Lucu gag sih yang keik ginian? kasih bintang kalo suka yach?

Hari itu Pak Handoko mendapatkan telpon dari wali kelas putranya, Joni, yang masih SD kelas 5. Dalam surat itu, Pak Handoko diminta datang ke sekolah siang itu juga karena ada urusan mendesak. Begitulah, selaku ayah yang baek, dia ijin sebentar dari kantornya dan dia bergegas menuju sekolah putranya. Begitu di... tampikan lainnya Hari itu Pak Handoko mendapatkan telpon dari wali kelas putranya, Joni, yang masih SD kelas 5. Dalam surat itu, Pak Handoko diminta datang ke sekolah siang itu juga karena ada urusan mendesak.
Begitulah, selaku ayah yang baek, dia ijin sebentar dari kantornya dan dia bergegas menuju sekolah putranya.
Begitu di ruang guru, dia segera menemui wali kelas putranya dan terjadilah perbincangan.
Pak Guru berkata, "Sepertinya anda harus mengamati perkembangan putra Bapak, jangan terlalu sibuk bekerja, Pak".
Mendengar omongan sang wali kelas, Pak Handoko cemas dan bertanya, "Memang kenakalan apa lagi yang putra saya lakukan, pak?".
Pak Guru tersebut menjawab, "Tak usah terlalu cemas. Bukan masalah besar, asal segera bisa kita atasi. Seperti yang saya amati, Joni, putra anda sepertinya sangat gemar melakukan taruhan dengan teman-temannya akhir-akhir ini. Saya takut jika dibiarkan, nanti akan membuat moralnya rusak, karena seperti yang kita tahu bahwa taruhan itu termasuk judi dan diharamkan."
Pak Handoko bernapas lega dan berkata, "Oh masalah itu, Pak? Baiklah, Pak. Saya berjanji akan mengawasinya lebih ketat lagi".
Setelah berbicara panjang lebar, akhirnya pak Handoko pamit untuk kembali ke kantornya dan sebelum Pak handoko pergi, Sang Guru tersebut berkata lirih, "Ssssssssst, jangan bilang siapa-siapa, Pak Handoko. Ini rahasia kita berdua. TSebenarnya saya barusan menang taruhan melawan putra Bapak lho!"
Dengan aneh pak Handoko bertanya, "Lho Kok bisa?"
Dengan senyum bangga, Pak Guru berkata, "Joni bertaruh 20 ribu pada saya, bahwa saya memiliki tompel di pantad saya. Karena saya pikir saya tidak memiliki tompel, saya mau saja. Dan begitu saya pelorotkan celana, dan dia melihat pantad saya yang tidak ada tompelnya, akhirnya dia harus membayar saya 20ribu. Hehe, rasain dia!"
Mendengar cerita itu, pak Handoko berkata lemasss ,"Waduh mampus aku!!!".
Karena heran pak Guru bertanya, " Ada apa , pak Handoko?"
Lalu Pak Handoko menjawab , " Semalam saya taruhan sama Joni. Dalam taruhan itu saya setuju akan memberi Joni 200ribu jika dia berhasil memelorotkan celana salah satu Gurunya hari ini!"

Hehehe
22 jawaban 22