Apakah Umat kristen mampu menjawab postingan ini sesuai dengan konteks pertanyaan..?

Heemmm... Apakah kedatangan Yesus untuk menebus dosa manusia ? “Tuhan itu tidak saja Maha Kasih tetapi juga Adil atas semua mahluk ciptaan Nya ” Kedatangan Yesus untuk menebus dosa manusia dengan darahnya bukanlah suatu konsep yang pertama kali ada dimuka bumi ini, Paganisme pada masa lalu telah mengenal konsep... tampikan lainnya Heemmm... Apakah kedatangan Yesus untuk menebus dosa manusia ?
“Tuhan itu tidak saja Maha Kasih tetapi
juga Adil atas semua mahluk ciptaan Nya ”
Kedatangan Yesus untuk menebus dosa manusia dengan darahnya bukanlah suatu konsep yang pertama kali ada dimuka bumi ini, Paganisme pada masa lalu telah mengenal konsep ini. Mithraismemengajarkan hal yang tidak jauh berbeda dengan doktrin Kristen saat ini mengenai penebusan dosa.
hemmm... Ada banyak kemiripan antara ajaran Mithraisme dengan Kristen, tetapi hal ini tidak akan @Juminten bicarajkan, nggak percaya juminten? silahkan searching dengan keyword “Mithra” atau “Mithraism”
Hemm... Para utusan Tuhan yang kita kenal dalam sejarah yang mengajarkan Keesaan Tuhan tidak pernah sekalipun memperkenalkan konsep dosa asal/dosa waris. Mereka tidak pernah mengajarkan penebusan dosa melalui darah.
Alasan bahwa kedatangan Yesus sebagai Tuhan yang hadir dimuka bumi untuk menebus dosa manusia dengan darahnya tidak saja bertentangan akal sehat dan ajaran para utusan Tuhan pada terdahulu namu juga berkontradiksi langsung dengan Alkitab.
Seandainya dosa asal/waris itu benar-benar ada dan hanya bisa dihilangkan dengan cara demikian , ini menimbulkan beberapa pertanyaan.
- Bagaimana Nasib para utusan Tuhan pada masa lalu beserta umatnya ?
- Untuk apa Tuhan mengutus mereka ?
- Haruskah mereka masuk neraka karena dosa asal/waris ?
Jika YA, apakah ini kasih ? apakah ini wujud dari keadilan?
Jika TIDAK, apakah ini berarti tanpa “darah” Yesus seseorang mendapat keselamatan ? Apakah “darah” itu masih diperlukan ? Apakah ini tidak menentang iman Kristen itu sendiri ?
Sebagaimana Nuh as, Sulaiman/Salomon as, David/Daud as, Musa as, Isa/Yesus, Muhammad saw dll, ajarkan. Dosa tidak dapat diwariskan , setiap orang hanya bertanggung jawab atas perbuatan masing-masing. Jadi dosa asal dan waris itu tidak ada, Dosa asal/waris bukanlah ajaran yang berasal dari Yesus.
“ Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.” Yehezkiel 18:20
Terlihat disini bahwa masing masing manusia harus berani mempertanggungjawabkan perbuatannya, tidak peduli apapun bentuk perbuatannya, masing-masing mendapat balasan
sesuai dengan apa yang dikerjakan, dan ini adalah salah satu bentuk keadilan dari Tuhan.
Hmmm... so bagaimana pengikut paulus bisa menjelaskanya kepada Juminten dan khusunya umat Islam?

silakan dijawab dengan Ilmu tanpa mengedepankan kebencian dan semacamnya
15 jawaban 15