@Feel Sick:Jawaban atas Pertanyaan Kamu yang memfitnah Islam!?

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20100509084210AAxSg8I Pedoman-pedoman untuk memasuki rumah orang lain 1. Isti’dzan (Meminta Izin) Sebelum Memasuki Rumah Seorang wanita Anshar mengadu kepada Rasulullah: “Ya Rasulallah! Aku berada di rumahku dalam keadaan yang aku sendiri tidak ingin dilihat... tampikan lainnya http://id.answers.yahoo.com/question/ind...


Pedoman-pedoman untuk memasuki rumah orang lain

1. Isti’dzan (Meminta Izin) Sebelum Memasuki Rumah

Seorang wanita Anshar mengadu kepada Rasulullah: “Ya Rasulallah! Aku berada di rumahku dalam keadaan yang aku sendiri tidak ingin dilihat orang lain. Akan tetapi selalu saja ada laki-laki dari familiku masuk ke dalam rumahku. Apa yang harus aku lakukan?” Maka turunlah ayat 27 ini.[1]

Firman Allah :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّى تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَى أَهْلِهَا ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminat izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat. (QS. An Nur/24: 27)

Masuknya seseorang ke rumah orang lain tanpa sepengetahuan penghuninya, akan membuka peluang terkuaknya tabir penutup kehormatan seseorang, sehingga menimbulkan terjadinya perbuatan yang tercela atau menjadi sasaran tuduhan bagi orang-orang yang hendak menyebarkan fitnah dalam masyarakat.

2. Pulang dengan lega hati, jika diminta pulang

Firman Allah:

وَإِنْ قِيلَ لَكُمُ ارْجِعُوا فَارْجِعُوا هُوَ أَزْكَى لَكُمْ

Artinya: Jika kamu tidak menemui seorangpun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapatkan izin. Dan jika dikatakan kepadamu, “Kembali (saja)lah, maka hendaklah kamu kembali. Itu lebih baik bagimu. (QS. An Nur/24: 28)

Bagi orang beriman yang meminta izin ke rumah seseorang lalu tidak diizinkan masuk, maka harus menerima dengan lega hati.

Inilah kriteria umum seorang yang hendak memasuki rumah orang lain. Kecuali jika berada dalam kondisi terpaksa, seperti adanya musibah kebakaran, serangan pencuri, atau kondisi lain yang tidak memungkinkan seseorang meminta izin.

3. Ada lagi rumah yang boleh dimasuki tanpa izin, yaitu: rumah-rumah singgah yang menjadi tempat persinggahan umum bagi para pedagang, dsb.

Seperti yang disebutkan dalam sababun nuzul (sebab turunnya) ayat ini, yaitu:

Ketika sudah turun ayat perintah meminta izin memasuki rumah, Abu Bakar berkata: “Ya Rasulallah! Bagaimana pedagang-pedagang Quraisy yang hilir mudik ke Makkah, Madinah, Syam, dan mereka mempunyai rumah-rumah tertentu di jalan, apakah mereka mesti minta izin dan memberi salam padahal tidak ada penghuninya? Maka turunlah ayat 29.[3]

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ مَسْكُونَةٍ فِيهَا مَتَاعٌ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا تَكْتُمُونَ

Artinya: Tidak ada dosa atasmu memasuki rumah yang tidak disediakan untuk didiami, yang di dalamnya ada keperluanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan. (QS. An Nur/24:29)

Dengan demikian hilanglah kesulitan mendapatkan izin memasuki rumah, seperti yang dipertanyakan Abu Bakar.

Adab isti’dzan (meminta izin) sebelum memasuki rumah ini menunjukkan kehormatan rumah dan penghuninya, yang berarti penghormatan kepada diri orang yang hendak memasukinya.
Update: Kepada saudaraku sesama muslim, dimohon agar tidak mengucapkan kata-kata kasar. Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk berdakwah dengan cara yang lemah lembut Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah... tampikan lainnya Kepada saudaraku sesama muslim, dimohon agar tidak mengucapkan kata-kata kasar. Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk berdakwah dengan cara yang lemah lembut

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (An Nahl:125)
Update 2: @Slamet Yaak: Non Muslim yang tinggal di negara Islam diwajibkan membayar jizyah(pajak jiwa) atas jaminan keselamatan yang diberikan Negara Islam kepada mereka, sebagaimana umat Islam yang juga diwajibkan membayar pajak. Dengan membayar jizyah, mereka non muslim yang tinggal di negara Islam diberikan hak yang sama... tampikan lainnya @Slamet Yaak: Non Muslim yang tinggal di negara Islam diwajibkan membayar jizyah(pajak jiwa) atas jaminan keselamatan yang diberikan Negara Islam kepada mereka, sebagaimana umat Islam yang juga diwajibkan membayar pajak. Dengan membayar jizyah, mereka non muslim yang tinggal di negara Islam diberikan hak yang sama seperti yang didapat Umat Islam, seperti jaminan keselamatan, hak untuk memperoleh Pendidikan dan kesehatan. Mereka nonmuslim yang menjadi warga Negara Islam juga wajib membela tanah air melawan orang kafir yang memerangi negara Islam sebagaimana Umat Islam.
15 jawaban 15