ARza Wildan ditanyakan dalam Masyarakat & BudayaAgama & Kepercayaan · 1 dekade yang lalu

Tahukah Anda Tentang Perbedaan Pendapat di forum AK?

Seringkali dalam forum AK ini kita menemukan adanya pertanyaan atau jawaban yang saling hina, cela dan maki dari para user.

Dalam QS An - Nisa (4): 148 Allah berfirman "Allah tidak menyukai perkataan buruk, (yang diucapkan) secara terus terang, kecuali oleh orang yang di zalimi...."

Sebenarnya simple aja pada saat kita berhadapan secara langsung, komunikasi lebih mudah kita lakukan (apalagi udah saling kenal) dan kita pahami karena cara penyampaian verbal dibantu dengan panca indra lainnya seperti mata dan gestur tubuh. Penyampain monolog memang lebih sulit untuk dipahami macam komunikasi lewat milis atau forum macam YA ini, yang hanya dapat kita lakukan dengan beberapa indra saja (masih lebih mending lewat chatting lewat YM misalnya). Maka wajarlah apabila kesalahpahaman komunikasi lebih mudah terjadi di dunia maya daripada di dunia nyata. Dan bukan tidak mungkin, maksud dari yang kita sampaikan, dideskripsikan lain oleh si penerima pesan atau pembaca. Akhirnya jadi ga nyambung.

Sampaikan pendapat atau dakwah kita (kalo ada nara sumbernya) sebutkan dengan cara santun, baik dan benar dengan bahasa menyejukkan. Kalau kita saling menyalahkan, menyindir dan memaki, merendahkan jangan berharap orang lain mengaminkan pendapat kita, apalagi sampai mendapat simpati dan cara-cara demikian akan menjauhkan hikmah dan hidayahNya.

Perlu di ingat kewajiban kita hanya menyampaikan walau satu ayat titik, syukur alhamdulillah kalau penyampaikan kita diterima apalagi menentramkan hati yang membacanya (kalau diamalkan) itu lebih bermanfaat.

Kalau untuk orang mukmin bahwa berhukum kepada Allah (Qur’an ataupun hadits Qudsi) dan Rasul-Nya (Sunnah) adalah wajib dan bahkan penerimaan untuk berhukum dengan keduanya tidak boleh ada keberatan di dalam hati. Dan kalau berbicara soal agama untuk orang mukmin tentu saja mempunyai keyakinan bahwa kebenaran mutlak hanya milik Allah SWT dan RasulNya, kalau orang yang berbeda keyakinan kebenarannya jelas sesuai keyakinannya, nafsi-nafsi tidak bisa dipaksakan, jelas berbeda bagai minyak dan air. Lain halnya kalau kita bicara umum tentang sosial, politik, ekonomi, budaya, olah raga dll, pasti nyambung karena minyak dan airnya udah dikasih sayur-sayuran dan daging misalnya jadi cap cay.

Sebagai mukmin, harus meyakini QS Al - Kahf (18): 103 - 106

Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu adalah orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Rabb mereka dan kufur terhadap perjumpaan dengan Dia, maka terhapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi amalan mereka pada hari kiamat. Demikian balasan mereka itu neraka *******, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayatKu dan rasul-rasulKu sebagai olok-olok".

Ayat ini berlaku universal baik untuk orang muslim maupun non muslim yang kufur thp ayat-ayat Allah.

Perbarui:

buat sobat @ Shian Bijou

Sukron (terima kasih)... he he he....kalau masih ada yang sebel berarti itu rahmat karena masih ada yang merhatiin dan mudah-mudahan Allah mengikis dosa saya amin...

Perbarui 2:

buat @Ara

Al Qur'an tidak akan pernah berubah meskipun zaman telah berubah, ttg bumi itu bulat dalam QS Az zumar [39]:5 "Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia

menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam..." Makna "menutupkan" dalam ayat di atas adalah "takwir". Dalam kamus bhs Arab, misalnya, kata ini digunakan untuk menggambarkan

membungkus atau menutup sesuatu di atas yang lain secara

melingkar, spt surban ditaruh di kepala.

Keterangan yang disebut dalam ayat tsb ttg siang dan malam

yang saling menutup satu sama lain berisi keterangan yang tepat

mengenai bentuk bumi. Pernyataan ini hanya benar jika bumi berbentuk

bulat. Ini berarti bahwa dalam Al Qur'an, yang diturunkan di

abad ke-7, telah diisyaratkan ttg bentuk bumi yang bulat.

Dan dalam QS. AL Baqoroh [2)] : 115 :"Dan kepunyaan Allahlah Timur dan Barat, maka kemanapun kamu menghadap disanalah wajah Allah"

Sedangjkan dunia Science baru mengetahui bumi bulat pd abad 15

9 Jawaban

Peringkat
  • 1 dekade yang lalu
    Jawaban Favorit

    Indahnya hidup karena adanya perbedaan dan keberagaman asalkan kita bisa saling menghormati dan menghargai satu sama lainnya.

    Setiap manusia memiliki hati (wadah nafsu) dan cara berpikir yang berbeda-beda jadi tidak mungkin akan ada kesamaan yang selalu selaras yang perlu dipahami adalah kita sama2 makhluk ciptaan Tuhan,berasal dari tempat yang sama dan punya tujuan yang sama kelak bisa kembali kepadaNYA dengan selamat, masalah caranya kembalikan saja pada invdividunya masing-masing tak perlu saling memperolok agama orang lain.

    "Bagiku agamaku dan bagimu agamamu "

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 4 tahun yang lalu

    Kalau avatar yang ini jelas palsu mas Elz... Tp pernah pakek poto asli... Kalau di facebook/FS ada poto asli semua koq di album.... Kalau menurut aku sih asli lah..... Aseeeeeekkkkk...... aku jadi adeeekkknya.... Maaaaaassss Eeelllzzzzz.............. jiahahhahahahahaha

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • ara
    Lv 4
    1 dekade yang lalu

    Yang sebenarnya terjadi adalah suatu proses terjadinya perubahan pemikiran-pemikirian tentang agama, karena agama adalah suatu ilmu pengetahuan manusia yang mengandung misteri kehidupan manusia. itulah sebabnya agama dikategorikan sebagai ilmu pengetahuan sosial tingkat tinggi.

    Sumber: Dulu manusia mengatakan bahwa surga itu diatas dan neraka dibawah, tetapi ketika manusia mengetahui bahwa bumi ini bulat, ajaran Kristen dan Islam pun berubah pandangannya. Mereka mengatakan Tuhan itu ada dimana-mana. Ini salah satu contoh perubahan pandangan, dan masih banyak lagi perubahan-perubahan universal yang bisa kita amati dari pandangan-pandangan agama yang telah berasimilasi dengan ilmu pengetahuan. Itulah proses.
    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    yg namanya perbedaan itu tdk akan pernah putus atau terhenti

    sampai kiamat tiba...

    karena Allah Menciptakan ummmatnya pun berbeda'' tak ada yg sama.

    niaisya titip

    www.hang106.co.id

    radio dakwah assunnah....tetap istiqamah diatas Al-Qur'an dan sunnah.

    Do'a yg paling banyak di baca oleh rasullulloh ketika beliau masih hdp

    '' wahai ALLAH Yang membolak-balikan hati kami, tetapkanlah hatiku diatas AGAMAMU.''

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • Abun
    Lv 7
    1 dekade yang lalu

    Beda pendapat dalam agama adalah hal yg sudah berjalan ribuan tahun, dan ini akan terus berlangsung hingga datangnya kiamat.

    Beda pendapat bukan masalah, sepanjang disampaikan secara santun dan tidak merupakan upaya memecah belah dan berakhir dengan pertikaian fisik di dunia nyata.

    Semoga forum ini bermanfaat.

    Salam

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    ikhlas menerima ikhlas memberi

    cukuplah Alloh sebagai balasannya

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Dari dulu ampe sekarang saya sebel ama anda!

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Ingat sobat, bhwa sesungguhnya perbedaan pendapat juga rahmat yg dikaruniakan oleh Allah swt, namun apabila kita dpat menyesuaikan/saling memahami perbedaan tadi niscaya damailah hidup ini. Jika sebaliknya, perpecahan telah menanti diambang mata. ..

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    anggap ajah ada distorsi gitu loh

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.