vivi
Lv 4
vivi ditanyakan dalam Keluarga & HubunganPernikahan & Perceraian · 10 tahun yang lalu

Adilkah ini? Bagaimana menurut anda yang seharusnya?

Banyak sekali terjadi perselingkuhan saat ini, baik dilakukan oleh suami maupun istri, sehingga mengakibatkan pasangan yang merasa dikhianatin, disakitin, perceraian dan kehancuran bahtera rumah tangga. Tetapi kenapa ada perbedaan perlakuan dan tuntutan antara suami yang berselingkuh dengan istri yang berselingkuh?

Bila suami berselingkuh dan ketahuan oleh istri, suami dah minta maaf dan istri harus memaafkan dan menerima apa adanya dengan tulus, bahkan seringkali istri harus berusaha merebut hati suami kembali dengan melayani dan mencintai dengan tulus ikhlas, sabar, berdandan dll yang dapat membuat suami betah dan kembali ke istrinya. Bahkan seringkali suami diam diam nikah siri dengan WILnya, dan istri hanya ada 2 pilihan, menerima or cerai, padahal istri (wanita) seringkali lebih mengutamakan perasaannya, perasaannya thd suami (masih mencintai) dan thd anak anak (tidak ingin mereka tersakiti) dan pada akhirnya istri harus menekan perasaannya demi keutuhan keluarga dan kebahagiaan anak anaknya. Padahal suami sebagai kepala keluarga yang seharusnya melindungi anak istri, kenapa malah mengkhianati anak istrinya?????

Sedangkan bila istri yang selingkuh dan ketahuan oleh suami, meskipun istri dah minta maaf, minta ampun, menyembah, berjanji untuk tidak mengulangi dll, seringkali suami tidak mau memaafkan dengan tulus ikhlas, mengancam cerai bahkan ada yang sampai memukul istrinya. Emang suami merasa sangat sakit dan kecewa dengan pengkhianatan istri, tetapi apakah suami tidak dapat memaafkan istri dengan tulus??? Apakah sebagai kepala keluarga tidak berkewajiban memberi kesempatan kedua bagi anggotanya yang melakukan kesalahan???

Inilah kenyataan yang ada dan terjadi di sekitar kita, emang perselingkuhan terjadi or ga ditentukan oleh wanita, tetapi apakah wanita tidak termaafkan bila dia melakukan kesalahan??

Hai para suami...bersikap adillah sebagai pemimpin dan teladan dalam keluarga dan masyarakat.

Hai para istri....jagalah dirimu agar tidak terjerumus dalam dunia perselingkuhan, masa depan bangsa ini ada di tangan anda.

12 Jawaban

Peringkat
  • 10 tahun yang lalu
    Jawaban Terbaik

    ga ada yang benar jika telah terjadi sebuah penghianatan, bukan hanya dalam rumah tangga, dalam hal apa pun, sebuah penghianatan adalah sebuah kehancuran. menyikapi cerita anda, kedua belah pihak (suami & istri)harus bisa saling memaafkan, karena kedua nya menurut saya salah, sehingga menyebabkan salah satu atau bahkan kedua nya melakukan sebuah penghianatan. apa pun alasan nya, kedua nya jelas salah. jika terdapat ketidakpuasan dalam rumah tangga, di bicarakan sebaik mungkin. suami dan istri adalah kesatuan yang harus saling mengisi, mengerti, dan memahami. konflik dan penghianatan tidak akan terjadi jika masing-masing keinginan terpenuhi. jika belum terpenuhi, bersama mencari solusi untuk memenuhi keinginan tsb. saya sih belum pernah berkeluarga, tapi nurani dan logika, serta kalau mau agama juga dilibatkan, begitu lah pendapat saya.

    semoga bisa jadi referensi dan mudah-mudah bisa membantu anda.

    salam

  • Anonim
    5 tahun yang lalu

    "Peringatan Bagi Saudara-Ku Muslim Yang Baik Hati"

    وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَكَذَّبُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَآ أُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

    "Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (Al-Qur'an), mereka itu penghuni Neraka; dan mereka kekal di dalamnya".

    Referensi:

    Telah dijelaskan di dalam Al-Quran

    Surat : Al-Baqarah Ayat 39

  • 10 tahun yang lalu

    saat ini jamannya kesetaraan gender (perempuan dan laki gak ada beda derajat dan kehormataanya). Jadi tinggal bagaimana masing-masing menjaga kehormatan dan derajatnya saja.

    masalah selingkuh, bisa terjadi baik pada lai-laki maupun perempuan, jadi gak ada beda bobot kesalahannya bila dilakukan oleh laki-laki ataupun perempuan.

    Soo . . . untuk masalah memaafkan emang beda lagi. Itu sangat tergantung pada kematangan/kedewasaan serta kebijaksanaan yang bersangkutan.Semakin matang/dewasa dan bijak, maka semakin mudah dia memaafkan. Karena menurut aku, Tuhan aja Pemaaf (sertiap manusia yg minta maaf pasti di maafkan), masa manusia tidak mau memaafkan.

  • 10 tahun yang lalu

    Anda benar ??? dimana keadilan untuk perzinahan???

    hahahahahah, menurut cerita, 15 Abad yg lalu, ada seorang hamba yg kebetulan bawa KITAB TUA dari sang PENCIPTA LANGIT DAN BUMI memberikan aturan dan hukuman seperti ini untuk yg berzina:

    RAJAM KEDUANYA SAMPAI MATI!!!!!

    Kejam ya...., dan akhirnya Malaysia yg menerapkan hukum ini, dan tahukan kita semua bahwa disana istri2 non Muslim merasa nyamam dengan hukum yg ada, mau tau knapa?? karena siapa yg nekat melakukannya berakibat MATI...., MAU???? ya silahkan selingkuh... Dosa khan tanggung masing, nggak ada suami nanggung dosa istri, atau istri nanggung dosa suami.

    Pernah saya bertanya, tahukan kenapa harus MATI??? kata mereka yg mengerti karena 'selingkuh nggak ada obatnya!!!!!' selain melahirkan AIDS saja.

    Eiitttt maksa juga harus adil, pertanyaannya MENGAPA BODOH MEMPERTAHANKAN RUMAH TANGGA YG SUDAH HANCUR, berlaku untuk ISTRI dan SUAMI lho. Mau cari KEADILAN pada daerah PERANG DAN SENGKETA???? ide yg aneh kurasa

    Suami berhak untuk TALAK, dan istri berhak untuk KHULUK, dua2nya CERAI....!!!!, ooo saya Jahat ya menganjurkan perceraian untuk perzinahan. hmmmmm terserah saja kalau mau menyiksa hati dan diri, menyiksa angan2, menyiksa asumsi belum lagi ditambah bisikan2 setan dan tetangga dan keluarga dan sebagainya sampai akhir hayat.... (cuapek deh....)

    so, dimanakah adil dalam situasi seperti ini?? seperti meminta keadilan TUHAN saat pertandingan sepakbola??? harus ada yg menang dan kalah toh, so TUHAN nggak adil jadinya???, atau kita yang salah mempertanyakan keadilan itu sendiri, wakakakakaka..

    mat berfikir saja tuk kita semua....

  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 10 tahun yang lalu

    Adil itu bukan 50:50, sama rata, sama banyak, sama berat.....bukan itu. Menempatkan sesuatu pada tempatnya dan memperlakukan sesuatu sebagaimana baiknya, itu bisa disebut keadilan.

    Masalah diatas hanyalah gambaran penempatan dan perlakuan yang tidak semestinya, yang sering terjadi di masyarakat, yang akhirnya menjadi penilaian mutlak.

    Bila anda seorang muslim, lihatlah bagaimana Rasulullah Muhammad SAW memperlakukan istri2nya dengan baik walaupun dia paling menyayangi Aisah. Atau lihatlah orang2 yang sukses dalam membina keluarganya, bisa lihat ortu anda sendiri mungkin.

  • 10 tahun yang lalu

    Saya ingin kembali bertanya atas pernyataan anda tentang adil atau tidak sbb:

    1. penyebab seorang suami selingkuh diluar adalah karena adanya perubahan sikap dan sifat istri terhadap suami. misal dulu sering tersenyum dan ucap sayang atau menyiapkan teh saat suami kembali dari berjuang mencari nafkah tetapi kemudian istri tidak lagi bersikap seperti itu. mungkin karena capek mengurus anak dan rumahtangga. sehingga akhirnya pada saat dia menemukan kembali sosok sang istri yang dulu maka dia akan berpaling mendekati sosok tersebut. Adilkah jika suami mendapatkan perlakuan seperti itu dari istri ? dan pantaskah jika dia mencari sosok yang seperti dulu ?

    2. penyebab istri selingkuh ada beberapa penyebab salahsatunya adalah istri tidak terpuaskan atas apa yang didapat dari suami, dalam arti kata istri tidak mau mensyukuri nikmat sehingga dia mencari diluar untuk memuaskan dahaga yang tidak pernah dia dapatkan dari suami. Adilkah suami yang memberikan nafkah, berjuang keras untuk mendapatkan nafkah tiba2 tidak dihargai seperti itu ? dan pantaskah seorang istri melakukan hal itu ?

    INGAT satu hal : Allah sangat adil ! Jika di dunia istri atau suami merasa diperlakukan tidak adil maka yang melakukan selingkuh itulah yang akan terkena azab yang sangat pedih ! saya pernah lihat di neraka (karena pernah mati suri). maka dari itu insyaflah wahai manusia !

  • Anonim
    10 tahun yang lalu

    Inilah kelemahan manusia dengan mindset dan faithset yg tidak sempurna : memihak, dan melihat kesalahan orang lain selalu lebih besar daripada kesalahan diri sendiri. Kalau diri sendiri yang bersalah selalu minta dimaafkan berdasarkan berbagai alasan, sedangkan kalau orang lain yang bersalah tidak ada alasan yg bisa diterima. Memang menyalahkan orang lain selalu lebih enak daripada melihat kesalahan diri sendiri. Kalau budaya dan sistem penilaian dibangun oleh manusia yg seperti ini, begitulah yg terjadi.

    Tapi saya percaya bahwa ukuran yang kita pakai utk mengukur orang lain pada akhirnya akan diukurkan ke diri kita sendiri. Apa yang kita tuntut dari orang lain akan dituntut juga dari kita sendiri.

    Dan saya sangat tidak setuju kalau ada kekerasan dalam rumah tangga dengan alasan selingkuh. Masalah apa pun dalam keluarga seharusnya diselesaikan secara baik2, bukan dengan kekerasan. Kekerasan mungkin membuat kapok tapi secara mental pasti merusak keintiman dan ikatan batin yg ada.

    Saya setuju bahwa seharusnya laki-laki dan perempuan diperlakukan sama ketika melakukan kesalahan. Yaitu sama2 dimaafkan dan diberi kesempatan kedua. Ada orang yg berpendapat bahwa pengkhianatan perempuan lebih parah dari pengkhianatan laki2 tapi ini sebenarnya cuma mitos. Semua perselingkuhan sama salahnya, siapa pun pelakunya. Lebih baik sama2 berkaca dan introspeksi diri, ada masalah apa sebenarnya. Pasangan yg dikhianati mungkin kurang mempedulikan, kurang pengertian, dan kurang menunjukkan kasih sayang, tapi yg berkhianat pun seharusnya berusaha mencari jalan keluar dgn komunikasi secara baik2, bukan mencari yang lain.

  • Anonim
    10 tahun yang lalu

    Peran suami atau pun istri sangatlah penting dalam rumah tangga dan keduanya harus bisa menjaga keutuhn dan kesejahteraan dlm rmh tngga. dengan cara:

    *Adanya komunikasi yang baik

    *Saling menghargai,menghormati dan pengertian

    *Selalu menjaga kepercayaan yang telah diberikan.

    jangan biarkan KASIH SAYANG dan CINTA berkurang. pu2k dan jaga terus rasa itu.

  • 10 tahun yang lalu

    asyik ne....masalahnya....mungkin kamu wartawatiya......oke saya coba....sedikati menanggapi, memberi saran n membuka wawasan kita berfikir.....solusi yang kamu sarankan untuk suami n istri belum pas...benar.... tapi bisalah......

    1. kamu harus tau apa sebab suami n istri selingkuh........= kalau suami selingkuh...mungkin dia tidak pernah mendapat yang puas terhadap istrinya (kita belum cerita agamanya.masih dunianya) oke, nah kalau istri selingkuh dia mungkin juga kurang puas dari suaminya n ekonomi kurang memadai dan mau cari jalan pintas...)

    2. kemungkinan saat suami lagi bertengkar dengan istri n ada istri lagi bertengkar dengan suami....dua2nya sama2 lagi masalah....punya kesamaan...akhirnya lanjut.......

    3. terkadangpun seorang yang mengerti dengan agama ....bisa juga terjerumus....karena dia tidak tau...bahwa semakin tinggi iman seorang maka makin tinggilah godaan yang akan ia alami.

    jadi menurut saya :

    Kita hidup ini harus mengenal siapa diri kita yang sebenarnya.....bagaimana mengenal diri yang sebenarnya diri.....belajar dong......

    jadi sebenarnya ...laki2 tidak bisa disalahkan n perempuanpun tidak bisa disalahkan......hanya dia belum mampu untuk mendalami agamanya........mungkin hanya sebatas ktp atau dimulut aja.......

    ini dulu...ya....kalau mau lebih panjang n ngobrol langsung silahkan hub.saya di 081375679621

    Sumber: pengalaman pribadi n adanya masalah kawan yang seperti anda ceritakan..........
  • 10 tahun yang lalu

    perselingkuhan dalam rumah tangga tidak akan terjadi jika kedua belah pihak saling memahami dan mengerti akan pentingnya kebersamaan. Ketakwaan dan keimanan yag kuat dan berserah diri pada Allah adalah jalan terbaik. keadilan hanya milik Allah semata..

    Sumber: pengalaman
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.