Pemikir ditanyakan dalam Masyarakat & BudayaAgama & Kepercayaan · 1 dekade yang lalu

Arti hidup dan mati menurut agama anda ?

Sahabat semua di sore yang baik ini, maukah anda semua berbagi pendapat dengan saya tentang :

1. Arti hidup menurut agama anda ?

2. Arti kematian menurut agama anda ?

3. Adakah sesuatu setelah kematian ataukah hanyalah akhir dari sebuah siklus ?

Perbarui:

@pak Itong, akhir berasal dari awal

banyak berawal dari sedikit

ada berasal dari tiada

saya rasa anda dapat memahami kelanjutannya

Perbarui 2:

wah, saya bersyukur

ada dua dedengkot muncul di pertanyaan ini

Mbah @XINOY, iki cucu si mbah yo ?

@HLT, apa kabar prof ?

16 Jawaban

Peringkat
  • 1 dekade yang lalu
    Jawaban Terbaik

    1. hidup di dunia itu :

    Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda-gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? (terjemah QS : Al-An’am 32).

    Adapun orang yang melampui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggalnya. Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggalnya (terjemah QS : An-Nazi’at 37-41).

    2. kematian adalah awal menuju kehidupan akherat

    Dan bagi setiap umat ada ajalnya. Apabila ajal itu sudah datang tidak dapat mereka meminta diundurkan atau dimajukan sesaat juapun (terjemah QS : Al-A’raf 34).

    3. ada, kehidupan akherat, kehidupan yang abadi

    Tiap-tiap jiwa akan dimintai pertanggung jawaban atas perbuatannya (terjemah QS : Al-Mudatsir 38).

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • xXx
    Lv 6
    1 dekade yang lalu

    10 ALASAN UNTUK MEMPERCAYAI KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN

    1. Ketidakadilan dalam Kehidupan

    2. Keindahan dan Keseimbangan

    3. Pengalaman-Pengalaman Menjelang Ajal

    4. Suatu Tempat di Dalam Hati

    5. Kepercayaan yang Universal

    6. Allah yang Kekal

    7. Nubuat-Nubuat Perjanjian Lama

    8. Perkataan-Perkataan Kristus

    9. Kebangkitan Kristus

    10. Akibat-Akibat Praktis

    1. KETIDAKADILAN DALAM KEHIDUPAN

    Kita akan sulit percaya bahwa kehidupan ini benar-benar baik jika di balik

    kuburan tidak ada apa-apa lagi sebagai kompensasi bagi masalah-masalah

    ketidakadilan. Sementara sebagian orang kelihatannya ditakdirkan untuk

    kebahagiaan, yang lainnya dilahirkan di dalam keadaan yang mengerikan. Jika kita

    yakin tidak ada suatu apapun yang dapat menyeimbangkan ketidak-setaraan

    pembagian penderitaan, maka banyak orang punya alasan untuk mengutuk hari

    kelahiran mereka karena kehidupan sengsara yang mereka terima. (#/TB Ayu 3:1-3)

    Kita bisa menyetujui Raja Salomo, ketika pada suatu masa yang kelam dalam

    kehidupannya, berkata, "Lagi aku melihat segala penindasan yang terjadi di bawah

    matahari, dan lihatlah, air mata orang-orang yang ditindas dan tak ada yang

    menghibur mereka, karena di fihak orang-orang yang menindas ada kekuasaan. Oleh

    sebab itu aku menganggap orang-orang mati, yang sudah lama meninggal, lebih

    bahagia dari pada orang-orang hidup, yang sekarang masih hidup. Tetapi yang

    lebih bahagia dari pada kedua-duanya itu kuanggap orang yang belum ada, yang

    belum melihat perbuatan jahat, yang terjadi di bawah matahari," (#/TB Pen 4:1-3).

    2. KEINDAHAN DAN KESEIMBANGAN

    Ada banyak hal dalam kehidupan ini yang kelihatannya tidak sesuai dengan

    masalah-masalah ketidakadilan dan penderitaan. Untuk segala sesuatu yang

    menyakitkan dan tidak adil, ada keindahan dan keseimbangan. Untuk saat-saat

    penuh ketakutan dan kekerasan, ada saat-saat penuh keharmonisan dan kedamaian.

    Sementara tubuh-tubuh yang dimakan usia menyerah pada rasa sakit dan kelemahan,

    anak-anak dan binatang-binatang muda dengan gembira bermain tanpa beban.

    Kesenian manusia, dalam segala keagungannya, menyaingi burung-burung yang

    beterbangan dan menyanyikan nyanyian pagi. Setiap saat matahari tenggelam dan

    terbit memberikan suatu jawaban bagi kebutuhan alam untuk istirahat dan

    pemulihan. Malam-malam gelap dan musim dingin yang beku datang dengan kesadaran

    bahwa "semua ini juga akan berlalu." Jika tidak ada apapun di balik kuburan,

    pola alam yang indah ini sama sekali tidak lengkap.

    3. PENGALAMAN-PENGALAMAN MENJELANG AJAL

    Bukti klinis tentang kehidupan setelah kematian bersifat subyektif dan dapat

    dipertanyakan. Seringkali kita sulit menilai arti dari "pengalaman-pengalaman di

    luar tubuh," misalnya, bertemu dengan sinar terang, terowongan panjang, atau

    malaikat penuntun. Juga sulit untuk mengetahui bagaimana harus menanggapi mereka

    yang berbicara tentang penglihatan-penglihatan tentang surga atau neraka ketika

    mereka menjelang ajal. Apa yang kita ketahui adalah bahwa ada cukup banyak

    pengalaman seperti ini untuk menciptakan suatu perpustakaan yang lumayan besar

    untuk memuat topik ini. Secara keseluruhan, kumpulan dari bukti-bukti ini

    menunjukkan bahwa ketika mendekati ajal, banyak orang yang merasakan mereka

    bukan sedang menuju kepada akhir dari keberadaan mereka melainkan kepada awal

    dari suatu perjalanan yang lain.

    4. SUATU TEMPAT DI DALAM HATI

    Hati manusia merindukan lebih dari apa yang dapat ditawarkan oleh kehidupan ini.

    Setiap kita mengalami apa yang disebut oleh Raja Salomo sebagai "kekekalan di

    dalam hati (kita)," (#/TB Pen 3:11). Sekalipun sulit memahami maksud

    Salomo, jelas bahwa ia sedang menunjuk pada kerinduan yang tak terhindarkan pada

    sesuatu yang tidak dapat dipenuhi oleh dunia ini. Hal itu adalah suatu

    kekosongan jiwa yang juga tidak dapat dihindari oleh Salomo. Untuk sesaat, ia

    berusaha mengisi kekosongan batin tersebut dengan pekerjaan, alkohol, dan tawa.

    Ia mencoba untuk memuaskan rasa rindu itu dengan filsafat, musik, dan hubungan

    seksual. Tetapi kekecewaannya kian bertambah. Hanya ketika ia kembali pada

    kepercayaan adanya penghakiman akhir dan kehidupan sesudah kematian, dia dapat

    menemukan sesuatu yang cukup besar untuk memuaskan rasa rindunya pada makna

    kehidupan (#/TB Pen 12:14).

    5. KEPERCAYAAN YANG UNIVERSAL

    Sementara sebagian orang percaya pada ketidak-mungkinan mengetahui adanya

    kehidupan sesudah kematian, kepercayaan kepada kekekalan adalah suatu fenomena

    yang universal. Dari piramida-piramida Mesir sampai munculnya pemikiran Gerakan

    Zaman Baru, orang dari segala zaman dan tempat telah percaya bahwa jiwa manusia

    tetap hidup setelah kematian. Jika tidak ada kesadaran atau tawa atau penyesalan

    di balik kubur, maka kehidupan telah membohongi hampir setiap orang dari Firaun

    dari Mesir sampai Yesus dari Nazaret.

    6. ALLAH YANG KEKAL

    Alkitab mengajarkan bahwa Allah adalah sumber kekekalan. Sifat-sifat-Nya adalah

    abadi. Alkitab yang sama memberitahu kita bahwa Allah menciptakan kita menurut

    citra-Nya, dan bahwa rencana-Nya adalah untuk membawa anak-anak-Nya untuk masuk

    ke dalam rumah-Nya yang kekal. Kitab Suci ini juga mengajarkan bahwa kematian

    terjadi dalam kehidupan manusia karena nenek-moyang kita, yakni Adam dan Hawa,

    telah melanggar larangan Allah. (#/TB Kej 3:1-19) Implikasinya adalah

    jika Allah membiarkan umat manusia hidup selamanya dalam kondisi memberontak

    kepada Allah, kita akan memiliki kesempatan yang tak habis-habisnya untuk

    mengembangkan diri menjadi ciptaan yang angkuh dan egois. Tetapi sebaliknya,

    Allah mulai menyingkapkan suatu rencana yang pada akhirnya akan menghasilkan

    pulangnya orang-orang ke rumah Allah yang kekal, yakni orang-orang yang memilih

    hidup damai dengan Allah. (#/TB Maz 90:1; Yoh 14:1-3)

    7. NUBUAT-NUBUAT PERJANJIAN LAMA

    Sebagian orang berargumentasi bahwa kekekalan adalah suatu pemikiran Perjanjian

    Baru. Tetapi Daniel, seorang nabi Perjanjian Lama, telah berbicara tentang suatu

    hari di mana mereka yang mati akan dibangkitkan, sebagian untuk mendapat hidup

    kekal, dan sebagian lagi untuk mendapat kehinaan kekal. (#/TB Dan 12:1-3)

    Seorang penulis Mazmur juga berbicara tentang kehidupan setelah kematian. Dalam

    #/TB Maz 73, seorang bernama Asaf menggambarkan bagaimana ia hampir

    kehilangan imannya kepada Allah ketika ia memikirkan orang fasik yang mengalami

    kemujuran sementara orang benar menderita. Tetapi kemudian ia berkata bahwa ia

    masuk ke dalam tempat kudus Allah. Dari perspektif ibadah, ia tiba-tiba melihat

    orang fasik berdiri pada tempat yang licin dari kefanaan mereka. Dengan

    pemahaman yang baru, ia mengakui, "Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan

    kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan. Siapa gerangan ada padaku di

    sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi. Sekalipun

    dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah

    selama-lamanya,". (#/TB Maz 73:24-26)

    8. PERKATAAN-PERKATAAN KRISTUS

    Sedikit orang yang akan menuduh Yesus sebagai orang jahat atau seorang guru

    palsu. Bahkan orang-orang atheis dan orang-orang beragama non-Kristen pun

    biasanya menyebut Yesus dengan hormat dan kagum. Tetapi Yesus tidak berpura-pura

    atau menyembunyikan kenyataan adanya kelanjutan hidup setelah kematian. Ia

    berkata, "Janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi

    yang tidak berkuasa membunuh jiwa; tetapi takutlah terutama kepada Dia yang

    berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka,". (#/TB Mat 10:28)

    Yesus menjanjikan Firdaus kepada penyamun yang bertobat yang hampir mati di

    sisi-Nya. Tetapi Ia juga menggunakan Lembah Hinom, suatu tempat pembuangan

    sampah yang menjijikkan di luar Yerusalem, sebagai suatu simbol tentang apa yang

    menanti mereka yang tidak mempedulikan penghakiman Allah. Menurut Yesus,

    menghadapi kenyataan kehidupan setelah kematian adalah hal yang paling penting

    dalam hidup. Misalnya, Ia berkata, jika sebelah mata menghalangi Anda dari

    Allah, Anda memiliki alasan untuk membuang mata tersebut. "... lebih baik engkau

    masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua

    dicampakkan ke dalam neraka,". (#/TB Mar 9:47)

    9. KEBANGKITAN KRISTUS

    Tidak ada bukti yang lebih besar tentang adanya kehidupan setelah kematian dari

    pada kebangkitan Yesus Kristus. Perjanjian Lama menubuatkan seorang Mesias yang

    akan mengalahkan dosa dan yang mati bagi umat-Nya. (#/TB Yes 53; Dan 9:26)

    Para pengikut Yesus bersaksi bahwa itulah yang Dia lakukan. Ia dengan rela mati

    di tangan orang-orang yang menyalibkan-Nya, dikuburkan dalam sebuah kuburan

    pinjaman, dan 3 hari kemudian kuburan tersebut menjadi kosong. Para saksi

    mengatakan bahwa mereka tidak hanya telah melihat kubur yang kosong tetapi juga

    Kristus yang bangkit yang menampakkan diri kepada ratusan orang selama 40 hari

    sebelum Dia naik ke surga (#/TB Kis 1:1-11; 1Ko 15:1-8).

    Sumber: 10. AKIBAT-AKIBAT PRAKTIS Keyakinan adanya kehidupan setelah kematian merupakan suatu sumber rasa aman, optimisme, dan pemulihan rohani bagi seseorang. (#/TB 1Yo 3:2) Tidak ada suatupun yang menawarkan lebih banyak kekuatan dan dorongan dari pada keyakinan bahwa ada suatu kehidupan yang lebih baik bagi mereka yang menggunakan masa sekarang untuk mempersiapkan hidup dalam kekekalan. Kepercayaan pada kesempatan-kesempatan yang tak terbatas dalam kekekalan telah memampukan banyak orang untuk mengorbankan nyawa mereka bagi kepentingan orang-orang yang dikasihi. Karena keyakinan-Nya pada kehidupan setelah kematian, maka Yesus mampu berkata, "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?" (#/TB Mat 16:26) Kebenaran ini pula yang mendorong martir Kristen, Jim Elliot, yang dibunuh oleh orang-orang Indian Auca pada tahun 1956, untuk mengatakan, "Dia, yang memberikan apa yang tidak dapat dijaganya untuk memperoleh apa yang tidak dapat diambil darinya, bukanlah orang yang bodoh." ANDA TIDAK SENDIRIAN jika Anda secara jujur merasakan bahwa Anda belum diyakinkan tentang kehidupan setelah kematian. Tetapi ingatlah bahwa Yesus berjanji untuk memberikan pertolongan Ilahi kepada mereka yang ingin mengenal kebenaran dan yang mau menaklukkan diri kepadanya. Ia berkata, "Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri,". (#/TB Yoh 7:17) Bila Anda yakin pada bukti adanya kehidupan setelah kematian, ingatlah Alkitab berkata bahwa Kristus mati untuk melunasi hutang-hutang dosa kita, dan bahwa semua orang yang percaya kepada-Nya akan menerima karunia pengampunan dan kehidupan kekal. Keselamatan yang ditawarkan Kristus bukanlah upah untuk usaha kita, tetapi suatu anugerah bagi mereka yang, melalui bukti-bukti tersebut, percaya kepada-Nya.
    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    1. Arti (makna) hidup dalam agama (keyakinan) saya, adalah merupakan anugerah Tuhan, yang harus kita isi dengan perbuatan yang diperintahkan oleh Tuhan, dengan senantiasa berucap syukur (hidup untuk Tuhan).

    2. Arti kematian, merupakan batas atau gerbang antara kehidupan fana kepada kehidupan yang kekal.

    3. Setelah kematian akan diperhadapkan dengan pengadilan Tuhan, yakni mempertanggung jawabkan segala perilaku hidup di dunia. setelah kematian, akan ada kehidupan yang kekal.

    Sumber: Firman Tuhan
    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Hidup untuk memuliakan Pencipta kehidupan dengan mengasihi sesama manusia ciptaanNya, dan mati adalah suatu keuntungan, karena dapat meneruskan hubungan kasih dengan Tuhan.

    Sumber: Alkitab
    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Dalam Islam , kematian itu adalah "hidup" ..

    itulah yang harus dipahami ...

    .

    .

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • YONIX
    Lv 6
    1 dekade yang lalu

    Hidup dan mati adalah proses.

    Dimana hari ini sudah mengalami proses yang berkalai-kali:

    Dari masa dalm rahim, masa kanak-kanak, bahkan masa dewasa, serta masa tua dan kemudiam mati.

    Diakhir kematian kita juga masih terus berproses hingga Tuhan memusnahkan semua proses itu.

    Artinya:

    KIta sudah berkali-kali mati, sekaligus berkali-kali hidup dan akan terus berlanjut sampai kita tidak tau.

    .

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    1. Arti hidup adalah suatu rentang waktu yang dianugerahkan Tuhan bagi kita untuk mengisinya dengan mengekspresikan diri kita di hadapan Tuhan dalam kaitan pemahaman, pengakuan, ketaatan serta pengharapan kita akan Tuhan yang akan kita pertanggungjawabkan kelak kepada Si pemberi hidup itu.

    Hidup bisa penuh dengan kelimpahan dan kemewahan, tetapi bisa juga penuh dengan keterbatasan dan keprihatinan itu adalah warna-warni kehidupan bukan ukuran berkat Tuhan.

    2. Kematian adalah batas waktu/tutup buku dari point 1, dimana kita masuk ke tahapan berikut, yaitu menanti ganjaran sebagai wujud pertanggungjawaban kita akan kehidupan yang kita telah jalani.

    3.Kematian adalah akhir dari kehidupan sebagai daging, dan dilanjutkan dengan mengawali masa hidup dalam keabadian yang jika hidup kita bekenan kepada Tuhan karena mendapat ampunan-Nya, ganjarannya hadalah hidup bahagia kekal bersama dengan orang-orang percaya di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa.

    Tetapi jika hidup kita tidak berkenan kepada Tuhan dan tidak mendapat ampunan-Nya, maka tidak ayal lagi ganjarannya adalah api neraka kekal.

    Semoga bermanfaat.

    Peace....

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    kehidupan dan kematian tidak ada artinya sama sekali ketika itu hanya sebuah siklus.

    "salam kenal dalam penderitaan tak bertepi"

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    1. Bagiku hidup adalah kesempatan yang di berikan Allah, agar aku dapat memilih dan meyakini bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhamad utusan Allah,

    2. Kematian adalah batas dari kesempatan untuk kita memilih, dan

    3. Ada, Kematian adalah awal dan akhir untuk kita memetik dan menikmati apa yang telah kita pilih.

    Sumber: 100%gue
    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    aku masih bingung mana yg awal & yg akhir pak... :)

    • Masuk untuk membalas jawaban
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.