Ibms
Lv 4
Ibms ditanyakan dalam Masyarakat & BudayaAgama & Kepercayaan · 10 tahun yang lalu

APA ARTI KATA " TUHAN ".......? DAN ..................?

APA PERBEDAANNYA DGN ' " ALLAH ' "...?

APA ARTI KATA " TUHAN " DAN "ALLAH " DLM BAHASA ARAB..?

MOHON JAWABAN DISERTAI REFERENSI.

9 Jawaban

Peringkat
  • tg
    Lv 6
    10 tahun yang lalu
    Jawaban Terbaik

    Kata Tuhan merujuk kepada suatu zat abadi dan supranatural, biasanya dikatakan mengawasi dan memerintah manusia dan alam semesta atau jagat raya. Hal ini bisa juga digunakan untuk merujuk kepada beberapa konsep-konsep yang mirip dengan ini misalkan sebuah bentuk energi atau kesadaran yang merasuki seluruh alam semesta, di mana keberadaan-Nya membuat alam semesta ada; sumber segala yang ada; kebajikan yang terbaik dan tertinggi dalam semua makhluk hidup; atau apapun yang tak bisa dimengerti atau dijelaskan. Banyak tafsir daripada nama "Tuhan" ini yang bertentangan satu sama lain. Meskipun kepercayaan akan Tuhan ada dalam semua kebudayaan dan peradaban, tetapi definisinya lain-lain. Istilah Tuan juga banyak kedekatan makna dengan kata Tuhan, dimana Tuhan juga merupakan majikan atau juragannya alam semesta. Tuhan punya hamba sedangkan Tuan punya sahaya atau budak.

    Kata Tuhan disebutkan lebih dari 1.000 kali dalam Al-Qur'an[1], sementara di dalam Alkitab kata Tuhan disebutkan sebanyak 7677 kali

    Di dalam bahasa Melayu atau bahasa Indonesia, dua konsep atau nama yang berhubungan dengan ketuhanan, yaitu: Tuhan sendiri, dan Dewa. Penganut monoteisme biasanya menolak menggunakan kata Dewa di Indonesia, tetapi sebenarnya hal ini tidaklah berdasar. Sebab di Prasasti Trengganu, prasasti tertua di dalam bahasa Melayu yang ditulis menggunakan Huruf Arab (Huruf Jawi) menyebut Sang Dewata Mulia Raya. Bagaimanapun, pada masa kini, pengertian istilah Tuhan digunakan untuk merujuk Tuhan yang tunggal, sementara Dewa dianggap mengandung arti salah satu dari banyak Tuhan sehingga cenderung mengacu kepada politeisme.

    Secara filsafat, prestasi dalam pencarian Tuhan biasanya berujung pada penemuan eksistensi Tuhan saja, dan tidak sampai pada substansi tentang Tuhan. Dalam istilah filsafat eksistensi Tuhan itu dikenal sebagai absolut, distinct dan unik.

    Absolut itu artinya keberadaanya mutlak bukannya relatif. Hal ini dapat dipahami, bahwa pernyataan semua kebenaran itu relatif itu tidak benar. Kalau semua itu relatif, bagaimana kita bisa mengetahui bahwa sesuatu itu relatif. Padahal yang relatif itu menjadi satu-satunya eksistensi realitas. Ibarat warna yang ada di seluruh jagat ini hanya putih, bagaimana kita bisa tahu putih padahal tidak ada pembanding selain putih. Dengan demikian tidak bisa disangkal adanya kebenaran itu relatif, dan secara konsisten tidak bisa disangkal pula adanya kebenaran mutlak itu. Dengan kemutlakannya, ia tidak akan ada yang menyamai atau diperbandingkan dengan yang lain (distinct). Kalau tuhan dapat diperbandingkan tentu tidak mutlak lagi atau menjadi relatif. Karena tidak dapat diperbandingkan maka tuhan bersifat unik, dan hanya ada dia satu-satunya. Kalau ada yang lain, berarti dia tidak lagi distinct dan tidak lagi mutlak.

    Dalam gagasan Nietzsche, istilah "Tuhan" juga merujuk pada segala sesuatu yang dianggap mutlak kebenarannya. Sedang Nietzsche berpendapat tiada "Kebenaran Mutlak"; yang ada hanyalah "Kesalahan yang tak-terbantahkan". Karenanya, dia berkata, "Tuhan telah mati".

    "Kesalahan yang tak-terbantahkan" dengan "Kebenaran yang-tak terbantahkan" tidaklah memiliki perbedaan yang signifikan. Sekiranya pemikiran Nietszhe ini dimanfaatkan untuk melanjutkan proses pencairan Tuhan, maka Tuhan itu suatu eksistensi yang tak terbantahkan. Dengan demikian eksistensi absolut, mutlak dan tak terbantahkan itu sama saja.

    Jadi, persoalan umat manusia dalam proses pencairan Tuhan tiada lain proses penentuan peletakan dirinya kepada (segala) sesuatu yang diterimanya sebagai 'tak terbantahkan', atau mutlak, atau absolut. Muhammad 'Imaduddin 'Abdulrahim Ph.D mendefiniskan Tuhan sebagai segala sesuatu yang dianggap penting dan dipentingkan sehingga dirinya rela didominirnya (Buku:Kuliah Tauhid).

    Perbedaan Tuhan dengan dewa hanya sekedar perbedaan terjemah bahasa, meski masing-masing punya latar belakang perkembangan makna terkait dengan apresiasi masing-masing atas konsepsi Ketuhanannya. Namun secara universal keduanya menunjuk pada eksistensi yang sama, yaitu soal 'Yang Tak Terbantahkan'

    Istilah umum Tuhan biasa dipakai sebagai sebutan oleh penganut monoteisme. Beberapa istilah untuk Tuhan muncul dari perbedaan bahasa dan tradisi agama. Kedua-dua cabang ini menghasilkan perkembangan arti istilah "Tuhan”".

    * Allah – Islam/Arab. Lihat pula 99 Asma Allah .

    * Yehowa atau Yahweh – salah satu istilah yang dipakai Alkitab. Istilah ini berasal dari istilah berbahasa Ibrani tetragrammaton YHVH (יהוה). Nama ini tidak pernah dilafalkan karena dianggap sangat suci, maka cara pengucapan YHVH yang benar tidaklah diketahui. Biasanya yang dilafalkan adalah Adonai yang berarti Tuan.

    * Sang Hyang Tritunggal maha suci yang artinya adalah Bapa, Putra, dan Roh Kudus, terutama dipakai dalam Gereja Katolik dan Gereja Ortodoks. Konsep ini dipakai sejak Konsili Nicea pada tahun 325 M.

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 10 tahun yang lalu

    Tuhan = ilah

    Allah = tuhan nya muslim

    maka,

    La ilaha ilallah = tiada tuhan selain Allah

    tuhan manusia di muka bumi itu ada banyak, tapi tuhan muslim cuma Allah swt

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • zain
    Lv 6
    10 tahun yang lalu

    @Fpi Dajal (laknatullah)

    kalo ngasih ayat harus secara lengkap jangan serampangan seenak udel...

    ""Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaaan Allah), sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang sombong." (QS An Nahl 22)

    tau gak... jelas ayat itu menunjukkan kepada anda sendiri... dodol... dasar gak ngeh neh atheis... bego...

    lanjutannya neh..

    "Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong." (QS An Nahl 23)

    'Dan apabila dikatakan kepada mereka "Apakah yang telah diturunkan Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Dongeng-dongengan orang-orang dahulu", (QS An Nahl 24)

    kamu sendiri yang suka bilang Al Quran itu dongeng2 orang terdahulu... tuh Al Quran menyampaikan buat kamu...

    semakin meneguhkan... amiin..

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 5 tahun yang lalu

    Tuhannya manusia Tuhan

    Tuhannya malaikat Tuhan

    Tuhannya jin Tuhan

    Tuhannya setan Tuhan

    Tuhannya binatang Tuhan

    Tuhannya tumbuhan Tuhan

    Tuhannya semua Tuhan...

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 10 tahun yang lalu

    Tuhan tidak ada akar suku katanya Tuh-an tidak ada artinya, Pada tahun 1635 awal kata Tuhan dari seorang Pungsionaris Portugis Khatolik yang Tidak bisa bicara Tuan dalam mengartikan Allah dan Masyarakat Indonesia mendengarnya Tuhan, sejak itulah kata ALLAH berarti yg memiliki arti Tuhan.

    Kalau Allah sebutan Tuan buat orang Arab.

    Maksudnya kalau Allah sebagai Tuan, manusia berarti Budah atau hambanya. Jadi apa yang Tuan perintahkan sebagai budak harus di kerjakan dan apa yg Tuan larang tinggalkan.

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • yuni
    Lv 4
    10 tahun yang lalu

    Tuhan adalah pencipta

    Allah adalah Tuhan dalam bahasa Arab

    Sumber: opini
    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    10 tahun yang lalu

    Tiada Presiden selain Soesila Bambang Yoedhoyono.

    Tahu maksudnya gak?

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    10 tahun yang lalu

    TUHAN itu=Tujuan Utama Hati Akal dan Nurani,tiap-tiap manusia di dunia ini mempunyai Tujuan Utama Hati Akal dan Nurani Masing-masing,kalo Umat Islam misalnya ya Tujuan Utama Hati Akal dan Nurani hanya ke ALLOH swt,bukan yang ke yang lainnya,cuman mayoritas umat Islam di Indonesia ini rata-rata Tujuan Utama Hati Akal dan Nuraninya ke Uang,misalnya contoh e,banyak para kyai/yang mengaku Ulama ketika berdakwah memberi Ceramah tentang agama setelah selesai Ceramah nerima Amplop berisi uang,kalo elo pengen Tahu Contohe Seorang umat Islam yang Ber Tujuan Utama Hati Akal dan Nurani e hanya ke Alloh yaitu Rosululloh Muhammad saw,Sedang Kalo "ALLOH" ya sebuah Nama yang cocok untuk digunakan keTujuan Utama Hati Akal dan Nuraninya Manusia,yang bisa diterima @I<@L,kalo tuhan-tuhan lain selain Alloh menurut saya kaga ada,sedang kalo allah ya sama kaya allahkadarnya,.....allaaaahMak atau,...allaaah bisa aja elo nanyaknya,...dll,..dsb kata yang dari allah

    Sumber: @I<@L
    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 10 tahun yang lalu

    ilaahukum ilaahun waahidun faalladziina laa yu/minuuna bial-aakhirati quluubuhum munkiratun wahum mustakbiruuna

    [16:22] Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaaan Allah), sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang sombong.

    hahahahahahhaa.....Aku bingung sama tanda kurungya itu lho !

    • Masuk untuk membalas jawaban
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.