Anonim
Anonim ditanyakan dalam Masyarakat & BudayaAgama & Kepercayaan · 1 dekade yang lalu

Mengapa berkiblat ke ka'bah..? (khusus muslim)?

Dan kepunyaan Alahlah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah....... Albaqarah ayat 115.

Dalam bagian ayat dalam surat Albaqarah ayat 143 dituliskan "...... Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang), melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti rasul dan siapa yang membelot...."

Pertanyaan lainnya : masih berlakukah ayat ini hingga sekarang.?

Ingat ini bulan ramadha, ente jawab bohong kena akibatnya.

16 Jawaban

Peringkat
  • 1 dekade yang lalu
    Jawaban Terbaik

    Rasululloh dan para sahabat pada awalnya sholat menghadap Baitul Maqdis hampir selama 17 bulan

    ayat 115 turun ketika Rasululloh dan sahabt diusir dari Mekah dan melaksanakan Sholat tidak di masjid, dan ayat tersebut berlaku pula ketika dalam keadaan darurat (perang, diatas kendaraan, dsb) kemanapun menghadap disitulah wajah Alloh

    ayat 143, 144 surat tsb

    berupa perintah pengalihan kiblat dari Baitu Maqdis ke Kabah

    para sahabat dan umat muslim taat langsung mengikuti, sedangkan orang-orang yang memusuhi muslim sebaliknya (seperti terjemahan ayat yang kamu tulis)

    Sholat pertama yang dilaksanakan menghadap Kabah adalah Sholat Ashar

    copas :

    masih berlakukah ayat ini hingga sekarang ?

    pertanyaan ini tidak akan muncul kalau kamu memahami tafsir ayat tersebut

    saya tambahain

    "Dan apabila diturunkan satu surat, maka diantara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata ; siapakah diantara kamu yang bertambah imannya dengan turunya surat ini ?

    adapun orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya sedang mereka merasa gembira, dan adapun orang-orang yang didalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat ini bertambah kekafiran mereka, disamping kekafiran yang sudah ada (terjemah surat At-Taubah 124-125)

    kalau ngambil ayat yang lengkap ya mas, terus ga usah pake ngancem bohong kena akibatnya

    sekian

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Hari
    Lv 5
    1 dekade yang lalu

    Itulah kelebihannya, kitab yang dibuat berdasarkan daya ingat manusia yg bisa lupa, sehingga ayat2nya bisa dipengaruhi ego sih pengingat ( mungkin negaranya ingin dijadikan salah satu tempat suci ) jadinya gak sinkron, tapi malah ngatai kitab lain tdk asli.

    Dari dulu aku bertanya-tanya ?

    - Siapa sih " Kami " itu ?

    ( kalo ALLAH kenapa tdk pakai " AKU " )

    ( kalo Malaikat yg ngomong bearti bukan Firman langsung seperti terjadinya Taurat, dll. )

    - Kalo maha tahu kenapa manusia harus di tes dulu, membelot apa gak ? apa karena allahnya zat ?!

    - Kalo Allah tdk mau dibuatkan kiblat ( seperti ayat itu ) kenapa lebih nurut utusan daripada Allah ? satu lagi persamaan dengan bangsa Israel ( Yahudi ) : Tegar Tengkuk

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    5 tahun yang lalu

    Untuk NKRI yang lebih baik:

    Jika anda seorang muslim, jadilah muslim yang baik dan jika anda bukan muslim jadilah anda orang yang taat kepada ajaran agama anda.

    إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ

    “Sesungguhnya agama (yang haq dan diridhoi) disisi Allah adalah Islam.” (QS Ali Imran: 19)

    وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

    “Dan barangsiapa yang mencari selain Islam sebagai agama, maka tidak akan diterima dan ia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.” (Ali

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • kaiser
    Lv 7
    1 dekade yang lalu

    alasannya ya...

    "...... Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang), melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti rasul dan siapa yang membelot...."

    tuh lo tulis sendiri...

    asalnya kiblat adalah di masjid Al Aqsa...palestina, itu menyerupai yahudi dan nasrani, jd diubah ke masjid Al Haram mekkah (tepatnya ka'bah)...dahulu kaum munafik merasa senang & bangga saat kiblat belum dipindahkan, namun ketika dipindahkan banyak yg keberatan karena lemahnya iman bahkan murtad...itulah salah satu hikmah pemindahan kiblat, mengetahui siapa yg taat & tidak...

    umat haruslah bersatu, untuk menyatukannya sudah tentau harus ada simbol, sehingga ka'bah merupakan simbol persatuan, dimana seluruh umat islam tidak putus2nya berdoa & sholat menghadap ke ka'bah...

    tenang aja...ga ada untungnya jg kami bohongin lo...

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 1 dekade yang lalu

    As-salam,

    Baik sekali pertanyaan anda ini.

    Saya akan coba menjawab.

    Al-Baqarah:115.

    Berbunyi: "walillaahi almasyriqu waalmaghribu fa-aynamaa tuwalluu fatsamma wajhu allaahi inna allaaha waasi'un 'aliimun"

    [2:115] Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.

    > Allah swt. menegaskan pemilikan-Nya terhadap seluruh alam ini. Dia sendiri yang mengaturnya, mengetahui apa saja yang terjadi di dalamnya, baik kecil maupun besar.

    .....Dan Dia (Allah) bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Q.S Al Hadid: 4)

    Lalu:

    Di Surat Al-Baqarah: 143 dituliskan

    "...... Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang), melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti rasul dan siapa yang membelot...."

    > Sudah jelas siapa yang dimaksud disni :)

    -- dan jauh dari pada semua itu Allah SWT telah memerintahkan --

    .....Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. (QS. Al-Baqarah: 144)

    Jadi tidak ada masalah.

    .

    Sumber: Jangan pernah bertanya 'masa berlaku' Al-Qur'an, karena anda tahu persis apa jawabannya.. :)
    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Anda membuat pertanyaan sekaligus jawaban bro....

    coba perhatikan :

    "Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang), melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti rasul dan siapa yang membelot...."

    artinya kan kiblat sebagai PEMBEDA antara pengikut rasul dan yang bukan. jadi itulah salah satu fungsi kiblat

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Saya tegaskan disini bahwa anda yang telah berbohong.. Karena anda telah memotong ayat tersebut dan menjadikannya rancu (QS. 2: 143)..

    Apa yang anda tanyakan, persis seperti orang-orang kafir terdahulu yang digambarkan oleh al Quran:

    Orang-orang yang kurang akal di antara manusia akan berkata,"Apakah yang memalingkan mereka (muslim) dari kiblat yang dahulu mereka (berkiblat) kepadanya? Katakanlah (Muhammad),"Milik Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus." (QS. 2: 142).

    Dan ini adalah ayat yang telah anda potong dan samarkan, kelanjutan dari ayat di atas:

    Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) "umat pertengahan" agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menjadikan kiblat yang (dahulu) kamu (berkiblat) kepadanya melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sungguh, (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia." (QS. 2: 143).

    Ayat tersebut akan berlaku hingga akhir zaman, dan hari ini terulang kembali kejadian berabad-abad silam, seperti yang digambarkan oleh ayat berikutnya:

    "Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Rabb mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan." (QS. 2: 144).

    "Dan walaupun engkau (Muhammad) memberikan semua ayat (keterangan) kepada orang-orang yang diberi Kitab itu, mereka tidak akan mengikuti kiblatmu, dan engkaupun tidak akan mengikuti kiblat mereka. Sebagian mereka tidak akan mengikuti kiblat sebagian yang lain. Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah sampai ilmu kepadamu, niscaya engkau termasuk orang-orang zalim." (QS. 2: 145).

    Surat Al-Baqarah ayat 142-145 menjelaskan mengenai pemindahan kiblat umat islam dari Baitul Maqdis (Yerusalem) ke Masjidilharam (Mekah).

    *bertobatlah hai murtadin.. selagi jasadmu belum dimasukkan ke dalam liang lahat..

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    :)

    allowww lam kenal ya,,,,,,,,

    ummm maaf Amane bukan ahlinya dalam menjawab pertanyaan seperti ini,, maksdku kalo mw lebih jelas n terprinsi coba tanyakan ma ulama hehehe,,, but,,, aebagai seorang muslim,,, terus terang sy ngerasa prihatin klo sy g bisa jawab jd ini berdasarkan pengetahuan saya yach,, walaupun masih dangkal,,, hanya Allah SWT yang Maha Tahu n Maha Benar,,,,,,,,,,

    "Tuhan benar ada dimana-mana. Kabah hanya simbol persatuan visi umat manusia,karena sebagai manusia harus bersatu, dan simbol arah visinya juga satu arah ibarat letak mata manusia itu sendiri"

    apa yang kmu bilang itu emang bener,,, tp coba dech jangan hanya membaca Al-Quran sepotong2 aj,,, harus di baca semua karna setiaP bahasan itu g akan selesai klo cuma liat referensi dr beberapa ayat dan itulah adanya yang namanya hadist,,, sebenarnya diwajibkan bukan hanya membaca dan mempelajari Al-qur'an tp hadist juga,,, jd apabila ada yang kurang jelas maknanya maka hadist akan membantu untuk lebih menerangkan lagi,,,, Al-qur'an itu khan firman ALLAh SWT jd kadang2 otak manusia biasa g nyampe itulah gunanya ada nabi untuk lebih menerangkan makna dari kitab suci itu

    khan g lucu klo misalkan ada yang sholat menghadap kiri, kanan, depan belakang, waduh repot,,,,

    Ka'bah....umat Islam menjadikannya sebagai acuan tempat untuk menentukan arah sholatnya di seluruh dunia. Jadi ada persamaan visi

    dalam konteks menyatukan keseragaman umat.

    gituuuuuuuuuuuuu,,,,,,,,,,,,,,,,

    maaf ya jawabannya seadanya,,,,,,,,

    PEACE ^_*

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    ka,bah adalah lambang persatuan umat islam, mengapa sholat berkiblat ke ka,bah, hanya untuk melambangkan persatuan umat islam, pada jaman dulu orang islam sholatnya boleh menghadap ke mana saja ke timue,barat atau selatanpun ga jadi masalah, namun untuk mempersatukan umat islam supaya sholatnya tidak saling membelakangi atau berhadap hadapan, lalu ka,bah di pilih sebagai kiblatnya orang islam, bukan nyembah ka,bah hanya lambang persatuan saja, kita sholat menyembah allah, kalau kita tidak mengetahu di mana arah ka,bah maka sholat boleh menghadap ke arah mana pun yang penting niat di hati kita tertuju hanya menyembah allah bukan menyembah ka,bah karena allah yang menguasai timur dan barat. maka sholat kita sah menghadap ke arah mana pun.

    Sumber: terima kasih untuk pertanyaan yang menarik ini seharusnya orang islam yang peduli dengan pertanyaan seperti ini, rupanya andapun ikut peduli dengan hal hal yang ke islaman.
    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Itu di TV ada mas, masih menghadap Ka'bah kok.

    Artinya Ka'bah adalah arah kiblat yang harus dipatuhi tanpa kecuali, untuk menguji kepatuhan umat Muhammad.

    Jelas sekali...Apa sih point yang diinginkan?

    • Masuk untuk membalas jawaban
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.