.
Lv 6
. ditanyakan dalam Masyarakat & BudayaHari LiburRamadhan · 9 tahun yang lalu

Melengkapi postingan tentang sholat berjamaah di masjid....................?

As-salaamu'alaikum warohmatullooh wabarokaatuh!

Melengkapi postingan saudara kita @OrioN di http://id.answers.yahoo.com/question/index;_ylt=Ak... tentang sholat berjamaah di masjid, berikut sebuah artikel terkait dengan hal tersebut.

Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata. Kemudian apabila mereka (yang shalat bersamamu) sujud (telah menyempurnakan satu rakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum shalat, lalu shalatlah mereka denganmu.(QS An-Nisa: 102)

Ayat di atas merupakan dalil yang sangat jelas, bahwa shalat berjamaah hukumnya fardhu 'ain bukan hanya sunnah atau fardhu kifayah, karena Allah SWT tidak menggugurkan kewajiban berjamaah bagi rombongan kedua dengan telah berjamaahnya rombongan pertama. Seandainya hukum shalat berjamaah sunah, tentu keadaan takut dari musuh (ketika perang) adalah udzur (keringanan) yang utama. Dan seandainya hukum shalat jamaah fardhu kifayah, tentu shalat jamaah telah gugur dengan berjamaahnya rombongan pertama (Ibnul Qoyyim, Kitab Sholat, hal. 138).

Lebih lanjut lagi Al-Allamah As-Sinqithi berkata "Ayat ini merupakan dalil yang sangat jelas tentang wajibnya shalat berjamaah." (Adwaul Bayan 1/216).

Sebuah fakta yang ada di depan mata kita adalah bahwa banyaknya kaum muslimin sekarang yang meremehkan shalat terlebih shalat berjamaah di masjid.

Sebagai seorang muslim kita pasti mengerti tentang kedudukan shalat berjamaah yang begitu tinggi dalam Islam. Betapa sering Allah SWT dan Rasul-Nya menyebut kata shalat, memerintah untuk melaksanakannya secara tepat waktu dan berjamaah, bahkan bermalas-malasan dalam melaksanakan shalat merupakan salah satu tanda kemunafikan.

Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah bersabda, "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku berkeinginan untuk memerintahkan mengumpulkan kayu bakar lalu dibakar, kemudian aku memerintahkan agar adzan dikumandangkan. Lalu aku juga memerintah seseorang untuk mengimami manusia, lalu aku berangkat kepada kaum laki-laki (yang tidak shalat) dan membakar rumah-rumah mereka (HR Bukhari 644 dan Muslim 651).

Perawi hadis yang sangat masyhur Imam Bukhari memuat hadis ini ke dalam bab "Wajibnya Shalat Berjamaah". Begitu juga yang diungkapkan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar bahwa hadits ini secara jelas menunjukkan bahwa shalat berjamaah hukumnya fardhu 'ain.

Sebab jika hukumnya sunnah, maka tidak mungkin Rasulullah mengancam orang yang meninggalkannya dengan ancaman rumahnya dibakar (Fathul Bari 2/125). Ibnu Daqiq Al-'Ied berkata bahwa para ulama yang berpendapat fardhu 'ain berdalil dengan hadis ini, sebab jika hukumnya fardhu kifayah, tentu telah gugur dengan perbuatan Rasulullah dan para sahabat yang shalat berjamaah.

Hadits yang lain juga mengisahkan bahwa Abu Hurairah berkata, ada seorang buta datang kepada Rasulullah seraya berkata, Ya Rasulallah, tidak ada seorang yang menuntunku ke masjid, adakah keringanan bagiku? Jawab Nabi, "Ya." Ketika orang itu berpaling, Rasulullah bertanya, "Apakah kamu mendengar adzan?" Jawab orang itu, "Ya". Kata Nabi selanjutnya, "Kalau begitu penuhilah!" (HR Muslim: 653).

Lepas dari itu, shalat berjamaah banyak manfaatnya. Di antara hikmah disyariatkannya shalat berjamaah adalah, pertama, mengokohkan persaudaraan sesama Muslim.

Kedua, menampakkan syiar Islam dan izzah (kemuliaan/kejayaan) kaum muslimin. Karena syiar Islam yang paling utama adalah shalat. Seandainya kaum muslimin shalat di rumah/kamarnya masing-masing, mungkinkah syiar Islam akan tampak? Sungguh di balik keluar masuknya umat Islam ke masjid terdapat izzah (kemuliaan/kejayaan) yang sangat dibenci oleh musuh-musuh Islam.

Ketiga, kesempatan menimba ilmu. Betapa banyak orang mendapat hidayah, ilmu dan cahaya lewat perantara shalat berjama'ah.

Dan keempat, belajar disiplin. Inilah salah satu hikmah terpenting yang terkandung dalam shalat berjamaah. Seorang Muslim akan menjadi manusia unggul bila shalatnya bermutu tinggi dan dilakukan dengan berjama’ah. Seorang Muslim yang shalatnya berkualitas, niscaya akan mampu menangkap hikmah yang amat mengesankan dari shalatnya tersebut, yaitu hidup tertib, selalu rapi, bersih, dan disiplin. Inilah jalan menuju pribadi berkualitas yang akan menuai kemenangan di dunia dan akhirat.

Perbarui:

Karena orang yang memiliki kesanggupan untuk mendisiplinkan diri dengan baik akan mampu menertibkan segala sesuatu di sekelilingnya, dengan cara menempatkan sesuatu pada tempatnya (wadh’u asy-syai fi mahallihi). Dia tidak perlu lagi kehilangan banyak waktu secara percuma karena lupa letak suatu barang yang diperlukan. Pembagian waktu yang adil akan bermanfaat bagi peningkatan kualitas diri, sedangkan kebiasaan hidup tertib dan disiplin akan menghemat waktu dari kemungkinan sia-sia.

Perbarui 2:

Shalat berjamaah tidak hanya menjadi ukuran kadar keimanan seseorang, tapi juga menjadi ukuran seberapa besar seorang muslim mampu mendisiplinkan dirinya. Jarak waktu shalat fardhu yang telah Allah atur sedemikian rupa dan dibarengi perintah shalat berjama’ah adalah salah satu bentuk ukuran kadar keimanan seseorang kepada Allah SWT, dan tentu di baliknya tersimpan hikmah yang begitu besar.

8 Jawaban

Peringkat
  • Anonim
    9 tahun yang lalu
    Jawaban Terbaik

    Wa'alaiku salam

    duh... postinganku jadi inspirasi ya. jadi malu

    Sungguh mengherankan sholat dilakukan hanya pada sisa sisa waktu

    Bila tak ada waktu tersisa maka tak ada sholat.

    Suatu hari imam masjid ditempatku pernah menasehatiku

    " sholat itu bagi laki laki adalah dimasjid awal waktu dan berjamaah."

    bila karena pekerjaan sedang tanggung sholat ditunda dulu.

    kemudian sholat dirumah/tempat kerja juga gak apa apa

    kemudian terlewat sesekali gak apa apa bisa dikodho

    maka kalo sudah seperti itu kita akan merasa terbebani dengan sholat

    lebih buruk lagi kita akan berfikir kalo gak pake sholat kayaknya lebih efektip

    Makanya bila terdengar azan segera tinggalkan perkerjaan.

    bayangkan suara azan itu adalah seruan Nabi Nuh, masjid itu adalah perahu Nabi Nuh, kita tidak boleh terlambat memasukinya, kalo gak mau binasa tenggelam.

    bayangkan kalo ini adalah sholat terakhir kita

    bayangkan kalo 5 menit lagi kita akan mati

    Sumber: ... dan aku bukan teroris
    • Masuk untuk membalas jawaban
  • .
    Lv 7
    9 tahun yang lalu

    waalaikumsalam wr wb

    betul menurut saya sudah banyak orang yang lupa

    akan sholat setan sudah semakin banyak dan sudah mulai

    mengalahkan akal pikiran dan juga bathin

    sungguh semakin kesini

    maka semakin lupa akan sholat berjamaah

    adzan bukan menjadi patokan untuk segera sholat

    sering diacuhkan bahkan ada bebrapa orang

    yang sering menututp kupingnya dan lebih memilih untuk

    menyetel musik daripada untuk mendengarkan hanya sebuah adzan yang hanya

    tak kurang dari 3 menit

    masya allah

    saya juga ada cerita tentang sholat berjamaah

    Di zaman Abu Bakar r.a ada seorang lelaki yang meninggal dunia dan

    sewaktu mereka menyembahyanginya tiba-tiba kain kafan itu bergerak.

    Apabila mereka membuka kain kafan itu mereka melihat ada seekor ular

    sedang membelit leher mayat tersebut serta memakan daging dan menghisap

    darah mayat. Lalu mereka cuba membunuh ular itu.

    Apabila mereka cuba untuk membunuh ular itu, maka berkata ular tersebut,

    "Laa ilaaha illallahu Muhammadu Rasulullah, menagapakah kamu semua

    hendak membunuh aku? Aku tidak berdosa dan aku tidak bersalah. Allah

    S.W.T yang memerintahkan kepadaku supaya menyeksanya sehingga

    sampai hari kiamat."

    Lalu para sahabat bertanya, "Apakah kesalahan yang telah dilakukan oleh

    mayat ini?"

    Berkata ular, "Dia telah melakukan tiga kesalahan, di antaranya :"

    1. Apabila dia mendengar azan, dia tidak mahu datang untuk sembahyang

    berjamaah.

    1. Dia tidak mahu keluarkan zakat hartanya.

    1. Dia tidak mahu mendengar nasihat para ulama.

    Maka inilah balasannya

    semoga saya anda tidak termasuk kedalam orang tersebut

    saya sedang masa tahap perubahan dalam diri saya

    maaf bila ada salah kata

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • ishak
    Lv 7
    9 tahun yang lalu

    Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh.

    Benar. Saya hanya menjawab setengah-setengah saja. Saya takut tidak sepenuhnya konsisten, apa yang saya jawab dan dan yang saya lakukan di alam realitas. Terus-terang, kadang begitu rajinnya saya shalat jamaah, bahkan saat di perjalanan tiba-tiba mampir di Masjid. Kadang tiba-tiba muncul lagi kemalasan. Tapi apa yang Anda disampaikan adalah sebuah pelajaran yang sangat berarti bagi umat muslim untuk mengingatkan kembali.

    -- Sekedar bernostalgia --

    Saya teringat masa lalu di kampung halaman. Saat menjelang shalat magrib, anak-anak, pemuda, ibu-ibu, bahkan nenek-nenek dan kakak begitu berbondong-bondong ke Masjid. Mereka saling menyapa dan saling mengajak untuk segera ke Masjid. "Ayo, cepat-cepat, kita ke Masjid. Begitu sapaan mereka. Terasa malu rasanya jika tidak memenuhi panggilan-panggilan mereka saat berada di jalan.

    Betapa indahnya kehidupan di kala itu. Saling ajak-mengajak menuju kebaikan. Tapi kini, masya Allah, keindahan itu sudah hilang. Orang membaca al quran setelah magrib, jarang lagi terdengar. Digantikan oleh musik-musik dan kegiatan-kegiatan yang kehilangan keislaman. Bahkan, tahun berganti tahun, panggilan antar sesama untuk ke masjid sudah mulai hilang. Yang ada hanyalah anak-anak muda yang ngebut-ngubutan. Bangga dengan kehidupan duniawi.

    Ya.. itulah kehidupan. Semoga kita kembali kepada kehidupan ibadah yang indah itu. Kita ingin, agar sebelum adzan berkumandang, setiap dari kita, saling ajak-mengajak untuk ke masjid, beribadah bersama.

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 9 tahun yang lalu

    wa'alaikum salam wa rahmatullahi wa barakaatuh.

    "Dari Abu Darda' radhiallaahu anhu, ia berkata, 'Aku mendengar

    Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam bersabda, 'Tidaklah

    berkumpul tiga orang, baik di suatu desa maupun di dusun,

    kemudian di sana tidak dilaksanakan shalat berjama'ah, terkecuali

    syaitan telah menguasai mereka. Maka hendaklah kamu senantiasa

    bersama jama'ah (golongan yang banyak), karena sesungguhnya

    serigala hanya akan memangsa domba yang jauh terpisah (dari

    rombongannya)'." (HR. Ahmad, Abu Daud, An-Nasai dan

    lainnya, hadits hasan )

    Shalat berjama'ah bisa dilaksanakan dengan seorang

    makmum dan seorang imam, sekalipun salah seorang di

    antaranya adalah anak kecil atau perempuan. Dan semakin

    banyak jumlah jama'ah dalam shalat semakin disukai oleh

    Allah Subhanahu wa Ta'ala.

    "Dari Ibnu Abbas radhiallaahu anhuma , ia berkata, 'Aku pernah

    bermalam di rumah bibiku, Maimunah (salah satu istri Nabi

    shallallaahu alaihi wasallam), kemudian Nabi shallallaahu alaihi

    wasallam bangun untuk shalat malam, maka aku pun ikut bangun

    untuk shalat bersamanya, aku berdiri di samping kiri beliau, lalu

    beliau menarik kepalaku dan menempatkanku di samping

    kanannya'." (Muttafaq 'alaih)

    "Dari Ubay bin Ka'ab radhiallaahu anhu, ia berkata, 'Rasulullah

    shallallaahu alaihi wasallam bersabda, Shalat seseorang bersama

    orang lain (berdua) lebih besar pahalanya dan lebih mensucikan

    daripada shalat sendirian, dan shalat seseorang ditemani oleh dua

    orang lain (bertiga) lebih besar pahalanya dan lebih menyucikan

    daripada shalat dengan ditemani satu orang (berdua), dan semakin

    banyak (jumlah jama'ah) semakin disukai oleh Allah Ta'ala'." (HR.

    Ahmad, Abu Daud dan An-Nasai, hadits hasan)

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • Anonim
    9 tahun yang lalu

    wa'alaikum salam wr wb

    saya selalu menghayal suatu masa masjid akan selalu penuh disetiap waktu sholat seperti penuhnya saat jumatan.

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • zsy
    Lv 4
    9 tahun yang lalu

    hukum sholat jama'ah menurut sebagian ulama adalah fardhu ain, sebagian yang lain berpendapat fardhu kifayah dan sebagian lagi berpendapat sunnah mu'akkad (sunnah yang dikuatkan)...pendapat yang terakhir ini (sunnah mu'akkad) dipandang sebagai pendapat yang paling kuat, kecuali sholat jama'ah dalam sholat jum'at.... sholat jama'ah lima waktu bagi orang laki-laki di masjid lebih baik daripada sholat jama'ah di rumah, kecuali sholat sunnah... bagi prempuan (terutama yg masih muda)lebih baik di rumah daripada di masjid, karena lebih aman bagi mereka....

    Sumber: kata guruku
    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    6 tahun yang lalu

    Telah dijelaskan di dalam Al-Qur'an:

    وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَكَذَّبُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَآ أُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

    "Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (Al-Qur'an), mereka itu penghuni Neraka; dan mereka kekal di dalamnya".

    Referensi:

    Al-Baqarah: 39

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • lofty
    Lv 4
    3 tahun yang lalu

    Telah dijelaskan di dalam Al-Qur'an: ??????????? ????????? ???????????? ??????????????? ???????????? ????????? ???????? ? ???? ?????? ?????????? "Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (Al-Qur'an), mereka itu penghuni Neraka; dan mereka kekal di dalamnya". Referensi: Al-Baqarah: 39

    • Masuk untuk membalas jawaban
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.