Bagaimana pendapat anda tentang syair ini?

Aku mengembara dalam fikiran sang malam mencari hening yang tersembunyi disudut sunyi dan mendekapnya laksana sepasang kekasih seperti cinta yang tak ingin berpisah lagi. Aku mereguk air mata suci yang diperas dari doa para sufi dan menikmati layaknya anggur musim semi,anggur yang tak memabukkan karna telah... tampikan lainnya Aku mengembara dalam fikiran sang malam mencari hening yang tersembunyi disudut sunyi dan mendekapnya laksana sepasang kekasih seperti cinta yang tak ingin berpisah lagi.
Aku mereguk air mata suci yang diperas dari doa para sufi dan menikmati layaknya anggur musim semi,anggur yang tak memabukkan karna telah diramu dengan pahit manisnya kehidupan.
Aku laksana pengembara yang berjalan menyusuri ruang tak bertepi menjelajahi suka duka dengan sayap-sayap sunyi,terbang membubung dalam sepenggal mimpi yang datang bersama malam dan berlalu diawal pagi.
Inilah Aku...
setetes air mata waktu yang bergulir dipelupuk hari terlahir dari cinta yang telah lama pergi menyisakan sebuah cerita yang tak lagi berarti karna hidupku hanyalah menunggu mati.
7 jawaban 7