Andha
Lv 5
Andha ditanyakan dalam Seni & InsaniPersajakan · 7 tahun yang lalu

Semoga masih layak untuk diterima di taman, setimbun tangkup rindu ...?

Makassar

1

Pagi

Ada rindu pada mendung yang terpinggirkan beringas metropolitan,

mengawal debu pagi beterbangan menujah matahari

menuju lengang langitmu, Makassarku.

2

Siang

Makassar, kekasih purba ku.

Maafkan karena tak mungkin menemukan sesuatu untuk hasrat pemenuhan pujamu.

Aku toh tak mungkin menemukan bintang di hamparan tanah berdebu,

selain rerumputan liar menjalari trotoar tak bertuan, sesiang ini.

Sukma gelisah jiwa jiwa resah bersimbah di tanah, di cakrawala, di wajah wajah petarung yang kehabisan asa.

Selalu bisa mencari, namun tak selalu bisa menemukan.

Makassar, kekasihku yang malang

Aku kembali padamu, kembali mencari

Wajahmu, wajah kita.

3

Senja

Penggalan kenangan akhirnya hanyut dalam lantunan tilawah

Penggalan senja menuai serakan aksara yang tersisa pada kelopak matahari

di bibir Makassar, kotaku yang ayu.

4

Malam

Sia sia menyemai kelam pada bingkai permai wajahmu,

Lelampu jalan terus berlomba merias senyum

setelah seharian lenyap dari rona sumringah.

Maka saksikanlah kedua lengan terentang

bagi kerlip indah di sudut kerlingmu, kota permaiku.

5

Larut Malam

Makassar, kotaku yang besar...

Penat menyapa purba usiamu

biar kubuai dikau di ujung malam

Nyanyikan nina bobo sembari ciumi perihluka mu.

Lelaplah, biarkan kurengkuh resahmu

biarkan punggung mu rebah istirah dalam pelukan malam

Biarkan doa doa melangit ke awang uwung

serindu larungmu.

Makassar, 25062012

Perbarui:

Salam rindu sahabat tamanku semua, ...

setelah 4 bulan tak sempat menyapa, akhirnya

ruah tumpah segenap kangen.

Kiranya masih sudi menerima,

kiranya masih sudi memberi saran dan kritik.

Salam takzim saya ... :)

Perbarui 2:

Chinmi @

makasih, hehe ...

nyatanya isinya hanya umbar gerutuan nie ... :D

salam lebih hangat, sahabatku.

WHITE HEART @

Trims, kritikan & sarannya mana?

salam kenal, sahabat baruku.

:D

mahadewa senapati cakti @

salam kenal balik,

jujur saya ingin belajar

kalau saja takdir menuliskan

sepenggal waktu bisa bersama

menelusur alir darah kota Makassar

mungkin, betapa senangnya ...

salam santun hormatku, dewa cakti

:)

nasha arkha @

ada larik puisi yang harus saya benahi, sahabat

yang letaknya di dasar nurani.

sediakah menemani?

salam cinta taman sajak ... :)

katro wae @

jumpa lagi, sob.

gumpal kangen ini telah tumpah

dengan hadirmu.

semangkuk senyum, seteguk kopi hangat

bagi jumpa kali ini ... :)

ang @

ahk .... ♥

ikan biroe @

oya? pernah di Makassar

lain kali kabarin ya? kutunggu,

biar bersama menenggelamkan hidung ke genangan

pallubutung yang jadi luber di bulan ramadhan ...

hehehehe ...

doa dan salamku, sahabat.

pilo poly@

hehe ... trimakasih, insya Allah dengan doamu kawan.

L

Perbarui 3:

Little Angel @

makasih, adikku.

moga membasuh dinginkan rindu sahabat

serindu larungmu.

salam hangat kakak,

:)

Vie @

hehe, thanks dah ...

tolong kakak jangan dicubit, ya.

tapi, kritik sarannya mana nie?

doa dan salam kakak,

:)

Perbarui 4:

Kiky@ :)

bagus, harus banyak istirahat memang, Ky.

Moga segera pulih, ya. Amiiiinnnnn ....

Rhea@,

Selalu kusisakan senyum dalam menunggumu.

Makasih ... :)

:)))))

Perbarui 5:

Rindu Rembulan@

Moga selalu ada damai bersemayam di hatimu, sahabatku.

Terima kasih dan salam.

^_^

13 Jawaban

Peringkat
  • ang
    Lv 4
    7 tahun yang lalu
    Jawaban Terbaik

    apa kabar mas Anda, berapa tahun kita tidak berbincang?

    DERMAGA PAOTERE

    di pinggiran dermaga paotere, kulihat kau menaiki kapal penyeberang

    tak ada lambaian, bahkan senyummu kau simpan

    "aku ingin tersenyum pada bayangmu saat nanti kau tak ada," kau bilang begitu

    gumpalan awan di tengah lautan seakan pawai yang akan mengantarmu

    diam-diam aku menjelma awan dan mengikutimu pulang

    kubayangkan nanti aku menjadi hujan dan memeluk tubuhmu dengan deras

    barangkali dapat kusaksikan senyummu

    lalu aku menetes di bibirmu, menikmati senyummu

    tiba-tiba kaureguk aku, aku pun tenggelam di rongga dadamu ...

  • 7 tahun yang lalu

    Salam. Semoga baik-baik saja di sana.

    Sumber: Newbie
  • 7 tahun yang lalu

    Ah... puisi ini amat menyentuh sudut rinduku bagian kota Makassar. Rasanya akhir tahun lalu saya terakhir ke sana. Semoga kelak kita bisa berjumpa lalu berbincang seraya membenamkan puisi ke dalam segar Pallubutung, ya. :)

    salam ikan

  • 7 tahun yang lalu

    nafas sajakmu masih sama

    dengan diksi yang sederhana

    mampu melarungkan rasa

    kedalam suasana yang sedu...

    maaf

    salam rindu juga

    katro

  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 7 tahun yang lalu

    keren.... aq sangat menikmati....

    Tetap semangat ^^,,,

    Selamat pagiii.....

  • 7 tahun yang lalu

    salam kenal sobat..

    menikmati malam di makassar pasti sangat asyik..

    salam, dewa_cakti

    Sumber: salam kenal
  • 7 tahun yang lalu

    kata-kata syairmu begitu menghanyutkan bagus

  • Chinmi
    Lv 5
    7 tahun yang lalu

    Deja Vu

    tetapi kemudian kita sadar, semua tak lagi sama.

    hmm... perasaan yang sama kurasakan setiap kembali dari tualang panjang

    bedanya kau benar-benar berhasil mempuisikannya Paman..

    salam hangat selalu

  • 7 tahun yang lalu

    Hai kk,,

    gak tahu mau komentar apa.

    Semoga baik'' aja disana.

    Hehee

  • RHEA
    Lv 5
    7 tahun yang lalu

    Met Siang paman,

    lama tak mengunjungi taman ya,

    menyapa dengan puisi yang penuh warna,

    taman seolah mendengungkan lagu

    pucuk-pucuk indahnya berayun

    ditepian rindu yang puput

    walau tak sepadat puisi paman yang sering tersaji

    namun tetap enak menikmatinya

    terima kasih berbagi hati

    Salam

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.