Benarkah Silsilah Yesus lebih Mulia daripada Silsilah Nabi Muhammad saw?

Benarkah silsilah moyang Yesus melalui Ishak dengan ibunya Sara, lebih mulia daripada silsilah moyangnya nabi Muhammad melalui Ismael dan ibunya yang bernama Hagar? Pertanyaan ini sangat menarik sekali, sebab banyak umat Kristiani yang berpendapat seperti itu. Bahkan dalam berbagai brosur diterbitkan oleh salah... tampikan lainnya Benarkah silsilah moyang Yesus melalui Ishak dengan ibunya Sara, lebih mulia daripada silsilah moyangnya nabi Muhammad melalui Ismael dan ibunya yang bernama Hagar?

Pertanyaan ini sangat menarik sekali, sebab banyak umat Kristiani yang berpendapat seperti itu. Bahkan dalam berbagai brosur diterbitkan oleh salah satu lembaga Kristen yang tersebar kemana-mana, seolah ingin membentuk seatu opini dimasyarakat muslim maupun Kristen bahwa leluhur nabi Muhammad yaitu Ismael dengan ibunya Hagar hanyalah merupakan orang turunan budak yang tekutuk.

Setelah kami teliti dalam Alkitab, ternyata tuduhan itu sama sekali tidaklah beralasan. Memang Hagar hanyalah seorang budak atau pembantu rumah tangga tetapi apakah seorang budak atau pembantu rumah tangga dimata Allah lebih rendah daripada majikannya? Ternyata tidak, sebagaimana telah dibuktikan pada pertanyaan pertama, dimana tuduhan tersebut jusrtu dibantah oleh Alkitab itu sendiri,

Jika Tuhan dalam Alkitab membeda-bedakan orang hanya karena status sosial saja, berarti tidak pantas Dia itu bisa disebut Tuhan, sebab Tuhan itu Maha Adil. Dimata Tuhan semua umat manusia sama kedudukannya. Yang membedakan mereka hanyalah ketaqwaan kepada-Nya saja, karena Dia tidak membeda-bedakan orang (Ulangan 10:17, Mazmur 22:25, Kis 10:34-35 dan Kol 3:25). Yang paling mulia disisi-Nya ialah yang paling bertaqwa, sebagaimana firman-Nya dalam Al Qur�an :



Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS 49 Al Hujuraat 13)


�Inna akramakum �indallaahi atqaakum.�

�Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah yang lebih taqwa diantara kamu."

Sekarang mari kita lihat ayat Alkitab itu sendiri, apakah perkawinan Abraham dan Hagar bermasalah atau tidak.



Perkawinan Abraham dan Hagar

�Adapun Sarai, ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang mesir, Hagar namanya. Berkatalah Sarai kepada Abraham : �Engkau tahu, Tuhan tidak memberikan aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu ; mungkinoleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak.� Dan Abraham mendengarkan perkataan Sarai. Jadi Sarai, istri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesiar itu, - yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan -, lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya.� (Kej 16:1-3)

Dari ayat Alkitab (Bible) tersebut, ternyata perkawinan antara Abraham dan Hagar tidak bermasalah, sebab yang menyuruh Abraham kawin dengan Hagar adalah Sara istri pertama Abraham. Soal Hagar hanya budaknya Sara, itu bukan masalah, sebab hal itu hanya sekedar perbedaan status sosial saja. Tetapi di mata Allah sudah sudah dijelaskan�tidak!

Sekarang marilah kita tengok dalam Alkitab itu sendiri, bagaimana perkawinan antara Abraham dengan Sara, apakah bermasalah atau tidak?
Update: Perkawinan Abraham dan Sara �Lalu Abraham berangkat dari situ ke tanah Negeb dan ia menetap antara Kadesh dan Syur. Ia tinggal di Gerar sebagai orang asing. Oleh karena Abraham telah mengatakan tentang Sara, istrinya : �Dia saudaraku,� maka Abimelekh,raja Gerar, mengambil Sara. Tetapi pada waktu malam Allah datang... tampikan lainnya Perkawinan Abraham dan Sara

�Lalu Abraham berangkat dari situ ke tanah Negeb dan ia menetap antara Kadesh dan Syur. Ia tinggal di Gerar sebagai orang asing. Oleh karena Abraham telah mengatakan tentang Sara, istrinya : �Dia saudaraku,� maka Abimelekh,raja Gerar, mengambil Sara. Tetapi pada waktu malam Allah datang kepada Abimelekh dalam suatu mimpi dan serta berfirman kepadanya : �Egkau harus mati karena perempuan yang telah kau ambil itu; sebab ia sudah ia bersuami.� Adapun Abimelakh belum menghampiri Sara. Berkatalah ia : �Tuhan! Apakah Engkau membunuh bangsa yang tak bersalah? Bukankah orang itu sendiri mengatakan kepadaku: Dia saudaraku? Dan perempuan itu sendiri mengatakan : �ia saudaraku. Jadi hal ini kulakukan dengan hati yang tulus dan dengan tangan yang suci.� Lalu berfirmanlah Allah kepadanya dalam mimpi : �Aku tahu juga, bahwa engkau telah melakukan hal itu dengan hati yang tulus, maka Akupun telah mencegah engaku untuk berbuat dosa terhadap Aku;
Update 2: sebab itu Aku tidak membiarkan engkau menjamah dia. Jadi sekarang, kemablikanlah istri orang itu, sebab dia seorang nabi; ia akan berdoa untuk engkau, maka engkau tetap hidup; tetapi jika engkau tidak mengembalikan dia, ketahuilah, engkau pasti mati, dan semua orang yang bersama-sama dengan engkau.� Keesokan... tampikan lainnya sebab itu Aku tidak membiarkan engkau menjamah dia. Jadi sekarang, kemablikanlah istri orang itu, sebab dia seorang nabi; ia akan berdoa untuk engkau, maka engkau tetap hidup; tetapi jika engkau tidak mengembalikan dia, ketahuilah, engkau pasti mati, dan semua orang yang bersama-sama dengan engkau.� Keesokan harinya pagi-pagi Abimelekh memanggil semua hambanya dan memberitahukan seluruh peristiwa itu kepada mereka, lalu sangat takutlah orang-orang itu kemudian Abimelekh memanggil Abraham dan berkata kepadanya: �Perbuatan apakah yang kau lakukan ini kepada kami, dan kesalahan apakah yang kulakukan terhadap engakau, sehingga engaku menentang dosa besar atas diriku dan kerajaanku? Engkau telah berbuat hai-hal yang tidak patut kepadaku. : � Lagi kata Abimelekhkepada Abraham : �Aku berpikir: Takut akan Allah tidak ada tempat ini;tentulah aku akan dibunuh karena isteriku. Lagipula ia bemar-benar saudaraku, anak ayahku, hanya bukan anak ibuku, tetapi kemudian ia menjadi isteriku.� (Kej 20:1-
Update 3: Dari jalan cerita dari Abraham dalam Alkitab tersebut, memberikan kesan buruk kepada kita sebagai berikut: * Hanya karena takut kepada raja, Abraham rela memberikan isterinya. * Abraham tidak pantas harus mengawini adiknya sendiri, anak ayahnya dari isteri yang lain. * Abraham... tampikan lainnya Dari jalan cerita dari Abraham dalam Alkitab tersebut, memberikan kesan buruk kepada kita sebagai berikut:

*

Hanya karena takut kepada raja, Abraham rela memberikan isterinya.
*

Abraham tidak pantas harus mengawini adiknya sendiri, anak ayahnya dari isteri yang lain.
*

Abraham tidak amanah kepada seorang raja daripada Allah.
*

Abraham tidak amanah dalam menjaga kehormatan isterinya.
*

Abraham bukanlah seorang suami yang baik.

Timbullah pertanyaan, � Apakah sah perkawinan Abraham dan Sara?�

Untuk itu biarlah Alkitab sendiri yang akan memberiakan jawaban. Marilah kita simak firman Allah dalam Alkitab (Bible) sebagai berikut:
Update 4: �Bila seorang laki-laki mengambil saudaranya perempuan, anak ayahnya atau anak ibunya,maka mereka bersetubuh, maka harus suatu perbuatan sumbang, dan harus dilenyapkan didepan orang-orang sebangsanya; orang itu telah menyingkap aurat saudarnya perempuan, maka ia harus menaggung kesalahannya sendiri.� (Imamat... tampikan lainnya �Bila seorang laki-laki mengambil saudaranya perempuan, anak ayahnya atau anak ibunya,maka mereka bersetubuh, maka harus suatu perbuatan sumbang, dan harus dilenyapkan didepan orang-orang sebangsanya; orang itu telah menyingkap aurat saudarnya perempuan, maka ia harus menaggung kesalahannya sendiri.� (Imamat 20:17)

�Terkutuklah orang yang tidur dengan saudaranya perempuan, anak ayah atau anak ibunya. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata : Amin� (Ulangan 27:22)

Update 5: Ayat Alkitab tersebut memberikan jawaban yang telah bisa dipercaya, sebab diambil langsung dari Alkitab sebagai firman Allah. Karena jawaban tersebut berasal dari Allah, maka jelas bahwa perkawinan Abraham dengan Sara justru bermasalah besar, karena ternyata mereka berdua harus dilenyapkan diantara orang-orang... tampikan lainnya Ayat Alkitab tersebut memberikan jawaban yang telah bisa dipercaya, sebab diambil langsung dari Alkitab sebagai firman Allah. Karena jawaban tersebut berasal dari Allah, maka jelas bahwa perkawinan Abraham dengan Sara justru bermasalah besar, karena ternyata mereka berdua harus dilenyapkan diantara orang-orang sebangsanya, karena Abrahaam telah menyingkap aurat saudaranya perempuan. Dengan demikian berarti perkawinan Abraham dengan Hagar (leluhur Muhammad Saw.) justru yang telah mulia di sisi Allah.

Kalau Alkitab melecehkan dan meneppatkan sebagai suami yang tidak pantas karena mela-kukan hal-hal yang tercela, bagaimana Al Qur�an berbicara tentang Nabi Ibrahim. Perhatikan ayat Al Qur�an sebagai berikut�



�wa idzib talaa ibraahiima rabbuhuu bi kalimaa-tin fa atammahunna qaala innii jaa�iluka lin naasi imaaman qaala wa min dzurriyyatii qaa laa yanaalu �ahdizh zhaalimiin.�
Update 6: Dan (ingatlah) ketika Ibrahim diuji[1] Tuhannya dengan beberapa kali kalimat (Perintah dan larangan), lalu Ibrahim melaksanakannya dengan baik. Allah berfirman, �Sesungguhnya Aku akan menja-dikan engkau pemimpin bagi manusia.� Ibrahim berkata (berdoa), �Dan dari keturunanku[2] (juga)!� Allah berfirman, �Janjiku... tampikan lainnya Dan (ingatlah) ketika Ibrahim diuji[1] Tuhannya dengan beberapa kali kalimat (Perintah dan larangan), lalu Ibrahim melaksanakannya dengan baik. Allah berfirman, �Sesungguhnya Aku akan menja-dikan engkau pemimpin bagi manusia.� Ibrahim berkata (berdoa), �Dan dari keturunanku[2] (juga)!� Allah berfirman, �Janjiku (ini) tidak diperoleh orang-orang yang zalim.� (Qs 2 Al Baqarah 124)

�maa kaama Ibraahiimu yahuudiyyaw wa laa nashaaniyyaw wa laakin kaana kanifam muslimaw wa maa kaana minal musyrikiin.�

�Tiada Ibrahim itu orang yahudi dan tidak (pula) orang Nasrani, tetapi dia seorang yang lurus[3] lagi muslim, dan dia tidak termasuk orang-orang musyrik.� (Qs 3 Ali �Imraan 67)
Update 7: wa man ahsanu diimim man aslama wajhahuu lillaahi wa huwa mushinuw wat taba�a millata ibraahiima maniifaw wat takhadzallaahu ibtaahiima khaliilaa.� �Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang menyerahkan dirinya kepada Allah sedang dia berbuat kebaikan dan dia mengikuti ibrahim yang lurus? Dan Allah... tampikan lainnya wa man ahsanu diimim man aslama wajhahuu lillaahi wa huwa mushinuw wat taba�a millata ibraahiima maniifaw wat takhadzallaahu ibtaahiima khaliilaa.�

�Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang menyerahkan dirinya kepada Allah sedang dia berbuat kebaikan dan dia mengikuti ibrahim yang lurus? Dan Allah menjadikan Ibrahim kesayangan-Nya.� (Qs 4 An Nisaa� 125).



Sungguh sangat luar biasa Allah memuji dan memuliakan nabi Ibrahim dalam Al Qur�an, dimana ujian Allah berikan kepadanya dilaksanakannya dengan sabar dan baik, bahkan Ibrahim dijadikan sebagai seorang pemimpin bagi umat manusia. Lebih daripada itu Allah jadikan Ibrahim sebagai orang kesayangan_Nya. Subhanallah!!
Update 8: CATATAN : [1]. Ujian terhadap Nabi Ibrahim a.s. diantaranya: membangun Ka'bah, membersihkan ka'bah dari kemusyrikan, mengorbankan anaknya Ismail, menghadapi raja Namrudz dan lain-lain. , [2]. Allah telah mengabulkan doa Nabi ibrahim a.s., karena banyak di antara rasul-rasul itu adalah keturunan Nabi Ibrahim a.s.... tampikan lainnya CATATAN : [1]. Ujian terhadap Nabi Ibrahim a.s. diantaranya: membangun Ka'bah, membersihkan ka'bah dari kemusyrikan, mengorbankan anaknya Ismail, menghadapi raja Namrudz dan lain-lain. , [2]. Allah telah mengabulkan doa Nabi ibrahim a.s., karena banyak di antara rasul-rasul itu adalah keturunan Nabi Ibrahim a.s. [3]. Lurus berarti jauh dari syirik (mempersekutukan Allah) dan jauh dari kesesatan.
7 jawaban 7