promotion image of download ymail app
Promoted
Anonim
Anonim ditanyakan dalam Masyarakat & BudayaAgama & Kepercayaan · 1 dekade yang lalu

Tolong dong, pertanyaan tentang shalat?

Terdapat beberapa sedikit perbedaan dalam pelaksanaan Shalat, namun tentu saja Rukun Shalat umat Islam tetap sama, yaitu :

1. Takbiratul ihram

2. Berdiri bagi yang sanggup

3. Membaca surat Al Fatihah pada tiap raka'at

4. Ruku' dengan thuma'ninah

5. I'tidal dengan thuma'ninah

6. Sujud dua kali dengan thuma'ninah

7. Duduk antara dua sujud dengan thuma'ninah

8. Duduk dengan thu'maninah serta membaca tasyahud akhir dan shalawat nabi

9. berlindung kepada Allah dari siksa jahannam &kubur serta fitnah hidup dan mati dan kekejian fitnah dajjal

10. Membaca salam

11. Tertib (melakukan rukun secara berurutan)

ketika Sujud saya diajarkan untuk membaca

SUBHAANA RABBIYAL A‘LAA WA BIHAMDIH

(Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi Dan Dengan Memuji-Nya)

namun, ada guru saya yang lain mengajarkan, boleh dengan doa itu, boleh ditambah dengan doa sendiri.....alasannya adalah

"Saat paling dekat hamba itu kepada Tuhannya yaitu di kala ia sedang sujud, maka perbanyaklah doa" (HR Ahmad dan Muslim).

namun, ayah saya mengatakan, doa disini adalah pujian kepada Allah, karena saat sujud hendaklah kita memuji2 Allah. Tapi guru saya mengatakan, setelah doa SUBHAANA RABBIYAL A‘LAA WA BIHAMDIH, boleh ditambah doa atau permintaan sendiri......

pertanyaan :

1. Apakah ketika selesai membaca SUBHAANA RABBIYAL A‘LAA WA BIHAMDIH boleh berdoa dan meminta kepada Allah?

2. kalau boleh, bahasa apa yang kita gunakan untuk berdoa setelah bacaan SUBHAANA RABBIYAL A‘LAA WA BIHAMDIH, (Guru saya mengatakan doa paling baik adalah dengan bahasa yang dimengerti) bolehkah ketika sujud saya berdoa menggunakan bahasa Indonesia?

3. tanggapan anda?

tolong jawabannya

Perbarui:

@Bimnyo : OH iya, Astaghfirullah.....Yang pertama adalah niat.....mohon maafkan saya...Shalawat udah ditulis kok

18 Jawaban

Peringkat
  • 1 dekade yang lalu
    Jawaban Favorit

    pertanyaan yang sangat baik.

    Waktu-Waktu Mustajab untuk Berdo’a

    Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam telah menjelaskan tentang waktu-waktu yang mustajab untuk berdo’a. Di antaranya adalah saat sepertiga akhir malam, beliau bersabda, “Sesungguhnya Rabb kami tabaraka wa ta’ala turun setiap malam turun ke langit dunia, hingga tersisa sepertiga malam terakhir, kemudian Allah berfirman (yang artinya): Barangsiapa yang berdo’a, maka akan Aku kabulkan; barangsiapa yang meminta, akan Aku beri; dan barangsiapa yang meminta ampun, Aku akan mengampuninya” (HR. Bukhari)

    Waktu yang lainnya adalah waktu-waktu di antara adzan dan iqamah. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Do’a antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak”. (HR.Abu Daud, Syaikh Al Albani menilai shahih)

    Di antara waktu lain yang mustajab untuk berdo’a adalah ketika sujud, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Saat terdekat seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika sujud, maka ketika itu perbanyaklah do’a” (HR. Muslim)

    1) Salah satu waktu yang tepat bagi kita untuk berdoa kepada Allah adalah di waktu sujud. Dalam hal ini Rasul saw. bersabda,

    “Jarak terdekat antara hamba dengan Tuhannya adalah saat ia bersujud. Karena itu, perbanyaklah berdoa ketika itu.” (HR Muslim)

    Beliau juga bersabda, “Aku dilarang untuk membaca Alquran saat ruku dan sujud. Di saat rukuk hendaknya kalian mengagungkan Tuhan. Adapun di saat sujud hendaknya kalian berusaha untuk berdoa. Sebab, ia sangat layak untuk dikabulkan.” (HR Muslim).

    Dengan demikian, jelas kita disuruh untuk memperbanyak berdoa saat dalam kondisi sujud karena itu adalah saat terkabulnya doa. Karenanya sujud adalah saat yang sangat tepat bagi kita untuk memanjatkan doa apa saja seperti yang diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

    2) Bagaimanakah jika Seseorang Berdo’a dengan Selain Bahasa Arab?

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah pernah ditanya tentang hukum berdo’a dalam sholat dengan menggunakan bahasa selain bahasa Arab. Beliau menjelaskan, adapun berdo’a secara umum (do’a di luar sholat), maka boleh dengan bahasa apapun selain bahasa Arab, terlebih lagi jika orang tersebut menjadi lebih tahu dan mantap dengan do’a yang dia panjatkan. Karena sesungguhnya Allah ta’ala Maha Mengetahui maksud dan keinginan orang yang berdo’a kepada-Nya. (Majmu’ Al Fatawa 22/488-489)

    Akan tetapi, tidak diragukan lagi bahwa berdo’a dengan do’a yang disyari’atkan, sebagaimana tercantum dalam Al Quran dan As Sunnah adalah lebih utama. Lafadz-lafadz do’a yang diajarkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam adalah lafadz do’a yang paling utama. Oleh karena itu, hendaklah seorang muslim senatiasa berusaha untuk berdo’a dengan do’a-do’a yang disyariatkan, yaitu do’a yang terdapat dalam Al Quran dan As Sunnah. (Majmu’ Al Fatawa, 1/346-348).

    Demikianlah apa yang dapat di nukilkan dari penjelasan para ulama. Semoga dapat memberikan manfaat. Semoga Allah ta’ala menerima setiap amal ibadah dan mengabulkan setiap do’a kita. Innallaha mujibud du’at. Wallahu ta’ala a’lam bi showab.

    Sumber: moga bermanfaat ya...
    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Perasaan... rukun shalat ada 13 deh... Kau kalo shalat ngga pernah baca niat ya? Ga bershalawat juga? Gimana mo dapet syafaat ini orang... ckckck

    Tentang doa itu, sudah saya jawab dipertanyaannya Wawan...

    =========

    Hendaklah seseorang bersungguh2 berdoa kepada Allah ketika ia sujud. Akan tetapi menurut keterangan Ibnul Qayyim Al Jauziyah dalam karya besarnya, Zadul Ma'ad, apakah perintah Rasulullah SAW untuk bersungguh2 dalam sujud dapat diartikan memperbanyak doa dalam sujud atau jika seseorang mau berdoa hendaklah berdoa ketika ia sujud?

    Menurut Ibnul Qayyim, dua hal ini mempunyai perbedaan. Sebab ada dua pengertian doa. Pertama, doa yang bersifat pujian dan yang kedua, doa yang bersifat permintaan (masalah). Rasulullah dalam sujudnya memperbanyak doa tersebut baik yang bersifat pujian ataupun permintaan. Dan doa2 tersebut di atas mencakup dua jenis doa. Dikabulkannya doa juga ada dua jenis, yaitu dikabulkannya doa orang yang meminta dengan balasan suatu pemberian dan dikabulkannya doa orang yang memuji dengan diberi pahala.

    Kayaknya itulah tafsir ayat ini:

    >> surah al-Baqarah ayat 187

    "Aku mengabulkan doa orang yang berdoa jika ia berdoa kepada-Ku"

    Yakni Allah mengabulkan dua jenis doa tersebut di atas, demikian menurut pendapat yang benar.

    Jadi itulah doa-doa yang biasa diucapkan Rasulullah SAW ketika sujud dalam shalat. Namun kebanyakan kaum Muslimin salah memahami hadits yang memerintahkan banyak sujud dan doa. Maka kita banyak melihat di antara mereka sujud lalu berdoa setelah melakukan shalat dan wirid-wirid. Ini adalah suatu kesalahan yang perlu diluruskan (yakni kesalahan sujud dengan berdoa di luar sujudnya shalat). Di saat mereka bersungguh2 dalam mengamalkan sunnah ternyata salah tata cara pengamalannya. Wallahua'lam

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    Salah satu waktu dan kondisi doa mustajab, pada saat sujud.

    "Aku dilarang membaca Al-Quran saat rukuk atau sujud. Adapun saat rukuk, maka agungkanlah Robb itu padanya. Adapun saat sujud, maka perbanyaklah berdoa padanya. Sebab, saat seperti itu layak bagi kalian untuk dikabulkan." (HR. Muslim)

    Dan beberapa dalil lain berkaitan keutamaan berdoa pada saat sujud.

    Sehingga pada saat sujud, Anda diperbolehkan menambah doa setelah bacaan sujud yang dituntunkan. Pembacaan doa pada saat sujud, tidak terbatas pada sujud terakhir saja, sebagaimana yang sering kita lihat. Tetapi boleh pada setiap rakaat, atau pada rakaat dimana Anda berhajat untuk berdoa.

    Karena doa ini berkaitan dengan sholat yang terdapat aturan bakunya, maka sebaiknya menggunakan doa berbahasa Arab yang berasal dari doa-doa yang dicontohkan oleh Rasululloh. Tetapi, apabila tidak hapal atau tidak bisa berbahasa Arab, diperkenankan untuk menggunakan bahasa yang bisa dimengerti. Meskipun untuk hal ini, tidak dianjurkan.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Haze
    Lv 5
    1 dekade yang lalu

    1. boleh {bahkan sunah} secara mutlaq, hanya untuk imam tidak di sunnah kan.

    2. saya belum menemukan keterangan tentang hal ini, cuma jika shalat wajib sebaiknya lakukan yang setandar saja.

    salam, Hz

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 1 dekade yang lalu

    1. (COPAS): Apakah ketika selesai membaca SUBHAANA RABBIYAL A‘LAA WA BIHAMDIH boleh berdoa dan meminta kepada Allah?

    => Sebenarnya, bacaan yang dicontohkan oleh Rasulullah cukup "SUBHAANA RABBIYAL A‘LAA". Adapun lafaz "WA BIHAMDIH" adalah tambahan yang tidak ada dicontohkan dalam hadits mana-pun yang shahih. selain bacaan tersebut, sebenarnya juga boleh diganti dengan bacaan yang lain, umpamanya:

    عن ‏ ‏عائشة ‏ ‏رضي الله عنها ‏ ‏قالت ‏

    كان النبي ‏ ‏صلى الله عليه وسلم ‏ ‏يقول في ركوعه وسجوده ‏ ‏ سبحانك اللهم ربنا وبحمدك اللهم اغفر لي ‏

    Dari 'A`isyah radhiyallahu 'anha, ia berkata: Adalah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata dalam ruku' dan sujudnya: "SUBHAANAKA ALLAHUMMA RABBANAA WA BIHAMDIKA ALLAHUMMA-GFIRLII" (Maka Suci Engkau yaa Allah dan dengan Memuji-Mu Yaa Allah, Ampunilah aku" (H.R. Bukhari)

    Tentang do'a tambahan selain itu, berdasarkan hadits yang telah disebutkan adalah boleh, hanya saja terjadi perbedaan pendapat, apakah do'a itu boleh dilafazkan atau cukup dalam hati? Menjadi masalah ketika do'a tersebut adalah potongan ayat Qur`an, sebab Rasulullah melarang membaca Al-Qur`an ketika ruku' dan sujud:

    Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Ketahuilah bahwa aku benar-benar dilarang untuk membaca al-Qur'an sewaktu ruku' dan sujud, adapun sewaktu ruku' agungkanlah Tuhan dan sewaktu sujud bersungguh-sungguhlah dalam berdoa karena besar harapan akan dikabulkan do'amu. (Riwayat Muslim)

    Ada juga yang berpendapat, bahwa yang dimaksud berdo'a itu adalah DO'A BACAAN SUJUD itu sendiri

    wallahu a'lam...

    2. (COPAS) : 2. kalau boleh, bahasa apa yang kita gunakan untuk berdoa setelah bacaan SUBHAANA RABBIYAL A‘LAA WA BIHAMDIH, (Guru saya mengatakan doa paling baik adalah dengan bahasa yang dimengerti) bolehkah ketika sujud saya berdoa menggunakan bahasa Indonesia?

    => Idem dengan jawaban di atas...

    Kalau-pun do'a tersebut ingin dilafazkan, maka harus dengan bahasa Arab, karena ia menjadi satu kesatuan dengan ritual sholat.

    3. Itulah tanggapan saya

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/larangan-...

    1. boleh

    2. quote:

    Diperbolehkan pula baginya berdoa dengan doa-doa yang matsur yang berasal dari Rasulullah saw maupun yang tidak ma’tsur berdasarkan sabda Rasulullah saw,”Kemudian hendaklah dia memilih suatu doa yang diinginkannya.” (Muttafaq Alaihi) dan sabdanya saw,”Kemudian hendaklah dia memilih suatu permintaan yang dikehendaki dan diinginkannya.” (HR. Muslim)

    namun tidak diperbolehkan untuk membaca ayat dalam al qur'an.

    3. dipersilakan untuk berdoa.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    klo anda orang indonesia gnkan bhs indonesia... ms tuhan gk ngerti

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    g usah takut slah

    menambah doa wkt sujud itu g salah

    ingt deh ALLAH itu g akan mempersulit umatnya

    ALLAH tau kuk niat kita berdoa sperti itu buat apa

    Insyaallah kalo niat kita baik itu akan menambah keimanan kita

    So g usah ragu guys

    ALLAH Maha Mengetahui

    termasuk segala niatmu

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 1 dekade yang lalu

    1. ada beberapa ulama menganjurkan itu disaat sujud terakhir

    2. alloh-lah yang menciptakan semua bahasa di dunia, jadi pakai bahasa sendiri juga tidak apa apa hanya saja dalam meminta kita harus punya adb yaitu menggunakan bahasa lisan dan non lisan yang baik, karena kalau kita bicara dengan seorang pemimpin di indonesia saja haruslah sopan ,bagaimana sikap sopannya kalau kita berbicara dengan sang pencipta dari pemimpin kita.

    3. belajarlah cara berdoa yang lebih baik dengan orang yang lebih mengerti dan paham

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Pendapat pribadi:

    1. Ya

    2. Bahasa yang anda pahami

    3. Berdoalah dengan khusuk, saya pribadi telah menemukan keindahannya

    Salam

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.