Anonim
Anonim ditanyakan dalam Masyarakat & BudayaAgama & Kepercayaan · 8 tahun yang lalu

Khusus muslim, untuk yang muslim tolong jelaskan ini? part 3?

e. apakah tuhan islam benar benar maha tahu?

AT TAUBAH {15}

وَيُذْهِبَ غَيْظَ قُلُوبِهِمْ وَيَتُوبَ اللهُ عَلَى مَن يَشَآءُ وَاللهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

[9.15] dan menghilangkan panas hati orang-orang mukmin. Dan Allah menerima tobat orang yang dikehendaki-Nya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

hal ini sangat bertengan dengan :

AT TAUBAH {16}

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تُتْرَكُوا وَلَمَّا يَعْلَمِ اللهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنكُمْ وَلَمْ يَتَخِذُوا مِنْ دُونِ اللهِ وَلاَرَسُولِهِ وَلاَالْمُؤْمِنِينَ وَلِيجَةً وَاللهُ خَبِيرُُ بِمَا تَعْمَلُونَ

[9.16] Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

kita bisa lihat dalam satu surah ini saja sudah tidak jelas komitment sifat ketuhanan islam, dalam ayat 15 dikatakan tuhan maha tahu, tapi dalam ayat 16 dikatakan tuhan pernah atau memiliki waktu "belum tahu"

benarkah tuhan islam jalan yang lurus?

Maryam {36}

وَإِنَّ اللهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ هَذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيمٌ

[19.36] Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus.

hal ini sangat bertentangan dengan :

Ali Imran {54}

وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللهُ وَاللهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

[3.54] Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya

ayat diatas mematahkan dalil ayat sebelumnya tentang "tuhan islam jalan yang lurus" , fakta dalam ayat berikutnya adalah tuhan islam penipu terhebat yang

pernah ada.

8 Jawaban

Peringkat
  • Anonim
    8 tahun yang lalu
    Jawaban Terbaik

    "membalas tipu daya" TIDAK SAMA DENGAN "menipu juga", bisa juga dengan cara lain

    misalnya kamu menipu saya,

    > aku balas kamu dengan misalnya "kamu tidak aku beri pinjaman buku"

    > aku balas kamu dengan misalnya "mengurangi fasilitas yang kuberikan padamu"

    dsbnya

    Dalam ayat tsb TIDAK DISEBUTKAN bahwa "Allah menipu" tetapi disebutkan "membalas tipu daya"

    ---------

    Lain halnya ayatnya Paulus

    2 Korintus 12

    (16) Baiklah, aku sendiri tidak merupakan suatu beban bagi kamu, tetapi--kamu katakan--dalam kelicikanku aku telah menjerat kamu dengan tipu daya.

    disini sangat JELAS bahwa Paulus mengaku sebagai PENIPU yang LICIK

    .

    Sumber: belajar bahasa yang tekun ya, jangan sampai terkecoh
  • 8 tahun yang lalu

    Isa...JALAN YANG LURUS.

    Salam sejahtera.

  • Anonim
    8 tahun yang lalu

    yang

    dimaksud

    pembalas

    tipu

    daya

    bukan

    berarti

    dengan

    cara

    menipu

    juga...

    jika

    anda

    ditipu

    apakah

    anda

    akan

    membalasnya

    dengan

    menipu

    kembali?

    tentu

    tidak,,

    pasti

    dengan

    hukuman

    lain

    yang

    setimpal...

    karena ALLAH SWT maha adil maka Allah sebaik-baik pembalas semua perbuatan...

  • Anonim
    8 tahun yang lalu

    Ya sudah jelas dijawab rekan2 user diatas.....

    dan hanya bagi orang-orang yang mau membuka mata hatinya bisa mmfaham Al-Qor'an dengan baik,dan bukan dengan hawa nafsu.....

    Salam.

  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 8 tahun yang lalu

    Masalah tipu daya karena orang kafir yg memulai tipu daya maka dengan balasan sendirinya tipu daya itu menimpa mereka. itu memang jalan yg lurus karena manusia setimpal dengan amal perbuatannya.

  • ishak
    Lv 7
    8 tahun yang lalu

    -- Ya, kita adalah ciptaan, tentu sebagai pencipta mengetahui ciptaanya.

    -- Apakah kamu mengira engkan akan dibiarkan begitu saja tanpa pertanggungjawaban.--

    Betul. Setiap manusia harus bertanggung jawab. Keluarga Anda misalnya dibunuh dan diperkosa, apakah dengan mudahnya pelaku tersebut bebas tanpa dimintai pertanggungjawaban?

    -- Setiap orang itu harus diuji, seorang hamba bukan sekedar mengatakan, saya telah beriman, padahal belum teruji.

    - Islam itu jalan yang lurus. Yang bengkok atau tersesat itu menyembah selain Allah.

    Sepertinya Anda belum terlatih menempatkan sesuatu pada tempatnya, menghubung-hubungan sesuatu yang tidak berkaitan.

  • Anonim
    8 tahun yang lalu

    1.apakah kamu tidak melihat kata "Mengira" pada penggalan ayat di atas? Dan ayat selanjut nya allah berfirman bahwa ia maha tau segalanya..

    2.pada ayat ini, tipudaya untuk siapa? Orang2 kafir yang sudah tertutup hatinya?.. Dan allah memberikan jalan yang lurus bagi siapa yang ia khendaki..

  • 8 tahun yang lalu

    Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. 9:16)

    ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

    Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah At Taubah 16

    أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تُتْرَكُوا وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَلَمْ يَتَّخِذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلَا رَسُولِهِ وَلَا الْمُؤْمِنِينَ وَلِيجَةً وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ (16)

    Pada ayat ini Allah memberikan peringatan yang sangat penting kepada kaum Muslimin yang disebabkan sesuatu hal sudah merasa berat untuk memerangi lagi orang-orang musyrikin, yaitu Allah menjelaskan maksudnya ialah bahwa Allah mengajak dan mendorong mereka supaya berpikir dan mempertimbangkan dengan penuh kesadaran dan keinsafan tentang hal-hal berikut:

    a. Apakah mereka sudah sungguh-sungguh melaksanakan jihad selama ini sebagaimana mestinya?

    b. Apakah orang-orang musyrik tidak akan memerangi mereka lagi dan tidak akan melanggar sumpah perjanjian sebagaimana yang biasa mereka lakukan?

    c. Apakah orang musyrik tidak akan mencerca agama Islam lagi dan menghalang-halangi orang untuk menganutnya sebagaimana mereka lakukan semenjak lahirnya agama Islam.

    d. Apakah kaum muslimin sudah lupa tingkah laku orang-orang munafik yang menikam Nabi dan kaum muslimin dari belakang?

    e. Apakah orang-orang muslimin dibiarkan saja tanpa mendapat cobaan dan ujian tanpa diketahui siapa-siapa yang benar-benar beriman dan berjihad di jalan Allah dan tidak mengambil orang-orang musyrikin menjadi teman kepercayaan?

    Jadi ayat ini menerangkan kepada kaum muslimin bagaimana seharusnya mereka, yaitu harus tabah menghadapi segala macam cobaan dan ujian, tidak boleh merasa cepat puas dari hasil yang sudah dicapai dan tidak boleh pula malas dan bosan untuk meneruskan jihad, mereka juga harus mengetahui kewajiban menjaga dan waspada terhadap segala tipu daya musuh, dan tidak boleh menjadikan mereka teman yang akrab. Hal ini sudah banyak diperingatkan di dalam Alquran, antara lain firman Allah

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ

    Artinya:

    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan dalam hati mereka lebih besar lagi.

    (Q.S. Ali Imran: 118)

    Selanjutnya pada akhir ayat diterangkan, bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang dikerjakan orang-orang muslim dalam melaksanakan perintah berjihad dan apa yang terkandung dalam hati mereka, dan oleh karena itulah diperintahkan supaya mereka mematuhi petunjuk dan perintah Allah sebaik-baiknya.

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.