Tommy ditanyakan dalam Hiburan dan MusikJajak Pendapat & Survei · 10 tahun yang lalu

jgn nangis bacanya ya mohon penilainnya ini bs menjadi inspirasi untuk menjadi orang tua yg bijak smg brmnfaat?

Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun

Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.

Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya... karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.

Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.

Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, "Kerjaan siapa ini !!!" ....

Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ' Saya tidak tahu..tuan." "Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?" hardik si isteri lagi.

Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata "DIta yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik ...kan!" katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali2 ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.

Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan.

Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa... Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.

Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka2 dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka2nya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. "Oleskan obat saja!" jawab bapak si anak.

Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. "Dita demam, Bu"...jawab pembantunya ringkas. "Kasih minum panadol aja ," jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya. Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. "Sore nanti kita bawa ke klinik. Pukul 5.00 sudah siap" kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. "Tidak ada pilihan.." kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut..."Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah" kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.

Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. "Ayah.. ibu... Dita tida

16 Jawaban

Peringkat
  • 10 tahun yang lalu
    Jawaban Favorit

    Ya gw juga pernah baca itu. dan gw setuju sama @Avalon Be kalo cerita loe kepotong. Versi gw....dari yg pernah gw baca.....si anak menangis dan berkata kepada ayahnya......" Ayah...maafkan dita yah....dita janji ga akan nakal lagi, tapi....kembalikan tangan Dita ayah.....

    Gw ga bisa bayangin gmn perasaan si ayah saat itu ya....

    dia mau jawab gimana coba seandainya si anak terus meminta tangannya dikembalikan.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • ?
    Lv 5
    10 tahun yang lalu

    keren zekali ,,,

    Sumber: yuki^^
    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 10 tahun yang lalu

    jujur setelah membaca'y, tanpa sengaja aer mata aye meleleh keluar...

    makacee yah atas cerita'y, mudah"an aye bisa menjadi orang tua nyank bisa mengerti n memahami isi hati n kondisi anak aye kelak....

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 10 tahun yang lalu

    Bagus !!!!'

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 10 tahun yang lalu

    mengharukan..

    :mewek:

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 10 tahun yang lalu

    Ini pernah gw baca di majalah....

    Kalo versi majalah itu, ceritanya berada di luar negeri bukan di Indonesia, terus mukulnya itu kalo gak salah pake besi, bukan pake ranting kecil(Aneh deh, pake ranting kecil kok bisa luka sampai benanah gitu sampai kedua tangannya dipotong)

    Kalo versi yang pernah saya baca di majalah, anaknya tu cowok, trus mukul-mukul mobil baru ayanya pake palu, trus waktu ayahnya lihat, dia marah dan mukul kedua tangan anaknya dengan palu itu, stelah ayahnya sadar, dia langsung membawa anaknya ke rumah sakit. Tapi kata dokter, tulang jari-jari tangan anaknya udah pada hancur dan harus diamputasi semua.... Tapi yang bikin sedih itu, kata-kata anaknya yang polos setelah jarinya dipotong, "Ayah, maafkan aku karena telah merusak mobilmu, tapi kapan jari-jariku akan tumbuh kembali?"

    Ini versi inggrisnya:

    It is difficult to love a person, especially when you don't know how to express your feelings. Worse still, if you are unsure of the person's feelings, the uncertainty can really tear your heart...

    This is a true story that happened in the States. A man came out of his home to admire his new truck. To his puzzlement, his 3-year-old son was happily hammering dents into the shiny paint.

    The man ran to his son, knocked him away, and hammered the little boy's hands into a pulp as punishment. When the father calmed down, he rushed his son to the hospital. Although the doctor tried desperately to save the crushed bones, he finally had to amputate the fingers from both the boy's hands.

    When the boy woke up from the surgery and saw his bandaged stubs, he innocently asked, "Daddy, I'm sorry about your truck, but when are my fingers going to grow back?"

    The father went home and committed suicide.

    Think about the story the next time you see someone spill milk at a dinner table or hear a baby crying. Think first before you lose your patience with someone you love. Trucks can be repaired. Broken bones and hurt feelings often can't. Too often we fail to recognize the difference between the person and the performance. People make mistakes.

    Pesan moralnya: Mobil yang rusak masih dapat diperbaiki, tapi tulang dan hati yang hancur tidak dapat diperbaiki

    Trus ceritamu ini kayaknya terpotong deh...

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    10 tahun yang lalu

    sdih bget.... ksihan ank tu, bpakny dah klwtan.... saking sayangnya sm mobil KRIDITny ampek lp sm anak. ibuny jg tu goblook!!! klu bpkny lg mrah sm anak hrusny sbgai ibunya hrus mmblany biarpn si anak slah bgtupun sblikny sm bpkny

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    10 tahun yang lalu

    saya tidak menangis tapi, itu untuk pelajaran bagi orang tua di seluruh indonesia, agar seluruh orang tua di indonesia harus peduli terhadap anaknya, dan tidak bermain fisik seperti: pukul, dan lain lain

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Lisza
    Lv 6
    10 tahun yang lalu

    kasian...

    itu ceritanya kepotong ya?

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 10 tahun yang lalu

    Hiks hiks kasihan anak itu :' ( dasar orang tua bodo! anak itu titipan Allah! Semua titipan itu tidak boleh dirusak! Kalo ngasih pelajaran jangan kayak gitu dong!!! Nasehatin anaknya dengan lembut! Bukannya disiksa!! dikasih akibat baru nyadar!!!

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.