Tata
Lv 4
Tata ditanyakan dalam Masyarakat & BudayaAgama & Kepercayaan · 9 tahun yang lalu

Bedanya apa.... (5 bntang klo jawabanya jelas)?

Ini pengalaman saya, krna sebgian besar teman saya adalah muslim

Gini, teman2 saya muslim dr kota besar, memang taat beragama, shlat 5 wktu dan perilakunya baik kpda saya, tapi mereka tidak pernah mempermslahkan ttg agama, malah mereka bilang,"wah aku lebih ke agamamu agamamu agamaku agamaku", dengn kata lain saya lbih nyaman bersama mereka, karena pada saat saya tanda salib mereka tidak pernah merasa aneh, malahan kita selalu berbagi saat Natal dan bgtu juga saat Lebaran,

tapi kalo yg teman saya muslim dari luar kota bsar, benar2 kelihatan garis kerasnya, malahan sering mmberikan statement yg mmojokkan agama lain,bukan cuman itu, kalo ngomong sama org Kristen sukanya pidato ttg agma Kristen trus, makanya dkelas ia juga susah dekat sama muslim yg dr kota besar, ia juga susah bergaul seperti biasa k org agama lain, perlu pndkatan khusus dan pemahaman dari saya baru hubungannya agak longgar dikit, juga kalo saya tanda salib dia kayak orang shock ngelihat hantu, saya nanya kenapa eh malah ga jawab cuman diam aja, kenapa nih org? sbnarnya bukan cman satu aja teman saya kyk gt, tapi semua teman muslim dr luar kota selma pnglman saya kyk gtu, dr sini saya sempat bingung, apa ada perbedaan penanaman dogma, atau?

Pndpat kalian apa yang membedakan org muslim yg dari luar kota besar dan org muslim yang dari kota besar? (contohnya saja: Malang dan trenggalek)

Atw punya cerita sendiri?

Cuman pengen nanya aja, nambah2 ilmu buat memahami orang lain, apalgi teman sekelas

Makasih

Perbarui:

@terajana= gak pernahlah dtwarin babi, saya kan nyadar diri mbak -.-"

wduw gak usah dikasih tanda seru semua, saya cman nanya aja mba mba, g usah emosi nyante nyante heheh

Perbarui 2:

@es jus: wah gak nymbung nih jwban ente, tanya A jwab Z tanya B jwab S, mengerti dlu alur ceritanya baru komentar mas, klihatannya anda slah satu org yg negative thinking, g kebalik tuh siapa yg hrs dbwa k pskolog? heheh

19 Jawaban

Peringkat
  • 9 tahun yang lalu
    Jawaban Terbaik

    Apa yang saya tulis ini adalah “muraja’ah” atau oto-kritik bagi umat Islam, atau tepatnya bagi sebagian kalangan Islam yang watak-wataknya akan saya sebutkan nanti.

    Selama ini, ada sebagian kalangan Islam yang marah besar jika agama mereka “dihina” atau diejek. Kalau ada umat agama lain yang mengkritik sebagian ajaran atau pandangan yang berkembang dalam agama Islam, maka yang bersangkutan bisa terkena tuduhan “menghina agama Islam”.

    Tetapi, lihatlah apa yang diperbuat oleh umat Islam terhadap umat agama lain. Mereka dengan seeanknya melakukan penghinaan, ejekan, kritikan, dan serangan pada doktrin dan ajaran agama lain, terutama Kristen.

    Kalau anda pernah melakukan salat Jum’at di sejumlah masjid di Jakarta, maka usai salat anda akan berjumpa dengan “pasar tiban” di depan masjid. Para pedagang kaki lima berdesak-desak di depan masjid, antara lain menjajakan buku-buku, pamflet, dan VCD/DVD yang isinya adalah serangan atas doktrin Kristen.

    Misalnya, rekaman ceramah Irena Handono, seorang perempuan yang konon mantan biarawati yang kemudian masuk Islam, dijual secara bebas di “pasar-tiban” pada hari Jumat itu. Setelah masuk Islam, Irena Handono berkeliling dari satu majlis taklim satu ke yang lain, dan berceramah yang isinya menyerang doktrin agama Kristen.

    Jika umat Islam disuguhi dan disuapi setiap saat dengan ceramah-ceramah “kebencian” semacam itu, maka tak mustahil akan muncul sikap curiga dan benci terhadap umat agama lain.

    Pertanyaan saya adalah: jika ada pengkhotbah dan pendeta Kristen yang melakukan hal serupa seperti dilakukan oleh Iren Handono, berceramah keliling menyerang doktrin agama Islam, membongkar kesalahan ajaran Islam dalam kaca-mata Kristen, apakah umat Islam bisa menerima hal itu? Apakah pengkhotbah itu tidak akan “dikeroyok” oleh massa Islam, dituduh menghina agama Islam?

    Hidup dalam masyarakat sudah selayaknya mengikuti etika “bebrayan” yang intinya adalah saling hormat-menghormati. Anda boleh tak setuju dengan agama, sekte, paham, atau aliran tertentu. Tetapi anda tak berhak mengejek, menyerang, apalagi minta pemerintah membubarkan keyakinan itu.

    Tampaknya umat Islam, atau tapatnya sebagian kalangan Islam, suka sekali menghina agama lain, tetapi marah besar saat agama mereka dihina.

    Apakah tindakan semacam ini sesuai dengan adab, tata-krama, etika, dan akhlaq yang diajarkan oleh Islam?

  • 9 tahun yang lalu

    aku berasal dari jatim

    tetapi di kantorku justru aku yang paling banyak bergaul ama cewek dan cowok Kristen, dibandingkan cewek/cowok muslim yang lain

    ---------

    terkadang yang cewek Kristen sering tanya-tanya agama Islam ama aku dibandingkan pada muslim yang lain

    sebetulnya hal demikian bergantung pada pendidikan, pengalaman dan penyesuaian diri terhadap lingkungan

    ----------

    aku sering survei ke daerah-daerah terpencil dan umumnya mereka Kristen terutama di Sulawesi, Maluku dan NTT

    tapi yang aneh, aku selalu disambut hangat oleh mereka, bahkan ketika berpisah karena survei sudah selesai, banyak diantara mereka yang sampai mencucurkan air mata, padahal aku muslim dan mereka Kristen

    .

  • 9 tahun yang lalu

    Gak tau kak, mungkin di luar kota besar, agamanya *mungkin penduduknya sebagian besar juga Islam & ajarannya lebih kuat disana .. Aku tinggal di kota kecil, dari kecil emang diajarin untuk toleransi dalam beragama, walau dulu waktu aku TK mikirnya "Gak bole temenan sama orang yang bukan Islam." ( waktu TK lo ? sekarang udah kagak !)... Sekarang temen2ku di luar sekolah banyak yang orang Non Muslim terutama Kristen & Katolik.. Biasa aja tuh ! bahkan kita sering curhat2an, Bahkan sohib aku juga orang Kristen ... Kita sering bagi ajaran agama masing2... Mencari 'Apa yang berbeda antara Islam dan Kristen..." :D

    Karena udah diajarin toleransi beragama sejak kecil,,, saya malah jadi bingung waktu masuk di sini? Kok disini manusianya pada sling ejek2an antar agama?

    Sumber: Untukmulah agamamu dan bagiku lah agamaku ! :D
  • Anonim
    9 tahun yang lalu

    Karena bagi mereka.

    اشْهَدُ انْ لآ اِلَهَ اِلّا اللّهُ مُحَمَّدٌ رَسُوُل اللّهِ

    Aku bersaksi tiada tuhan selain ALLAH dan aku bersaksi MUHAMMAD adalah utusan ALLAH

  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • Anonim
    9 tahun yang lalu

    masyarakat di kampung lebih manusiawi apapun agamanya, masyarakat dikota besar dimanapun sudah punya arah tunggal, yaitu kerja dan keluarga. agama ada waktunya.

  • Insan
    Lv 4
    9 tahun yang lalu

    Nggak juga mbak, di daerah saya banyak kampung2 yang gabung antara Muslim dan Kristen, dan mereka sama2 bergotong royong, contoh : Jika Islam yang kenduri, mereka datang membantu, dan jika Kristen yang kenduri, Islam diberikan kambing dan beras, kemudian disuruh masak sendiri, begitu indah dan damai, cuma trus terang Mbak, yang tidak saya suka adalah banyaknya penyusupan dalam meng...... Islam. kadang dengan berbagai macam cara, sebenarnya kalau kita berprinsip "BAGIMU AGAMAMU, BAGIKU AGAMAKU" jangan menyebarkan agama kepada orang yang telah beragama, saya yakin Islam dan Kristen akan hidup berdampingan secara baik, sebagaimana di daerah saya.

    Satu lagi di dunia Maya, anda mungkin pernah melihat faithfreedom, sebagai asal muasal perdebatan Islam dan Kristen sampai dengan sekarang, disitu jelas bahwa yang mulai bukanlah Orang Islam. Situs itu sendiri dibuat seolah-olah situs Islam dan isinya adalah penghujatan besar-besaran kepada Islam, Maaf ini pendapat pribadi. Salam

  • 9 tahun yang lalu

    Saya bisa lihat perbedaan nya:

    Muslim dari luar kota besar sebagian besar dari kota-kota kecil atau desa, disana pengaruh ideologi lebih cenderung ke agamis, pengaruhnya kental banget. itu karena daerah kota-kota kecil kurang mendapat hubungan informasi dari luar.

    Saat mereka ke kota besar, mereka shock saat menyadari pluralisme dan berbagai macam keanekaragaman agama, budaya dan suku daerah di indonesia sekalipun mereka sudah sempat dengar keadaan di kota besar sebelumnya, tapi mereka nggak ngerti.

    Jangankan ke orang dari agama lain, ke orang dari suku daerah lain pun mungkin mereka akan canggung.

    Sementara muslim di kota besar sudah kenal dengan keanekaragaman sejak kecil, mereka sudah paham maksud dari bhineka tunggal ika, karena kota-kota besar mudah mendapat informasi dari luar daerah, informasi yang membuka mata mereka terhadap keanekaragaman agama, budaya dan suku daerah di indonesia. ya jadinya mereka tidak canggung lagi untuk bergaul dengan agama lain.

    semoga info saya membantu.

  • 9 tahun yang lalu

    itu hanya karakter orang aja.

    atau mungkin belum atau kurang beradaptasi dengan lingkungan.

    di lingkungan tempat tinggal saya di jakarta semua islam,kristen,hindu,budha biasa aja ga ada yg aneh dan ga ada yg merasa diasingkan.

  • ?
    Lv 4
    9 tahun yang lalu

    tingkat pemahaman aqidah nya...

  • Anonim
    9 tahun yang lalu

    ''kalo saya tanda salip'' maksudnya kristen gitu ?!

    Klo aku mah biasa saja, aku juga pernah 1 kamar kos sama temen sejenis yg kristen juga (malah udah kayak saudara.) klo saling mengingatkan sudah pastilah!

    mungkin yg menurut kamu orang tsb shok saat mengetahui anda kristen..

    Bisa jadi dia ngerasa aneh coz belum pernah berpaspasan dg orang kristen sebelumnya selain anda.

    Klo untuk alasan lain.. Aku 'gak tau, setauku biasa biasa saja tuh !

    Kecuali klo anda menawari mereka daging babi (sudah pasti shok) ''gelli'' hehe....

    Sumber: terraj
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.