Anonim
Anonim ditanyakan dalam Masyarakat & BudayaHari LiburRamadhan · 9 tahun yang lalu

Bagi yang berpendapat sholat berjamaah di masjid adalah wajib?

Bagi yang mengambil pendapat sholat berjamaah (5waktu) di masjid adalah wajib..

apakah yang sholat di rumah sendirian itu gak sah sholatnya? atau sah tapi juga berdosa karena gak jamaah? atau gimana?

15 Jawaban

Peringkat
  • andika
    Lv 6
    9 tahun yang lalu
    Jawaban Terbaik

    wajib :

    1. adanya perintah dari Allah dan ancaman meninggalkan jama'ah dari Nabi :

    Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku' (shalat jama'ah) [Al-Baqarah:43]

    Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Shalat yang dirasakan berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya` dan shalat subuh, sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang dan ia mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar untuk menjumpai suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah mereka." [HR. Al-Bukhari dan Muslim]

    sebenarnya Nabi ingin membakar rumah mereka, lebih baik tidak ada rumah agar tinggal di masjid, sehingga shalat berjamaah, menunjukkan wajibnya shalat jamaah. Nabi tidak melakukannya karena : mencegah mudharat yang lebih besar diutamakan daripada mendapat manfaat.

    manfaat dilakukan pembakaran adalah agar mereka takut dan mau berjamaah di masjid. tapi kalau dilakukan maka bisa jadi ada perempuan dan anak2 dan orang tua ada di dalam rumah, mereka adalah orang2 yang tidak diwajibkan berjamaah, dan juga bisa menimbulkan sangkaan dari orang-orang kafir : " Muhammad membunuh / membakar temannya ". oleh sebab itu tidak dilakukan oleh Nabi.

    pada masa Nabi, yang tidak berjamaah adalah orang-orang munafik selain tentunya orang-orang yang mendapat udzur tidak berjamaah. menunjukkan bahwa sahabat Nabi berpendapat wajibnya berjamaah.

    2. sah atau tidak bila di rumah dan mendengar adzan?

    berbeda pendapat dalam hal ini, sesuai dengan perbedaan dalam memahami hadits ini :

    Ibnu 'Abbas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Barangsiapa mendengar suara adzan kemudian tidak mendatanginya, maka tidak ada shalat baginya kecuali karena udzur." [Ibnu Majah dengan lafadh ini, dishahihkan Al-Albani dalam Al-Irwa`]

    yaitu pada sabda beliau : maka tidak ada shalat baginya

    sebagaimana yang dinukilkan oleh @Anggas, yaitu diantaranya Ibnu Hazm, yang berpendapat tidak sah.

    dan faedah dari Imam At-Tirmidzi :

    Telah diriwayatkan dari sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan banyak jalur, mereka mengatakan, "Barangsiapa mendengar adzan lalu tidak memenuhi panggilannya, maka tidak ada shalat baginya." Dan sebagian para ahli ilmu berkata; "Hal ini sangat ditekankan dan tidak dan keringanan bagi seseorang untuk meninggalkan shalat berjama'ah kecuali dengan udzur." [HR. At-Tirmidzi no 201]

    bisa jadi peniadaan di sini adalah peniadaan kesempurnaan sebagaimana http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=Au...

    yaitu dalam hadits

    'Tidak ada shalat seseorang apabila makanan telah dihidangkan, atau apabila dia menahan buang air besar atau kecil'. [HR. Muslim]

    maksudnya tidak sempurna shalat, karena bila kita sedang dihidangkan tetap shalat, maka shalat yang dilakukan tetap sah, namun tidak sempurna, demikian pula hadits Ibnu 'Abbas, shalat di rumah tetap sah, namun tidak sempurna.

    wallahu a'lam tetap sah shalatnya karena hadits yang digunakan untuk menunjukkan tidak sah, lafadhnya tidak tegas, masih ada kemungkinan lain.

    cat : yang wajib berjamaah adalah yang mendengar adzan dari kalangan lelaki muslim, baligh dan berakal.

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    6 tahun yang lalu

    Telah dijelaskan di dalam Al-Qur'an:

    وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَكَذَّبُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَآ أُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

    "Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (Al-Qur'an), mereka itu penghuni Neraka; dan mereka kekal di dalamnya".

    Referensi:

    Al-Baqarah: 39

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    5 tahun yang lalu

    Jika anda seorang muslim, jadilah muslim yang baik dan jika anda bukan muslim jadilah anda orang yang taat kepada ajaran agama anda.

    إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ

    “Sesungguhnya agama (yang haq dan diridhoi) disisi Allah adalah Islam.” (QS Ali Imran: 19)

    وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

    “Dan barangsiapa yang mencari selain Islam sebagai agama, maka tidak akan diterima dan ia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.” (Ali Imran: 85)

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 9 tahun yang lalu

    Kita telah mengetahui betapa banyaknya hadits berkaiatan sholat berjamaah di masjid bagi laki-laki. Dari mulai rasululloh berandai untuk membakar rumah-rumah orang yg tidak berjamaah, sampai tidak diberikannya keringanan bagi orang buta yang tidak ada orang buta padal tidak ada orang yang menuntuntunnya. Sehingga perlu kita bayangkan jika kita yang diberikan banyak keluangan baik waktu atau kesempurnaan fisik, jika hidup pada masa rosululloh. Apakah kita diperbolehkan jika sholat di rumah?

    Jika kita telah meyakini hukum wajibnya sholat berjamaah, maka tentu ada konsekuensi hukum bagi orang yang tidak berjamaah di masjid. Ulama-ulama yang menentukan sholat berjamaah dalam kategori fardhu 'ain, terbagi pendapatnya dalam menentukan orang yang tidak berjamaah:

    1. Tidak sah sholat-nya.

    Pendapat ini, salah satunya berdasarkan dalil:

    Riwayat Ibnu Abbas secara marfu' bahwa Rosululloh bersabda;

    "Barangsiapa mendengar seruan muadzin namun ia tidak mendatanginya maka tidak ada sholat baginya kecuali bila ada udzur." Sunanul Kubra karangan Al-Baihaqi.

    Pendapat ini, jamaah merupakan syarat sah shalat berjamaah. Sehingga tidak sah sholat fardhu jika tanpa berjamaah. Jika suatu masjid telah selesai, maka dia harus mencari masjid lain yang masih ada jamahnya.

    2. Sah sholatnya, namun berdosa jika meninggalkannya.

    Pendapat ini menentukan hukum sholat berjamaah adalah fardhu 'ain namun bukan syarat sah shalat. Sehingga bagi mereka yang tidak berjamaah di masjid, sholatnya tetap sah namun memiliki dosa tidak berjamaah tanpa udzur. Dan pendapat inilah yang saya pegang.

    Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Muqni berkata: "Sholat fardhu lima waktu wajib dikerjakan berjamaah bagi kaum pria, namun bukan merupakan syarat sah sholat.

    'Aisyah rodiyallohu 'anha berkata: "Barangsiapa mendengar seruan adzan namun tidak menyambutnya, berarti ia tidak menghendaki kebaikan dan enggan menerimanya.!" Al-Mushannaf karangan Abdurrazzaq.

    Hukum sholat berjamaah ini terbagi menjadi empat kelompok pendapat;

    1. Fardhu kifayah. Jika telah ada yang menegakkan sholat berjamaah, maka telah gugur kewajiban muslim lainnya. Tetapi perlu juga dipikir, apakah kita hanya ingin menyerahkan kewajiban ini pada orang lain? Lantas bagaimana jika semua orang memiliki pendapat yang sama sampai akhirnya masjid menjadi kosong?

    2. Sunnah Muakkad. Sangat ditekankan untuk sholat berjamaah di masjid. As-Syaukani berkata: "Hanya orang-orang celaka dan terhalang dari kebaikan saja yang tidak komitmen mengerjakannya."

    3. Shalat jamaah adalah syarat sah sholat.

    4. Hukumnya fardhu 'ain numun bukan syarat sah sholat.

    Yang pasti, dari semua pendapat tersebut tidak ada yang menggolongkan sebagai mubah. Sehingga bagi jamaah laki-laki tidak bisa berleha-leha sholat fardhu di rumah.

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • d-lite
    Lv 6
    9 tahun yang lalu

    Terlepas dari syah / tidaknya sholat sendirian, cobalah untuk melihat sisi keutamaannya dalam sholat berjama'ah. Begitu banyak fadhilah yang bisa diperoleh dari pelaksanaan sholat berjama'ah di masjid. Sungguh mengagumkan.

    Seandainya saya lelaki, saya akan rutin ikut jama'ah aja ^.^

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 9 tahun yang lalu

    wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh

    memang hukum sholat berjamaah itu hukumnya wajib.

    tapi bukan dalam artian sholat yang bersama sama,

    yakni satu iman dan lebih dari satu makmum.

    bukan itu yang wajibnya.

    Yang wajibnya selain gerakan sholat dan bacaan yang ada dalam sholat

    contoh dalam gerakan kita ambil yang poinnya aja

    1. berdiri

    berdiri memiliki arti api > panas > semangat tapi bukan nafsu

    semangat dan nafsu beda tipis

    semangat menjalankan perintah dan menjauhi larangannya

    bukan

    nafsu menjalankan perintah dan menjauhi larangannya

    semangat kita tengah malam bangun dan berdoa

    tapi kalau sampai subuh kita berdoa bukan semangat lagi tapi nafsu

    dalam hub manusia

    semangat dalam bekerja mencari reziki yang halal

    2. ruku

    ruku memiliki arti angin > lurus > taat > kerja sama

    dalam hubungan dengan manusia kita selalu tolong menolong kerja sama

    3. sujud

    sujud memiliki arti air > merendah > meringankan > mengisi > banyak yang lain

    dalam hubungan dg manusia

    kita harus merendahkan diri baik tutur kata maupun tingkah laku.

    meringankan beban orang lain

    mengisi / memberitahu kepada yang belum tahu dll

    4. duduk

    duduk memiliki arti tanah > diam > ngak bergerak

    dalam hubungan dg manusia

    kita wajib diam kalau ngak perlu

    ada pepatah mengatakan diam itu emas dll

    aku rasa itu yang wajibnya.

    sholatnya wajib baik secara bersama maupun sendiri

    jamaahnya maksudnya mengartikan sholat dalam kehidupan sehari hari

    baik dalam gerakan maupun dalam bacaan / artinya tentunya

    maaf bila salah mohon saran dan kritiknya

    wassalam

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • adi
    Lv 5
    9 tahun yang lalu

    Islam mudah jangan dipersulit tapi jangan diremehkan ! Artinya sebisa mungkin sholat jamaah di masjid apa mushola yang terdekat (dekat aja jamaah sering sepi apa lagi jauh) diutamakan semaksimal mungkin. Kalau ada kesulitan ya sholat di rumah. Yang penting malah sholat 5 waktunya ! Tentang dosa biar kita perbanyak istiqfar karena itu rahasia ILAHI ... segeralah sholat sebelum kamu di sholatkan ...

    Sumber: pokok sholat 5 waktunya dari pada jamaah walaupun bukan berarti meninggalkan jamaah !
    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    5 tahun yang lalu

    "Peringatan bagi Umat Muslim, agar tidak tersesat"

    Barang siapa yang kafir maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya itu; dan barang siapa yang beramal saleh maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan (tempat yang menyenangkan), QS : 30: 44

    (Lukman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha

    Mengetahui. QS : 31: 16

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    9 tahun yang lalu

    Sholat fardlu 5 waktu hukumnya wajib bagi laki laki,sholat fardlu bagi laki laki ini termasuk syiar dalam islam .Itiba' ( panutan )kita nabi Muhammad SAW ini sesuai apa yang di syari'atlkan oleh rosullulah.

    Sholat di rumah sah sah aja ,mendingan kalu kita tahu ilmunya lebih baiknya di masjid 27 derajat.

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    9 tahun yang lalu

    wa'Alaikumsalam waRahmatullaahi waBarakaatuh

    memang sebaiknya adalah berjamaah ke mushalla atau masjid

    berbagai manfaat bisa kita peroleh dengan mendatangi mushalla atau masjid guna salat berjamaah,

    utamanya kewajiban salat 5 waktu itu sendiri, dan silaturahmi dengan muslim lainnya (tetangga).

    perihal sah atau tidaknya salat di rumah, pendapat saya : sejahat itukah Allah swt menilainya ?

    memang ada hadist keras yang sampai mengatakan bakarlah rumah-rumah mereka yang tidak salat berjamaah di mushalla atau masjid.......... tapi mari melihat dan menilainya secara jernih

    perihal ini pernah saya diskusikan dengan beberapa ustadz dan ulama, intinya usahakan salat berjamaah di mushalla atau masjid (miniman subuh, maghrib dan isa) dan tidak berdosa yang salat di rumah

    demikian pendapat pribadi saya, mhn di luruskan bila kurang lengkap atau ada salah

    mohon masukkan dari sahabat lain.............

    salam,

    Sumber: para Guru
    • Masuk untuk membalas jawaban
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.