Hadja
Lv 4
Hadja ditanyakan dalam Masyarakat & BudayaAgama & Kepercayaan · 10 tahun yang lalu

Seseorang yang berpindah agama adalah orang yang tidak paham akan ajaran agamanya. Apakah anda setuju?

Memang tidak semua seperti itu. Ada juga yang berpindah karena hatinya memang yakin dan dia mendapatkan ketenangan dari keyakinannya yang sekarang.

Bagaimana cara membedakan orang yang benar2 mendapatkan hidayah atau hanya mendapatkan sekedar "hidayah"?

=========

contoh pertama adalah Ali Makrus At Tamimi. Bagi umat Islam yang bijaksana, tentu hanya tersenyum atau tertawa mendengar kesaksian Ali Makrus bahwa sumur Zam Zam itu terletak di Madinah, sumur Zam Zam itu airnya impor dari Indonesia, tujuan shalat subuh untuk menanti bangkitnya Yesus, dsb. Bodoh sekali bagi saudara Kristen yang mengagumi sosok Ali Makrus. Mau2nya ditipu...

Contoh yang kedua adalah Irene Handono. Mantan biarawati yang ternyata belum sempat menjadi biarawati ini... Kisah hidupnya penuh kejanggalan. Masuk Islam dan terus2an melecehkan ajaran Kristen. Padahal dia sendiri tidak lebih dari seorang penipu. Kesaksiannya gampang dibantah dan terlalu dangkal untuk dikatakan kritis. Bagi muslim yang mengagumi sosok Irene tidak kalah bodohnya dengan Kristen yang mengagumi sosok Ali Makrus. Mau2nya ditipu...

==========

Bandingkan dengan kesaksian pak Samsudin, tukang bakso yang tinggal di sebelah rumah saya. Saat ditanyai mengapa masuk kristen, beliau menjawab bahwa kristen memberi damai dihatinya, Tuhan Yesus mengobati kesusahan hidupnya dan menolak membeberkan kejelekan2 agama sebelumnya sebab beliau hanya ingin hidup damai dalam nama Kristus.

Begitu pula kesaksian2 dari kebanyakan orang tionghoa yang memeluk agama Islam. Menurut mereka, Islam adalah agama yang membawa kesejukan. al-Ikhlash adalah firman Allah yang terindah, dsb. Namun mereka enggan membicarakan keburukan agama sebelumnya sebab mereka berpindah agama bukan karena ada agama yang buruk, namun Islam membawa damai di hati.

==========

sudah dapat membedakan mana yang mendapat hidayah dengan mana yang dapat "hidayah" (baca inspirasi) untuk menghasilkan income dengan cara menipu? Salam...

Perbarui:

@Itin :

because you love me...

ya sudah, jangan dibintang terus pertanyaan Adja, Dek Itin yang cantik. Besok pagi nama kita berdua akan muncul di papan saran dengan tuduhan kecurangan bintang. Saya tidak dapat berhenti tertawa membayangkan hal itu terjadi...

28 Jawaban

Peringkat
  • 10 tahun yang lalu
    Jawaban Terbaik

    Rasanya memang begitu. Orang yang sungguh memahami ajaran agamanya dan menghayati dengan sungguh pastilah akan damai dan mantap dalam imannya itu tanpa memusuhi orang yang berbeda keyakinan dengannya. Orang Islam yang sejati (paham dan menghayati betul) akan sungguh menjadi Rahmatan Lil 'Alamin: Islam sebagai rahmat untuk seluruh alam; orang Kristiani sejati akan mengasihi siapa pun karena yang memusuhi sekalipun dikasihinya; orang Buddha sejati juga hadir sebagai orang yang penuh damai dan welas asih. Orang yang demikian tidak akan mudah pindah agama dan sekaligus tidak pula memusuhi atau menyerang yang beragama lain.

    Orang yang pindah agama karena hidayah (dalam terminologi Islam) atau karena panggilan Tuhan (dalam terminologi Kristen), pastilah ditandai pula dengan hidup baru yang damai dan penuh kasih. Ia bisa saja menemukan kebenaran baru dalam agama barunya dan menemukan ketidakcocokan dirinya dengan agamanya yang lama, namun tidak akan menjelek-jelekkan dan memusuhinya. Ada damai dalam hidup barunya.

    Yang pindah agama dengan motif ekonomi, popularitas dan sejenisnya, memang biasanya akan memusuhi agama yang ditinggalkannya bahkan kadang bukan hanya menjelek-jelekkan tetapi memfitnah dan memberi gambaran yang salah. Saya pernah mendapat kiriman video Ali Makrus itu. Saya sendiri memang tidak tahu apakah yang dikatakan itu benar atau salah, tetapi jujur saya meragukannya. Masa sih seperti itu? Sepertinya banyak yang tidak benar. Ketika saya melihat video ceramahnya Irene Handono, saya betul-betul jengkel tapi juga ketawa ngakak. Jengkel karena dia ngawur sekali menjelaskan iman Katolik (dan anehnya banyak yang percaya begitu saja seolah-olah itu benar dan seakan-akan dia ahli), tapi juga ketawa karena bagi orang yang tahu iman Katolik akan langsung melihat bahwa dia itu dangkal sekali pengetahuannya tentang iman Katolik, banyak salahnya dan banyak ngawurnya. Juga, jelas-jelas ada kebohongan dalam kesaksiannya (dia mengaku mantan biarawati, padahal baru calon; dia bercerita tentang kuliah teologi padahal dia jelas-jelas tidak pernah kuliah teologi, dia bercerita tentang dosen teologi yang menerangkan trinitas dengan gambaran segitiga dan itu jelas-jelas bukan perkataan dan pemikiran seorang dosen teologi, dll). Bukan hanya ada banyak kesalahan, namun juga ada yang jelas-jelas kebohongan dalam ceramahnya itu.

    Alangkah baiknya kalau orang beragama itu sungguh mendalami paham agamanya dan menghayati dengan sebenar-benarnya sehingga yang berbeda-beda ini hidup dengan rukun damai dan bersaudara. Agama yang benar, pastilah mendatangkan manfaat bagi seluruh ciptaan, bukan hanya bagi yang sekeyakinan.

  • 10 tahun yang lalu

    sdr @hadja....

    kepercayaan/agama baru ... batu ujinya adalah hidup baru...

    kalau perilaku masih yang itu juga... ganti jas saja.. pake jas hujan...

    demikian, terima kasih

  • 10 tahun yang lalu

    Saya setuju.

    Wassalam.

  • 10 tahun yang lalu

    Saya kurang sependapat, jika hal tersebut berlaku sama.

    Orang yang berpindah agama, tidak senantiasa tidak paham akan ajarannya agamanya.

    Jika dari sudut pandang islam, mereka yang keluar dari islam, memang orang yang tidak paham akan ajarannya sendiri.

    Sedangkan orang yang masuk kedalam ajaran islam, seringkali didapatkan orang yang benar-benar paham akan ajaran agamanya sebelumnya.

    Indikasi tersebut dapat kita lihat berdasar indikator seseorang dikatakan telah paham ajaran agamanya sendiri. Jika dalam ajaran islam, seorang ulama, bisa kita katakan sebagai orang yang paham akan ajarannya. Jika di agama lain, banyak gelar-gelar keagamaan yang menunjukkan bahwa dirinya telah mencapai pemahaman ajaran agamanya. Mereka juga telah memiliki banyak jemaah.

    Hampir sulit dijumpai (secara pribadi saya belum pernah mendengarnya) ada seorang ulama yang telah diakui oleh masyarakat luas, atau bahkan skala dunia, ada yang keluar dari agama islam.

    Tetapi sering saya dengar begitu banyak tokoh agama lain (yang setara dengan ulama) yang masuk kedalam agama islam.

    Sama-sama paham akan ajarannya agamanya sendiri, yang satu membuat mustahil keluar dari islam. Disisi lain justru keluar dari agama sebelumnya dan masuk ke dalam islam.

  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • YONIX
    Lv 6
    10 tahun yang lalu

    Tergantung pindahnya karena apa tentunya.

    Sebab setiap orang punya alasan dan dalih yg berbeda-beda ketika berpindah Agama.

    .

  • 10 tahun yang lalu

    wah....sepertinya anda sudah bersuuzdon kepada ali markus dan iren handono.

    berdasarkan anda cuman membaca sajah anda sudah memvonis kedua orang tsb adalah orang munafik dan tukan tipu.

    tidakah itu namanya berburuk sangka.

    kalo anda beragama islam pasti anda akan paham hal itu.

    Sumber: mengingatkan sajah.
  • Anonim
    5 tahun yang lalu

    إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ

    “Sesungguhnya agama (yang haq dan diridhoi) disisi Allah adalah Islam.” (QS Ali Imran: 19)

    وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

    “Dan barangsiapa yang mencari selain Islam sebagai agama, maka tidak akan diterima dan ia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.” (Ali Imran: 85)

  • 10 tahun yang lalu

    mungkin karena mencari kebenaran dalam dirinya

  • 10 tahun yang lalu

    Ada juga yang berpindah agama setelah mendalami agamanya sendiri dan membaca kitab kitab yang ada di agamanya dia mendapatkan begitu banyak ayat ayat yang bertentengan satu sama lain sehinga ia ragu dengan agamanya kemudian dengan belajar otodidak dia menemukan kebenaran didalam Islam dan setelah berdialog denga seorang Kiai ia bersahadat pada tanggal 9 Maret 1970. Dia mendapat hidayah setelah berusaha mencari Kebenaran. Demikian juga dengan Pendeta Yahya dengan cara yang sama dia menjadi Muslim yang taat.

    Sumber: Beberapa Peristiwa.
  • 10 tahun yang lalu

    wah saya mendapatkan pencerahan baru................memang, mungkin ada orang yang berpindah agama hanya untuk melecehkan agama sebelumnya, namun alangkah indahnya bila ada orang yang berpindah agama untuk mendapatkan kesejukkan hati tanpa menjelek-jelekkan agama yang sebelumnya dianut....

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.