Renungan - Kemuliaan Melalui Kematian?

Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa

tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.

( Yohanes 12:25 )

Seorang pemadam kebakaran, sering kali harus mempertaruhkan nyawa saat menghadapi kobaran api demi menyelamatkan jiwa orang lain. Tidak jarang mereka berhasil dalam tugasnya, namun tidak sedikit pula petugas pemadam kebakaran yang mengorbankan nyawanya sendiri demi orang lain.

Sambutan orang banyak yang luar biasa terhadap Tuhan YESUS, membuat beberapa orang Yunani yang menuju Yerusalem ingin bertemu Dia (ayat 20-22). Mengapa mereka ingin bertemu Tuhan YESUS? Kemungkinan karena mereka telah mendengar bahwa Tuhan YESUS membangkitkan Lazarus. Namun, jawaban Tuhan YESUS bagi mereka terdengar janggal sebab Ia justru bicara soal waktu dan kemuliaan (ayat 23). Tuhan YESUS membicarakan tentang diri-Nya sebagai Anak Manusia yang telah ditentukan jalan hidup-Nya untuk mati bagi orang banyak. Ia berbicara tentang kemuliaan yang akan diterima-Nya dari Allah saat Ia mengorbankan diri-Nya sendiri bagi orang banyak itu.

Tuhan YESUS memakai ilustrasi satu biji yang harus mati supaya menghasilkan banyak buah. Ia mengumpamakan kematian-Nya itu dengan kematian satu biji itu, supaya menghasilkan banyak kehidupan bagi orang banyak (ay 24).

"Agar dapat melakukan kehendak Tuhan, seseorang harus menganggap rendah dirinya sendiri: seseorang yang makin "mati" bagi dirinya sendiri akan makin hidup dalam kehendak Tuhan." Memang tidak mudah "mati" bagi diri sendiri supaya menolong banyak orang lain, tetapi di akhir jalannya ia akan menuai kemuliaan, yaitu pengakuan dari Allah Bapa.

Maukah Anda menjadi bagian dari rencana Tuhan bagi dunia ini ?

11 Jawaban

Peringkat
  • 9 tahun yang lalu
    Jawaban Terbaik

    Apa yang telah di Korbankan oleh Yesus Kristus, cukup satu kali saja.

    Pengorbanan yang sangat menyakitkan itu, tidak akan terulang lagi.

    Kita harus bersyukur dalam hidup sekarang ini, bisa menikmati pengorbanan-Nya itu.

    Sebab memang itu semua sudah menjadi Rencana Allah Bapa untuk manusia di bumi ini.

    Saya lebih baik mematikan kedagingan sekarang didalam Yesus Kristus, dari pada nanti mati dan tidak pernah melakukan Firman2Nya.

    Banyak muslim menyangka kita mau merubah pikiran mereka untuk masuk ke dalam Agama Kristen. Padahal kita hanya ingin agar mereka juga menerima keselamatan yang sudah kita nikmati, yang diberikan oleh Yesus Kristus.

    Kalau tadinya kita buta Rohani dan sekarang dapat melihat oleh karena Firman2 Nya, mengapa kita tidak mau memberitahukan kepada saudara2 kita yang masih Buta!

    INJIL Matius

    11:27 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.

    11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

    Sumber: PP,PB
  • 9 tahun yang lalu

    Konsep kematian menurut ilmu kedokteran

    Penyebab kematian menurut ilmu kedokteran tidak berhubungan dengan

    jatuhnya manusia ke dalam dosa atau dengan Allah, melainkan diakibatkan

    tidak berfungsinya organ tertentu dari tubuh manusia. Kematian menurut

    dokter H. Tabrani Rab dapat disebabkan empat faktor: (1) berhentinya

    pernafasan, (2) matinya jaringan otak, (3) tidak berdenyutnya jantung

    serta (4) adanya pembusukan pada jaringan tertentu oleh

    bakteri-bakteri11. Seseorang dinyatakan mati menurut Dr. Sunatrio

    bilamana fungsi spontan pernafasan/paru-paru dan jantung telah berhenti

    secara pasti atau telah terbukti terjadi kematian batang otak12. Dengan

    demikian, kematian berarti berhentinya bekerja secara total paru-paru

    dan jantung atau otak pada suatu makhluk. Dalam ilmu kedokteran, jiwa

    dan tubuh tidak dapat dipisahkan. Belum dapat dibuktikan bahwa tubuh

    dapat dipisahkan dari jiwa dan jiwa itu baka. Manusia dipahami secara

    holistik atau utuh.13.

    immortalitas jiwa dapat ditemui dalam filsafat, budaya dan ajaran

    agama, termasuk Kekristenan. Paham immortalitas jiwa, mengakibatkan

    cara memahami pesan Alkitab seperti Kejadian 1:27 ada dalam bingkai

    immortalitas jiwa. Saya secara pribadi menerima dengan keyakinan iman

    pandangan teologis Andarias Kabanga’ tentang keutuhan manusia baik

    dalam hidup maupun matinya. Immortalitas jiwa sebagaimana filsafat

    Plato, kepercayaan tradisionil suku Batak atau pandangan teologi Calvin

    dan Sproul tidak dapat saya terima karena membingungkan dan menyesatkan

    sebab manusia dipahami secara terpecah belah dimana jiwa/roh dinilai

    mulia dan tubuh dinilai jahat. Karenanya bagi saya yang berlatar

    belakang suku Batak, menjadi jelas mengapa orang Batak mengekspresikan

    dukacitanya secara mendalam sewaktu meratapi mendiang sebab berakarnya

    paham immortalitas jiwa..

  • ria
    Lv 6
    9 tahun yang lalu

    Jika kita sudah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruslamat,kita harus mau turut dalam rencana Tuhan. Gbu

  • Anonim
    9 tahun yang lalu

    Walau aku muslim,Kuhargai postinganmu yang tanpa menyudutkan agama lain...

  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • Anonim
    9 tahun yang lalu

    Setiap menuju ke kematian tentu SALAH, manusia selalu berusaha menuju ke hidup dan selalu hidup, itu ada caranya dengan tahu diri sendiri sebagai manusia dan secara bertahap tahu putaran demi putaran diri sendiri hingga titik awal, itu yang tertinggi.

    Bukan modal tulisan orang lain, ga guna.

    NGAKU MANUSIA TAPI TIDAK TAHU DIRI SENDIRI SEBAGAI MANUSIA, TAPI SOK TAHU MASA LALU, ajaran yang menjerumuskan manusia BUTA AKAN DIRI SENDIRI DAN DIMANFAATKAN ORANG LAIN MENJADI BUDAKNYA, dengan modal tulisan, inilah KEKEJAMAN MANUSIA TERBESAR.

    HINDARI Si TUKANG CERITA masa lalu dan perbaiki diri sendiri sebagai manusia.

    Pada dasarnya ada kelemahan di AGAMA itu, yang intinya dari buku dan cerita saja.

    Setiap perbedaan dipastikan SALAH, karena kita berada pada satu tempat.

    Bila sifatnya hanya untuk kelompok tentu akan TERBATAS dan sulit untuk menuju sempurna.

    Di Dunia ini tidak ada kelompok yang berhasil dengan baik, agama modal buku dipastikan salah untuk pedoman hidup. Manusia dengan organ yang sama selalu TUNGGAL, bukan kelompok.

    HIDUP dengan pedoman yang terbaik.

    Boleh saja saat ini membahas masa lalu tapi TIDAK PERNAH BENAR.

    Bila ingin benar maka harus mampu melakukan tiap detik yang sama dahulu dan sekarang sama, dipastikan selalu ada manusia yang mampu untuk hal tsb.

    Manusia normal hanya punya 2 cara , pedoman.

    Manusia memiliki 2 pedoman ; 1. Pedoman dengan kitab suci, buku yang disucikan, cara ini memang dipercaya manusia terbanyak, tapi kebenaran dan ketepatan sangatlah lemah, karena satu dan lainnya berbeda dan saat lahir agama itu belum ada teknologi membuat buku, kelompok agama selalu berusaha untuk berkembang dengan cara cara yang tidak terarah, tanpa tujuan jelas, selalu ada unsur PENIPUAN dalam prakteknya hingga manusia dalam jumlah sangat besar TERJERUMUS pada jalan hidup yang salah, selalu bertemu masalah, PICIK, dan selalu berkelompok, tidak pernah kenal diri sendiri selalu GAGAL untuk mencapai tahu alam semesta tanpa alat bantu.TELITI apa yang akan digunakan untuk diri sendiri, jangan asal percaya saja.

    Cara modal buku selalu hanya tahu dari hidup menuju kematian saja.

    2. Pedoman dengan MELIHAT, MERASAKAN, BERTEMU dengan OBYEKNYA, dimanapun, kapanpun, mulai dari tahu diri sendiri hingga tahu alam semesta tanpa alat bantu, manusia hidup tiap detiknya selalu maju maka harus ada CONTOH HIDUP dan JALAN HIDUP yang SAMA dengan pertama kali manusia hidup, pertama kali bumi dan isinya berputar serta planet lainnya HINGGA SAAT INI dan akan DATANG TETAP SAMA, SERTA APA YANG ADA DIDALAM TUBUH MANUSIA NORMAL SANGATLAH LENGKAP, hingga saat menjalani kehidupan jauh lebih baik, bukan kelompok tapi pribadi manusia yang berguna untuk diri sendiri.

    Cara ini tidak mengenal kematian, dasarnya selalu digunakan untuk hidup kapanpun, setiap saat, Cara yang benar tidak kenal kegagalan.

    Pada LEVEL INI manusia memiliki kemampuan yang disebut TEKNOLOGI ALAM SEJATI, seperti gunung meletus, gempa, tsunami, badai, banjir besar, petir dan dapat digunakan untuk membuka kehidupan diplanet lainnya dengan bumi sebagai contoh, serta dalam membuat keturunan tidak harus bersetubuh, tidak bersentuhan dan masih banyak lagi, inilah MANUSIA NORMAL yang sadar akan diri sendiri amat berguna.

    Sumber: Lihat karya BOROBUDUR, PRAMBANAN, itu dibuat oleh masing masing satu orang dari awal, pembuatan batu di dalam perut gunung hingga meletus, membersihkan tempat, membuat patung hingga menyusun, ini bukti, tentu ada TEKNOLOGINYA dan manusia yang terbaik selalu memiliki teknologi itu dan masih banyak lagi diantaranya untuk membuka kehidupan diplanet lain, dengan cara yang sama saat pertama kali bumi dan isinya berputar.
  • Anonim
    9 tahun yang lalu

    aku hargai postinganmu

    .

  • 9 tahun yang lalu

    maaf

  • Anonim
    9 tahun yang lalu

    Lakum dinukum Waliadin (untukku agamaku, untukmu agamamu),

  • 9 tahun yang lalu

    Terimakasih. Tp saya tidak mau menjadi rencana tuhan anda. Biarlah engkau mewakili diri saya menjadi bagian dalam rencana tuhan anda. Terimakasih sebelumnya atas bantuan dan perwakilan anda.

  • 9 tahun yang lalu

    Pagi2 udah di kasih sarapan tuhan yesus, ehmmm yesus itu bukan tuhan, karena TIDAK ADA TUHAN SELAIN ALLAH jadi yang lain adalah hamba ALLAH, tidak ada yang berkuasa selain ALLAH.

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.