zaa
Lv 6
zaa ditanyakan dalam Masyarakat & BudayaAgama & Kepercayaan · 9 tahun yang lalu

Pertanyaan khusus bagi yang belum menikah ..........?

Memangnya apa yang kalian harapkan dan kalian dapatkan dari "pacaran" ?

apakah boleh dalam agama kalian ?

kalau ndak boleh, apakah perjalanan panjang pernikahanmu akan kau mulai dengan sesuatu yang tidak boleh ?

Buat sharingnya "MAKASIH YANG BANYAAAK" ...

Perbarui:

@tomimura ... berarti pacaran boleh ya...

@inda y ... Q ga punya pacar, maunya punya calon suami, disini ada yang gue taksir, tapi kayaknya dianya lebih suka sama kamu deh.....hehehe...

@kalien, berarti pacaran dampaknya jelek

@lee deckin, namanya juga abg ndak mudeng agama..

@tante tinah ... semoga ALLAH mengampuni dosa2mu dan memberimu rahmatNYA ...amiin.

@ yudy, kalau males ndak sah dijawab....

@santos, jawab azaa untuk yang dah menikah ....anda dah menikah thoo..

@ itin, jazakillah jawabanya, lebih panjang lebih baik...

@nomaden, jazakillah

@Maulanaa, setuju...

19 Jawaban

Peringkat
  • 9 tahun yang lalu
    Jawaban Terbaik

    Pertanyaan khusus bagi yang belum menikah ..........?

    >> ya

    Memangnya apa yang kalian harapkan dan kalian dapatkan dari "pacaran" ?

    >> ndak mengharapkan apa2. Apa yang bisa diharapkan dari sesuatu yang mengundang kemurkaan Allah?

    ==========

    apakah boleh dalam agama kalian ?

    >> Dalam agama saya... HARAM HUKUMNYA MENDEKATI ZINA!!! Baiklah... Kita bahas 3 bab tentang hubungan pria-wanita dari buku 'Larangan Yang Terabaikan' karya Muhammad bin Shaleh al-Munajjid.

    >><< Larangan berada ditempat sepi (berduaan) dengan perempuan ajnabi (bukan mahram)

    Di antara taktik setan untuk menjerumuskan manusia dalam perbuatan yang keji adalah dengan menggoda pria supaya berduaan dengan perempuan yang bukan mahramnya. Syariah Islam telah menutup rapat jalan ini.

    >> Rasulullah SAW bersabda:

    "Tidaklah seorang laki2 berduaan dengan seorang perempuan kecuali setan adalah yang ketiga dari mereka" (HR at-Tirmidzi)

    =========

    >><< Larangan berjabatan tangan dengan perempuan yang bukan mahram

    Ini adalah fenomena dimana umat manusia lebih menjunjung tinggi hukum adat daripada hukum Allah. Bila tidak bersalaman tangan, maka hal tersebut dianggap tidak sopan, tidak gaul, dsb. Berjabat tangan dengan wanita ajnabi lebih mudah dibandingkan dengan minum air, Namun seandainya seseorang mau mematuhi perintah Allah, sudah sepantasnya ia tidak melakukan hal tersebut.

    >> Rasulullah SAW bersabda:

    "Sesungguhnya ditusuk kepala salah seorang diantara kamu dengan jarum dari besi lebih baik baginya daripada menyentuh perempuan yang tidak halal baginya" (HR at-Thabarani)

    Dan tidak diragukan lagi, ini adalah ZINA TANGAN

    >> Rasulullah SAW bersabda:

    "Kedua mata ikut berzina, kedua tangan ikut berzina, kedua kaki ikut berzina, dan kemaluan berzina" (HR Ahmad)

    Dan perlu diketahui, meletakkan pembatas dan berjabatan dengan melapis tangan dengan kain itu tidak cukup. Keduanya adalah terlarang

    =========

    >><< Larangan memandang perempuan ajnabi dengan sengaja

    >> surah an-Nuur ayat 30 -31

    "Katakanlah kepada orang2 beriman laki2: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya" Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya"

    >> Nabi Muhammad SAW bersabda:

    "Maka zina mata adalah melihat" (HR Bukhari)

    =============

    kalau ndak boleh, apakah perjalanan panjang pernikahanmu akan kau mulai dengan sesuatu yang tidak boleh ?

    >> ogah banget... Dalam Islam, cara cari jodoh yang dihalalkan adalah ta'aruf, bukan pacaran. Sisi positif dari ta'aruf adalah:

    >> Kita bisa tau dengan pasti siapa yang akan menjadi calon suami/istri kita secara benar dan mendetail. Karena dalam ta'aruf kedua belah pihak berhak untuk bertanya secara mendetail mengenai sifat baik dan buruk, penyakit yang diderita dan masing2 harus memberikan jawaban yang jujur tanpa ada yang ditutupi.

    >> Kedua, kedua belah pihak akan lebih dekat pada keluarga calon suami/istri.Karena dalam proses bertanya, kedua belah pihak ditemani oleh wali dari masing-masing pihak. Jadi, dalam ta'aruf tidak ada istilah yang namanya berdua2an. Bukankah kalau kita menikah, kita juga harus menikah dengan seluruh anggota keluarganya,dengan maksud agar keluarga baru yang akan terbina mendapat barakah dari Allah karena sudah mendapat restu dari seluruh anggota keluarga masing2 pihak

    Sumber: Sampeyan bisa membaca buku 'Taaruf, Keren! Pacaran, Sorry Men!' karya Leyla Imtichanah. =========== ndak keberatan kahn sama jawaban super panjang? Sebab saya pernah mendapat komplain dan belas kasihan karena jawaban panjang saya. Sejak saat itu, saya berhenti menjawab pertanyaan dia walau pengen membantu permasalahannya...
  • Aditya
    Lv 6
    9 tahun yang lalu

    Aku gak punya pacar

    AN NUUR

    قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

    30. Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".

    وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الإرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

    31. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

  • 9 tahun yang lalu

    Ta'aruf dlm Islam bukan pacaran gaya orang barat yaitu zina, tapi ta'aruf saling mengenal 1 sama lain, baik diri pribadi maupun keluarga, tidak ada dua2an, tidak ada pegang2an, pokoknya tidak ada zina! Ta'aruf itu mencintai karna Allah SWT.

  • 9 tahun yang lalu

    sy blm mnikah dan tdk menganut pacaran sblm prnikahan.bukankah jika ada yg dtg tuk serius maka ada tahapan ta'aruf yg sgt beda dgn konsep pacaran.wanita yg briman hanya tuk pria briman,bgitupn sbalikx:)

    =======

    jazakillah jg tdk trjebak dgn avatar dmn byk org branggapn sy ini pria he..he..(brdasar ucapan "jazakillah" anda:)

  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • Anonim
    9 tahun yang lalu

    Pacaran........?

    Ndak tau zaa........

    Bdw....sampeyan da punya pacar belum ?

  • Anonim
    9 tahun yang lalu

    sekarang saya lagi mencoba mengumpulkan yang dulu pernah berserak sia2, kalo berhasil terkumpul akan langsung saya bawa ke pernikahan aja dah. dah tua soalnya.

  • 9 tahun yang lalu

    Buka dengan kue kebab...

    Yudi baru enggan menjawab...

  • Anonim
    9 tahun yang lalu

    aku dulu pacarannya kurang dari satu tahun

    untuk mengkaji apakah aku bisa ngikutin dia

    dan dia bisa ngikutin aku

    kalau udah dirasa cocok, terjadilah acara lamaran dan disusul pernikahan

  • kALIEN
    Lv 7
    9 tahun yang lalu

    pacaran itu masa untuk saling mengenal satu sama lain dengan jujur....sebelum memilih untuk memutuskan bersatu dalam mahligai rumahtangga dengan setia dalam suka dan duka....

    Pacaran bukan hanya masa bermanis-manis...tapi berani jujur juga atas kelemahan diri....agar nanti waktu udah menikah pasangan kita gak terkejut....seolah-olah ada perubahan besar dari diri kita sesudah menikah...padahala tidak..kitanya yang gak jujur ketika pacaran....gietu deh....

    Sumber: lho...koq jelek sieh....maksudnya malah bagus lho...artinya kan saling mengenal kelebihan dan kekurangan masing....kalau pacaran anak sekolah sih memang masih dunia manis-manisan...yang kita maksud kan pacaran dalam arti sebenarnya yakni sebagai sebuah proses dilalui sepasang kekasih untuk berani memutuskan "I love You, apa adanya...." gitu deh....
  • 9 tahun yang lalu

    Dalam Alkitab tidak pernah dicatat kata pacaran yang ada tunangan,. ^^

    Tapi itu bukan berarti pacaran tidak boleh,.

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.