Bagaimana ya proses metagenesis pada tumbuhan paku dan lumut?

Ikuti
  • Ikuti secara umum
  • Ikuti secara pribadi
  • Berhenti Ikuti
Tolong jelaskan bagaimanakah proses meta genesiss pada tumbuhan paku dan lumut. di mana sajakah kita bisa menemukan tumbuhan paku dan lumut? tolong dijawab, karena saya ada tugas.. ...tampikan lainnya
Jawaban Terbaik
Tumbuhan paku (atau paku-pakuan, Pteridophyta atau Filicophyta), adalah satu divisio tumbuhan yang telah memiliki sistem pembuluh sejati (kormus) tetapi tidak menghasilkan biji untuk reproduksinya. Alih-alih biji, kelompok tumbuhan ini masih menggunakan spora sebagai alat perbanyakan generatifnya, sama seperti lumut dan fungi.
Tumbuhan paku tersebar di seluruh bagian dunia, kecuali daerah bersalju abadi dan daerah kering (gurun). Total spesies yang diketahui hampir 10.000 (diperkirakan 3000 di antaranya tumbuh di Indonesia), sebagian besar tumbuh di daerah tropika basah yang lembab. Tumbuhan ini cenderung tidak tahan dengan kondisi air yang terbatas, mungkin mengikuti perilaku moyangnya di zaman Karbon, yang juga dikenal sebagai masa keemasan tumbuhan paku karena merajai hutan-hutan di bumi. Serasah hutan tumbuhan pada zaman ini yang memfosil sekarang ditambang orang sebagai batu bara.
Tumbuhan lumut merupakan sekumpulan tumbuhan kecil yang termasuk dalam divisio Bryophyta (dari bahasa Yunani bryum, "lumut").

Tumbuhan ini sudah menunjukkan diferensiasi tegas antara organ penyerap hara dan organ fotosintetik namun belum memiliki akar dan daun sejati. Kelompok tumbuhan ini juga belum memiliki pembuluh sejati. Alih-alih akar, organ penyerap haranya adalah rizoid (harafiah: "serupa akar"). Daun tumbuhan lumut dapat berfotosintesis. Tumbuhan lumut merupakan tumbuhan pelopor, yang tumbuh di suatu tempat sebelum tumbuhan lain mampu tumbuh. Ini terjadi karena tumbuhan lumut berukuran kecil tetapi membentuk koloni yang dapat menjangkau area yang luas. Jaringan tumbuhan yang mati menjadi sumber hara bagi tumbuhan lumut lain dan tumbuhan yang lainnya.

Dalam bahasa sehari-hari, istilah "lumut" dapat merujuk pada beberapa divisio. Klasifikasi lama pun menggabungkan pula lumut hati dan lumut tanduk ke dalam Bryophyta, sehingga di dalam Bryophyta terangkum lumut tanduk, lumut hati, dan lumut sejati (Musci). Namun, perkembangan dalam taksonomi tumbuhan menunjukkan bahwa penggabungan ini parafiletik, sehingga diputuskan untuk memisahkan lumut hati dan lumut tanduk ke luar dari Bryophyta. Di dunia terdapat sekitar 4.000 spesies tumbuhan lumut (termasuk lumut hati), 3.000 di antaranya tumbuh di Indonesia[1]. Kebun Raya Cibodas di Jawa Barat memiliki "taman lumut" yang mengoleksi berbagai tumbuhan lumut dan lumut hati dari berbagai wilayah di Indonesia dan dunia.

Source:

wiki
  • Nilai
  • Komentar

Jawaban Lainnya (3)

Berperingkat Tertinggi
  • Berperingkat Tertinggi
  • Terlama
  • Terbaru
  • ? Dijawab 3 bulan yang lalu
    masih gak ngerti
    • Nilai
    • Komentar
  • Ichiya Shiritsu Dijawab 5 tahun yang lalu
    METAGENESIS PAKU (PTERIDOPHYTA)
    * PAKU HOMOSPOR :

    SPORA
    |
    |
    PROTALIUM
    | |
    | |
    anteridium arkegonium
    | |
    | |
    spermatozoid ovum
    |____________|
    |
    ZIGOT
    |
    TUMBUHAN PAKU
    |
    SPORANGIUM
    |
    SPORA


    *PAKU HETEROSPOR :

    MIKROSPORA MEGASPORA
    | |
    mikroprotalium megaprotalium
    | |
    ANTERIDIUM ARKEGONIUM
    | |
    spermatozoid ovum
    |________________________|
    |
    ZIGOT
    |
    TUMBUHAN PAKU
    |
    SPORANGIUM
    |
    SPORA

    TUMBUHAN PAKU BANYAK DITEMUKAN DI TEMPAT BERIKLIM TROPIS.

    Daur hidup(METAGENESIS) tumbuhan paku mengenal pergiliran keturunan, yang terdiri dari dua fase utama:gametofit dan sporofit. Tumbuhan paku yang mudah kita lihat merupakan bentuk fase sporofit karena menghasilkan spora. Bentuk generasi fase gametofit dinamakan protalus (prothallus) atau protalium (prothallium), yang berwujud tumbuhan kecil berupa lembaran berwarna hijau, mirip lumut hati, tidak berakar (tetapi memiliki rizoid sebagai penggantinya), tidak berbatang, tidak berdaun. Prothallium tumbuh dari spora yang jatuh di tempat yang lembab. Dari prothallium berkembang anteridium (antheridium, organ penghasil spermatozoid atau sel kelamin jantan) dan arkegonium (archegonium, organ penghasil ovum atau sel telur). Pembuahan mutlak memerlukan bantuan air sebagai media spermatozoid berpindah menuju archegonium. Ovum yang terbuahi berkembang menjadi zigot, yang pada gilirannya tumbuh menjadi tumbuhan paku baru.Tumbuhan berbiji (Spermatophyta) juga memiliki daur seperti ini tetapi telah berevolusi lebih jauh sehingga tahap gametofit tidak mandiri. Spora yang dihasilkan langsung tumbuh menjadi benang sari atau kantung embrio.



    METAGENESIS LUMUT (BRYOPHYTA) :

    SPORA
    |
    PROTONEMA
    |
    LUMUT
    ____________|_____________
    | |
    ANTERIDIUM ARKEGONIUM
    | |
    spermatozoid ovum
    |_________________________|
    |
    ZIGOT
    |
    SPOROGONIUM
    |
    SPORANGIUM

    Lumut banyak ditemukan di tempat yang lembap dan basah. Lumut hidup di dataran rendah hingga tinggi, dan dari daerah tropis hingga daerah padang tundra di kutub.

    Tumbuhan lumut mengalami pergiliran keturunan dalam daur hidupnya(METAGENESIS). Apa yang dikenal orang sebagai tumbuhan lumut merupakan tahap gametofit (tumbuhan penghasil gamet) yang haploid (x = n). Dengan demikian, terdapat tumbuhan lumut jantan dan betina karena satu tumbuhan tidak dapat menghasilkan dua sel kelamin sekaligus.

    Sel-sel kelamin jantan (sel sperma) dihasilkan dari anteridium dan sel-sel kelamin betina (sel telur atau ovum) terletak di dalam arkegonium. Kedua organ penghasil sel kelamin ini terletak di bagian puncak dari tumbuhan. Anteridium yang masak akan melepas sel-sel sperma. Sel-sel sperma berenang (pembuahan terjadi apabila kondisi lingkungan basah) menuju arkegonium untuk membuahi ovum.

    Ovum yang terbuahi akan tumbuh menjadi sporofit yang tidak mandiri karena hidupnya disokong oleh gametofit. Sporofit ini diploid (x = 2n) dan berusia pendek (3-6 bulan untuk mencapai tahap kemasakan). Sporofit akan membentuk kapsula yang disebut sporogonium pada bagian ujung. Sporogonium berisi spora haploid yang dibentuk melalui meiosis. Sporogonium masak akan melepaskan spora. Spora tumbuh menjadi suatu berkas-berkas yang disebut protonema. Berkas-berkas ini tumbuh meluas dan pada tahap tertentu akan menumbuhkan gametofit baru.

    Sumber:

    wikipedia + buku biology kelas 1 SMA

    MAAF ACAK2 AN TUUH BAGANNYA... SUSAH SOALNYA BIKINNYA...
    • Nilai
    • Komentar
  • Chempe Dijawab 5 tahun yang lalu
    Mbheeeekkk cari sendiri atu kan ada buku plajaran sekolah mbheeeekkk....
    Tu plajaran sma kelas 1 smester 2 awal, sbnernya gw mao jwb tp gw dah kelas 2 jd lupa mbheeeekkk....

    Sumber:

    Mbheeeekkk.............
    • Nilai
    • Komentar
  • Sign In 

    untuk menambahkan pertanyaan Anda

Siapakah yang mengikuti pertanyaan ini?

    %
    JAWABAN TERBAIK
    Anggota sejak:
    Poin: Poin: Tingkat
    Total Jawaban:
    Poin minggu ini:
    Ikuti
     
    Berhenti Ikuti
     
    Blokir
     
    Buka blokir