zaa
Lv 6
zaa ditanyakan dalam Masyarakat & BudayaHari LiburRamadhan · 9 tahun yang lalu

Berapa lama kah sebaiknya waktu yang diperlukan untuk mengkhatamkan Al-Qur'an?

10 Jawaban

Peringkat
  • 9 tahun yang lalu
    Jawaban Terbaik

    Memang tidak ada patokan berapa lama sebaiknya kita mengkhatamkan Al Qur'an.

    Rosulullah saw hanya menyuruh kita untuk tidak menjadikan rumah bagai kuburan dg sering2 membaca Al Qur'an di rumah2 kita.

    Terlalu cepat dalam mengkhatamkannya jugalah kurang baik, yaitu tidak kurang dari 3 hari (dikecualikan dibulan Ramadhan), karena akan menghilangkan makna yang kita baca.

  • 9 tahun yang lalu

    Mengkhatamkan al-Quran itu bukan perkara ibadat yang punya waktu dan syarat tertentu yang dari Allah swt, melainkan hanya perkara dunia aja yang kita diberi kebebasan memilih dan mengaturnya. Kata Nabi saw: "Antum a'lamu biumuri dun-yakum", (kamu terlebih mengerti perkara duniamu).

    Oleh karena itu, tergantung kesibukan masing-masing. Ada yang baca 5 ayat tiap habis sholat fardhu, jadi 25 ayat perhari, dalam 6 bulan sudah khatam. Ada juga yang baca 10 ayat persholat fardhu, dalam 3 bulan sudah khatam (selain juz amma karena sudah kita baca dalam sholat).

    Tapi, yang lebih baik adalah membaca dengan memahami dan menghayati artinya (tadabbur) dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, daripada membaca hanya untuk mengejar target khatam tapi kita tidak dapat pengetahuan apa-apa selain lidah yang jadi fasih belaka.

  • Nyoto
    Lv 4
    9 tahun yang lalu

    Tergantung berapa waktu yang dipergunakan untuk menghatam Qur'an.

    konon metode terbaru perlu waktu 2 tahun bisa menghafal dan membaca dengan benar,untuk karyawan kantoran.

    kalo g salah di Al Falah sby juga di Al Mukmin solo.yang punya metode bgs.

  • tg
    Lv 6
    9 tahun yang lalu

    maksimal seumur hidup...

    Dari Ibnu Abbas r.a., beliau mengatakan ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah saw. “Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab, “Al-hal wal murtahal.” Orang ini bertanya lagi, “Apa itu al-hal wal murtahal, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yaitu yang membaca Al-Qur’an dari awal hingga akhir. Setiap kali selesai ia mengulanginya lagi dari awal.” (HR. Tirmidzi)

    Generasi sahabat dapat menjadi generasi terbaik (baca; khairul qurun) adalah karena mereka memiliki ihtimam yang sangat besar terhadap Al-Qur’an. Sayid Qutub dalam bukunya Ma’alim Fii Ath-Thariq menyebutkan tiga faktor yang menjadi rahasia mereka mencapai generasi terbaik seperti itu. Pertama karena mereka menjadikan Al-Qur’an sebagai satu-satunya sumber pegangan hidup, sekaligus membuang jauh-jauh berbagai sumber-sumber kehidupan lainnya. Kedua, ketika membacanya mereka tidak memiliki tujuan-tujuan untuk tsaqafah, pengetahuan, menikmati keindahan ataupun tujuan-tujuan lainnya. Namun tujuan mereka hanya semata-mata untuk mengimplementasikan apa yang diinginkan Allah dalam kehidupan mereka. Ketiga, mereka membuang jauh-jauh segala hal yang berhubungan dengan masa lalu ketika jahiliyah. Mereka memandang bahwa Islam merupakan titik tolak perubahan, yang sama sekali terpisah dengan masa lalu, baik yang bersifat pemikiran ataupun kebudayaan.

    Tilawatul qur’an; itulah kunci utama kesuksesan mereka. Imam Syahid Hasan Al-Banna mengatakan, “Usahakan agar Anda memiliki wirid harian yang diambil dari kitabullah minimal satu juz per hari dan berusahalah agar jangan mengkhatamkan Al-Qur’an lebih dari sebulan dan jangan kurang dari tiga hari.”

  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • arek
    Lv 4
    9 tahun yang lalu

    satu huruf dari alqur'an yang kita pahami arinya dan kita jalankan perintahnya itu lebih baik dari pada

    hafal seluruh isi alqur'an tetapi tidak mengamalkannya

  • najwan
    Lv 5
    9 tahun yang lalu

    tergantung orangnya, kemampuan bacanya, niatnya, kemauannya.... kira2 begitulah...

  • 9 tahun yang lalu

    setahu saya:

    1. untuk yang sudah lancar membaca Al Qur-an, disunnahkan maksimal 1 bulan sekali sudah khatam.

    2. sedangkan untuk yang belum lancar, setidaknya 100 ayat / hari dan ketika membaca Al Qur-an hendaknya didampingi orang yang lebih fasih untuk membenarkan bacaannya.

    3. terakhir, yang masih belajar membaca, hendaknya segera melancarkan bacaannya.

    semoga membantu dan bermanfaat.

    --------------------

    tambahan:

    4. untuk yang sangat lancar, tidak boleh kurang dari 10 hari. karena jika kurang dari 10 hari, berarti bacaannya sudah dianggap kacau (terlalu cepat).

    semoga bermanfaat.

    ------------------

    ralat:

    4. seharusnya paling cepat 3 hari atau maksimal 10x dalam sebulan.

    Sumber: pribadi
  • 9 tahun yang lalu

    13 tahun

    khatam dengan isi dan makna nya.

    itulah waktu dakwah Rasulullah Muhammad,saw.

  • .
    Lv 6
    9 tahun yang lalu

    Maaf, baru bisa ikut jawab, ada masalah dengan wireless, padahal kemarin lusa sudah selesai saya ketik jawaban untuk postingan ini.

    Kita mulai dengan definisi dari khotam aja dulu, ya.

    Khotam artinya kurang lebih tamat atau selesai atau finish atau ujung atau tertutup dll.

    Mengkhotamkan Al-Qur'an maksudnya adalah membacanya dengan tertib dari awal hingga akhir, atau dari al-fatihah hingga an-naas secara berurutan. Mengenai masa atau tempo atau lama waktunya belum pernah saya temui ada ketentuan menurut ajaran Rasululloh saw.

    Sejujurnya saya katakan bahwa saya belum pernah mengkhotamkan Al-Qur'an walaupun umur saya sekarang sudah kepala empat. Itu karena saya belum pernah menemui anjurannya untuk melakukan itu. Yang saya tahu adalah mempelajari isinya, tafsirnya, maknanya, dan lain2 yang saya yakini lebih penting daripada hanya sekedar membacanya saja. Maaf, seandainya saya adalah orang Arab yang fasih berbahasa Arab dan mengerti juga dengan bahasa Al-Qur'an maka belum tentu saya akan melakukan aktifitas mengkhotamkan membaca Al-Qur'an. Sekali lagi karena alasan: "apa maksud dan tujuannya?".

    Saya sangat yakin semua muslim setuju bahwa Al-Qur'an diturunkan oleh Allah swt kepada Nabi Muhammad saw bukan untuk dibaca saja dari awal hingga akhir dengan alasan apapun. Jika toh ingin dipaksakan mencari pembenaran untuk aktifitas tersebut maka besar kemungkinan adalah hanya sebatas kepada kemahiran lidah kita yang memang bukan lidah Arab dalam membaca teks

    Al-Qur'an. Jangankan kita yang orang Indonesia, orang Arabpun belum tentu sempat memikirkan dengan baik apa makna dari teks Al-Qur'an jika tujuan membacanya hanyalah "mengejar" khotam.

    Sekian saja dulu. Masih bisa saya edit, kok.

    Maaf, jika ada kata2 yang menyinggung. Mohon koreksinya.

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.