White Angel ditanyakan dalam Masyarakat & BudayaAgama & Kepercayaan · 10 tahun yang lalu

Perihal saling memberi salam, dari apa yang di katakan Muhammad, dan Rasul Paulus?

Menurutmu LEBIH DAHULU memberi Salam itu bentuk SALING MENGHORMATI apa bukan?

meskipun dengan orang yang Bersebrangan dgn kita..

Hadits Riwayat Tarmidzi dan Ahmad

Nabi SAW bersabda: "JANGANLAH kamu MENDAHULUI yahudi dan nashrani dalam ucapan salam"

mengapa Umat Islam DILARANG LEBIH DULU MENGUCAPKAN SALAM Terlebih kepada org yg bersebrangan?

Apakah itu ajaran Nabi Rahmatan lil alamin?

Kalau boleh saya bandingkan

Roma 12:9-10

9. Hendaklah Kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik

10. Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan SALING MENDAHULUILAH DALAM MEMBERI HORMAT.

Ingat.. Kitab Roma (Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma) ditulis oleh Rasul Paulus yang DI CAP PENYESAT OLEH MUSLIM

nyatanya.. Mengapa yg di Ajarkan bertolak belakang?

So.. Jika Paulus adalah Rasul Yang (dituduh) Penyesat mengapa Justru mengajarkan Hal yang LEBIH BAIK daripada Nabi yang (katanya) SEMPURNA dan Rahmat bagi semesta?

Atau.. Kita lihat apa yang di katakan Yesus

Yohanes 13:34

"Aku memberikan Perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus SALING mengasihi"

jika memberi salam kpda mereka yg bersebrangan saja tidak boleh, dimana letak "rahmatan lil alamin"nya?

18 Jawaban

Peringkat
  • 10 tahun yang lalu
    Jawaban Terbaik

    yahudi : 'Assaamu 'alaikum' ...

    hehehe ,,,, yahudi emang suka aneh2 ...

    mendingan bilang .. "woooyy!!!" ...

    tapi pada prakteknya, .. di sono cuek aja sih...

    add. ... contoh tanya jawab yg mungkin bisa mencerahkan ...

    ============================================

    Bolehkah menjawab Salam Orang Non Muslim

    Sekali lagi terimakasih buaaaaaaanyak Kang Aep atas reply dan kiriman2 tulisannya yang suaaaangat berharga untuk abdi.

    Ada beberapa pertanyaan Kang,

    1. Ada teman Nasrani yang kalau ketemu kami, menyebut Assalam mu'alaikum dengan tulus. Kami bolehkan menjawab Wa'alaikum salam?

    2. Bolehkan TKW yang mendo'akan keselamatan dan kesejahteraan kepada Majikannya/yang memberinya rejeki yang kebetulan bukan orang Islam, agar ia tetap dapat gaji, atau sering dikasih uang tambahan. Kan agama Islam itu untuk Rahmatan Alamin (rahmat bagi seluruh mahluk yang ada di alam semesta) QS:38 Shaad 87.

    3. Dari hadits dibawah ini, berarti kita bolehkan bersedekah, memberi makan dan memberi salam kepada orang selain Islam? Kan di Athena sini banyak orang yang kurang beruntungnya bukan dari orang Islam.

    Artinya: "Dari Abdullah bin Amer, bahwasannya seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah saw: "Islam yang bagaimana yang paling baik?" Rasulullah saw menjawab: "Kamu memberi makanan dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan kepada orang yang tidak kamu kenal" (HR. Bukhari Muslim).

    Sekian dulu Kang, Sebelumnya kami ucapkan berjuta terimakasih atas jawaban Akang yang dimuliakan Allah.

    Wassalamu'alaikum

    Rayadi

    Athena

    JAWABAN

    Wa'alaikum salam wr. wb.

    Sami-sami Bapak, semoga bermanfaat untuk kita semua, amiiin. Kita sama-sama mendoakan Pak, semoga kita semua selalu dalam ridha Allah, amiin.

    Adapun pertanyaan itu:

    Bolehkah menjawab salam orang Yahudi dan Nashrani, non muslim?

    1. Boleh Bapak, silahkan kita jawab dengan wa'alaikum salam (kedamaian juga buat kalian). Memang ada beberapa hadits yang mengatakan, Rasulullah saw bersabda: apabila orang nashrani, Yahudi, musyrik mengucapkan assalamu'alaikum, maka jawablah dengan assammu 'alaik (kehancuran, racun, bagi kamu). Namun, para ulama melihat hadits ini:

    Pertama, Rasul mengatakan demikian, karena orang Yahudi dan Nashrani dahulu mengucapkan salam nya bukan betul2 tulus, tapi untuk mengejek dan menghina.

    Kedua, ucapan salam Yahudi dan Nashrani itu, bukan artinya kedamaian tapi cemoohan buat kalian. Untuk itu Rasul mengatakan hendaknya dijawab dengan di atas.

    Ketiga, hadits-hadits tersebut berbicara dalam konteks perang, artinya permusuhan dari Nashrani dan Yahudi saat itu saaangat luar biasa, karena itu Rasul mengatakan demikian.

    Untuk konteks sekarang tentu, tidak demikian lagi. Untuk itu, maka ketika orang non muslim mengucapkan salam dengan tulus, maka jawablah dengan wa'alaikum salam. Islam adalah ramhah untuk semesta alam. Konteks sekarang bukan konteks perang lagi, tapi konteks untuk menebar kedamaian dan kasih sayang.

    Namun demikian, kita tidak dianjurkan untuk mengucapkan salam terlebih dahulu kepada non muslim. Apabila mereka mengucapkan terlebih dahulu, kita baru menjawabnya. Mengapa? Karena syi'ar salam, pada dasar dan pokoknya adalah syi'ar di antara sesama muslim.

    Saya ingin menjelaskan bagaimana toleransinya Rasul dengan non muslim dalam hal lain. Dalam banyak hadits Muslim dan hadits shahih lainnya Rasul pernah bersabda:"janganlah kamu sengaja berpuasa hanya hari Jum'at saja, atau hanya hari Sabtu saja atau hanya hari Ahad saja" Mengapa? Karena Rasul sangat toleran. Hari Jum'at adalah hari raya ummat Islam, tidak diperkenankan ketika kita berhari raya berbahagia, kita berpuasa. Sabtu adalah hari raya Yahudi, artinya ummat Islam juga perlu menghormati dan menghargai mereka. Seandainya mereka tetangga kita dan mengundang kita makan, tentu kita ikut juga makan dengan mereka, karena itu adalah hari raya mereka. Ahad adalah hari raya orang Nashrani. Ini pun demikian, demi menghormati mereka, Rasul membenci ornag yang berpuasa hanya pada hari Jum'at saja, hanya pada hari Sabtu saja dan hanya pada hari Ahad saja.

    Bolehkah, seorang muslim mendoakan kesejahteraan kepada non Muslim:

    2. Boleh Bapak, sepengetahuan saya, tidak ada larangan seorang muslim mendoakan kesejahteraan, kemudahan dan lainnya kepada non muslim. Doa-doa yang berkaitan dengan duniawi, silahkan saja sekalipun dengna non muslim.

    Bahkan, bukan hanya duniawi, ukhrawi pun dipersilahkan, misalnya memohonkan agar dia diberi petunjuk, diberi hidayah. Hal ini sebagaiman doa Nabi Muhamamd ketika dilempari oleh orang-orang Thaif yang non muslim dan musyrik, Rasulullah saw berdoa: "Ya Allah, berilah hidayah (petunjuk) mereka, karena mereka tidak mengetahui".

    Bukan hanya diperbolehkan memohonkan petunjuk, bahkan, meminta dimaafkan atas dosa-dosanya pun juga diperbolehkan. Seringkali banyak orang memahami kurang tepat, bahwa orang Islam tidak boleh mendoakan non muslim termasuk tidak boleh memohon agar dimaafkan kesalahan-kesalahannya berdasarkan firman Allah dalam surat at-Taubah: 113, yang artinya:

    "Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka *******".

    Saya perlu tegaskan, tidak bolehnya mendoakan dan memohonkan ampun atas dosa-dosa non muslim itu apabila mereka telah meninggal dunia dan telah jelas-jelas orang musyrik, sebagaimana disebutkan dalam ayat di atas: sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka *******". Adapun apabila mereka non muslim masih hidup di dunia, kita tidak mengapa mendoakan mereka baik duniawi ataupun ukhrawi. Imam at-Thabari dalam Tafsirnya, sangat jelas mengungkapkan hal ini. Beliau mengatakan: "Larangan di atas apabila mereka telah meninggal dunia dan telah jelas-jelas sebagai penghuni neraka, adapun kalau masih hidup, maka muslim dianjurkan untuk mendoakan mereka" (dapat dilihat dalam Tafsir ath-Thabari ketika menafsirkan ayat 113 dari surat at-Taubah).

    Jadi dipersilahkan seornag muslim mendoakan non muslim baik doa-doa duniawi maupun ukhrawi. Betul sekali Pak, Islam adalah rahamat bagi semesta alam. Mari kita taburkan kedamaian, kasih sayang, cinta kasih, perdamaian, toleransi ke alam dunia ini, baik terhadap sesama muslim maupun terhadap non muslim.

    Bolehkan memberikan infak, sedekah kepada non Muslim?

    3. Mengenai masalah ketiga, para ulama sedikit membedakan antara sedekah berupa zakat dan sedekah berupa infak. Untuk zakat, tetap ditekankan untuk orang muslim, karena zakat adalah kewajiban yang sifatnya formal. Karena itu, pisahkan harta tersebut, apakah yang memberikannya berniat zakat atau infak. Apabila harta zakat, maka berikan kepada non Muslim. Apabila di Yunani tidak ada yang fakir miskin yang muslim, maka berikan ke negara tetangga, misalnya untuk para mahasiswa di Mesir atau di indonesia.

    Adapun untuk harta infak sedekah sunnat, diperbolehkan juga diberikan kepada non muslim. Hal ini sebagaiman disebutkan dalam al-Qur'an surat al-Insan ayat 8 dan 9: " Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih".

    Para ahli tafsir seperti Imam ath-Thabari, Imam al-Qurthubi, Imam ar-Razi, mengatakan bahwa kata 'orang yang ditawan' dalam ayat di atas adalah orang-orang musyrik, non muslim. Namun dalam ayat di atas, tetap diperbolehkan seseorang memberikan harta yang disukainya termasuk kepada non muslim sekalipun. Oleh karena itu, para ulama mengatakan bahwa infak sedekah sunnat dapat juga ditasharrufkan (diberikan) kepada non muslim. Hanya, apabila diberikan kepada orang muslim yang sama-sama membutuhkan, tentu lebih utama dan lebih mulia.

    Dan perlu saya sampaikan untuk bapak-bapak di Yunani, bahwa harta zakat dan infak kita, menurut para ulama, sebaiknya tidak diberikan semuanya di Indonesia. Tapi zakat, infak dan sedekah kita pun, kita bagikan sebagiannya untuk mereka yang berada di tempat kita mencari dan mendapatkan uang dan harta, dalam hal ini di Athena. Untuk itu, berikan juga untuk mereka sebagiannya. Tentu mereka yang mendapatkannya adalah yang termasuk kategori berhak, fakir miskin dan lainnya (QS. at-Taubah: 60).

    Demikian jawaban-jawban saya semoga bermanfaat. Kurang lebih saya mohon maaf, yang benar tentu dari Allah dan Rasul Nya, yang salah dari kebodohan saya dan setan. Wallahu 'alam bis shawab.

    Saya tunggu pertanyaan-pertanyaan berikutnya Pak Rayadi apabila ada. Tetap semangat Pak, Bapak adalah termasuk yang menanam pohon pahala yang luar biasa di Athena, dan insya Allah Allah tidak akan menyia-nyiakan kebaikan dan perjuangan Bapak. Terima kasih. Salam buat bapak-bapak dan ibu-ibu di Athena, apapun pertanyaan silahkan kirim ke abdi, tentang masalah apa saja. Insya Allah saya akan carikan jawabannya. Hatur nuhun.

    Wassalam

    Hormat abdi,

  • Anonim
    5 tahun yang lalu

    Telah dijelaskan di dalam Al-Qur'an:

    وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَكَذَّبُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَآ أُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

    "Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (Al-Qur'an), mereka itu penghuni Neraka; dan mereka kekal di dalamnya".

    Referensi:

    Al-Baqarah: 39

  • Anonim
    6 tahun yang lalu

    "I dont know"

    Sumber:

    no skill to kill

  • Anonim
    5 tahun yang lalu

    Kali ini anda benar, tapi perlu diingat:

    "Orang Muslim masuk Neraka karena dosanya, sedangkan Orang Kafir masuk Neraka karena "Kekafirannya"

    "Oleh sebab itu orang kafir bebas melakukan perbuatan apa saja yang mereka kehendaki"

  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • Anonim
    5 tahun yang lalu

    Awas,.! Tipu Daya Syetan,..

    (QS. Al Baqarah: 168) :

    "Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu."

    Source(s):

    Karena banyak berkeliaran orang-orang munafek disekitar kita,

  • 10 tahun yang lalu

    takut dicuekin alias minder..

  • Anonim
    5 tahun yang lalu

    QS. Adh-Dhariyat [51] : 56 `

    وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

    Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah kepada-Ku.

  • Anonim
    10 tahun yang lalu

    o Salam damai sejahtera bagimu Zebaoth Reborn,

    Paulus sangat kagum akan ajaran Yesus yang penuh kasih. Dulu dia sangat bangga akan Taurat.

    Sejak bertemu Yesus, dia penasaran untuk mempelajari ajaran Yesus lalu dibandingkan dengan penerapan ajaran Taurat.

    Inilah yang diajarkan Yesus:

    Matius 5:

    43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.

    44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

    45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

    46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?

    47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?

    48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."

  • 10 tahun yang lalu

    Assalamualaikum.......

    apakah anda tahu bahwa memberi salam (assalamualaikum dll) artinya adalah saling mendoakan??

    memang juga dipandang sebagai saling menghormati, tetapi esensi sebenarnya adalah saling mendoakan.......

    nah, kenapa jangan mendahului kafir, apakah anda akan mendoakan seorang kafir?? sedang Allah SWT sudah melaknatinya karena menyembah yang selain Ia?? dan mendoakannya atas nama Allah SWT yang dia sendiri tidak percaya??

  • Anonim
    10 tahun yang lalu

    justru kami lebih menghormati kalian.

    nasrani dan yahudi lebih dulu ada dibandingkan islam.

    jadi....kami lebih menghormati yang lebih tua.

    salah gak mus............

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.