Kisah antara Yahudi yang buta dengan Muhamad saw?

Nah, mari kita selidiki, kisah tersebut FAKTA ataukah FIKSI? Kalau memang benar, MUHAMMAD pernah melakukan hal di atas, pastilah Muslim dapat memberikan REFERENSI CATATAN SEJARAH dari kisah di atas. Bila kisah di atas ada referensinya, misal diambil dari Buku Sirat Rasul Ibn Ishaq, maka saya akan mempercayai... tampikan lainnya Nah, mari kita selidiki, kisah tersebut FAKTA ataukah FIKSI?

Kalau memang benar, MUHAMMAD pernah melakukan hal di atas, pastilah Muslim dapat memberikan REFERENSI CATATAN SEJARAH dari kisah di atas.

Bila kisah di atas ada referensinya, misal diambil dari Buku Sirat Rasul Ibn Ishaq, maka saya akan mempercayai kisah di atas sebagai KISAH SEJARAH, dan bukan DONGENG ARAB untuk balita sebelum tidur.

Bandingkan dengan kisah ini:

Diambil dari Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 2 hlm 623-624 [Ibnu Hisyam adalah seorang sejarawan Islam terkemuka yang hidup pada abad ke-8 dan ke-9 M (meninggal tahun 834 Masehi)]
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-s...

Ibnu Ishaq berkata, Abdullah bin Al-Haritsa bin Al-Fudhail berkata dari ayahnya, yang berkata, "Ashma' binti Marwan diperistri salah seorang dari Bani Khathmah bernama Yazid bin Zaid. Ashma' binti Marwan pernah berkata menghina Islam dan kaum Muslimin,
'Dengan nama Bani Malik dan An-Nabit
Dengan nama Auf dan Bani Al-Khazraj
Kalian mentaati orang asing dari selain kalian
la juga tidak berasal dari Murad atau Madzhaj
Kalian berharap besar kepadanya setelah terbunuhnya banyak kepala
Sebagaimana diharapkannya minuman yang telah matang
Ingatlah hai orang sombong yang mencari kelengahan
Kemudian ia membunuh harapan.'
Syair Ashma' binti Marwan di atas dijawab Hassan bin Tsabit Radhiyallahu
Anhu,
'Bani Wail, Bani Waqif, dan Khathmah
Itu tidak sama dengan Al-Khazraj
Jika kabilah-kabilah tersebut diajak kepada kebodohan
Dengan membawa kematian, maka kabilah-kabilah tersebut berdatangan
Ulah kabilah-kabilah tersebut membangkitkan pemuda terhormat
Yang mulia nasab dan perbuatannya
Kemudian sang pemuda membasahi kabilah-kabilah tersebut dengan
darah yang banyak
Setelah pertengahan malam dan pemuda tersebut tidak menemui
kesulitan.'

Rasulullah SAW Memerintahkan Pembunuhan Ashma' binti Marwan

Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendengar ucapan Ashma' binti Marwan di atas, beliau bersabda, 'Ketahuilah, siapakah yang bisa membunuh putri Marwan?' Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam didengar Umair bin Adi Al-Khathmi yang ketika itu berada di dekat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Pada malam tersebut, Umair bin Adi Al-Khathmi pergi ke rumah Ashma' binti Marwan dan membunuhnya. Esok paginya, Umair bin Adi bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, kemudian ia berkata, 'Wahai Rasulullah, aku telah membunuh wanita tersebut.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Hai Umair, engkau telah menolong Allah dan Rasul-Nya.' Umair bin Adi Al-Khathmi berkata, 'Wahai Rasulullah, apakah aku terkena sesuatu karena membunuhnya?' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, Tidak ada satu pun orang yang ingin balas dendam karena kematiannya.' Kemudian Umair bin Adi Al-Khathmi pulang ke kaumnya, Bani Khathmah, yang ketika itu sedang membicarakan kema-tian Ashma' binti Marwan. Ketika itu, Ashma' bin Marwan mempunyai lima anak laki-laki. Ketika Umair bin Adi Al-Khathmi tiba di kaumnya dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, ia berkata, 'Hai Bani Khathmah, akulah yang membunuh Ashma' binti Marwan, oleh karena itu, silahkan kalian membuat tipu daya untukku dan jangan menunda-nunda.'

Seorang muslim bernama "MARTO" mengatakan kisah Pengemis Buta dengan Muhammad diambil dari kitab "hayatu Al Sahabah".

Kita tahu, dalam dunia sejarah Islam, ada 4 orang sejarawan ternama dan tertua yang masa hidupnya tidak terlampau jauh dari masa hidup Muhammad, yaitu:

(1) Ibn Ishaq adalah penulis sejarah Muslim, lahir di Medina kira2 85 tahun setelah Hijra (yakni tahun 704, dia meninggal tahun 768). (Hijra adalah pindahnya Muhammad ke Medina dan dimulainya awal penanggalan Arab), dialah penulis pertama sejarah hidup Muhammad dan peristiwa perang2nya. Kumpulan kisahnya tentang Muhammad disebut "Sirat al-Nabi" ("Kisah Hidup sang Nabi"). Buku ini telah hilang. Akan tetapi, kumpulan tulisan Ibn Ishaq dengan catatan2 dari (2) Ibn Hisham (mati tahun 834) masih tersedia dan diterjemahkan dalam bahasa Inggris. Ibn Hisham mengaku sengaja tidak menyertakan beberapa tulisan Ibn Ishaq yang dianggap memalukan kaum Muslim. Beberapa bagian kisah memalukan ini dikutip oleh (3) Tabari (838–923) yang adalah penulis sejarah terkenal dan paling terkemuka dari Persia dan juga penulis tafsir Qur'an.

(4) Ibn Sa'd (784-845) adalah ahli sejarah, murid dari al Waqidi. Dia membagi tulisannya dalam delapan bagian, dan menamakannya Tabaqat (kategori2). Yang pertama adalah kisah hidup Muhammad (Vol. 1), lalu perang2nya (Vol. 2), pengikut2nya di Mekah (Vol. 3), pengikut2nya di Medinah (Vol. 4), cucu2nya, Hassan dan Hussein dan tokoh2 Muslim yang utama (Vol. 5), pengikut2 dan sahabat2 Muhammad (Vol. 6), pengikut penting berikutnya (Vol
Update: pengikut penting berikutnya (Vol. 7) dan beberapa tokoh Muslimah (Vol. 8 ). Selain itu, juga ada para pengumpul hadist, di antaranya: (1) Abu Abdullah Muhammad Bukhari (c. 810-870) adalah seorang pengumpul hadis atau sunnah, (kumpulan perkataan dan perbuatan Muhammad). Buku kumpulan hadisnya dianggap paling... tampikan lainnya pengikut penting berikutnya (Vol. 7) dan beberapa tokoh Muslimah (Vol. 8 ).

Selain itu, juga ada para pengumpul hadist, di antaranya:

(1) Abu Abdullah Muhammad Bukhari (c. 810-870) adalah seorang pengumpul hadis atau sunnah, (kumpulan perkataan dan perbuatan Muhammad). Buku kumpulan hadisnya dianggap paling terkemuka. Dia menghabiskan waktu enambelas tahun untuk mengumpulkannya, dan berhasil mendapat 2.602 hadis (9.082 hadis yang diulang isinya oleh sumber pencerita lain). Persyaratan yang ditetapkannya untuk menentukan keaslian hadis sangat ketat dan karenanya kumpulan hadisnya disebut Sahih (tepat, benar). Ada dua ilmuwan Islam lainnya yakni (2) Abul Husain Muslim dan (3) Abu Dawood yang bekerja dengan cara sama seperti Bukhari dalam mengumpulkan hadis. Sahih Bukhari, Sahih Muslim and Sunnan Abu Dawood diakui oleh masyarakat Muslim pada umumnya, terutama Muslim Sunni, sebagai literatur tambahan bagi Qur’an.

Sedangkan Kitab Hayatu Sahabah, siapa pengarangnya?
Update 2: Maulana Yusuf Kandalavi adalah pengarangnya.

Silakan pikirkan sendiri, apakah seorang yang hidup pada tahun 1917-1965 dapat mengetahui kisah Muhammad & PENGEMIS BUTA, sementara sejarawan tertua tidak pernah mencatatnya?

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-s...
11 jawaban 11