Poe-Poe ditanyakan dalam Keluarga & HubunganPernikahan & Perceraian · 10 tahun yang lalu

Saya harus bagaimana terhadap istri saya...?

ini adalah pertanyaan ketiga...

yang pertama dan kedua dibuat 9 bulan yang lalu..

pertanyaan pertama "Kenapa istri kedua sulit menerima anakku dari istri pertama?

pertanyaan kedua "Lanjutan pertanyaan dari "Kenapa istri kedua sulit menerima anakku dari istri pertama? "?

menurut rekan rekan semua tentang pertanyaan pertama dan kedua..

semua meminta saya untuk membawa ke keluarga saya dan saya setuju pendapat mereka..

setelah 5 bulan anak saya yang pertama kembali ke saya lagi..

baru baru saya hampir kehilangan anak saya..

begini ceritanya...

anak saya yang pertama adalah hasil perkawinan saya dengan istri yang pertama dan dan saya sudah cerai...sekarang saya bersama dengan istri yang kedua dan membuahkan anak kedua dari istri kedua.

istri saya yang kedua kurang kasih sayang dengan anak saya yang pertama...setiap hari dimarahin terus... . saya kerja dari pagi sampai malam..jadi saya kurang tahu bagaimana keadaannya..

sampai akhirnya anak saya minggat dari rumah tanggal 29 maret 2010 pagi...alasannya takut pulang dan takut dimarahin ama ibu tirinya....

saya sampi mati-matian mencari dan terus mencari dari pagi buta sampai larut malam , di terminal bus depok..hingga station kereta api bogor sampai jakarta....saya sudah lapor ke polis tentang kehilangan anak saya ..selama 4 hari dan 4 malam saya mencari...akhir atas keajaiban ALLAH...saya bisa menemukan di pasar kemiri muka sekitar 50 meter dari station depok...sekarang ia ada di rumah kakak saya...

jadi saya harus bagaimana terhadap istri kedua saya..apa harus CERAI saya udah cape dengan tingah lakunya...istri saya memang istri Durhaka....apa saya saya harus..lapor ke komisi perlindungan anak atau apalah.. apa ada hukum atau pasal yang mengatur hal itu ??

mohon saran semua...baik dari pemuka agama atau konsultan anak atau siapa saja..jika ada rekan yang peduli mohon sampaikan atau copy ke pihak yang peduli.. terima kasih banyak...semoga Tuhan membalas memberikan yang tebaik...

salam...

puguh ariyanto

facebook : puguh.ariyanto@yahoo.co.id

anak pertama : Aditya Azriel Erlangga ( bisa dilihat di facebook )

9 Jawaban

Peringkat
  • 10 tahun yang lalu
    Jawaban Terbaik

    Cuh... merinding gw denger nye, anak sampe kabur gara-gara ibu tiri... jawaban gw cuma 1, coba kasih penjelasan kepada istri tentang keberadaan/harus bagai mana kepada anak tiri... seperti "anak ku kan anak mu juga walau bukan dari rahim mu tapi dia darah daging ku... klo kamu ga bisa terima berarti kamu tidak cinta kepada ku..." kalau memang tidak bisa juga terpaksa bro harus lo talak cerai... cuma itu saran gw...

    Sumber: Pengalaman diri sendiri... ya untung nya istri ke 2 gw sayang banget sama ke 2 anak gw... karena dari awal udah gw kasih arahan...
  • 10 tahun yang lalu

    Yang perlu saya tanyakan ibu dari anak pertama masih hidup atau sudah meninggal dunia, masih menjanda (belum menikah) atau sudah menjadi istri lelaki lain?

    1. Jika istri pertama (A) masih menjanda: sebaiknya anak pertama (A1) diasuh oleh A dengan catatan anda tetap mempunyai kewajiban yang sama kepada A1 maupun B1.........dan B lainnya (anak dari istri kedua). Anda jangan membeda-bedakan sebab semua adalah anak anda. Semoga A bersedia mengasuh A1 dan menerima bantuan dari anda dalam membesarkan anak kalian.

    2. Jika A telah menikah lagi tetapi belum atau tidak memiliki anak dari perkawinan mereka, cobalah tawarkan kepada mereka apakah bersedia menerima A1 sebagai anaknya dan A1 bersedia ikut ibu kandungnya walau ibunya telah memiliki suami orang lain.

    3. Jika A1 telah mempunyai anak dengan suami barunya, coba fikirkan apakah A1 bersedia ikut "orang lain" yang bersedia "mengadoptasi dia. Jangan memaksa dia tetapi berilah kesempatan untuk mencobanya, lebih enak ikut ibu tirinya atau ikut orang lain itu. Bersukurlah jika ternyata terjadi kecocokan sehinggqa A1 mendapatkan tempat sesuai dengan yang diinginkan. Anda harus merelakan A1 diadobsi oleh keluarga lain yang mencintainya demi kebahagiaan anak yang anda cintai, bukan hanya untuk kepentingan,kesenangan atau reputasi anda karena berhak "memiliki" A1. Percayalah anak itu tak akan "hilang" dari anda sepanjang anda tetap memperhatikannya, namun yakinkanlah kepada yang mengadobsinya bahwa anda sepenuhnya menyerahkan dan mempercayainya sebagai orang tua sejati, walau bukan anak kandung. Mereka adalah orang tua sejati bukan sekedar orang tua angkat, anda tetap ayah kandung A1.

    4. Jangan pikirkan bercerai dengan istri ke dua, apalagi untuk mendapatkan istri ke 3, sebab ini berarti anda membuat masalah baru, karenai anak-anak B akan mengalami nasib seperti A1.

    Saya curiga mungkin telah ada perempuan lain yang bersedia menikah dengan anda dan berjanji akan memperlakukan anak-anak dari mantan istri 1 dan 2, dengan adil tak membedakan dengan anak kandungnya (karena dia membawa anak dari suami lamanya), dengan syarat anda harus menceraikan istri ke 2 . Jangan percaya dengan janjinya, sebab persyaratan itu menunjukkan dia seorang perempuan yang ekoistis yang hanya memikirkan kepentingan sendiri.

    5. Saya ini lelaki, jadi jika melihat "barang" baru yang lama jadi serba jelek, dari kentut sampai parfun yang lama serba memuakkan, kentut dan keringat jengkol dan petai yang baru serasa parfum yang " harum".

    Jujurlah terhadap diri sendiri, jika istri kedua membuat anda "muak" apa tidak karena ada "bidadari" yang membelai anda?

    Ini bukan berarti saya membela B, melainkan nasehat agar anda tak berbuat salah untuk kedua kalinya.

    Bagaimana cara menghadapi B yang anda anggap jahat dan kejam?

    1. Selesaikan dulu masalah A1.

    2. Lihat perkembangannya, jika dia juga tak dapat mencintai anak-anaknya sendiri dan berlaku ekoistis, tak memikirkan kepentingan keluarga, kembalikan saja dia ke mertua anda dengan alasan dia tak sanggup menjalankan fungsi sebagai istri dan seorang ibu yang baik.Carilah dukungan dari anak-anak anda untuk membuktikan bahwa perempuan itu tak pantas menjadi seorang ibu dan lebih pantas menjadi anak-anak yang masih harus diasuh oleh orang tuanya.

    Sementara itu jangan mengambil istri baru atau menikah lagi dengan perempuan lain sebagai bukti bahwa anda tak tergoda dengan perempuan lain. Asuhlah anak anak dengan penuh kasih sayang dan memberikan pendidikan yang baik. Jika anda merasa tak sanggup, berarti anda masih memerlukan B.

    3. Dengan kesadaran bahwa B masih anda butuhkan maka sikap anda terhadap B akan lebih baik, sehingga suasananya akan menjadi berbeda dengan ketika anda belum menyadari bahwa anda membutuhkan B.

    Ingat: jangan mengharapkan istri anda sebagai bayangan anda apalagi menjadikan dia seperti diri anda. Hasilnya,,,,,,,,,, akan kecewa, frustasi hingga stress. Biarkan dia berbeda dengan anda, sukurilah perbedaan itu dengan tak menjadikannya pangkal sengketa.

    Semoga masalah anda yang rumit dapat terpecahkan sehingga anak-anak anda dapat tumbuh dengan rasa kasih sayang dan terhindar dari rasa dendam dan kebencian.

    Sumber: Ibnu's Site Pengalaman hidup.
  • Anonim
    10 tahun yang lalu

    setuju dgn saran Moshimoc

    Bercerai dan membesarkan anak sampai dewasa...

    Ak punya teman wanita sudah 13 thn memutuskan hidup sndri demi anak2 dia... punya 2 org anak dan ak melihat kehidupannya

    sangat bahagia...dia hanya memikirkan masa depan dan kebahagiaan anak2nya saja tanpa

    memikirkan kesenangannya dia sndiri. ak tanya kenapa koq ga kawin lagi katanya dia hidup unk

    Tuhan. Byk laki2 yg ingin mendekatinya dia ga prnh tergoda...katanya ak ga mau menyakiti hati

    anak2ku. Ak ga mau cari masalah...hidup ini cuma satu kali buat apa memuaskan hawa

    nafsu/menikah lagi klu nanti menyiksa

    batin anak2ku...lebih baik ak tdk menikah lagi...hidup sndri bersama anak2ku...Anak2ku bahagia....ak jg bahagia...

    Semoga bs membri masukan bt anda

    Tuhan Besertamu.

  • Raven
    Lv 7
    10 tahun yang lalu

    Pak Puguh,

    ini hanya sekedar pendapat dari pengamat saja.

    kenapa anak bapak, Aditya, tidak tinggal dengan ibu kandungnya ? apakah ada masalah dengan ibu kandungnya ? karena biasanya, seorang ibu akan selalu melindungi anaknya.

    perasaan istri kedua bapak yang tidak menyukai anak tirinya, karena dia menginginkan cinta bapak kepada keluarganya, hanya untuk mereka. apalagi dengan munculnya saingan kuat (Aditya), yang baginya, mengurangi perhatian bapak kepada mereka. jelas dia tidak menginginkan hal itu.

    sebenarnya tanpa bapak melaporkan ke komisi perlindungan anak, bapak bisa mengambil jalan tegas untuk menyelesaikan masalah ini. ada 2 jalan yang bisa aku sarankan.

    1. bercerai dan memutuskan untuk merawat Aditya sampai dewasa

    2. tetap bersama dan minta istri kedua untuk menerima Aditya. ini harus tertulis dalam surat perjanjian, dimana kalau istri kedua masih memarahinya melewati batas, pilihan pertama akan dilakukan.

    masalah ini hanya bapak dan keluarga yang bisa menyelesaikan. tapi aku kirimkan link untuk Komisi Perlindungan Anak Indonesia, supaya bapak bisa membaca dan merenungkan kembali.

    anak adalah investasi abadi.

    mereka akan mencintai, merawat dan mendoakan, walaupun kita sudah tidak ada.

    semoga bapak bisa memutuskan pilihan untuk kebahagiaan kalian semua.

    semoga berhasil.

  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • Anonim
    10 tahun yang lalu

    Semua keputusan di tangan anda, segala hasil perbuatan dan prilaku istri anda sudah dirasakan, dia cinta bukan kepada anda, apalagi anak anda, dia cuma cinta kehidupan bersama anda, bukan cinta berkeluarga bersama anda.

    Terserah anda mau pilih yang awalnya orang lain atau pilih darah daging anda?

    Anak adalah tumpuan masa depan, istri hanya sebatas suka dan nyaman.

    Jika anda ingin keturunan anda tersiksa, ya teruskan saja menyiksa batin anak dengan mempertahankannya.

    Saya rasa sudah sangat jelas langkah apa yang harus diambil, sebelum anda dikatakan bodoh oleh saudara2 anda.

  • 10 tahun yang lalu

    Serba salah memang, seandainya anakmu bersamamu so dia akan jadi musuh istrimu. Seandainya ditempat lainpun, maka istrimu juga gk akan rela kamu membiayainya.

    Padahal prinsip, gk ada bekas anak, tapi bekas istri ada.

    Kalo saya pasti akan menceraikan istri saya yg kedua. Supaya saya bisa memperhatikan semua anak saya dengan leluasa. Setidaknya secara materi. Apa artinya bila sebuah rumah tangga sudah tidak menyamankan salah satu atau bahkan semua anggaotanya.

    Tapi ini bukan saran yang baik, kalo masih ada cara yg terbaik maka bertahanlah. Tapi saya kasian sama anakmu.

    Thx....

  • Anonim
    10 tahun yang lalu

    saya prihatin dgn problem anda utamanya anak ke 1 saya yakin anda telah memberi pengertian yg cukup banyak pada istrimu, sy tdk mempersoalkan masa lalu anda yang hanya menurutkan napsu belaka.. bang..anakmu adalah belahan jiwamu jgn sampai dia menyimpan dendam terhadapmu atau adiknya..skarang sy bertanya pada anda suatu saat anda menghembuskan napas di tepi jalan dan membusuk siapa yang akan mengurusnya istrimu seperti itu atau anakmu.jika jawabmu istrimu maka pertahankan istrimu jika anakmu maka pertahankan anakmu. bung !! Imam Gazali berkata jangan terlalu mencintai istrimu dari pada yang menciptakannya..gapai sih kamu takut menjadi duda ya kesepuluh kalinya...hiduplah dengan tenang dengan anakmu berikanlah naungan kasih sayang padanya yang selama ini hilang dari ibunya..oke

  • Anonim
    10 tahun yang lalu

    aq setuju apa kata Ratu Eka. seharus ny qm blng dlu pada istri ke2 supaya menerima anak dari istri pertama klo dy bisa trma qm. dy tak sehrus ny bersikap kejam terhadap anak yg tak berdosa itu. berdoa pada allah moga2 istri ke2 qm berubah dan mula menyayangi anak itu.

  • 10 tahun yang lalu

    Kasihan anaknya y, masa dia gak sayang sama anknya walau pun ank tiri, namanya anak2n perlu di beri kasih sayang..

    Apa sudah di kasih pengertian istrinya, pak??

    Klo dia sayang sama bapak dia jg harus sayang sama anknya alias 1(satu) paket.

    Klo istri bapak tidak bisa di beri pengertian pulangkn aja ke orang tuanya,

    mana tau sama keluarganya dia bisa brbh tp klo tidak bisa juga y mau gak mau bapak harus mengmbil keputusan yang terbaek krna bapak dan keluarga yang ke dua kn punya ank jg jd hrs adil.

    Saran saya bertawakal ya, pak, minta Petunjuk kepadaNYA dgn Sholat tahajud, diberi jalan kemudahan untuk melewati rintangan ini biar jngn bercerai lagi,..

    Smoga solusi saya bermanfaat y, pak..

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.