Anonim
Anonim ditanyakan dalam Berita & PeristiwaPeristiwa Terkini · 8 tahun yang lalu

Seseorang yang berpindah agama adalah orang yang tidak paham akan ajaran agamanya. Apakah anda setuju?

Memang tidak semua seperti itu. Ada juga yang berpindah karena hatinya memang yakin dan dia mendapatkan ketenangan dari keyakinannya yang sekarang.

Bagaimana cara membedakan orang yang benar2 mendapatkan hidayah atau hanya mendapatkan sekedar "hidayah"?

=========

contoh pertama adalah Ali Makrus At Tamimi. Bagi umat Islam yang bijaksana, tentu hanya tersenyum atau tertawa mendengar kesaksian Ali Makrus bahwa sumur Zam Zam itu terletak di Madinah, sumur Zam Zam itu airnya impor dari Indonesia, tujuan shalat subuh untuk menanti bangkitnya Yesus, dsb. Bodoh sekali bagi saudara Kristen yang mengagumi sosok Ali Makrus. Mau2nya ditipu...

Contoh yang kedua adalah Irene Handono. Mantan biarawati yang ternyata belum sempat menjadi biarawati ini... Kisah hidupnya penuh kejanggalan. Masuk Islam dan terus2an melecehkan ajaran Kristen. Padahal dia sendiri tidak lebih dari seorang penipu. Kesaksiannya gampang dibantah dan terlalu dangkal untuk dikatakan kritis. Bagi muslim yang mengagumi sosok Irene tidak kalah bodohnya dengan Kristen yang mengagumi sosok Ali Makrus. Mau2nya ditipu...

==========

Bandingkan dengan kesaksian pak Samsudin, tukang bakso yang tinggal di sebelah rumah saya. Saat ditanyai mengapa masuk kristen, beliau menjawab bahwa kristen memberi damai dihatinya, Tuhan Yesus mengobati kesusahan hidupnya dan menolak membeberkan kejelekan2 agama sebelumnya sebab beliau hanya ingin hidup damai dalam nama Kristus.

Begitu pula kesaksian2 dari kebanyakan orang tionghoa yang memeluk agama Islam. Menurut mereka, Islam adalah agama yang membawa kesejukan. al-Ikhlash adalah firman Allah yang terindah, dsb. Namun mereka enggan membicarakan keburukan agama sebelumnya sebab mereka berpindah agama bukan karena ada agama yang buruk, namun Islam membawa damai di hati.

==========

sudah dapat membedakan mana yang mendapat hidayah dengan mana yang dapat "hidayah" (baca inspirasi) untuk menghasilkan income dengan cara menipu? Salam...

5 Jawaban

Peringkat
  • Anonim
    8 tahun yang lalu
    Jawaban Terbaik

    Ane sering ketemu orang yang keluar dari agamanya, dan sebenarnya sangat paham dengan ajarannya. Banyak yang keluar dari Islam justru setelah mempelajari alkoran, tafsir, hadith, dan sejarah islam secara mendalam. Tidak sedikit juga yang keluar dari kristen setelah menghabiskan beberapa tahun mempelajari bible secara intensif, ga sedikit diantaranya mantan pendeta atau lulusan sekolah theologi. Pengetahuan orang-orang ini ga kalah kalau dibandingkan dengan ulama, kiai, pendeta, atau pastor. Lalu kenapa orang-orang ini keluar? Karena menemukan bahwa ajaran agama yang mereka anut selama ini ternyata SALAH.

    Yang ane lihat justru "hidayah" seringkali datang ke orang-orang yang justru ga paham ajaran agama. Pak Samsudin masuk kristen karena alasan "nyaman". Orang-orang tionghoa yang ente sebutin pindah ke islam karena alasan "sejuk". Rasa nyaman dan sejuk ga ada hubungannya dengan tingkat pemahaman tapi berhubungan dengan emosi.

    Kesimpulannya:

    - GA BISA dikatakan bahwa seseorang pindah atau keluar dari agama karena alasan ga paham. Dengan demikian ane GA SETUJU dengan pernyataan ente.

    *Edit for typos.

  • Anonim
    5 tahun yang lalu

    Bahan Renugan:

    "Berbagai Bencana yang ada di negeri ini bagi Orang Kafir merupakan Azab dari Allah SWT, sedangkan bagi orang mukmin merupakan teguran, cobaan atau ujian bagi keimanan mereka".

  • Anonim
    8 tahun yang lalu

    AGAMA YA AGAMA SAJA.

    JADI AGAMA YANG BENAR adalah AGAMA YANG BER ISI TENTANG KEMAMPUAN MANUSIA, cara dan tahu menuju ke arah alam semesta, tentu secara bertahap, dan saat ini ada, selalu ditutupi dengan cara yang dilihat kasat mata, yaitu menyembah patung dengan hio, tapi biasanya disitu ada manusia yang memiliki kemampuan yang baik, dan bagi yang jeli maka akan mendapatkannya, jumlahnya tidak banyak.

    Janganlah hanya tahu mengasah tubuh sendiri hanya sepotong saja, dihati saja, itu keliru, seluruh tubuh harus diasah hingga dapat kemampuannya yang sangat tinggi dan sempurna sebagai manusia.

    Kalo modalnya pikiran dalam mengenal diri sendiri tentu hasilnya tidak akan baik.

    Manusia harus utuh dan selalu hidup pada intinya, sama dengan tanaman.

    Manusia hidup harus ada tujuan, salah satunya, membuat tubuh sendiri dengan cara yang benar, untuk dapat menjalani putaran hidup demi putaran hidup.

    Kepercayaan yang terbaik adalah tahu diri sendiri dan didapat dari dalam diri sendiri, bukan modal buku dan cerita. Bila sesudah tahu diri sendiri dengan benar maka secara bertahap akan tahu alam semesta ini dan yang tertinggi SANG PENCIPTA, kalo Tuhan, Allah Swt, pengikutnya selalu gagal membuktikan dengan baik, karena manusia itu selalu organ tubuhnya sama, maka cara penggunaannya saja salah dan contohnya salah, maka tidak ada bukti otentiknya.

    JANGAN HANYA tahu agama yang ada embel embel dibelakangnya, agama titik titik, itu pasti modalnya buku dan ini yang tidak Baik.

    Manusia normal akan percaya bila MELIHAT MERASAKAN dan BERTEMU DENGAN OBYEKNYA, dimanapun kapanpun, gabungkan dengan APA YANG ADA DIDALAM TUBUH MANUSIA NORMAL SANGATLAH LENGKAP, jadi selalu otentik, bukan percaya buta.

    KENALI DIRI SENDIRI DULU SEBAGAI MANUSIA yang selalu hidup pada intinya, bukan pada tokoh, melalui putaran hidup demi putaran hidup maka akan tahu inti hidupnya dan salah satu tugas hidup adalah membuat tubuh sendiri dengan cara yang alami, hingga mampu bersatu dengan alam semesta dengan contoh petani yang selalu mampu menanam berulang kali.

    Hindari ajaran yang bermodal nama tokoh masa lalu dan bermodal buku serta cerita, itu tidak baik bagi manusia normal, justru cara itu mencari pengikut agar manusia terjerumus ke jalan yang salah, cara itu tidak pernah berhasil untuk tahu diri sendiri. Petani bisa tahu bibit unggul tanaman, maka manusia yang benar caranya pasti tahu bibit hidup dirinya, atau intinya hidup yang selalu melekat tiap detiknya.

    Islam, Kristen, Katholik, Yahudi dan sejenisnya bukanlah agama, hanya nama kelompok yang bermodal buku dan ngaku ngaku agama, saya tidak anti barat dan tidak anti timur tengah, tapi sebagai manusia normal yang sama organ tubuhnya, tentu hanya ada satu cara yang terbaik untuk mengaktifkan seluruh organ tubuh dan menghasilkan hidup yang terbaik, selalu berawal dari bayi dan juga digunakan dari bayi, bila modalnya buku tentu bayi tidak bisa, inilah kepalsuan yang ngaku ngaku agama.

    Sumber: Lihatlah definisi agama yang benar dan yang ngaku ngaku agama yang bermodal buku semua isinya tentang kemampuan dan yang asli adalah manusia dengan kemampuannya saat ini selalu sama dengan awalnya, maupun akan datang tetap sama. Saya tidak anti barat dan tidak anti timur tengah, tapi fakta semua organ tubuh manusia itu dimanapun sama dan cara kerjanyapun sama, selalu berasal dari bayi dan hidup ini selalu otentik. Kelewat tinggi tulisannya, faktanya untuk mendukung dengan karya TUNGGAL, pada semua tingkatan tidak pernah ada untuk pengikut Tuhan, hanya modal percaya buku saja. Tentu ada manusia yang benar, manusia itu hidup dengan putaran hidup demi putaran secara alami, hingga mampu bersatu dengan alam tanpa harus menjalani puataran hidup ini. Lihat putaran hidup alam semesta ini dari awal, saat ini datang datang selalu sama tetap hidup, inilah cara yang harus diikuti, dan selalu ada pada manusia, melekat tiap detiknya, tapi tidak pernah digunakan dengan baik.
  • Anonim
    8 tahun yang lalu

    Apalagi jika pindah agama hanya karena alasan untuk menikah !

    Seperti Christian Gonzales ( namanya tak dirubah pula ).

    Sumber: TOYS
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 8 tahun yang lalu

    ini gaya baru propaganda penyesatan bagi orang islam (ktpnya), membuat analogi yang dimirip-miripkan, sehingga ada kesan membandingkan, yang ujungnya berarti sama. yang aku tahu kalau ada orang yang mengaku islam kemudian pindah agama lain, pasti karena dia bodoh, tidak memahami agama islam atau orang miskin yang menjual iman demi dunia yang fana, atau gabungan dari keduanya, tapi kalau ada yang beragama lain kemudian menjadi muslim (beragama islam), seringkali diawali dengan proses yang membutuhkan penelitian, pengkajian, usaha yang serius guna mencari kebenaran. bukan mencari pembenaran seperti apa yang kamu ulas diatas.

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.