A.Goen.k ditanyakan dalam Masyarakat & BudayaAgama & Kepercayaan · 1 dekade yang lalu

SIAPA YANG MAU MENCONTOH.......?? SEBAGAI TELADAN.KHUSUSNYA GENERASI....!!?

KETIKA bertemu Sang Ibu,Abu Hanifah ditanya mengenai hukum sumpah.Entah ibunya pernah bersumpah apa,yang jelas ia menanyakan,jika tidak mampu melakukannya,harus diganti dengan apa.....??

Sebagai seorang mufti,tentu Abu Hanifah tahu.Dan dijelaskan masalah itu kepada ibunya.Tapi si ibu merasa belum puas.Ingin ia mendengar penjelasan ustadz.

Dengan senang hati,Abu Hanifah mengantarkan ibunya kerumah ustadz.Sesampai disana,dia adukan permasalahan persis seperti yang dilakukan kepada anaknya.Bukannya menjawab justru dia bertanya kembali, "Apa pantas saya memberikan fatwa,sementara anakmu,faqih kufah ada disini bersamamu?"

Demikianlah sikaf Abu Hanifah.Ketika ketinggian ilmunya dibarengi dengan mengingat Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.Tentu tak sedikit pun terbesit dibenaknya untuk menyengsarakan orang yg pernah melahirkan dan mengasuhnya.Tak heran bila ia berkata, "Demi Alloh,bukan pukulan cambuk yang menyakitiku,namun cucuran air mata bundaku yg membuat hatiku terluka."

BERBEDA DENGAN ANAK SEKARANG.JIKA SUDAH BERHASIL MAKA NASIB IBU BERAKHIR DI PANTI JOMPO BIAR TIDAK MEREPOTKAN.PADAHAL KETIKA MELAHIRKAN DULU,BETAPA SIANAK MEREPOTKAN SANG IBU,HINGGA DIA NYARIS MENGORBANKAN ANAKNYA.***

(Majalah Sabili No.4 TH.XVII 10 Sep 2009/20 Ramadhan 1430)

PELAJARAN DAN HIKMAH:

1.Jika kita tidak bisa mencontoh Rasululloh shallallohu 'alaihi wa sallam karena kesempurnaannya sebagai manusia paling mulia,maka contohlah diri Abu Hanifah dan juga Sahabat-sahabat Rasul yang lainnya.

Janganlah mudah mengatakan perkataan yg bisa dan bahkan menyakiti kedua orang tua terutama Ibu,ibu,ibu (ibu tiga kali) dan Bapak.Berbaktilah kepada mereka sebagaimana Ajaran Islam mengajarkan,dan juga telah dicontohkan oleh manusia pilihan -- Rasululloh shallallohu 'alaihi wa sallam -- Abu Hanifah,dan para sahabatnya.

2.Jangan mudah bersumpah,jika kita tidak mampu untuk membuktikannya,terutama menyangkut / membawa nama Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.

semoga bermanfaat.Khususnya generasi Islam didunia ini.

>>> Maaf bukan saya mengajari,tetapi tak lebih dari rasa ingin berbagi,apa yg telah,sedang,saya pelajari.Baik dari buku maupun dari cerita lainnya yg bersumber dengan segala kekurangan dan kelebihannya.

Maka sekali lagi Siapa yang mau mencontohnya,,,,? Contohlah teladan-teladan terdahulu maupun yang sekarang -- tentu teladan yang baik bukan teladan yang 'berbalik' -- Insya Alloh

wasallam

4 Jawaban

Peringkat
  • 1 dekade yang lalu
    Jawaban Favorit

    Ass.wr.wb

    makasih masukan dan nasehatnya semoga siapapaun yang membaca dpt mengamalkan dalam kehidupan apalagi di zaman globalisasi seperti sekarang dan juga sebagai pengingat bagi umat muhammad yang berbuat khilaf, Insya Allah Aminnnnnn........

    wss.wr.wb

  • 1 dekade yang lalu

    subnallah......

    semoga kita dapat mencontohnya....

  • 1 dekade yang lalu

    Anda benar banget. pengaruh modernisasi, radikalisme kultur serta kesibukan berkarya telah membuat sebagian generasi sekarang lebih mengedepankan egoisme personal daripada eksistensi dan peran orang tua yg begitu besar terhadap diri kita.

    Semoga sekarang, besok dan nanti keteladanan dan kasih sayang orang tua akan semakin kuat mengakar pada diri generasi2 penerusnya...amieenn..!!!

  • Anonim
    1 dekade yang lalu

    Loh, jaman dulu kan ada Malin Kundang.

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.