Moe
Lv 6
Moe ditanyakan dalam Masyarakat & BudayaAgama & Kepercayaan · 9 tahun yang lalu

Yang mana yang paling benar...Agama...?

"True religion is not about possessing the truth. No religion does that. It is rather an invitation into a journey that leads one toward the mystery of God. Idolatry is religion pretending that it has all the answers." penjelasan Bishop J.S. Spong pada tahun 2007.

David Barrett bahkan mengelompokan menjadi 19 Agama di dunia, yang dapat dibagi menjadi 10.000 sub-nya! yang dalam Christianity sendiri dapat diindentifikasi menjai 34.000 groups! apakah itu denominations, sekte, gereja yg tidak berafiliasi, setengah jumlah ini memang tidak berhubungan dengan denominasi tertentu.

semua Agama yang dijelaskan paling tidak mengajarkan konsep, Agnosticism, Animism, Atheism, Strong Atheism, Deism, Duotheism, Henotheism, Monism, Monotheism, Panentheism, Pantheism, Polytheism, the Trinity dan masih panjang lagi daftranya.

Hal kedua yang menarik adalah penjelasan akan bagaimana setelah manusia itu mati! mulai dari berkurangnya energy, purgatory, surga dan neraka, limbo, reinkarnasi, berpindahnya jiwa, nirvana dan masih banyak lagi daftranya.

bila kita lihat,

Saudi Arabia, dimana pemerintahnya klaim 100% populasinya Muslim, maka jelas probabilat yang keluar akan tinggi nilainya...Muslim adalah agama yang benar.

India, dimana 80% adalah Hindu, maka jelas nilai probabita yang keluar akan tinggi sekali kalau Hindu agama yang benar.

Amerika, dimana 75% adalah Christianity, jelas sekalai kalau Christianity ini akan menjadi Agama yang benar.

Bagaimana kita, sebagai manusia dapat menyikapi hal ini?

tetap menjalankan agama warisan?

atau

berani untuk memilih?

terima kasih.

Perbarui:

Silahkan kembali perhatikan statement Bishop-nya....tidak tercemar dokktrin.

18 Jawaban

Peringkat
  • 9 tahun yang lalu
    Jawaban Terbaik

    Moe...

    Di Y!A Indonesia ini aja sering kita jumpai pertanyaan "Mau menganut agama apa ya aku ini? Abis agama di Indonesia banyak" dan pertanyaan senada lainnya. Entah itu bercanda atau emang serius dikarenakan keluarganya mungkin terdiri dari berbagai agama (ortu berbeda agama, dsb sehingga dia ndak punya "warisan")

    Pandangan manusia tentang sesuatu emang cenderung subjektif. Apalagi untuk orang2 yang iman buta. Ndak mau menerima yang lain, belajar pun ndak mau. Bertanya cenderung menjatuhkan, seperti yang kebanyakan terjadi di A!K ini. Saya yakin mereka berani melakukan itu karena emang ndak tau bagaimana akhir dari hidup ini. Apakah sia2 aja mereka menganut agama itu? Karena kebenaran itu baru muncul ketika kamu2 semua berada di hari pengadilan.

    Suara mayoritas emang egois. Orang harus ngikut, kalo ndak dibilang aneh. Padahal kebenaran bukan ditentukan dari banyaknya suara, tapi kombinasi antara hati dan pemikiran pribadi kita. Kita udah besar, kita bisa mikir apa yang terbaik untuk kita. Jangan berdasarkan ego dan fanatik buta sehingga kita mencela kepercayaan lain. Semua agama mengandung nilai kebaikan walau kebenaran sejati hanya satu.

    Ibrahim, papahnya orang2 benar ndak patuh sama mayoritas. Beliau cari sendiri Tuhan bahkan sampai menghadapi resiko dibakar hidup2. Ilmuwan ndak percaya ama kepercayaan kuno bishop (silakan terjemahkan sendiri) dan mengemukakan pemikiran mereka sendiri sehingga berakhir jadi barbeque.

    Agama warisan? Mungkin. Ndak dipungkiri agama saya sekarang adalah agama warisan. Orang tua saya sejak dulu seorang muslim dan muslimah yang baik. Namun saya bersyukur karena warisan itu adalah yang terbaik. Saya ndak perlu pamer ke kamu kamu semua bagaimana saya beribadah, bagaimana saya cinta kepada Tuhan karena itu adalah hubungan pribadi saya dengan Dia.

    Agama cuma bisa mengkotak2an manusia, cuma bisa menyusahkan dengan MLM dan taktik jualan kecap. Agama itu seperti toksin. Dikonsumsi dengan jumlah tepat namanya obat, sedangkan dikonsumsi dalam jumlah berlebih namanya toksik (racun). Racun itu akan menghancurkan diri sendiri, terlebih lagi jika kita meracuni orang lain... Stop jualan kecap, dan cintai lingkungan dengan jadi vegetarian (loh O_o)

    ============

    Orang religius yang hanya berbasis teks book belaka, cenderung menjadi seorang spekulan atau penghayal religius.

    Kita punya dua pilihan, mencari seorang satguru yang bisa membimbing kita mengalami sendiri [minimal mengalami samadhi] atau mengisi hidup kita dengan kesabaran, rendah hati, tidak egois, kerja keras ...melaksanakan svadharma kita, penuh welas asih dan kebaikan kepada semua.

    Sumber: mmmuuuuu... (udah monyong2in bibir) PLAAAAK (dilemparin sandal... T_T)
  • WCW
    Lv 6
    9 tahun yang lalu

    sandalnya siapa ini..?

    kok nyelonong ke tempat gw...?

    ...

  • Abun
    Lv 7
    9 tahun yang lalu

    Bro Moe R.

    Contoh yg anda berikan di atas merupakan bentuk "kebenaran manusiawi", terlebih faktor penentu kebenaran itu hanya mendasarkan pada mayoritas pemeluk agama dimaksud.

    Mari kita ambil contoh soal dari perspektif lain :

    Ir. Ninor (eh ... kebalik) adalah insinyur ahli bangunan tahan gempa yg sudah sangat teruji kemampuannya secara nasional. Dia termasuk salah satu jemaat setia ordo Jesuit pada salah satu gereja di sebuah kota di distrik CA yg kebetulan rawan gempa.

    Satu hari sang insinyur dipanggil oleh Panitia Pembangunan gereja, yg seluruhnya adalah pastor berjumlah 6 orang. Dari penjelasan Ir. Ninor, maka dengan kondisi tanah yg labil itu, perlu dibuat kontruksi bangunan gereja dengan struktur baja yg tahan gempa. Namun ini memerlukan biaya yg cukup mahal.

    Dengan mempertimbangkan keterbatasan anggaran, maka usulan itu tidak dapat dipertimbangkan oleh 6 pastor itu, karena dana yg tersedia hanya cukup untuk bikin bangunan biasa, dengan struktur batu bata, tanpa pendukung ikatan baja. Karena faktor profesionalitas, Ir Ninor tetap ngotot agar bangunan ini dibuat dengan struktur baja. Guna mencari titik temu, panitia pembangunan itu memutuskan untuk dilakukan voting (termasuk Ir. Ninor ikut sebagai voting member) ... tentu anda tahu hasil votingnya.......

    Akhirnya bangunan gereja dengan struktur biasa dibangun di daerah rawan gempa .... lantas apa yg terjadi pada waktu datang gempa besar ..... yg kebetulan bertepatan pada waktu ada misa minggu pagi ??? ................ yaaaaaah itulah hasil dari kondisi mayoritas ..... "kebenaran manusiawi".

    Dalam pencarian agama, saya cenderung memilih "kebenaran hakiki" ..... apa itu kebenaran hakiki ??.... naaaaah anda perlu mendalami Islam secara lebih baik lagi ....

    Salam

  • 9 tahun yang lalu

    ikutilah kata hatimu...

    Klo menurutku pilih islam aja, yg laen udh gak original...

  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 9 tahun yang lalu

    Hidup keagamaan membuat kita tak bisa mengenal YESUS dengan benar, tapi bila ada YESUS maka kita mampu memahami agama bukanlah sebuah kebenaran karena sumber kebenaran itu ada didalam YESUS. Kebenaran takkan menjadi kebenaran bila tanpa memiliki KASIH ALLAH. Dan sumber Kasih itu hanya didalam YESUS

  • 9 tahun yang lalu

    wah kalo warisan nenek moyang adanya pelbegu bang nyembah hantu bukan Tuhan ,................

    saya generasi ke 6 bang dalam Islam dalam keluarga saya,.....................................

    kalau agama warisan masih bisa menjawab segala sesuatu permasalahan saya , buat apa milih yang lain.........

    tarolah misalnya coba melirik agama yang lain untuk menguji kebenaran agama saya,..........................saya coba meresapi cara berfikir mereka,.............maaf ya bang yang lain ............macam anak-anak,................

    mungkin anda kristen ya...........tapi agama saya ........agama yang paling adil........contohnya kebijakan Allah seperti ini , ..........seseorang tidak akan memikul kesalahan orang lain,.walaupun ia adalah kaum kerabatnya,...............

    siapa yang berbuat kebaikan didunia ini ...ia akan mendapat balasan kebaikannya........

    siapa yang berbuat keburukan didunia ini.......ia akan mendapat balasa kejahatan dosanya sendiri,.......

    di agama anda Isa as ..........anda mengerti maksud saya kan...... itu seorang yang shaleh bagiku tetapi kenapa beliau yang mesti memikul dosa orang yang bersalah..........dimana letak keadilan............

    kebenaran harus tegas terhadap kesalahan-kesalahan.,,,...............itu baru didikan menurut saya ..........

    yah lebih adil di Islam ................

  • 9 tahun yang lalu

    Islam

  • 9 tahun yang lalu

    Semua agama akan menjadi baik apabila dijalankan dengan baik dan benar karena pada dasarnya, setiap agama itu benar. Agama harus dipahami dengan benar supaya kita tidak salah melangkah. Jadi di sini bukan dinilai dari agama tetapi dari cara hidup. Agama hanya merupakan sarana untuk berjumpa dengan Tuhan.

    Contoh kesalah pahaman tentang suatu agama:

    Pengeboman di hotel JW Marriot, hal ini merupakan salah satu tindakan yang membawa nama agama, padahal agama tersebut tidak mengajarkan seseorang untuk menjadi teroris.

  • 9 tahun yang lalu

    ISLAM

    Berani memilih ISLAM adalah agama yg benar

  • 9 tahun yang lalu

    Rasanya tidak ada yang karena warisan dalam Islam. Entahlah agama lain, jujur.

    Soal mana yang harus diambil, hati nuranimu sendiri sudah bisa menjawabnya Moe....

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.