Bagaimana sistem pengapian pada sepeda motor?

Ikuti
  • Ikuti secara umum
  • Ikuti secara pribadi
  • Berhenti Ikuti
jelaskan urutan pengapian pada motor yang memakai cdi ataupun bukan dari pertama sampai masuk kebusi dan berjalan.serta cara mengukurnya dari pertama sampai busi.tx
Jawaban Terbaik
Wah, jawaban saya 2hari yg lalu ternyata g' nempel ya.. .?
hmm, mungkin plsa abis sbelum ketempel. saya pake hape soalnya... .

Yang paling mendasar dari sistem pengapian adalah memproduksi tegangan yang sangat tinggi pada sebuah rangkaian terbuka hingga memungkinkan loncatan elektron terjadi antara dua kutub yang saling berdekatan.

pada sistem platina, Listrik yang diproduksi oleh spull pengapian atau disupply langsung dari aki, dialirkan melalui kumparan primer pada koil. sehingga pada kumparan sekunder timbul tegangan yang telah di step up dari tegangan pada kumparan primer. peningkatan tegangan pada koil diperkirakan lebih dari 500 kali. sehingga jika catu daya bertegangan 12 v0lt, maka tegangan yang dihasilkan pada elektroda busi bisa lebih dari 6000 volt. dengan tegangan sebesar itu, elektron yang mengalir hingga akhir dari konduktor(ujung elektrode busi) akan melepaskan diri ke udara dan mencari titik dengan potensial paling rendah. dan titik itu adalah ground atau body motor(lewat logam melengkung di kepala busi). elektron akan meloncat dalam bentuk bunga api. dan bunga api tersebut membakar campuran bahan bakar dalam silinder untuk menghasilkan tenaga.

lalu fungsi platina?, nah.. . pengapian pada motor bakar membutuhkan pewaktuan yang tepat untuk dapat membakar bahan bakar dengan sempurna. dengan platina, atau pemutus kontak(point breaker) listrik dialirkan kedalam koil disaat yang tepat dengan mekanisme buka-tutup sirkuit. teknis sederhananya, platina yang terbuka menyambung saat piston berada di TMA, lebih tepatnya beberapa derajat sebelum TMA. sehingga api busi menyala pada sat itu juga. platina digerakkan oleh sebuah poros noken yang terhubung pada kruk as untuk melakukan hal itu. sehingga timing pengapian menjadi tepat pada waktunya.

untuk yang tipe CDI(Capacitor Discharge Ignition), listrik dari catu daya dikuatkan terlebih dahulu dengan sistem switching untuk di isikan kedalam kapasitor. setelah diisi, tegangan pada kapasitor bisa mencapai 600volt. selanjutnya dengan trigger dari pulser pada magnet flywheel, tegangan tinggi pada kapasitor dialirkan melalui koil disaat yang tepat. tegangan yang sudah tinggi tadi dikuatkan lagi hingga mencapai lebih dari 50.000volt. dengan trigger berupa sensor putaran, dan sistem advancer yang sudah elektronik, CDi memiliki pengaturan timing yang lebih stabil dan akurat dibanding Platina. selain itu, tegangan yang dihasilkan jauh lebih tinggi daripada platina. sehingga api yang dihasilkan busi menjadi lebih besar.

kalo cara mengukurnya, saya angkat tangan deh. tegangan pada kepala busi bisa mencapai 10.000 volt. pada produk-produk khusus, tegangan yang dihasilkan mencapai ratusan ribu volt. angka tersebut hampir 500 kali lebih tinggi dari pada jala listrik pada rumah tangga.. jika anda pernah merasakan tersengat listrik rumah, anda bisa membayangkan bagai mana rasanya tersengat listrik yang 500kali lebih kuat. sebaiknya anda membeli alat khusus jika anda rutin melakukan hal ini. karena multi tester biasa tidak akan sanggup mengukur tegangan keluaran pada kepala busi.

untuk pengecekan darurat, dekatkan kabel busi pada body logam pada motor lalu start mesin. jika kondisi pengapian motor anda pada kondisi prima, seharusnya loncatan api terus terbentuk hingga jarak hampir 5mm.

Source:

Hobby dan literatur Otomotif
  • 1
  • Komentar
Sign In 

untuk menambahkan pertanyaan Anda

Tidak ada jawaban lainnya

Siapakah yang mengikuti pertanyaan ini?

    %
    JAWABAN TERBAIK
    Anggota sejak:
    Poin: Poin: Tingkat
    Total Jawaban:
    Poin minggu ini:
    Ikuti
     
    Berhenti Ikuti
     
    Blokir
     
    Buka blokir