Anonim
Anonim ditanyakan dalam Masyarakat & BudayaAgama & Kepercayaan · 1 dekade yang lalu

kaka-kaka yang baik hati, saya mau tanya (lagi) tentang hukuman mati ?

apakah hukuman mati melanggar HAM ?

hihihi

semoga bisa menjadi diskusi yang baik

Perbarui:

ini saya kasih pendapatnya orang-orang yang katanya mengerti hukum

http://www.kontras.org/hmati/index.php?hal=pers&id...

http://www.vhrmedia.net/home/index.php?id=view&aid...

biar tambah anget diskusinya

Perbarui 3:

===========

apakah bisa saya simpulkan kalau

HAM itu sesuatu yang benar tapi digunakan untuk sesuatu yang salah

Perbarui 4:

========

diskusi yang menyenangkan, saya sampai bingung mau pilih BA

Perbarui 5:

hihihihi

kaka @barack

saya jadi kontop

rasanya ko enak tidak jadi kontop yah

hihihihi

12 Jawaban

Peringkat
  • Abun
    Lv 7
    1 dekade yang lalu
    Jawaban Terbaik

    Sebuah pertanyaan yg bagus dan cerdas,

    Tentu anda masih ingat hukuman mati pada tahun 2001 atas diri Timothy Mc Veigh yg telah membom gedung federal Alfred P. Murrah di Oklahoma City AS yg menewaskan 168 orang dan melukai ratusan orang lain. Korban sebagian adalah anak2 kecil (balita) yg tidak berdosa.

    AS sebagai jawara demokrasi dan pelopor HAM masih tetap menerapkan hukuman mati hingga saat ini, sedangkan di negara sekular dan negara Islam juga masih menerapkan hukuman mati itu.

    Mari kita tinjau dari sudut pandang agama Islam mengenai hukuman mati dalam surat Al Baqarah :

    178. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pema'afan dari saudaranya, hendaklah (yang mema'afkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi ma'af) membayar (diat) kepada yang memberi ma'af dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih[111].

    [111]. Qishaash ialah mengambil pembalasan yang sama. Qishaash itu tidak dilakukan, bila yang membunuh mendapat kema'afan dari ahli waris yang terbunuh yaitu dengan membayar diat (ganti rugi) yang wajar. Pembayaran diat diminta dengan baik, umpamanya dengan tidak mendesak yang membunuh, dan yang membunuh hendaklah membayarnya dengan baik, umpamanya tidak menangguh-nangguhkannya. Bila ahli waris si korban sesudah Tuhan menjelaskan hukum-hukum ini, membunuh yang bukan si pembunuh, atau membunuh si pembunuh setelah menerima diat, maka terhadapnya di dunia diambil qishaash dan di akhirat dia mendapat siksa yang pedih.

    Dari ayat itu sangat jelas, bahwa Hukuman mati merupakan hukuman maksimal, namun itu semua bukan merupakan "harga mati", namun masih ada solusi lain yakni adanya maaf dari keluarga dan membayar diat, sehingga tertuduh dapat bebas dari hukuman mati.

    Namun demikian, kiranya pemaafan tersebut bersifat kasuistis, bukan untuk pembunuh massal semacam McVeigh atau Amrozi cs.

    Sebenarnya, hukuman mati itu juga bersifat melindungi kepentingan hidup manusia atas ancaman manusia lainnya dan sekaligus merupakan efek jera, sebagaimana disampaikan dalam ayat berikutnya :

    "179. Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa."

    Saya sebenarnya justru akan berbalik tanya kepada para pendukung HAM yg menentang hukuman mati, apakah mereka akan mati2an menerapkan HAM kepada orang yg sama sekali tidak menghargai HAM, yakni membunuh orang2 tak berdosa termasuk anak2 ?? ..... barangkali akan lain ceritanya kalo para pendukung HAM itu menjadi korban dimana anak kesayangannya mati akibat kekejian para pembunuh itu.

    Ok, HAM itu bagus, tapi penerapannya tentu harus dalam konteks yg tepat dan melindungi kepentingan hidup manusia pada umumnya, bukan sekedar melindungi kehidupan maniac sadistist yg haus darah.

    Thanks 4 yr sharing.

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Hukuman diberikan kepada seseorang atas pelanggaran yang telah dilakukannya.

    Contoh yang mudah : seseorang mempunyai kebebasan menggunakan haknya (karena dijamin oleh undang-undang) untuk mencari nafkah. Namun, pekerjaan yang dilakukannya adalah dengan cara menngambil barang orang lain dan menjualnya. Dalam hal ini, orang tsb benar telah menggunakan haknya, tetapi penggunaan haknya merugikan orang lain. Atas perbuatannya, maka orang tersebut harus memberikan ganti rugi terhadap si pemilik barang.

    Mengenai siapa yang berhak membatasi hak seseorang adalah institusi tertinggi yaitu masyarakat, dalam kehidupan sekarang, institusi masyarakat diwakilkan dalam bentuk negara dalam hal ini pemerintahan.

    Ganti rugi dapat berupa benda yang senilai atau berupa uang. Namun adakalanya, ganti rugi tidak dapat diberikan sesuai kehendak si pemilik barang dikarenakan ketidakmampuan si Pengambil barang dalam segi finansial. Sebagai gantinya, atas perbuatannya yang telah merugikan orang lain, kebebasan atau hak si Pangambil Barang harus dibatasi. Dengan peraturan yang berlaku, pembatasan hak si Pengambil barang dilakukan.

    Begitu pula dengan Pemberlakuan hukuman mati. Hukuman ini diberikan kpd seseorang yang telah menggunakan kebebasan atau hak nya untuk mengambil nyawa orang lain. Maka, atas perbuatannya, orang yang telah mengambil nyawa orang lain harus dibatasi kebebasannya. Nyawa tidak dapat dinilai dengan uang, maka ganti kerugian yang harus diberikan atas perbuatannya, adalah dengan membatasi usia hidup atau dihukum mati.

    Berdasarkan uraian, maka permberlakuan hukuman mati tidak dapat dikategorikan sebagai pelanggaran HAM.

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    jadi inget si @astrid & Euthanasia-nya ... hehe

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    DIK, UPIN

    HAK HAM ADA TINGKATAN DAN ATURANNYA, JANGAN SAMPAI MENGERTI HAM YANG KEBABLASAN

    CONTOH HAM YANG KEBABLASAN

    SAYA MENCURI LALU KETAHUAN DAN KETANGKAP

    KETIKA DIPERSIDANGAN APAKAH SAYA BERHAK MENOLAK DIHUKUM KARENA MENURUT SAYA MENCURI ADALAH HAK SAYA

    MENGHILANGKANNYA SESEORANG DILIHAT KASUSNYA

    SENGAJA ATAU TIDAK SENGAJA

    BERENCANA ATAU TIDAK BERENCANA

    BERANI BERBUAT HARUS BERANI BERTANGGUNG JAWAB

    BAGAIMANA KASUS SEPERTI POLPOT, HITLER, STALIN DLL YANG BEGITU BANYAK MEMBUNUH ORANG???????

    APAKAH DIPENJARA SAJA MAKAN TIDUR?????????

    NGERTI PIN???

    CE ILEH........... UDAH KONTOP YA................

    HAHAHAHAHAHAHA

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    HAM itu meliputi hak dasar manusia... salah satunya adalah hak untuk hidup.

    Dengan dasar itu, dianggap bahwa hukuman mati itu melanggar HAM.

    Namun semestinya HAM itu tidak diliat secara harfiah begitu... umumnya terpidana hukuman mati.. adalah orang-orang yang justru melanggar HAM orang lain... Dengan demikian, perlu dilihat juga dari sisi manusia yang terimbas oleh pelanggaran yang dibuat oleh si terpidanana mati.. Sehingga... tidak bisa dengan mengatasnamakan HAM, hukuman mati itu melanggar HAM, dan seseorang yang melanggar HAM orang lain tidak bisa dituntut hukuman mati.

    xoxo

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Kalau kita bicara HAM secara latterlek, maka semua bentuk hukuman itu akan melanggar HAM.

    Seseorang di penjara, jg melanggar kebebasan seseorang (HAM).

    Tapi pembuatan dan penegakan Hukuman itukan untuk keadilan, kebenaran, efek jera, dan penjaminan atas HAM Masyarakat. Jadi Hukum itu tidak melanggar HAM. Apapun bentuknya.

    Hukuman mati tidak melanggar HAM. Hanya yang perlu diperhatikan adalah media atau sarana penghukumnya. Ut hukuman mati, harus ada kepastian bhw sang terdakwa akan segera mati saat menjalani hukuman dan tidak mengalami rasa sakit yg lama.

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    menurut gue HAM itu harusnya diganti KAM, kewajiban asasi manusia.

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Melanggar kalau dilanggar......

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • B4by
    Lv 4
    1 dekade yang lalu

    This is really an interesting question.....

    Well,,,, from my opinion, death punishment is not the best solution.

    But still...(lanjut bahasa indonesia yah....) banyak kontroversi yang terjadi.

    Pasalnya, saat orang melakukan tindakan kejahatan yang sangat kejam kategorinya, misalkan membunuh atau menjual narkoba, sadarkah dia bahwa dia sudah menghilangkan nyawa orang lain/ secara tidak sadar dalam proses menghilangkan nyawa orang lain?(narkoba case). ini jelas melanggar HAM-> hak hidup orang lain sudah direngut.

    Pada saat hukuman mencapai titik temu menjadi hukuman mati, berarti sudah mencapai klimaks, artinya kejahatannya sudah tidak bisa ditolerir. Saat itulah hukuman mati menjadi solusi terbaik. Apakah lantas melanggar HAM, saya rasa tidak juga.

    Balik lagi ke hukum sebab akibat, tidak mungkin ada akibat kalau tidak ada sebab.

    Tapi bagaimanapun juga, yang kita harapkan agar hukuman mati BENAR2 menjadi senjata terakhir, jangan lantas ada nenek2 nyuri cacao lantas dihukum mati......itu geblek!

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Hiks.. hiks.. katanya sich.... kematian itu takdir dari Tuhan. Gimana dong...?

    • Masuk untuk membalas jawaban
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.