Anonim
Anonim ditanyakan dalam Masyarakat & BudayaAgama & Kepercayaan · 1 dekade yang lalu

hajar aswad menjadi hitam karna dosa anak cucu adam?

hal diatas sy dgr dari user2 disini dan itu berdasarkan beberapa hadist. pertanyaannya.. apakah quran mengatakan hal yang sama tentang menghitamx batu hajar aswad tsb? jika y.. disurah apa ayat brp?. apakah menghitamx btu tsb krn dosa termasuk smua manusia mulai jaman adam hingga muhammad saat itu? atau apakah menghitamx batu tsb juga terus brlanjut hingga saat ini? dalil apakah yg mngatakn hajar aswad adlh batu dari surga yg awalx seputih susu? jika memang batu surga, apakah manfaat batu tersebut? mengingat bnyk yg bilang batu tsb tak memiliki arti apapun. jika tak memiliki arti apapun. mengapa batu itu diciumi para jemaah haji? apa dalil menciumi batu hajar aswad? hehehe... kbnykn y? jawb satu2 dgn singkat aj. saya cm pnhn tau aj kok.

Perbarui:

@sanjapra.. out of topic

10 Jawaban

Peringkat
  • 1 dekade yang lalu
    Jawaban Terbaik

    Menurut keyakinan saya, mulai dari dosa adam dan hawa dan sampai saat ini sudah dibayar Lunas oleh Darah Yesus Kristus yang wafat di kayu Salib [bagi orang yang mau percaya].

    Yoh 3:17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

    Menurut sejarah, ada banyak Kabah dan semua Kabah punya batu meteor demikian didalamnya, dan Kabah di Mekah adalah salah satunya yang punya batu hitam.

    Apakah batu itu merupakan batu suci di jaman Paganisme?

    Mungkin Ya. Batu itu dianggap suci sampai2 Kabah mendapatkan kesuciannya karena adanya batu hitam tersebut.

    Disucikannya batu tersebut karena batu tersebut berasal dari dunia yang tidak diketahui, seperti meteorid yang datang dari angkasa dengan gegap gempita seakan berasal dari surga.

    Hal itu juga dibenarkan dalam buku “The Simplified Arabic Encyclopedia” hal 1097:

    Meteor adalah sepotong kecil materi jagat yang masuk ke atmosfir bumi dengan kecepatan sangat tinggi hingga membakar dan kelihatan seperti garis kemilau yang mengagumkan. Demikian hingga orang Bedouin menyucikan batu ajaib itu di jaman Paganisme (berhala).

    Dalam buku “The Islamic Encyclopedia” Part 22, hal.6960, dikatakan: Batu hitam berumur tua hingga jaman pagan kuno; batu itu punya peran sangat keramat dalam ritual2 religius bagi orang2 Arab kuno. Mereka memutari Kabah yang berisi Batu Hitam, batu yang telah dianggap suci sejak jaman kuno.

    Mungkinkah Tuhan yang Sejati memerintahkan melakukan ritual2 kaum pagan? Apa ada perintah dari Tuhan untuk melakukan itu (agar melakukan ritual2 kaum pagan)?

    Terkesan Ini hanyalah sebuah perjanjian antara sang nabi dengan orang2 Mekah untuk mempertahankan tradisi Haji dengan segala ritual2 nya, dengan dipertahankannya ritual ini bukan saja Muhammad bisa menjadi kaya dari kedatangan para peziarah tapi juga memenangkan hati orang2 Mekah (yang ternyata tidak bisa dia dapatkan kecuali dengan peperangan). Juga memperkaya Arab pada jaman itu, bahkan hingga sampai saat ini.

    Kesimpulannya: bagi orang yang mau percaya dan tanpa dipaksa dalam mencari JALAN KESELAMATAN, saya pribadi lebih baik memilih yang sudah nyata DIA WAFAT karena dosa-dosa saya.Dan dengan pertobatan saya mohon KRISTUS mau menerima saya orang yang berdosa ini. Anda mau diselamatkan oleh JANJI yang jelas?

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    lo kagak tau yang namanya hajar aswad ya?

    w saranin lo jangan tanya lagi nyang beginian

    w doain lo sejahtera aja deh

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    untuk Raphael Archange dan senjapratama TUHAN KU BERFIRMAN

    "lakum dinnukum waliyaddin"

    artinya bagimu agamamu bagiku agamaku

    definisi hajar aswad itu hanya terdapat di agamaku karena akulah yang meyakini (profesionalisme) karena ini bidang ku dan tidak akan di temui di kitabmu jadi jangan menggunakan interpretasi sendiri

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Kebanyakan pertanyaan tuh.

    hal diatas sy dgr dari user2 disini dan itu berdasarkan beberapa hadist.

    --------> hadisnya mana ? ga ada tuh hadis seperti itu.

    Hampir Semua pertanyaan anda jawabannya , TIDAK betul.

    mengapa batu itu diciumi para jemaah haji?

    -------->Karena Mengikuti Nabi Muhammad, menciun Batu Hitam itu.

    Hadis ttg mencium hajar aswad ??

    -------->

    Hadits riwayat Umar bin Khathab radhiallaahu 'anhu:

    Ketika Umar bin Khatthab mencium Hajar Aswad (batu hitam), ia berkata: Demi Allah, aku tahu bahwa engkau hanyalah sebongkah batu, seandainya aku tidak melihat Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam menciummu, niscaya aku tidak akan menciummu. (Shahih Muslim No.2228)

    Lanjutkan pertanyaan anda !!

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 1 dekade yang lalu

    yang jawab tadi pakai logika dong

    jangan di kaitkan dengan kitab itu kitab ini ..

    yang intinya dosa itu hanya tuhan yang tau ... masalah catatan kebaikan dan keburukan setiap manusia juga ada catatanya nanti juga diperhitungkan kalu kita udah mati..atau akhir jaman.

    pikir aja sama kamu kalu batu biasa aja yang warna putih banyak disentuh sama orang pastilah kelamaan akan berwarna gelap.apalagi yang sentunya puluhan juta orang..pasti jadi item.

    barang aja kalu bayak disentuh tentulah akan menjadi ietm.. bukan kerana dosanya sendiri

    logika dong dipakai...

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    kata siapa..?

    mungkin itu cuma menurut pemikiran orang saja..

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    alo kk

    gak tahu ya. mungkin cuma asumsi orang2 saja.

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Kitab “Nabi Jehezkil”, pasal 18 ayat 20. “Orang berbuat dosa, ia itu juga akan mati; maka anak tiada akan menanggung kesalahan bapaknya, dan bapapun tiada akan menanggung kesalahan anaknya; kebenaran orang yang benar akan tergantung atasnya dan kejahatan orang fasik pun akan tergantung atasnya”.

    Jelas di Bijbel sendiri menyebutkan bahwa setiap manusia akan menanggung sendii perbuatan baik maupun buruk, tidak boleh dibebankan atau diwariskan kepada orang lain. Berdasarkan ayat tersebut, maka dosa Adam dan Hawa harus ditanggung sendiri oleh keduanya. Tetapi mengapa dosa Adam dan Hawa harus diwariskan atas anak cucunya, sehingga anak cucunya ikut serta menanggung dosanya; pada hal kitab Injil sendiri tegas menyabutkan bahwa setiap perbuatan baik atau buruk yang dikerjakan oleh seseorang tidak dapat dibebankan atas orang lain.

    Di “Matius” pasal 19 ayat 14 disebutkan: Tetapi kata Yesus: “Biarkanlah kanak-kanak itu, jangan dilarangkan mereka itu datang kepadaku, karena orang yang sama seperti inilah yang empunya kerajaan syurga”. Nah, perhatikanlah, di ayat itu nyata-nyata Yesus sendiri yang berkata, ia mengakui kesuciannya kanak-kanak. Sedang mereka belum mengakui kesalibannya Yesus dan juga belum dibaptiskan, tetapi mempunyai kerajaan Syurga. Jadi berdasarkan pengakuan Yesus sendiri bahwa kanak-kanak itu tidak membawa dosa waris dari Adam dan Hawa.

    Nah, coba pikirkan dengan penuh kesadaran. Kalau ada seorang tua dari beberapa orang anak, dan orang tua itumenjadi penipu, pencuri, penghianat, berbuat aniaya, kejam, dan bermacam-macam dosa ia kerjakan, lalu ia dihukum masu penjara, apakah anak-anaknya juga diharuskan menanggung dosa orag tuanya, lalu anak-anak itu harus dihukum juga masuk penjara dengan alasan dosa waris. Apakah pengadilan semacam itu akan dikatakan penegak keadilan.

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    dosanya orang yang telah menciumnya...

    not me...

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    tidak ada dalam al-quran tapi dalam hadis ada

    Umar bin Khathab pernah menyampaikan bahwa Rasulullah saw sendiri pernah menciumnya. Saat Umar bin Khaththab berada di hadapan Hajar Aswad dan menciumnya ia berkata, “Demi Allah, aku tahu bahwa engkau hanyalah sebongkah batu. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah Saw menciummu, niscaya aku tidak akan menciummu.” [Hadits No. 228 Kitab Sahih Muslim].

    • Masuk untuk membalas jawaban
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.