cak fals ditanyakan dalam Berita & PeristiwaPeristiwa Terkini · 1 dekade yang lalu

kenapa calon presiden yang kalah kok nggak terima kekalahanya?

kok malah nyuruh diadakan pemilhan lagi ngabisin duit negara aja

16 Jawaban

Peringkat
  • Anonim
    1 dekade yang lalu
    Jawaban Terbaik

    Menurut saya, mereka bukannya tidak terima kekalahan, mereka menerima kekalahannya. Namun, sesolah-olah mereka tidak menerima kekalahannya. Hal ini dikarenakan faktor media pencari berita yang terkadang suka membesar-besarkan suatu persoalan. Persoalan yang mereka ributkan adalah bukanya kalah atau menang, tetapi masalah2 kecurangan pemilu yang begitu besar, seperti masalah DPT ganda, DPT yang sudah meninggal tetap terdaftar, DPT yang tidak terdaftar. Masalah DPT ini bukan hanya 1, 2, atau 3 saja, tetapi ada puluhan ribu. kemudian masalah DPT yang tidak terdaftar bisa memakai KTP, itu baru diputuskan 2 hari sebelum PILPRES(bahkan dalam hitungan jam kurang 2 hari). Bagaimana cukup waktu untuk mensosialisasikan? Dan surat suara pun tidak ditambah, tentu tidak cukup untuk penambahan peserta pemilu yang mendatar melalui KTP. Ini sama saja BOHONG. Kemudian adanya indikasi bahwa KPU memihak kepada calon SBY dan pihak asing alias tidak independent. Melihat informasi berita di TV, ada beberapa bukti atas tidak independennya KPU. Salah satunya adalah ketika KPU didesak untuk mengesahkan penggunaan KTP untuk pemilih yang tidak/belum terdaftar, di dapat bukti SMS dari anggota KPU kepada tim sukses/pihak SBY yang nada isinya: "kami didesak oleh pihak JK-Wiranto dan Mega-Pro"

    Jujur, saya merasa pemilu kali ini adalah pemilu yang terburuk sepanjang sejarah RI (secara administratif). Dan Saya akui, pelaksanaan pemilu secara umum berjalan dengan baik dan aman. Namun, rasanya ada yang tersembunyi dibalik pelaksanaan pemilu yang aman dan baik ini. Ketidaknetralan KPU dan adanya usaha rahasia dari pihak asing yang tidak terungkap. Majalah TIME fersi AS, menetapkan bahwa SBY adalah salah satu dari seratus tokoh yang "berpengaruh". Ini ada apa? Mungkinkah ini usaha AS untuk mempengaruhi masyarakat Indonesia agar memilih SBY lg...??? Mengapa berita itu diluncurkan menjelang PILPRES di Indonesia...???

    Sehingga, dari permasalahan2 yang ada tsb. di atas, sangat wajar tim JK-Wiranto dan Mega-Pro menuntut keadilan.

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Sebelum masuk "ring" setiap petarung harusnya sudah menyiapkan

    mental lebih dulu yaitu persiapan untuk kalah dan persiapan untuk

    menang.

    Selama wasitnya adil dan permainan sesuai aturan aku rasa siapapun

    yang kalah akan siap menerima kekalahan.

    Tapi kalau terjadi ketidak adilan dan kecurangan disana-sini,itulah yang akan menjadi penyebab timbulnya persoalan.

    Demikian pendapatku.

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    karena mereka berada pada pihak yang kalah jadi mereka merasa rugi, rugi atas semuanya baik dukungan, kekuasaan, harta, tenaga, waktu serta pikiran.bandingkan jika mereka jika berada pada pihak yang menang pasti engga banyak tingkah. itu menandakan adalah sifat yang dimiliki oleh para calon presiden kita bukan seorang negarawan sejati.menerima apapun keputusan dengan lapang dada. jikalau ada kecurangan yang terjadi tempuh pada jalur yang ada/berlaku.itu baru dikatakan sebagai negarawan sejati.

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    kekalahan adalah konsekuensi logis dari sebuah pertarungan, siapapun yang bertarung harus siap menerima konsekunsi tersebut

    kalau pendapat saya pribadi, bukan kekalahan yang mereka tidak terima, tapi proses pemilihan yang disana sini masih banyak terjadi pelanggaran. itu yang mereka tidak terima, secara tidak langsung kecurangan tersebut bisa mencemari demokrasi di indonesia.

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 1 dekade yang lalu

    GAK PUNYA JIWA BESAR!!!!!

    apalagi mereka udah ngeluarin biaya gede...itu malah makin nunjukin kalo dia emang gak semata-mata mao membela kepentingan rakyat....MENANG ITU BIASA, tapi MENERIMA KEKALAHAN ITULAH YANG LUAR BIASA!!!!

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Mereka para calon yang kalah menemukan banyak bukti terjadinya kecurangan2 dalam pemilu. Terutama masalah DPT dan KPU yang diindikasikan tidak netral. Dan terhadapat permasalahan ini, mereka menghendaki PEMILU di ulang untuk menghasilkan pemilu yang benar2 LUBER & JURDIL.

    Dan untuk kawan-kawanku wabil khusus di forum ini, saya berpendapat kalo pemilu memang harus di ulang untuk menghasilkan PEMILU yang LUBER & JURDIL, mengapa tidak? Jika permasalahannya hanya masalah biaya/dana besar, APAKAH HARGA DIRI KITA BISA DINILAI DENGAN UANG...??? APAKAH DEMOKRASI KITA HANYA DIUKUR DENGAN UANG...??? Tentu tidak bukan? Kita adalah bangsa yang mempunyai harga diri, yaitu demokrasi yang bermartabat. Jangan sampai demokrasi kita di pandang rendah, diinjak-injak di mata dunia hanya karena tidak mau mengeluarkan biaya besar. Kita bisa didikte oleh pihak asing.

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    ya jelas lah,mereka kan udah buang-buang duit buat kampanye,rugi kan klo kalah....

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Para politikus di negara Besar yang kita cintai ini selalu nyimpang, menyesatkan, dan senang kalo rakyat BINGUNG. Sportifitas itu memang mahal, kudu tebal muka and lapang dada, malah perlu keluar DUIT juga. Kalo dah pada BERANTEM, terus capek, takut dosa, baru deh ada rekonsiliasi, perdamain, kayak Gusdur sama Mega, Mega sama Amies Rais, Akbar Tanjung sama JK dsb, banyak lagi tuh..

    Dah gitu yang namanya politik dari sononya emang dah KOTOR, politikus yang lagi jatoh suka bilang "Tak ada teman ABADI yang ada KEPENTINGAN yang abadi". Itu cuma TRIK doang untuk menciptakan kebingungnan lagi di tengah masyarakat. Jadi rakyat bingung terus. Kalo ELITE politik mau mensejahterakan rakyat dan kemakmuran bangsa, ya kompak dong, kalo kalah ya udah kalah.

    Padahal mereka orang2 PINTER pasti hafal makna pepatah, "Kekalahan adalah kesuksean uang TERTUNDA". Bukan cuma buat anak sekolahan doang PEPATAH itu, bukan cuma buat para pencari kerja yang gagal jadi PNS di tengah persaingan yang tajam .

    Maka rakyat jangan cepet2 percaya sama omongan seorang politikus. Dengarin saja dulu, WAIT and SEE apa sebenarnya di balik ucapan dan tindakan mereka. Kalo benar buat kemakmuran, rakyat pasti akan mendukung, tapi kalo cuma untuk pribadi and konco-konconya doang..?? Kapan sejahteranya bangsa ini..??

    salam,

    fair play

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Biasa nya ya yg gk mau nerima kekalahan itu nama y pecundang sejati pa lg bikin alasan yg macam-2

    Ex : DPT,dan kecurangan-2 yg lain trus minta pemilu d ulg lg itu kn jelas-2 sikap para pecundang

    Coba deh bayangin klw pmlu d ulg lg dana yg d butuh kn krg lebih sekitar 4,5 T

    Itu kn satu pemborosan yg gk pntg krn udah jelas-2 ada pemenang y kok

    Coba aja bygkn dn yg segitu bnyk d berikan kpd sekolah-2 d daerah konflik buat rehap/bangun baru scholl-2 yg rusak akibat konflik kn lebih ada makna y tu duit

    Yach ghitu dech

    Menurut saya

    Sumber: Jadi y LANJUTKAN aja
    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Iskuo
    Lv 5
    1 dekade yang lalu

    Para capres adalah pemimpin2 yg sangat mengerti sekali arti kata "siap menang & siap kalah". Penyebab dari kekisruhan adalah Kpu yg tidak siap netral dalam meyelenggarakan pesta demokrasi.

    Sumber: lihat, dengar, baca
    • Masuk untuk membalas jawaban
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.