Tahukah Anda Tentang Perbedaan Pendapat di forum AK?

Seringkali dalam forum AK ini kita menemukan adanya pertanyaan atau jawaban yang saling hina, cela dan maki dari para user. Dalam QS An - Nisa (4): 148 Allah berfirman "Allah tidak menyukai perkataan buruk, (yang diucapkan) secara terus terang, kecuali oleh orang yang di zalimi...." Sebenarnya... tampikan lainnya Seringkali dalam forum AK ini kita menemukan adanya pertanyaan atau jawaban yang saling hina, cela dan maki dari para user.
Dalam QS An - Nisa (4): 148 Allah berfirman "Allah tidak menyukai perkataan buruk, (yang diucapkan) secara terus terang, kecuali oleh orang yang di zalimi...."

Sebenarnya simple aja pada saat kita berhadapan secara langsung, komunikasi lebih mudah kita lakukan (apalagi udah saling kenal) dan kita pahami karena cara penyampaian verbal dibantu dengan panca indra lainnya seperti mata dan gestur tubuh. Penyampain monolog memang lebih sulit untuk dipahami macam komunikasi lewat milis atau forum macam YA ini, yang hanya dapat kita lakukan dengan beberapa indra saja (masih lebih mending lewat chatting lewat YM misalnya). Maka wajarlah apabila kesalahpahaman komunikasi lebih mudah terjadi di dunia maya daripada di dunia nyata. Dan bukan tidak mungkin, maksud dari yang kita sampaikan, dideskripsikan lain oleh si penerima pesan atau pembaca. Akhirnya jadi ga nyambung.
Sampaikan pendapat atau dakwah kita (kalo ada nara sumbernya) sebutkan dengan cara santun, baik dan benar dengan bahasa menyejukkan. Kalau kita saling menyalahkan, menyindir dan memaki, merendahkan jangan berharap orang lain mengaminkan pendapat kita, apalagi sampai mendapat simpati dan cara-cara demikian akan menjauhkan hikmah dan hidayahNya.

Perlu di ingat kewajiban kita hanya menyampaikan walau satu ayat titik, syukur alhamdulillah kalau penyampaikan kita diterima apalagi menentramkan hati yang membacanya (kalau diamalkan) itu lebih bermanfaat.

Kalau untuk orang mukmin bahwa berhukum kepada Allah (Qur’an ataupun hadits Qudsi) dan Rasul-Nya (Sunnah) adalah wajib dan bahkan penerimaan untuk berhukum dengan keduanya tidak boleh ada keberatan di dalam hati. Dan kalau berbicara soal agama untuk orang mukmin tentu saja mempunyai keyakinan bahwa kebenaran mutlak hanya milik Allah SWT dan RasulNya, kalau orang yang berbeda keyakinan kebenarannya jelas sesuai keyakinannya, nafsi-nafsi tidak bisa dipaksakan, jelas berbeda bagai minyak dan air. Lain halnya kalau kita bicara umum tentang sosial, politik, ekonomi, budaya, olah raga dll, pasti nyambung karena minyak dan airnya udah dikasih sayur-sayuran dan daging misalnya jadi cap cay.

Sebagai mukmin, harus meyakini QS Al - Kahf (18): 103 - 106
Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu adalah orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Rabb mereka dan kufur terhadap perjumpaan dengan Dia, maka terhapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi amalan mereka pada hari kiamat. Demikian balasan mereka itu neraka *******, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayatKu dan rasul-rasulKu sebagai olok-olok".
Ayat ini berlaku universal baik untuk orang muslim maupun non muslim yang kufur thp ayat-ayat Allah.
Update: buat sobat @ Shian Bijou

Sukron (terima kasih)... he he he....kalau masih ada yang sebel berarti itu rahmat karena masih ada yang merhatiin dan mudah-mudahan Allah mengikis dosa saya amin...
Update 2: buat @Ara Al Qur'an tidak akan pernah berubah meskipun zaman telah berubah, ttg bumi itu bulat dalam QS Az zumar [39]:5 "Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam..." Makna "menutupkan" dalam ayat di atas... tampikan lainnya buat @Ara

Al Qur'an tidak akan pernah berubah meskipun zaman telah berubah, ttg bumi itu bulat dalam QS Az zumar [39]:5 "Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia
menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam..." Makna "menutupkan" dalam ayat di atas adalah "takwir". Dalam kamus bhs Arab, misalnya, kata ini digunakan untuk menggambarkan
membungkus atau menutup sesuatu di atas yang lain secara
melingkar, spt surban ditaruh di kepala.
Keterangan yang disebut dalam ayat tsb ttg siang dan malam
yang saling menutup satu sama lain berisi keterangan yang tepat
mengenai bentuk bumi. Pernyataan ini hanya benar jika bumi berbentuk
bulat. Ini berarti bahwa dalam Al Qur'an, yang diturunkan di
abad ke-7, telah diisyaratkan ttg bentuk bumi yang bulat.
Dan dalam QS. AL Baqoroh [2)] : 115 :"Dan kepunyaan Allahlah Timur dan Barat, maka kemanapun kamu menghadap disanalah wajah Allah"
Sedangjkan dunia Science baru mengetahui bumi bulat pd abad 15
9 jawaban 9