Anonim
Anonim ditanyakan dalam Masyarakat & BudayaAgama & Kepercayaan · 1 dekade yang lalu

mengapa sembahyang harus menghadap ke arah tertentu?

sembahyang adalah menyembah sang haliq gusti allah swt . nah gusti allah itu ada di setiap inci , 0, inci , gusti allah itu laksana angin dan cahaya . jadi menurut pandangan saya kemana pun kita menghadap pasti gusti allah itu ada . nah pendapat lho kira 2 . sekadar terkait pertanyaan saya tambahan tentang terima kasih sama setan . itu yang menjelaskan , ustad romli, lulusan pesantren darusalam kab ci amis

10 Jawaban

Peringkat
  • Anonim
    1 dekade yang lalu
    Jawaban Favorit

    nah kata ini sudah mengarah pada kehinduan, memang betul, kata sembahyang itu sujud kepada dewa / Hyang, kenapa kita menghadap kearah tujuan untuk mempokuskan pikiran kita apa yang kita pikirkan saat sembahyang.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Biar rapi & teratur sholatnya

    Coba yu bayangkan pas lagi sholat Jum'at arah kiblatnya saling berhadap-hadapan, nanti malah disangka Nyembah Manusia donk, Imam ngadep Makmum bisa beradu tuh kepala pas saat ruku, bisa benjol & geger otak donk

    Sumber: nyontek jawaban orang Islam
    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Setiap muslim harus berarah ke kiblat tiap2 sholat.ga ad orang yg bs merubahny,coz itu arah yg sudah di tentukan oleh Allah SWT.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • D Rien
    Lv 6
    1 dekade yang lalu

    Hal ini sebenarnya merupakan sejarah yang paling tua di dunia. Bahkan jauh sebelum manusia diciptakan di bumi, Allah swt telah mengutus para malaikat turun ke bumi dan membangun rumah pertama tempat ibadah manusia. Ini sudah dituturukan dalam Al-Quran: Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia . (QS. Ali Imran : 96).

    Dan Allah swt telah menetapkan bahwa shalatnya seorang muslim harus menghadap ke Ka’bah sebagai bagian dari aturan baku dalam shalat.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 1 dekade yang lalu

    Kalau arahnya tidak diatur ya gimana nanti bisa adu pantat atau saling berciuman atau sikut-sikutan

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Bilamana sholat di dalam kabah

    tidak diperlukan arah kiblat lagi.

    kearah manapun boleh.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    siapa sich sang khalik itu atw Allah SWT itu ? kok ada disetiap inci.... kok Allah itu seperti angin dan cahaya, siapa angin dan siapa cahaya ?

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • ara
    Lv 4
    1 dekade yang lalu

    Setiap agama memiliki ritual keagamaannya. Sembahyang menghadap kesatu arah adalah bagian dari ritual agama Islam. Suatu adat istiadat bagaimana menyembah Tuhannya. Hal ini wajar, karena setiap agama memiliki adat istiadat keagamaan dengan bentuk yang berbeda-beda.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Pada keyakinan suatu agama tertentu,lebih percaya Tuhan itu ada disuatu titik.

    dan setan juga ada disuatu titik.

    yaitu :

    Titik-titik Noda.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    KARENA ALLAH MENILIK POSISI SIKAP DOA SESEORANG UNTUK MENENTUKAN KESETIAAN. DAN BUKAN DARI HATI KARENA ALLAH KAYAKNYA NGGAK MAMPU

    Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menjadikan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi beberapa orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia. (QS. 2:143)

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.