A.Goen.k ditanyakan dalam Masyarakat & BudayaAgama & Kepercayaan · 1 dekade yang lalu

ADA YANG TAHU PISAU INDONESIA............?

1.MENGAPA HUKUM di negara yang Qta cintai seperti PISAU,,,,,??

Hanya berlaku bagi orang yang lemah.....RAKYAT GOTU LHO.....!!??

2.BISAKAH suatu saat atau bahkan BESOK LUSA hukum di Negara ini seperti SILET.....??

yang jika dihadapkan kebawah,maka keatas pun sama.

jika dihadapkan kesamping kiri,maka kekanan pun sama.

jika dihadapkan kedepan,maka kebelakang pun sama.

Cap TK (Terima Kasih) atas jawaban Saudaraku semua.

Wasallam

7 Jawaban

Peringkat
  • Dzykni
    Lv 4
    1 dekade yang lalu
    Jawaban Favorit

    1. Karena hukum di negara Qta menganut / warisan dari hukum Kolonial Belanda....dimana bila SINYO2 dan NONI2 belanda melanggar ada peluang lebar untuk lolos dari hukuman kalau pribumi yg (di) SALAH (kan) hukuman maksimal yg didapat, terwariskan sampai sekarang sinyo dan noni berganti jadi ORANG KAYA/PENGUASA, pribumi jadi rakyat/orang lemah

    2. Melihat dialam nyata dan YA/AK sepertiny hampir mustahil...

    Sumber: Keadilan itu BUTA, arahnya TERGANTUNG YANG MENUNTUNNYA
  • Aditya
    Lv 6
    1 dekade yang lalu

    Itulah akibat dari Sekularisme dan Kapitalisme yang hanya menguntungkan sebagian kecil orang saja.

  • 1 dekade yang lalu

    Assalamu alaikum Gung....

    Bagus pertanyaannya Gung.... :-)

    saya sangat setuju sama nomor 2...

    tapi ada yang kelewat nomor 3...

    Aku mau ngehubungi kamu susahnya minta ampun. mau kirim e-mail sama kamu juga kan kamu kunci tuh e-mail nya :-P

    Tadinya pengen silaturahmi maen kesitu... mumpung sama2 satu kota... heuheuhe...

    Kamu e-mail aku duluan di halaman profil aku... :-)

    Wassalam.

  • 1 dekade yang lalu

    Sebaiknya hukum jangan dijadikan/diibaratkan senjata, bagaimana pun juga senjata bersifat melukai, sehingga berdampak buruk bagi pelanggarnya...(tergantung besar kecil dari luka akibat hukumnya).

    Namun lebih bijaksana jika produk hukum bersifat seperti udara, air, atau cahaya yang sangat di butuhkan manusia dan juga bersifat seperti perisai yang setia melindungi.

    Sehingga hukum menjadi suatu kebutuhan hidup yang diprioritaskan, serta dapat menciptakan manusia yang taat / patuh pada hukum, bukan sebaliknya takut pada hukum.

    Sumber: Mohon dimaafkan jika tidak berkenan, "back to nature"
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 1 dekade yang lalu

    O

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Tar klo dah jadi pejabat ga pake duit...

  • 1 dekade yang lalu

    Makanya jangan mau jadi orang yang lemah, atau di-cap sebagai orang yang lemah.

    Lagipula masih ada koq, yang namanya pengadilan jalanan, trus gempa di mana-mana, trus kiamat.. dsb. nyantai aja, ga usah peduli sama berita-berita... gempa sudah semakin banyak koq..

    Kalo ada yg ga adil, nyantai aja, paling meteor jatuh, trus banjir, gempa, gunung meletus, eh,, tau-tau kiamat deh..

    Kalo lw trus-trusan percaya bhw hukum cuma bwt yang lemah, ntar jadi paranoid lho, takut ngapa2in..

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.