Hotelier ditanyakan dalam Masyarakat & BudayaAgama & Kepercayaan · 1 dekade yang lalu

Kenapa Alquran tidak mengajarkan moralitas dan tata cara hidup yang baik?

Dikatakan bahwa Alkitab juga menganjurkan sikap yang keras, bisa dilihat disini..

Hebrews 12:5-11

5 ... "My son, do not regard lightly the discipline of the Lord, nor lose courage when you are punished by him. 6 For the Lord disciplines him whom he loves, and chastises every son whom he receives." 7 It is for discipline that you have to endure. God is treating you as sons; for what son is there whom his father does not discipline? 8 If you are left without discipline, in which all have participated, then you are illegitimate children and not sons. 9 Besides this, we have had earthly fathers to discipline us and we respected them. Shall we not much more be subject to the Father of spirits and live? 10 For they disciplined us for a short time at their pleasure, but he disciplines us for our good, that we may share his holiness. 11 For the moment all discipline seems painful rather than pleasant; later it yields the peaceful fruit of righteousness to those who have been trained by it.

Yang men-"chastise" disini adalah Allah. Tentu saja Allah berhak melakukan hal seperti itu. Allah berhak membunuh atau bahkan memunahkan kita kalau Dia mau.

Mungkin karena inilah ketika Sura 4:34 ini diturunkan, Mohammad berkata, "Aku menginginkan satu hal, namun Allah menginginkan yang lain - dan apa yang diinginkan Allah pastilah yang terbaik" (lihat Manar V, 74)" seakan-akan yang memberi pembenaran atas pemukulan istri yang barbar ini adalah Allah.

Mentalitas Mohammad ini sangat mirip dengan seseorang di Kitab Suci. Siapa? Adam! Ketika Allah menginterogasi Adam dan bertanya apakah Adam memakan buah tersebut Adam berkata, "perempuan yang Engkau berikan padaku, dialah yang memberiku buah dari pohon itu, dan aku memakannya" (Kej 3:12).

Dengan berkata "perempuan yang Engkau berikan kepadaku," Adam seakan-akan ingin memindahkan beban kesalahan kepundak ... siapa? ... Allah!

Mungkin seandainya Adam tidak sekacau itu sejarah akan lain.

Sehingga dengan berbekal Sura 4:34 seorang suami akan dengan tanpa rasa bersalah memukul istrinya sambil berteriak keras-keras, "SAYANGKU AKU SANGAT MENCINTAIMU MESKIPUN ENGKAU MENGHABISKAN UANG JERIH PAYAHKU DENGAN BELI KOSMETIK MAHAL. AKU BENAR-BENAR CINTA. AKU SANGAT SEDIH MEMUKULIMU SEKARANG INI (sambil terus memukul) AKU TIDAK MAU TAPI ALLAH TELAH BERFIRMAN!

Sungguh kacau...

Adapun peristiwa barbar di Taurat di kenang, karena memang terjadi. Umat Kristen tidak seperti Islam yang menyembunyikan ayat yang memalukan dengan membakar salinan-salinan Quran yang ada ayat tersebut.

Dan, berbeda dengan Quran, peristiwa Barbar di Taurat meskipun pernah terjadi namun sudah tidak diperintahkan. Sedangkan ayat-ayat barbar di Quran masih merupakan perintah Allah yang wajib dilakukan umat Islam.

Ketidakcocokan ajaran Islam dan Kristen tidak hanya menyangkut doktrin iman tapi juga dalam hal moralitas dan tata cara hidup.

Apa yang dibicarakan dalam pertanyaan ini menunjukkan bahwa ada hal-hal yang dalam Islam (atau penafsiran sebagian umat Islam) mungkin dianggap baik atau biasa saja tapi dalam penilaian moral Gereja hal itu tidak dapat diterima..

Bagaimana dengan anda, Silahkan Komentar...jangan emosi..

Perbarui:

Masih menunggu, jawaban user Islam yang berapologi dengan baik, ternyata masih terbawa emosi...sangat disayangkan..

20 Jawaban

Peringkat
  • Anonim
    1 dekade yang lalu
    Jawaban Terbaik

    he..he

    kan dosa asal dari Adam kan masih melekat.

    kan ngga mau ditebus.

    merasa bisa menebus sendiri.

    dosa membuat manusia tidak merasa berdosa.

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Karena isi Taurat & Injilnya sudah di otak-atik (revisi&tambahin=palsu)....makanya dikasih kitab yang sempurna Al Qur'an.

    Buang aja Taurat & Injil palsu kalian..... Baca Al Qur'an dengan benar.

  • Anonim
    5 tahun yang lalu

    أَعُوذُ بِاَللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

    ”Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”

    QS. Adh-Dhariyat [51] : 56 `

    وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

    Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah kepada-Ku.

  • hhindu
    Lv 4
    1 dekade yang lalu

    Kenapa Alquran tidak mengajarkan moralitas dan tata cara hidup yang baik?

    Namanya juga Alquran...

    Alat cuquran!

    Sorry mory booo.

  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 1 dekade yang lalu

    mungkin kalo orang kristen Ibarat "ORANG YANG SELALU PENGEN TAMPIL MENARIK harus DENGAN BAJU BARU" padahal kalo emang dasarnya "CAKEP" biarpun bajunya jelek tetep keliatan "MENARIK", kalopun orangnya JELEK "asal baju sesuai, Tidak dipotong kekecilan/kependek'an" pasti masih menarik...

    Tuhan itu yang Maha Tahu apa yang cocok & tidak buat kita, porsinya udah Tahu... "BAGUS/TIDAKnya suatu Firman menurut pandangan manusia" itu sudah sesuai takarannya

    yang perlu diperJELAS adalah pemahaman KITA tentang "FIRMANNYA", tahu "bagaimana menempatkan", mirip analogi yang diatas itu. jangan dikaji mentah2 FirmanNya...

  • 1 dekade yang lalu

    umat Islam gak seperti kristen yang kitabnya penuh pertantangan dan dinodai tangan2 manusia..

    membakar ayat yang memalukan? gak ada peristiwa seperti itu, seperti biasa, itu sudah jelas kisah rekaan.. fiktif..

    lagi pula, ada para Hafidz, mereka gak bergantung pada salinan Al Qur'an karena mereka sendiri sudah hafal! dengan begitu, mereka bisa membuat salinan yang baru! juga, setelah Al Qur'an dibukukan, buku itu kan gak hanya ada di satu lokasi aja, tapi tersebar di berbagai penjuru,,,

    "ada hal-hal yang dalam Islam (atau penafsiran sebagian umat Islam) mungkin dianggap baik atau biasa saja tapi dalam penilaian moral Gereja hal itu tidak dapat diterima.."

    penilaian moral gereja? jadi ternyata dalam kristen yang menentukan baik atau tidaknya sesuatu itu gereja.. bukan Tuhan.. oh, baru tahu gw

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Mungkin anda perlu lebih memahami lagi kandungan yang terdapat dalam AL QUR'AN.

  • 1 dekade yang lalu

    hahahhahahahah lucu juga...

    disinilah diperlukan akal sehat untuk menafsirkan masalah, menilai dan memahami dengn rendah hati...bukan sekedar kritik yang menjatuhkan tanpa dasar-dasar penggunaan akal yang tidak sekedar kritis tapi mampu berpikir dan menanggapi dengan bijak...

    beginilah kalo hanya tau kulitnya aja, seprti saya dulu..

    penasaran... koq bsa gini? koq bsa gtu...

    ya ga mungkinlah mukulnya smpe digebukin gtu...mukulnya kan pelan banget....

    lagian ada tahapannya...dinasehatin dlu, klo masi ga brubah, ditegur, klo masi gadeg, dipukul...tpi dipukulnya lembut...

    itu waktu sya nanya2 ke uztadz...

    hmmm..... selebihnya kalo mau mendalami, harus perbnyak materi referensi, dari berbagai sudut pandang, beserta tafsir yang sahih.....

    soalnya stelah sya sadar, sya jadi mlu, btapa bodohnya saya dulu..

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    jangan salahkan kitab suci tapi kalau ada kejanggalan salahkanlah orang yang menerjemahkan ayat-ayat dalam kitab suci, siapa tahu orang tersebut tidak mengetahui arti sesungguhnya yang tersirat didalm kitab suci

  • 1 dekade yang lalu

    kalau buat pertanyaan di pikir dulu dong karena tidak ada yang benar didalam uraian pertanyaan anda (tidak ada referensi itu hanya doktrin yang disampaikan dari anak ke dewasa yang terus menerus sehingga terbentuk individu yang unmoral). yang penting percaya saja bahwa nabi anda "juru selamat" yang menanggung segala unmoral yang telah diperbuat ( kurasa tidak masuk akal orang berbuat kita yang menanggung mungkin itu salah satu wujud agama yang bermoral)

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    lebih dari itu banyak yang aneh kok di quran......gak surgawi banget

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.