promotion image of download ymail app
Promoted
kapten cinta ditanyakan dalam Masyarakat & BudayaAgama & Kepercayaan · 9 tahun yang lalu

Apa arti hidup ini menurut kalian semua prennn.......?

Suwun.........

* Nb: Lagi nimba air nehhh, besok pagi biar ndak ngantri lama......... kikiki............

15 Jawaban

Peringkat
  • ishak
    Lv 7
    9 tahun yang lalu
    Jawaban Favorit

    Mencoba berbagi prend...

    -- Meski kerap berbagi itu saling bersinggungan ---

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    9 tahun yang lalu

    menurut saya, 'arti hidup ini adalah laksana air mengalir, ikuti alurnya'

    kalo menurut ahlinya, berikut ini :

    Tujuan hidup adalah untuk beribadah kepada Allah. Benar bahwa Allah tidak butuh kepada kita, kitalah yang butuh kepada-Nya. Kiranya perlu dijelaskan di sini mengapa kita harus beribadah.

    Manusia, bahkan seluruh makhluk yang berkehendak dan berperasaan, adalah hamba-hamba Allah. Hamba (‘abd) —sebagaimana dikemukakan di atas— adalah makhluk yang dimiliki, dikuasai. Pemilikan Allah atas hamba-Nya adalah kepemilikan mutlak dan sempurna. Oleh karena itu, makhluk tidak dapat berdiri sendiri dalam kehidupan dan aktivitasnya, kecuali dalam hal-hal yang oleh Allah swt. telah dianugerahkan untuk dimiliki makhluk-Nya —seperti kebebasan memilih— walaupun kebebasan itu tidak mengurangi kemutlakan kepemilikan Allah.

    Atas dasar kepemilikan mutlak Allah itu, lahir kewajiban menerima semua ketetapan-Nya, serta menaati seluruh perintah dan larangan-Nya. Atas dasar itu pula manusia tidak dibenarkan memilah-milah aktivitasnya, sebagian karena Allah dan sebagian untuk yang lain. Katakanlah, “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku adalah demi Allah Pemelihara seluruh alam” (QS. al-An‘âm [6]: 162).

    Dari sini dapat dipahami mengapa perintah beribadah dalam al-Qur’an dikaitkan antara lain dengan sifat rubûbiyyah (pemeliharaan) Allah, misalnya: Wahai seluruh manusia, beribadahlah kepada (Tuhanmu) yang memelihara kamu dan menciptakan kamu dan orang-orang sebelum kamu (QS. al-Baqarah [2]: 21), atau Sesungguhnya umat ini adalah umat yang satu dan Aku adalah Tuhan Pemeliharamu maka beribadahlah kepada-Ku (QS. al-Anbiyâ’ [21]: 92).

    Perintah beribadah dikaitkan juga dengan perintah berserah diri setelah upaya yang maksimal (tawakkal), seperti dalam firman-Nya: Milik Allah rahasia langit dan bumi dan kepada-Nyalah dikembalikan seluruh persoalan, karena itu beribadahlah kepada-Nya dan berserah dirilah (QS. Hûd [11]: 123).

    Di sisi lain, di dalam al-Qur’an, ditemukan banyak ayat yang menegaskan bahwa keagungan dan kekuatan hanya milik Allah (antara lain QS. al-Baqarah [2]: 165) dan bahwa tuhan-tuhan yang disembah manusia dan diduga dapat membantu, tidak lain adalah hamba-hamba Allah swt. juga, sebagaimana halnya para penyembah mereka (QS. al- A‘râf [7]: 194).

    Kalau seseorang menyadari betapa mutlaknya kepemilikan Allah dan betapa kuat dan berkuasanya Sang Pencipta itu, maka pengejewantahan kesadaran itu adalah ketundukan dan penyerahan diri kepada-Nya. Ini sejalan dengan hukum yang berlaku di mana-mana serta diakui—suka atau tidak—oleh seluruh makhluk: pengakuan faktual yang dicerminkan oleh ketundukan yang lemah kepada yang kuat, yang butuh kepada yang mampu, dan yang hina kepada yang mulia. Demikian seterusnya sebagaimana tampak jelas dalam kehidupan nyata, karena ia adalah suatu hukum atau ketetapan fitri yang tidak dapat dielakkan oleh siapa pun.

    Allah swt. adalah wujud yang Maha Agung, Maha Kuat, dan amat dibutuhkan oleh semua makhluk. Oleh karena itu, puncak dari ketundukan harus diarahkan hanya kepada-Nya semata. Benar bahwa Allah membenarkan seseorang tunduk dan taat kepada manusia, namun ketundukan dan ketaatan itu tidak boleh bertentangan dengan ketetapan-Nya. Atas dasar inilah lâ thâ‘ah li makhlûq fî ma‘shiyat al-khâliq, “Tidak dibenarkan taat kepada makhluk (bila ketaatan itu) mengantar kepada kedurhakaan terhadap al-Khâliq.” Di samping itu, ketundukan kepada selain Allah tidak boleh mencapai puncak ketundukan, atau dengan kata lain tidak dibenarkan beribadah kecuali kepada Allah.

    M Quraish Shihab - Dewan Pakar Pusat Studi al-Qur’an

    Demikian, wallahu a’lam.

    Sumber: M Quraish Shihab - Dewan Pakar Pusat Studi al-Qur’an
    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • HOKAGE
    Lv 4
    9 tahun yang lalu

    Mencari kebenaran yang hakiki.....

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 9 tahun yang lalu

    Puas2in lah....

    Anugerah Tuhan yg paling indah....

    kalo masih bisa hidup.....

    hihihi Avatarmu wes bali ne.....

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • fjr
    Lv 6
    9 tahun yang lalu

    Hidup untuk mati. Mati untuk hidup.

    Hayooo.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 9 tahun yang lalu

    Hidup ini adalah persiapan untuk hidup yg selanjutnya.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 9 tahun yang lalu

    hidup itu seperti ;

    "NIMBA AIR MALAM MALAM BUAT BESOK PAGI"

    bila kita berusaha keras untuk mencapai citacita atau keinginan maka sudah barang tentu kita akan menikmati hasil jerih payah kita esok.

    dan start lah dari awal supaya kita mendapat peluang dan kesempatan yang lebih besar, dari pada mereka yang start dibelakang.

    Sumber: mudah mudahan bermanfaat. Amin xixixixixi
    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 9 tahun yang lalu

    Perjuangan, usaha, ikhtiar

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • mokhsa
    Lv 6
    9 tahun yang lalu

    hidup adalah pengorbanan..

    Terpikir entar lagi mau kurban..kiki.

    Dimasak apa ki yg enak...?

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    9 tahun yang lalu

    arti hidup saya, adalah apa yang akan saya siapkan bagi orang2 yang menjadi tanggung saya, menjaminkan rasa aman dan bahagia

    ==============

    air di rumahku masih banyak pak de, mandi aja di rumahku, gratisssss rasah mbayar...

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 9 tahun yang lalu

    hidup itu kadang terasa menyenangkan dan kadang membosankan..?.. tergantung cara menjalaninya..

    Sumber: anak kos yo..?
    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.