Anonim
Anonim ditanyakan dalam Masyarakat & BudayaAgama & Kepercayaan · 8 tahun yang lalu

Fatwa Ulama Tentang Atraksi Ilmu Debus / Ilmu Kesaktian?

Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia se-Jawa dan Lampung mengeluarkan fatwa bahwa kesenian tradisional debus dengan menggunakan bantuan jin, setan dan mantera-mantera, hukumnya adalah haram karena termasuk kategori sihir.

Ketua MUI Provinsi Banten bidang Ormas dan Hubungan Luar Negeri KH Aminuddin Ibrahim di Serang, , dalam rakorda MUI se-Jawa dan Lampung tersebut dibahas bahwa debus dan atraksi-atraksi sejenisnya dalam pandangan Islam ada yang dibolehkan namun ada yang tidak dibolehkan.

Menurut Aminuddin, diantaranya yang tidak dibolehkan tersebut adalah atraksi-atraksi yang menggunakan bantuan tenaga jin, setan atau mantera-mantera karena termasuk sihir dan perbuatan syirik termasuk di dalamnya debus yang menggunakan kekuatan tersebut maupun dengan ayat-ayat qur`an yang dibolak-balik.

“Tetapi kalau kemampuan itu diperoleh dari latihan keterampilan dan oleh tubuh tidak ada masalah asal jangan dicampur-campur juga,” katanya usai penutupan rakor tersebut.

Aminuddin mengatakan, fatwa tersebut bukan bertujuan menghilangkan nilai seni dan budaya dari debus yang selama ini menjadi ciri khas atau ikon suatu daerah seperti di Banten, tetapi berlaku untuk di semua daerah mana pun juga, sepanjang debus atau atraksi sejenis menggunakan kekuatan-kekuatan setan, jin atau mantera-mantera.

Dalam fatwa tersebut, MUI menimbang bahwa debus serta hal-hal lain yang sejenis akhir-akhir ini semakin merebak dengan bebas dan tersiar secara luas di tengah-tengah masyarakat, baik melalui media cetak dan elektronik, maupun media komunikasi modern.

Dengan demikian, dalam kenyataan debus telah menimbulkan berbagai dampak negatif bagi umat Islam khususnya dan bangsa Indonesia umumnya, terutama generasi muda pada akidah Islamiyah maupun terhadap sendi-sendi kehidupan masyarakat yang beradab dan berilmu pengetahuan.

Selain itu debus sudah menjadi ikon suatu daerah dan sebagian besar umat Islam dan bangsa Indonesia, baik masyarakat umum maupun para penyelenggara negara, dianggap belum memberikan perhatian maksimal dan belum mengetahui secara tepat pandangan Islam terhadap debus serta hal-hal terkait lainnya.

Selain fatwa tentang debus, maka rakor ke VII MUI se-Jawa dan Lampung di Serang 11-12 Agustus tersebut yang dihadiri sekitar 150 peserta juga mengeluarkan fatwa mengenai hipnotis dan hukum khitan bagi perempuan yang masih terdapat

Fatwa Atraksi Debus

Oleh : Syekh Abdul Aziz bin BaazMufti ‘Aam Kerajaan Saudi Arabia-rahimahullah rahmatan wasi’ah-

Pertanyaan:

Seseorang bertanya : Di sebagian tempat di Yaman kami temui orang-orang yang disebut As-Saadah. Mereka melakukan perbuatan-perbuatan yang menafikan agama seperti meramal dan lain-lain. Mereka mengaku dapat mengobati orang-orang yang sakitnya kronis, dan sewaktu-waktu memperlihatkan atraksi menusuk-nusuk tubuh mereka dengan pisau atau memotong-motong lidah mereka secara berulang-ulang tanpa hal tersebut membuat mereka menderita. Di antara mereka ada yang shalat, namun sebagiannya lagi tidak shalat. Mereka menikahi orang-orang dari selain sanak keluarga mereka, namun tidak menikahkan sanak keluarga mereka dengan orang lain. Dan ketika berdoa bagi orang yang sakit, mereka mengucapkan, “Ya Allah, ya Fulan (nama salah satu leluhur mereka)”.

Para manusia mengagungkan mereka, menganggap mereka sebagai paranormal dan orang-orang yang dekat dengan Allah. Bahkan mereka disebut sebagai “Lelakinya Allah”. Dan sekarang masyarakat terpecah dalam permasalahan ini. Sebagian menolak mereka, mereka adalah golongan para pemuda dan sebagian penuntu ilmu. Sebagian lagi senantiasa berpegang dengan mereka, mereka ini adalah golongan tua dan selain penuntut ilmu. Ini membutuhkan kesediaanmu untuk menjelaskan hakikat pemasalahan ini.

Jawaban:

Orang-orang tersebut dan juga yang seperti mereka merupakan sekelompok sufi yang memiliki amalan-aman mungkar serta perbuatan-perbuatan yang batil. Mereka juga merupakan sekelompok peramal yang telah disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Barangsiapa mendatangi ‘arraaf’ (tukang ramal)) dan bertanya kepadanya, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh hari.” (HR. Muslim 11/273, Ahmad 33/457, 47/199)

Ini karena pengakuan mereka mengetahui perkara gaib, pelayanan dan penyembahan mereka kepada para jin, serta penipuan mereka terhadap manusia dengan perbuatan sihir yang mereka

selengkapnya ada fotonya: http://metafisis.wordpress.com/2010/01/12/fatwa-ul...

4 Jawaban

Peringkat
  • Anonim
    8 tahun yang lalu
    Jawaban Terbaik

    debus???

    maksutnya apa ya,,,,

    itu agama atau tradisi, atau budaya?

  • 8 tahun yang lalu

    sebagian kecil orang tenggelam dalam samudra keharibaan tuhan

    tapi sebagian besar orang terjebak kepada kekuatan2 diluar kemampuan manusia biasa yang condong pada kemusyrikan dan kemungkaran

    kebal senjata untuk atraksi dan ada yang untuk merampok, ada yang digunakan untuk hiburan di tv DLL, aneh memang

    wahai WAHABI mana yang kalian PILIH

    KOK GOBLOK MASIH DIBUDIDAYAKAN

    GEK SOPO SING MEMINTA2 PADA ORANG MATI

    LA WONG KE KUBURAN AJA TIDAK BISA JALAN SENDIRI

    BERDO'A JUGA SUDAH TIDAK BISA, MAKAN MINUM JUGA TIDAK BISA

    WAHAI KAUM WAHABI, jika kalian memang suci dan dekat dengan tuhanmu

    pergilah ke dukun tenung dan mintalah kalian semua untuk ditenung atau disantet

    berani gak, kalo kagak berani imanmu itu sangat lemah lemah lemah dan lemah

    artinya kamu semua masih takut sama setan dan iblis

    nabi menitipkan beberapa karung ilmu

    sebagian karung diajarkan kepada khalayak umum

    sebagian tidak diajarkan secara umum ( secara khusus )

    karena menyangkut perkara2 siri dan perkara2 ghoib ( bukan makhluk2 ghoib )

    banyak orang tidak mengerti tentang ajaran sangkan paraning dumadi atau asal usul kejadian

    walau mereka sudah ikut wejangan atau kajian dari para guru spiritual

    karena mereka mengejar kekuatan supranatural, mistis dan lain2 yang sebenarnya tidak ada hubungannya

    itulah kesalahan pemahaman para pengikut ajaran tersebut, termasuk orang2 yang tak mau tapi yang sok tahu

    ajaran sangkan paraning dumadi adalah warisan nenek moyang dari jalur hindu

    dimana pesan dari ajaran tersebut disimbolkan sebagai arca lingga ( mr.P ) dan arca yoni ( mrs.V )

    pada candi2 hindu

    pengahayatan akan asal usul kejadian manusia juga disindir dalam injil dan qur'an

    semua orang tahu bahwa mereka berasal dari seitik air yang hina

    tapi sebagian besar orang tidak bisa menghayati makna dari pesan tersebut

    baru diciptakan dari setetes air mani aja sudah sok kuasa, sok brutal, sok suci dan sebagainya

    lihat dan perhatikan para pejabat dan aparat pada bejat dan laknat dari rakyat

    BAGAIMANA JADINYA MANUSIA KALO DICIPTAKAN DARI BATU CAIR (MAGMA YANG MEMBARA )

    kehalusan budi, keridhaan illahi dalam hati, dan semua yang baik2 dalam ajaran agama

    akan sejalan dengan hari dan sanubari jika mereka semua mau menghayati

    APAKAH KALIAN TIDAK INGAT

    tuhan tidak pernah memandang kekayaanmu, kecantikanmu, kepandianmu dan lain2

    dan ternyata tuhan hanya memandang dan menilai kalian semua dari sifat hati kalian

    coba cek di kitab suci apapun

    adakah sebagian tersebut bertentangan dengan kitab suci

    kalo ada orang yang berbuat tidak sesuai ketentuan kitab2 agama, coba cek dulu akalnya

    si dia itu terjebak pada pikiran2nya yuang sesat

    kebanyakan orang memahami bahwa penghayatan manunggaling kawula gusti adalah

    bahwa si manusia tersebut menyatu dengan tuhan

    atau manusia adalah pengejawantahan dari tuhan itu sendiri

    sehinngga beberapa murid mengiyakan kalo guru agamanya adalah dekat dengan tuhan

    bahkan ada yang mengatakan gurunya itulah tuhan yang turun ke dunia

    itulah sekilas tentang kisah sebagian besar umat terjebak dalam kesesatan yang nyata

    padahal manunggaling kawula gusti adalah suatu metode pengajaran dari seorang mursid/guru

    agar lebih mudah dalam menuju keridhaan illahi, menumpahkan kepasrahan total pada tuhan

    salah satu tuntunan dalam ajaran manunggaling kawula gusrti adalah

    x) jika berbuat baik, anggaplah itu perbuatan tuhan, dan jangan dikau-aku sebagai amalanmu ( maksudnya secara ikhlas dan total ridha ) dasarnya adalah la qaula dan seterusnya

    xx) jika berbuat dosa, itu adalah dosamu sendiri, dan tanggung sendiri akibatnya

    coba deh pikir2

    makamnya orang beribadah dengan ridha itu

    jelas levelnya lebih tinggi dari pada beribadah ingin surga / menjauhi dosa karena takut oleh neraka

    akeh akehe wong, podo ra ngertine wae sok tahu

    kamu kok seperti aku, jamaah PERKEMI

    PERSATUAN KEMERUH INDONESIA

  • 8 tahun yang lalu

    namanya aja seni........

    kok jadi dibikin ribet

    salam

  • 8 tahun yang lalu

    nebeng 2 poin

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.