NEVO ADRYATIC ditanyakan dalam Seni & InsaniFilosofi · 1 dekade yang lalu

Mengapa seh harapan itu semakin dikejar semakin menjauh?

Mengapa harapan semakin dikejar semakin menjauh?Bila kita tak punya harapan hidup terasa hampa dan tak berarti bagai tanpa tujuan tapi terkadang harapan juga datang menghampiri dengan sendirinya.

"Katanya orang bisa bertahan hidup karena yakin akan adanya harapan"

Seberapa pentingkah kita mengharapkan sesuatu? Jika harapan terlalu tinggi dan tak sesuai dengan kenyataan maka rasa kecewapun semakin dalam.

Harapan yang seperti apakah yang layak kita harapkan agar tak menimbulkan rasa kecewa yang berlebihan ?

Dulu sejak kecil saya terbiasa merasa kecewa karena harapan yang tak terpenuhi sehingga saya berusaha mendapatkannya dengan caraku sendiri walau mungkin dengan cara salah sehingga membentuk diriku menjadi pribadi yang ingin selalu mandiri tak berani mengharapkan sesuatu dari orang lain kecuali atas usaha sendiri karena aku tak ingin kecewa.

Tapi sikap selalu ingin mandiri itu membuatku menjadi pribadi yang tertutup dan sulit menerima orang lain atau mungkin juga karena sulit mempercayai orang lain.

Apakah sikap mandiri yang berlebihan cenderung bisa menyebabkan sesorang menjadi pribadi egois dan tertutup?

Lantas sikap mandiri yang bagaimanakah yang disebut dengan mandiri yang proporsional ?

Mohon saran dan pendapat dari teman-teman yang bijak !!!

Tararengkyu 04102009

Perbarui:

@af : lama ngga jumpa senang bisa share kembali bersama Anda ditunggu jawaban2 berikutnya thanks

Perbarui 2:

@af : lama ngga jumpa senang bisa share kembali bersama Anda ditunggu jawaban2 berikutnya thanks

12 Jawaban

Peringkat
  • 1 dekade yang lalu
    Jawaban Favorit

    Wah pertanyaan asyik nich

    ~ Harapan ada sebagai mitra PENGETAHUAN.

    Saat berharap, maka seseorang sudah tahu APA yang menjadi harapannya, jika harapan tersebut tidak terwujud, maka akan membuat perasaan negatif muncul, karena perasaan negatif muncul, justru kita bergerak makin jauh dari harapan dan bukan mendekatinya, jadi seperti efek bola salju.

    Pengetahuan yang lebih menciptakan harapan yang lebih, tetapi juga akan meningkatkan jumlah konsekuensi yang harus diterima terhadap keberhasilan mewujudkan harapan.

    ~ Tahu dan tertarik pada apa yang BAIK sudah CUKUP

    Saya adalah seorang yang ideal, melankolik, perfeksionis, mandiri juga seperti Anda. Hal tersebut lahir dari pengetahuan saya terhadap keidealan, harapan yang sempurna, bahwa ini loh saya, saya harusnya begini. Karena hal tersebut mustahil diraih, maka kita harus BANGUN, ok (misalnya)saya memang menyebalkan, membosankan, terlalu egois, fobia sosial dsb.

    Kita tidak melakukan justifikasi tapi pengakuan dan penerimaan terhadap kekurangan diri.

    ~Menjaga Pengetahuan yang Baik.

    Setelah adanya pengakuan tersebut harus disertai dengan mengetahu APA yang baik (apa harapan Anda) dan kebaikan tersebut memang menyenangkan untuk diraih, tapi jangan pernah memaksa diri mengejarnya. Anda hanya perlu tahu apa yang baik itu secara tulus, dari hati dan hasrat terdalam Anda.

    ~ Segala sesuatu yang baik adalah anugerah

    Jalani hidup tanpa beban, ketahui apa yang jadi harapan Anda, hiduplah dengan memandang harapan itu, tanpa terbebani olehnya, karena kebaikan adalah anugerah, begitu juga meraih harapan yang baik itu, dengan begitu saat kita meraihnya; kita tidak akan pernah lupa kepada Sang Khalik.

    ~Kesimpulan

    Lakukan segala sesuatunya secara natural, terima diri apa adanya seburuk apapun itu, jangan pernah lupa untuk tahu apa yang baik dan tertarik untuk menjadi bagian dari kebaikan tersebut, selanjutnya pasrah kepada anugerah Tuhan.

    Salam =)

    K0kainD

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Banyak manusia yang berkata, bahwa saya tidak lagi ada berharap.

    Tapi sebenarnya mereka masih mempunyai pengharapan, hanya saja takut kecewa jadi kalimat tersebut menjadi sebuah penghibur diri, dan utk menunjukan realistis nya mereka.

    Selama manusia hidup,,,,,, walau cuman secuil ujung kuku, pasti ada pengharapan, kecuali kalau mereka itu MUMMY.

    Sikap mandiri yg berlebihan bisa menimbulkan pribadi yg egois dan tertutup, apalagi ditambah sulit mempercayai orang lain.

    kalau ttg mandiri yg proporsional ... saya juga lagi mencari jawabannya.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    hmmm.. sederhananya, kemandirian dpt diraih bila kita berhasil 'meletakkan' harapan2 kita semakin mendekati realitas yg melingkupinya. semakin jauh kita meletakkan harapan dari realitas yg ada, kita akan semakin perlu menyertakan peran dan fungsi 'dari yg selain kita' utk membantu lebih mendekatkannya; dan ini tentu akan mengurangi makna kemandirian dari yg semestinya yakni lebih mampu 'menyatakan' peran&fungsi kita.

    kemandirian justru akan lebih menguatkan dan memperjelas 'yang selain kita', sebab kemandirian hanya menyatakan peran&fungsi kita sendiri saja; sedang peran&fungsi 'yang selain kita' pasti akan menyatakan hal yg sama pula. intinya kemandirian kita justru mempertegas keberadaan kita dan keberadaan yg selain kita.

    -----

    useful hopefully.. thanks.. ^_^

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Ndok, ndok, coba sedikit pasrah sama Tuhan.. Pokoke kerjain aja semaksimal mungkin dan udah gitu serahin sama Gusti Allah, jangan terlalu berharap penuh. Harapannya tuangin aja dalam doa.

    Kalo saran dari saya, bertafakkur dan biasakan bersedekah ya ndok.. hik, hik, hik..

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • ...
    Lv 4
    1 dekade yang lalu

    Mengapa harapan semakin dikejar semakin menjauh?

    Hehehe... saya akan menjawab pertanyaan ini dengan membayangkan bahwa sayalah harapan itu...

    Bagi pria2 yang mengejar-ngejar saya, tentu saja saya tidak langsung menghampirinya dan berkata Ya...

    Pertama saya akan melihat apakah sesuai dengan kriteria saya?

    Kedua saya akan tarik ulur-dulu untuk menguji keseriusannya dalam mengejar saya...

    Ketiga, saya akan pikirkan lagi... tergantung mood sih! lagi pengen punya pacar apa enggak, Hehehe...

    Ekstra : Kadang klo pria nya oke, saya yang akan datang menghampiri... Hihihi

    ...

    Jadi intinya yah...

    Pertama, pantas ga kita untuk mengejar harapan itu? sesuai kriteria ga? Contoh aja, "modal ijasah SMA mau jadi dosen di UI kan ga mungkin banget! sekarang sih minimal S2... (kecuali dokter dan pendidikan profesi :-p)" Jadi Pantaskanlah diri kita dulu untuk meraih harapan itu... (Thx to Pak Mario Teguh)

    Kedua, ketika harapa itu semakin dikejar semakin menjauh, jangan langsung berasumsi bahwa harapan itu tidak menginginkan kita untuk mendapatkannya... siapa tahu Tuhan lagi menguji kesungguhan kita untuk mendapatkan harapan kita itu...

    Ketiga, mengejar di saat yang tidak tepat kadang memang bisa berakibat fatal... So, pintar2 lah membaca situasi dan kondisi. Kapan harus mengejar, dan kapan untuk melihat ke lain hati dulu...

    Ekstra : Dengan sedikit keberuntungan dan sentuhan Tuhan, kadang harapan datang dengan sendirinya... Jadi, rajin2 lah berdoa kepada Tuhan.

    Sadar akan pribadi egois dan tertutup adalah awal dari penyembuhan... maka ubahlah itu dengan berusaha menjadi pribadi yang lebih toleran dan terbuka...

    Tapi tetap ingat dengan kemandirian "Jangan TERLALU tergantung kepada orang lain"

    Kadang segala sesuatu tidak dapat kita atasi seorag diri saja...

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • rien
    Lv 4
    1 dekade yang lalu

    Harapan bukan dikejar tapi dimaknai dan coba diraih sesuai kemampuan.

    Sikap mandiri tidak selamanya menyebabkan seseorang menjadi pribadi egois dan tertutup tetapi sebaliknya kemandirian membuat kita semakin terbuka & memahami arti hidup karna dibalik kemandirian kita tanpa kita sadari kita masih dibantu orang lain,hal sepele saja kita bisa mandi sendiri tapi sabun nga mungkin kan buat sendiri ?

    Bersikaplah menghargai apa yang telah dilakukan orang lain meski kita bisa melakukan sendiri karna sebenarnya mandiri itu bukan berarti bisa melakukan & mendapatkan segalanya sendiri tanpa bantuan orang lain,karna kita makhluk sosial bukan makhluk individu & jangan kemandirian kamu didasarkan rasa kecewa tapi atas keinginan & niat kamu untuk bisa belajar mengontrol diri sendiri.

    Seimbangkanlah kemampuan dengan keinginan dan usaha dengan doa niscaya kamu tidak akan kecewa.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • SATRIA
    Lv 5
    1 dekade yang lalu

    Sweet Nevo.......

    Tentu saja semakin dikejar semakin jauh sebab yang ngejar salah jalan, he...he.........

    " Katanya orang bisa bertahan hidup karena yakin akan adanya harapan"

    Menurutku hanya orang kurang waras yang berpikir demikian seharusnya orang bertahan hidup karena yakin adanya kenyataan itulah sebabnya orang berusaha agar harapanya menjadi nyata dan kenyataan.

    Harapan yang realistis tidak akan membuat kecewa berlebihan

    >Seberapa penting mengharapkan sesuatu? sepenting harapan itu sendiri

    Sudah menjadi hukum alam kalau semakin tinggi harapan akan semakin dalam rasa kecewa bila tak sesuai dengan kenyataan, tetapi apakah kita harus jadi orang yang kecewa? No dear.....

    Salah dan benar hanyalah proses dari sebuah pencapaian, depositokan pikiran positif dalam bank ingatan bahwa kegagalan saat ini hanyalah bagian dari keberhasilan yang tertunda.

    jadi jangan pernah takut salah karena takut salah sama halnya takut berhasil.

    Bertanya pada diri sendiri setiap saat bagaimana saya harus mampu meraihnya karena pertanyaan ini akan mencari jalan pintas dengan cerdik dan Ingat bahwa kekuatan berpikir jauh lebih penting daripada sekedar intelegensi kita

    Bentangkan pikiran seluas-luasnya dan nyalakan pikiran kreatif karena cara berpikir akan menentukan bagaimana kita bertindak dan gunakan kebiasaan bertindak untuk meraih apa yang kita harapkan.

    >Belajar dari kesalahan harusnya dapat mengambil hikmahnya untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama dan kemudian mengubahnya agar benar-benar menjadi suatu realita

    >Pada dasarnya kita adalah manusia sosial kecuali untuk urusan dengan Tuhan kita memang harus individualist.

    Kemandirian tak akan lepas dari manusia lainya untuk itu kita pun harus terbuka terhadap siapa saja yang akan membantu kemandirian itu sendiri.

    Memang benar sesuatu yang lebay cenderung membuat seseorang menjadi pribadi yang egois karena nggak nyadar kalau kemandirian itu sendiri sebenarnya telah mendapat bantuan dari orang lain.

    >Mandiri yang proporsional relatif sekali karena keragaman kapasitas seseorang yang terukur dari nilai-nilai lingkungan sosialnya.

    Menurut pemahamanku dikatakan mandiri secara proporsional apabila kita mampu menjadi diri sendiri dan mampu berkuasa atas diri sendiri tanpa mengabaikan individu lainya.

    ----- Shingfu -----

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    sepertinya lo rancu antara harapan (hope) dan ekspektasi (expectation) atau keinginan (wish/want).

    harapan itu gak boleh hilang, walaupun keinginan bisa saja tak terpenuhi, dengan kita memikirkan cara lain utk memperoleh keinginan kita==> itu juga sebuah harapan.

    memang tidak ada yg melarang utk kita mengharapkan sesuatu yg ajaib sekalipun, lo percaya mujizat? untuk orang2 tertentu, mereka beruntung dikaruniai mujizat karena apa... karena mereka berpengharapan dan percaya.

    harapan yg 'ekpektasi'.. yee belum apa2 kok udah takut kecewa, padahal result itu tidak selalu lebih penting daripada process loh...

    klo gak mau kecewa ya berekpektasilah yang RASIONAL, logis, bisa diukur (measurable), bisa dicapai (reachable).

    sebaliknya, irrational expectation yg bikin lo ngotot mati-matian berharap yg gak logis..wasting time huh!

    mandiri berlebihan, mungkin saja begitu, kalo mulai pake teknik 'one man show' dan menganggap keterlibatan orang lain tidak perlu, bisa terjebak utk menarik diri dari pergaulan.

    mandiri yg proporsional yah tentunya orang yg bisa melakukan banyak hal sendiri - tidak tergantung orang lain, tapi juga tidak menganggap kehadiran orang lain itu tidak penting.. jadi semua tetap penting.

    ehh gue suka loh orang yg mandiri, gak suka ngerepotin orang laen... :)

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    namanya jg harapan.. sesuatu yg qt harapkan..

    udh psti posisinya diluar jangkauan qt,.. klo terjangkau dlm genggaman udh bkn harapan lagi kan ?

    klo harapan tu terprogram dlm rencana (meraihnya) makin jauh malah makin bagus ..

    harapan dan mimpi emang msti setinggi2nya.. jd klo cm teraih setengahnya msh lmyan tinggi.. he3

    hidup cm sekali koq.. ngpain takut bermimpi.. yg pnting qt jg msti ttep logis nerima hasilnya.. enjoy aja

    ...

    skdar saran.. coba kmu renungkan apa untungnya egois n trtutup..

    bandingkan ketika qt bisa lbh trbuka.. dan bisa memahami org laen..

    klo kmu mulai mncoba pilihan kedua.. kmu tinggal nunggu keajaiban2 yg akan dtng dgn sndirinya..

    coba deh..

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Harapan adalah bagian dari hidup kita .

    Kita bisa hidup karena adanya harapan .

    Tanpa harapan hidup ini terjadi tanpa arah .

    Harapan adalah motivasi kita untuk melakukan sesuatu .

    Karena kalau ada harapan kita yakin adanya jalan .

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.