Mindgames ditanyakan dalam Ilmu SosialPsikologi · 9 tahun yang lalu

Ada yang bisa jelaskan hubungan antara 'psikologi' dengan 'hipnotis'?

6 Jawaban

Peringkat
  • 9 tahun yang lalu
    Jawaban Terbaik

    Psikologi dengan hipnotis memiliki hubungan fungsional sehingga keduanya tidak terpisah dengan tajam.

    Psikologi merupakan ilmu [sains, science, logos] utama; sedangkan hipnotis merupakan salah satu anak bagian / cabang dari Psikologi. Dengan demikian, hipnotis itu ilmiah, bukan klenik, bukan ghaib, bukan sihir dan dapat memberikan manfaat ilmiah pula misalnya: membantu memberikan sugesti agar seseorang tidak takut ketinggian, tidak takut keramaian, atau agar orang benci merokok dan akhirnya tidak mau merokok [padahal sebelumnya orang tadi perokok berat].

    Salam damai.

  • Anonim
    9 tahun yang lalu

    Hipnotis adalah salah satu materi kuliah jurusan psikologi.

    Jadi jelas bukan berhubungan lagi, tetapi sangat berhubungan, hipnotis adalh bagian dari pelajaran psikologi

  • 9 tahun yang lalu

    Hipnotis seringkali memanfaatkan celah-celah psikologis yang bisa ditemukan pada seorang subyek. Banyak metode hipnotis digali berdasarkan pemahaman si penghipnotis terhadap sisi psikologis korbannya, sehingga ia bisa mengambil alih kendali sadar dari si subyek. Pada banyak kasus kejahatan dengan hipnotis, seringkali pelaku hipnotis lebih dahulu memanfaatkan kemampuan ia menekan si korban dari sisi psikologis, sebelum akhirnya bertindak dengan bantuan obat/alat/jampi.

    Sumber: Pengamatan pribadi
  • * Psikologi nampaknya bukanlah sebuah ilmu padu (unified science).

    * Ada banyak mazhab dalam psikologi, seperti: Psikoanalisis, Psikologi Behavioristik, Psikologi Kognitif, Psikologi Humanistik, dan Psikologi Transpersonal [hanya menyebut salah satu cara 'mengklasifikasikan' mazhab, yang mungkin 'simplistik'].

    * Perkataan "Hipnosis" [Hipnosis/hypnosis adalah kata benda; Hipnotis/hypnotic adalah kata sifat] pernah muncul dalam sejarah Psikonalisis Klasik, yakni dalam historisitas Sigmund Freud dan guru-gurunya.

    * Hipnosis dalam terminologi saat ini [entah sama atau berbeda dengan sebagaimana yang dimaksud dalam sejarah Psikoanalisis Klasik] di Indonesia telah masuk ranah akademis dalam kurikulum Magister Psikologi di Universitas Surabaya (2 semester, 100 jam); [Rujuk: http://adiwgunawan.com/awg.php?co=p1 dan http://www.ubaya.ac.id/en/ubaya/news_detail/483/Ki... ]

    * Selanjutnya, agar jawab atas pertanyaan ini BERIMBANG [Balans; Cover-Both-Sides], saya menambahkan dengan ini pengetahuan dari Dr. Julia van Tiel [Doktor Antropologi Kesehatan yang berpengalaman sebagai pengajar di Universitas Indonesia dan Universitas Airlangga]. Silakan memanfaatkan pengetahuan-pengetahuan yang ada dengan sebijaksana mungkin, karena ilmu adalah soal Kebenaran, dan pemanfaatan ilmu oleh manusia adalah soal Kebaikan.

    Rujuk sumber terbuka:

    [-] http://www.facebook.com/notes/julia-maria-van-tiel...

    [-] http://www.facebook.com/notes/julia-maria-van-tiel...

    Dr. Julia Maria van Tiel mengutip pernyataan Prof. Dr. Sarlito W. Sarwono, sebagai berikut:

    SARLITO WIRAWAN SARWONO Guru Besar Fakultas Psikologi UI

    http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/conten...

    Bahkan, saya pernah memergoki, di sebuah gedung pertemuan (kebetulan saya ke sana untuk keperluan lain), sebuah pelatihan diselenggarakan oleh sebuah instansi pemerintah yang judulnya “Meningkatkan Kecerdasan Salat”.Semuanya dijual sebagai pelatihan dengan biaya (istilah mereka “biaya investasi”) yang mahal. Ini sudah masuk ke masalah membohongi publik, sebab mana mungkin dengan satu pelatihan selama dua hari seorang anak bisa disulap menjadi jenius yang serbabisa, bahkan bisa melihat di balik dinding seperti Superman.Lagipula, apa hubungannya antara menggambar dengan mata tertutup dengan jenius? Einstein, Colombus, Thomas Edison,Bill Gates, Barack Obama, dan masih banyak lagi adalah kaum jenius tingkat dunia, tetapi tak satu pun bisa menggambar dengan mata tertutup. Teori otak tengah sudah jelas penipuan. Dengan berpikir atau bertanya sedikit,setiap orang bisa tahu bahwa ini adalah penipuan. Namun orang Indonesia itu malas bertanya dan ingin yang serbainstan.(*)

    Selanjutnya, Dr. Julia Maria van Tiel menanggapi sebagai berikut:

    Ucapan Pak Sarlito di atas, sungguh, membuat mata saya berlinang-linang. Sedih dan tersayat hati ini. Bukan saja saya sebagai seseorang yang telah disumpah saat lulus sekolah yang isinya sumpah adalah menjunjung tinggi keluhuran ilmu, tetapi juga sebagai umat bergama yang menjunjung tinggi keimanan bahwa manusia adalah ciptaan Tuhan – Tuhan di atas sana, dan menyampaikan pesan-pesannya melalui malaikat dalam bentuk wahyu.

    Sebagai insan akademis yang di sumpah di bawah kitab suci, tetapi saat mana harus mejadi pagar keluhuran ilmu nyatanya di lapangan keluhuran itu itu justru diporakporandakan oleh orang-orang yang dengan sengaja memanfaatkan keluhuran ilmiah dan menggunakannya bagi kepentingannya. Entah itu kepentingan dagang atau kepentingan lainnya, agar masyarakat percaya pada kegiatan itu. Seperti misalnya kegiatan aktivitas otak tengah.

    Aktivasi otak tengah yang justru mengajarkan agar manusia mampu meningkatkan potensi manusia menjadi superhuman, mampu mempunyai enerji dari gelombang alpha yang dapat ditingkatkan menjadi enerji luar biasa, sehingga manusia bisa mempunyai rasa kasih sayang setinggi yang dipunyai Tuhan.

    Tehnik-tehnik meingkatkan human potensial biasanya dilakukan dengan meditasi, namun kini menggunakan perangkat komputer, musik, EEG, dan dibumbui dalil-dalil ilmiah. Namun dalil-dalil ilmiah itu jika dikonfrontasi pada yang ahli itu akan sungguh-sungguh kebingungan.

    Kegiatan pengaktivan otak tengah adalah menggunakan NLP, hypnotherapy, dan brain wave.

    Adminnya mbocorin ilmunya yg mustinya "rahasia":

    [Dr. Julia Maria van Tiel mengutip pernyataan Admin situs web AnakJeniusIndonesia.com, sebagai berikut:]

    admin mengatakan:

    http://anakjeniusindonesia.com/web/2010/04/19/akti...

    Salam kenal bunda n_n. Produk pelatihan kami terdiri dari 2 set, pelatihan aktivasi otak / brain development untuk anak dan parenting untuk orang tua. Pada pelatihan aktivasi kami memfokuskan pada metode-metode NLP, hypno theraphy, brain wave dan bermain yang bertujuan untuk mengoptimalkan potensi otak anak. Sehingga paska aktivasi anak dapat lebih mudah berkonsentrasi dan terinternalisasi dengan nilai-nilai pembentukan karakter yang positif. Pada sesi parenting orang tua bisa menshare permasalahan-permasalahan yang selama ini mereka hadapi dalam mengasuh anak termasuk tips-tips praktis untuk memberikan pola suh dan pola komunikasi yang tepat. Pelatihan yang kami lakukan berusaha untuk membantu orang tua sehingga anak dapat berkembang secara optimal, dengan pemberian stimulus dan pola asuh yang tepat. Selebihnya peran dan kerjasama orang tua adalah faktor utama tercapainya hasil yang diharapkan dari Pelatihan ini. Terimakasi. Semoga Sukses Selalu…=)

    Selanjutnya, Dr. Julia Maria van Tiel menanggapi sebagai berikut:

    Tetapi tahukah kita bahwa cara-cara itu adalah bukan hanya pseudoscientific tetapi juga praktek new age movement?

    Apa yang dilakukan oleh penggiat aktivasi otak tengah adalah NLP, hypnoterapi, dan brainwave. Tetapi ketiga bentuk itu adalah pseudoscience. Jadi susah kita bahas persoalan scientificnya. Sebab bukan science kok dibahas secara science, adanya nanti cuma kebingungan. Sejak awal saya sudah menjelaskan, bahwa persoalan pseudoscience tidak bisa dibahas secara scientific. Karena apa? Karena landasannya lain, cara mencari kebenaran lain. NLP, hypnoterapi yang marak sekarang ini, dan juga brain wave adalah praktek2 new age.

    Bisa lihat disini

    http://www.skepdic.com/neurolin.html

    Kita juga tidak bisa berdebat dengan mereka secara terbuka, karena kebenaran yang mereka pegang adalah berdasarkan kepercayaan bahwa mereka bisa menmperoleh tenaga luar biasa jika hati mereka bisa tulus menerima (istilah mereka: "mata ketiga"-/"hati"-nya bisa dibuka).

    Selanjutnya, Dr. Julia Maria van Tiel menulis di Kompasiana sebagai berikut:

    http://www.kompasiana.com/gifted-disinkroni.com

    Adaptasi kepada dunia ilmiah yang masuk ke dalam kegiatan New Age adalah mengikuti majunya neuroscience yang banyak mengungkapkan tentang bioelektrik di dalam otak. Seperti misalnya penggunaan istilah gelombang alpha tadi. Gelombang alpha dikemukakan oleh seorang psikiater Jerman bernama Adolf Berger tahun 1928. Berger menemukan sebuah alat perekam gelombang otak yang disebut Enchephalogram (EEG). Rekaman EEG mencatat gelombang elektrik yang terdapat di otak antara lain pada saat orang tengah dalam keadaan rileks. Oleh Berger gelombang ini kemudian disebut sebagai gelombang alpha yang besarnya 8 – 15 Hertz. EEG juga akan mencatat hasil stimulus2 audio maupun visual tertentu yang dapat menghasilkan bioelektrik di otak dan menghasilkan gelombang alpha. Pengertian gelombang inilah yang kemudian diadopsi oleh kelompok New Age sebagai gelombang yang dapat membawa manusia dalam situasi tanpa stress, bijak, dan emosi terkendali.

    Pada dasarnya kelompok new age ini adalah membangkit enerji (yg sekarang sedang digemborkan gelombang alpha), agar manusia bisa mencapai tingkat paling tinggi sebagaimana Tuhan. Dengan begitu manusia bisa seperti Jesus, Budha, atau nabi-nabi lain. Dengan begitu semua manusia mempunyai tuhan masing-masing, tuhan yang universe (banyak) bukan Tuhan yang tungal di atas. Gerakan seperti merupakan gerakan yang menurut saya "keblinger".

    Adaptasi mereka terhadap berbagai penjelasan ilmiah dan istilah-istilah ilmiah kemudian diaplikasikan pada pemahamannya - pada akhirnya mereka menggunakannya sebagai nama-nama prakteknya. Misalnya pusat energi supernya mereka disebut-sebut sebagai otak tengah. Lalu orang ilmuwannya bingung kok otak tengah punya energi hebat? Kok gelombang alpha bisa ditingkatkan jadi hebat? Padahal gelombang alpha itu cuma catatan (grafik) EEG saat mana orang dalam keadaan rileks. Kalau gelombangnya ditingkatkan ya namanya Hertz EEG nya berubah jadi beta atau teta. Kok bisa jadi jenius?

    Sesuatu kegiatan scientific biasanya diharuskan menjabarkan protokol, alat ukur, kriteria pencapaian, dan efek sampingnya. Kalau tidak yo wis... apalagi lagi jika disembunyikan begitu, ya bukan perilaku ilmiah banget tho?

    Makanya hal-hal seperti itu tidak bisa dibahas secara scientific.

    Hipnoterapi klasik sebetulnya dipakai di klinik. Dulu saya saat kuliah psikiatri juga ada sesi kuliah hipnoterapi tapi hanya dipakai untuk orang yang trauma gak bisa mengeluarkan emosi dan bercerita.

    Tetapi sekarang hypnoterapi digunakan buat nyembuhin penyakit segala roepa sampai sampai bisa membangkitkan nafsu makan, nafsu bercanda bahkan nafsu seksual segala...hahahah... dongengnya dibumbui ilmu2 nan ilmiah padahal kalau ditanyain ke ahlinya si ahli kebingungan.

    Bisa baca disini hypnoterapi klasik pun sudah diembat new age

    http://www.skepdic.com/hypnosis.html

  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • Yani
    Lv 7
    9 tahun yang lalu

    Dasar Dasar hipnotis

    Pikiran bawah sadar manusia menyimpan misteri yang luar biasa. Banyak hal yang menyangkut manusia bersumber dari berbagai data dan nilai yang tersimpan di pikiran bawah sadar. Pikiran bawah sadar tidak saja terkait dengan perilaku dan mental, tetapi lebih jauh lagi pikiran bawah sadar dapat merubah metabolisme, mempercepat penyembuhan, atau bahkan memperburuk suatu kondisi penyakit.

    Hypnotherapy adalah suatu metode dimana pasien dibimbing untuk melakukan relaksasi, dimana setelah kondisi relaksasi dalam ini tercapai maka secara alamiah gerbang pikiran bawah sadar sesesorang akan terbuka lebar, sehingga yang bersangkutan cenderung lebih mudah untuk menerima sugesti penyembuhan yang diberikan.

    Secara konvensional, Hypnotherapy dapat diterapkan kepada mereka yang memenuhi persyaratan dasar, yaitu : (1). Bersedia dengan sukarela (2). Memiliki kemampuan untuk fokus (3). Memahami komunikasi verbal.

    Untuk memahami Hypnosis atau Hypnotherapy secara mudah dan benar, sebelumnya kita harus memahami bahwa aktivitas pikiran manusia secara sederhana dikelompokkan dalam 4 wilayah yang dikenal dengan istilah Brainwave, yaitu : Beta, Alpha, Theta, dan Delta

    Beta adalah kondisi pikiran pada saat sesorang sangat aktif dan waspada. Kondisi ini adalah kondisi umum ketika seseorang tengah beraktivitas normal. Frekwensi pikiran pada kondisi ini sekitar 14 – 24 Cps (diukur dengan perangkat EEG)

    Alpha adalah kondisi ketika seseorang tengah fokus pada suatu hal (belajar, mengerjakan suatu kegiatan teknis, menonton televisi), atau pada saat seseorang dalam kondisi relaksasi. Frekwensi pikiran pada kondisi ini sekitar 7 – 14 Cps.

    Theta adalah kondisi relaksasi yang sangat ekstrim, sehingga seakan-akan yang bersangkutan merasa “tertidur”, kondisi ini seperti halnya pada saat seseorang melakukan meditasi yang sangat dalam. Theta juga gelombang pikiran ketika seseorang tertidur dengan bermimpi, atau kondisi REM (Rapid Eye Movement). Frekwensi pikiran pada kondisi ini sekitar 3.5 – 7 Cps

    Delta adalah kondisi tidur normal (tanpa mimpi). Frekwensi pikiran pada kondisi ini sekitar 0.5 – 3.5 Cps

    Kondisi Hypnosis sangat mirip dengan kondisi gelombang pikiran Alpha dan Theta. Yang sangat menarik, bahwa kondisi Beta, Alpha, dan Theta, merupakan kondisi umum yang berlangsung secara bergantian dalam diri kita. Suatu saat kita di kondisi Beta, kemudian sekian detik kita berpindah ke Alpha, sekian detik berpindah ke Theta, dan kembali lagi ke Beta, dan seterusnya.

    Pada saat setiap orang menuju proses tidur alami, maka yang terjadi adalah gelombang pikiran ini secara perlahan-lahan akan menurun mulai dari Beta, Alpha, Theta, kemudian Delta dimana kita benar-benar mulai tertidur. Perpindahan wilayah ini tidak berlangsung dengan cepat, sehingga sebetulnya walaupun seakan-akan seseorang sudah tampak tertidur, mungkin saja ia masih berada di wilayah Theta.

    Pada wilayah Theta seseorang akan merasa tertidur, suara-suara luar tidak dapat didengarkan dengan baik, tetapi justru suara-suara ini didengar dengan sngat baik oleh pikiran bawah sadarnya, dan cenderung menjadi nilai yang permanen, karena tidak disadari oleh “pikiran sadar” yang bersangkutan

    Penggunaan Hipnotis dalam Bidang Kedokteran

    Seorang yang sakit secara medis, mau sembuh atau tidak mau mengikuti saran dokternya atau tidak, tergantung pada pasien sendiri. Sehebat apapun dokternya, apabila pasien tidak menuruti apa kata dokternya, tentunya sulit untuk sembuh.

    Dalam kasus-kasus tertentu yang bersifat medis, hipnoterapi BUKAN suatu bentuk ALTERNATIF dari pengobatan, tetapi menjadi suplemen terhadap proses penyembuhannya. Sehingga jika secara medis masalah tersebut masih memerlukan pengobatan secara medis maka masih tetap dibutuhkan seorang dokter untuk memberikan obatnya. Seorang hypnotherapist membantu dalam masalah mentalnya.

    Metode hipnoterapi modern dengan orientasi kepada pasien lebih banyak berperan untuk ‘membuka’ kesadaran pasien untuk mengetahui masalah utamanya dan membantu pasien untuk menyembuhkan atau menyelesaikan masalahnya oleh dia sendiri. Pasien menjadi lebih merasa nyaman dengan kondisinya dan dapat menerima kondisinya, sehingga tidak mengganggu aktivitasnya atau kegiatannya sehari-hari.

    Hipnotis kedokteran telah mengalami banyak perkembangan sejak pertama kali diterapkan oleh dr Franz Anton Mesmer (1734-1815) dan dr James Braid (1795-1860). Pada 1955, The British Medical Association mengakui hipnotis sebagai salah satu terapi medis yang sahih. Sementara The American Medical Association mengakuinya sejak 1958

  • Anonim
    9 tahun yang lalu

    Jika anda Mahasiswa Psikologi Lebih tepatnya anda tanyakn ke Dosen anda.

    Klo mnurut sya,Psikologi dan Hipnotis tak saling berhubungan, karna Psikologi sendiri mempelajari tentang Kejiwaan dan Proses Mental seseorang. Sedangkan Hipnotis klo mnurut pandangan sya menguasai pikiran seseorang lewat alam bawah sadar orang yg akan d hipnotis.

    Sumber: Pendapat sendiri. Krna sy sendiri Mahasiswa Psikologi.
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.