan menerangi perut mereka.. lagi pula, satu hal yang dapat dipelajari di room ini, bahwa, sangat tidak mudah membuat seseorang tobat..

    saya percaya dari berbagai kejahatan yang mereka lakukan,..

    yaitu mereka tidak menjual daging busuk, bakso dan melakukan korupsi dengan tujuan agar orang lain menjadi sakit, mati atau kelaparan,..

    menurut info dari kebanyakan teman teman bule saya, jika kelak indonesia telah maju, maka kasus kasus seperti ini akan semakin jarang ditemui..ho-ho..ho just kidding,.. (lack sense of humor..)

    '(TT)'

    God bless you man.

  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    apanya yang aneh bang.....

    yang koruptor-koruptor juga pada beragama.

    white crime juga pada beragama.

    dan malahan di departemen agama,malah banyak koruptornya.

    Bukan hanya di indonesia saja.

    Biasanya di negara baru berkembang yg masih banyak

    .

    Dan intinya adalah Dekadensi Moral.

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    heheh

    biar ateispun..... asal tdk mati hatinya....

    ngga mungkin melakukan perbuatan itu....

    (hati batu)

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    1. hehehe bisa terjadi di mana saja..... nyang anda seboetkan di atas kebanyakan terjadi karena "alasan ekonomi".....

    2. jawaban klasik..... dipelajari tak selaloe diamalkan

    3. situasi dan kondisinya ego manoesia memang lebih dominan..... dari norma, nilai, moral, hukum dan agama

    4. hehehe..... memangnya "keselamatan" ada di mana?

    menoereot akoe cukup sampai "kedamaian" doeloe.... entahlah apa mereka menemukan kedamaiannya.....

    5. hehehe ada nggak ada terserah anda..... menyelamatkan dan diselamatkan semoea mempunyai jalannya masing2..... kita hanya berharap semoea menjadi lebih "baik"

    "menerangi"? hehehe....

    agama mengajarkan semata hitam dan putih.....

    dalam kenyataannya sejalan peradabannya manoesia berhadapan dengan situasi dan kondisi nyang tak sekedar hitam dan putih.... posisi nyang akoe seboet sebagai relativitas moral....

    saat agama saja tak cukup bisa menjelaskan.... ada kelahiran teori2 dan pemikiran lain.... sekularisme, humanisme, skeptisisme dst..... mencoba berargumentasi tarik-ulur..... sepoetar bias standar sosial itu hehehe....

    "terang" dan "gelap" sendiri tak bisa dibicarakan panjang lebar....

    merekalah nyang bisa merasakan dan mengalami sendiri

    karena itu "ideal" hanya ada dalam wacana

    namoen seboetlah itu..... nurani ato kesadaran atas "kedamaian" diri.... itu tak bisa dibohongi hehehe.....

    Sumber: otak tekos
  • Lucky
    Lv 4
    1 dekade yang lalu

    1. Sebenarnya bukan cuma di Indonesia. Banyak di luar negeri juga yang kayak gitu. Tapi masalahnya di Indonesia jauh lebih banyak. Hal ini mungkin dikarenakan masalah ekonomi. Banyak dari mereka yang menginginkan keuntungan lebih. Maka mereka melakukan hal tersebut. Mereka juga kurang mempunyai kesadaran diri dalam berbisnis, sehingga mereka mau saja melakukan hal yang membahayakan orang banyak.

    2. Mereka ada dua jenis. Yang pertama ga belajar agama, mereka cuek-cuek aja terhadap agama. Yang kedua mereka belajar agama, tetapi mereka tetap melakukannya karena tekanan dari faktor ekonomi, dan haus kekayaan.

    3.Tidak ada yang salah dengan agamanya, yang salah adalah orang yang melakukannya. Mereka menganggap agama adalah hal yang sekedar lewat dalam hidup mereka. Walaupun ada juga yang karena terpaksa oleh faktor keadaan

    4. Sebenarnya ada, di agama Buddha (karena saya beragama Buddha), mereka akan mendapat balasan yang setimpal akibat dari perbuatannya (karma). Tetapi bila mereka sadar, tidak berbuat lagi, dan terus mengumpulkan kebaikan dan dengan tulus memohon kepada yang di atas. Mereka bisa mengurangi karma buruknya sedikit-sedikit. Walaupun mereka tetap mendapat ganjaran dari perbuatannya. Tetapi efeknya tidak begitu terasa karena mereka telah banyak melakukan perbuatan baik.

    5. Menurut saya, hal itu boleh dilakukan demi menjawab pertanyaan - pertanyaan dari diri mereka. Sehingga mereka dapat mengerti tentang agama lain

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    MEREKA BUKAN BELAJAR DARI AGAMA

    TETAPI MEREKA BELAJAR DARI KEADAAN PREN.

  • 6 tahun yang lalu

    Belajar agama

    tapii namanya juga setan gaann,,,,kalau udah dirasuk setan pasti ga ada toleransi lagii...hal yang mustahil pun jd ga masalah buat yang melakukannya

    semoga kita slalu diberikan kekuatan iman yeee agan-agan semuanyeee ^_^

    ammmmmmmmmmminnnnnnnnnn

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.