Ayo ..? Bagaimana ia membentuk ... mmmm .. errrr ... itulah ...ya .... yang itu?

Assalamualaikum dan salam sejahtera .

Agama adalah penting dalam kehidupan manusia (except atheist) , tetapi kadang-kadang mengapa kadang-kadang agama itu "gagal" mendidik / membentuk penganutnya ?

( bagi yang bakal TERSALAH ANGGAP maksud GAGAL , mohon koreksi maksud diatas dengan sebaik-baiknya dansepenuhnya jika anda mahu ngerti maksud yang bakalan saya sampaikan dalam thread ini )

Ok .. berbicara tentang "kegagalan" agama , saya ambil beberapa contoh dari teman-teman saya :

kasus pertama :

Saya punya teman namanya Alvin . Seorang yang beragama Kristen . Seorang yang sangat beriman dan taat pada perintah agamanya . Tetapi sayaang sekali , dia punya sifat sombong terhadap rakan-rakannya dan selalu membangga-banggakan diri . Walaupun dinasihati oleh temen-temen , kayak dia bertambah marah dan tidak suka ditegur .

kasus kedua :

Saya punya teman yang bergelar ustaz . Namanya pak ali ( contoh aja ) . Dia adalah imam mesjid berdekatan dengan rumah saya dan selalu menganjurkan ceramah agama , majlis ilmu dan sebagainya . Seorang yang dipandang hebat dan warak dalam beragama dan taat pada perintah Tuhan . Tapi sayangnya .. beliau seorang yang terlalu emosian , dan kadang-kadang .. terlalu memaksa . Sikapnya terhadap keluarga lebih-lebih lagi terhadap istrinya yang sangat tidak adil dan tidak mencerminkan Islam itu sendiri .

Kesimpulannya : Mengapa ?!!! Mengapa kadang-kadang agama itu tidak bisa "membentuk" sebagian umatnya supaya lebih "bertamadun" dan lebih baik ?

Salah siapa ? Agama ? diri sendiri ? masyarakat ? Tuhan ? atau ...... yaa ..... itulah .... yang itu .. tuuu .. yang ...errrr ....

silakan .. urghhh .

21 Jawaban

Peringkat
  • Anonim
    1 dekade yang lalu
    Jawaban Terbaik

    Apapun agama nya minumnya teh botol sosro

    Sumber: Al-ROBOTZ
  • 1 dekade yang lalu

    Saran gue, buat lembaga yang mengawasi kelakuan seorang agamiser,,,,

    Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh jua...

    supaya si tupai nggak sakit ketika terjatuh, si tupai ketika melompat harus dijagain ama temennya...

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    SALAH MANUSIANYA!!!!!!!

    KADANG2 BAHKAN BANYAK YANG SEPERTI KASUS I DAN 2 ITU

    MENGAPA?????????

    - PENGETAHUANNYA ATAU BELAJAR TENTANG AGAMANYA SETENGAH2

    - MASIH DIKUASAI EGONYA

    - PENGENALANNYA TERHADAP ALLAH DAN AJARAN AGAMANYA HANYA TAHU KULITNYA TETAPI TIDAK MEMAHAMI INTINYA

    SAYA MENGATAKAN INI BUKAN SAYA MERASA LEBIH HEBAT, TETAPI SAYA TERUS MAU BELAJAR DAN MELETAKAN EGO SAYA DIBAWAH KAKI YESUS

    ========================================

    YUP PREN, KAYAKNYA MEMANG ADA GANGGUAN

  • 1 dekade yang lalu

    wakakakakakk ... @slamet, ... xixixixi ...gw panggilin yak?... kqkqkqkqkq

  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • B4by
    Lv 4
    1 dekade yang lalu

    tak ada manusia yang terlahir sempurna.....................jangan kau sesali segala yang telah terjadi.....

    syukuri apa yang ada...hidup adalah anugrah......tetap jalani hidup ini.....

    DAN MELAKUKAN YANG TERBAIK.................(coba deket, lo bisa denger gw nyanyi)

    Hanya Muhammad SAW yang akhlaknya mencerminkan AL Quran

    Selebihnya semua manusia hanya terus berusaha MELAKUKAN YANG TERBAIK..........PISS

  • 1 dekade yang lalu

    Jangan salahkan agamanya jika seseorang tidak bisa lebih baik, karena manusia punya keterbatasan.

    Sumber: WABS
  • 1 dekade yang lalu

    Jika boleh menganalogikan hal ini, maka saya akan mengambil contoh sebuah kelas di sebuah Kelas 3 tingkat Sekolah Dasar.

    Bapak/Ibu guru memberikan materi pelajaran Matematika kepada muridnya secara merata dan dengan durasi yang sama serta tidak ada yang dibeda-bedakan. Begitu seterusnya hingga tibalah waktu ujian.

    Ternyata hasil ujian pun beragam. Ada yang nilainya sempurna, baik hingga yang tidak memuaskan pun ada. Kenapa bisa begitu, bukankah semuanya mendapatkan materi yang sama?

    Setelah diselidiki, diketahui bahwa murid-murid yang mendapat nilai sempurna, mereka tidak sekedar belajar di sekolah saja. Tetapi di rumah pun mereka mau MENGAMALKAN nasehat orangtua dan guru untuk kembali mengulang pelajaran di rumah dan itu mereka lakukan secara konsisten (ISTIQOMAH) dengan Ikhlas semata-mata untuk mendapatkan nilai sempurna sehingga mereka pun belajarn dengan giat.

    Sedangkan murid-murid yang mendapat nilai kurang memuaskan/buruk, bisa jadi mereka juga mengidamkan mendapat nilai sempurna. Namun keinginan tersebut tidak ditunjang dengan mengamalkan nasehat orang tua dan guru serta mereka tidak giat dalam belajar.

    Jika begini, apakah wali murid yang anaknya mendapat nilai buruk akan menyalahkan kurikulum dan gurunya?

    Bukankah si anak yang mendapat nilai buruk diberikan kesempatan yang sama untuk belajar?

    Pada intinya semua kembali kepada setiap masing-masing individu untuk bersikap.

  • 1 dekade yang lalu

    ya itukan tergantung orangnya aja, Iman kan bukan sekedar rajin beribadah dan mempunyai gelar agama yang tinggi saja tetapi juga mempunyai kebersihan hati.

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    manusia diberi kehendak bebas untuk menerima / taat pada Firman Tuhan , atau menolak Firman Tuhan.

    dalam Kristen ada dua pilihan:

    1. TUHAN yang menjadi Raja atas manusia.

    dan manusia tunduk dan taat pada Firman TUHAN.

    Ucapan doa umat Katolik : jadilah kehendak-Mu , itulah satu2nya pedoman hidup kami.

    seperi ucapan bunda Maria.

    1:38 Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu."

    anda akan menemukan orang2 seperti ini (orang2 yang menjadikan Tuhan sebagai Raja dalam hidup dan selalu melekat pada Yesus/ Firman Tuhan) :

    http://www.motherteresa.org/layout.html

    2. manusia menjadi raja atas dirinya sendiri.

    memang berTUHAN , tapi dalam situasi2 tertentu saja menjadikan TUHAN sebagai Rajanya.

    misal:

    kalau berdoa memohon sesuatu , sedang dalam masalah , ingin masuk surga ,ingin upah pahala dsb2.

    tapi dalam kehidupan lainnya tidak menjadikan TUHAN sebagai Raja ,mengabaikan Firman TUHAN dan diri sendiri (ego) yang menjadi raja.

    anda akan mengalami kepahitan dari orang2 Kristen seperti ini.

    seperti kepahitan beberapa rekan disini ,misal: terhadap Bush dsb.

    dasar agama Kristen adalah Firman Tuhan.

    dan menurut saya si Alvin itu tidak taat pada Firman Tuhan Yesus Kristus.

    surat Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus

    4:6 Saudara-saudara, kata-kata ini aku kenakan pada diriku sendiri dan pada Apolos, karena kamu, supaya dari teladan kami kamu belajar apakah artinya ungkapan: "Jangan melampaui yang ada tertulis", supaya jangan ada di antara kamu yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu dari pada yang lain.

    4:7. Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?

    Firman Tuhan Yesus di Injil

    Matius

    5:5 Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.

    11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

    Sumber: Alkitab
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    disini juga ada .......

    dia sering bilang seperti ini...

    bertahun tahun saya mempelajari kristologi........

  • ara
    Lv 4
    1 dekade yang lalu

    Berbahagialah orang yang tidak mengenal agama, karena agama memperkenalkan dosa dan neraka, bersedihlah orang yang beragama, karena tidak dapat mematuhinya.

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.