No name ditanyakan dalam Keluarga & HubunganKeluarga · 8 tahun yang lalu

Gimana tentang ibu yang seperti ini?

maaf sebelumnya bukan maksud saya menjelekan ibu sendiri, tapi inilah kenyataan yang saya alami dan saya akan berbagi cerita mohon saran dan pendapatnya ya.

Sudah lama bapak saya meninggal sejak saya masuk smp, sejak itu pula saya hanya tinggal berdua dengan ibu saya, awalnya saya tidak menyadari tapi saya mengerti sekarang sosok ibu yang awalnya saya sayangi.

Semenjak kecil saya gak pernah diberi pengarahan apapun atau nasihat maupun ajaran yg baik dari ibu saya, hingga waktu itu saya dipindahkan ketempat kaka saya untuk bekerja, selama disana saya diperlakukan kasar sekali sampai2 saya dipukul bertubi2 oleh kaka saya sendiri tanpa alasan yg jelas, saya tdk mengerti mengapa kaka saya melakukan hal itu.

Akhirnya saya mengambil baju dan bergegas pergi dengan perasaan yg begitu sesak dihati.

Sesampainya dirumah saya tidak ditanya oleh ibu saya mengapa saya pulang, saya dicuekin begitu saja, padahal tiap saya gajian saya tidak lupa ngasih orang tua saya. inilah yg membuat saya berpikir oh..ternyata seperti ini perlakuan ibu yg slama ini saya sayangi, selang beberapa waktu kaka saya kembali kerumah dan kembali memukuli saya didepan ibu saya sendiri, ibu saya tidak membela sedikitpun atas perlakuan ini, dia hanya melihat kegirangan, sampai akhirnya saya sadar ibu sayalah otak dibalik semua ini.

Tapi apakah kalian tau bahwa ibu saya slalu mendapat bela dari teman2nya, ngumpul2 dirumah sambil tertawa2,

selang beberapa minggu saya diajak bekerja oleh tetangga saya yg sudah duluan bekerja, taukah kamu bahwa slama disana saya diperlakukan kasar hingga wajah saya penuh dgn jerawat, hingga pd puncaknya saya terus menerus dikasari oleh atasan saya dan dipindah2kan bagian, yg lebih parah tetangga saya sendiri abis2an mencela saya, hingga akhirnya saya memilih keluar, dan pada waktu itu saya bingung knpa saya diperlakukan seperti itu.

Hingga ketika saya bkerja kmbali, seakan2 ibu saya tdk senang, terlihat dari sikapnya kpd saya. Tahukah kamu dia memajang poto2 bersama tmn2an hampir disetiap dinding rumah.

Sekarang saya sudah tau smuanya. Alangkah jahatnya smua itu,sampai2 qok bisa ya terselip dlm hatinya kedengkian semacam itu, yg lebih parah lg saya tdk diijinkan menikah pdhl saya mampu. Sungguh apakah itu sosok orng tua yg baik ?

Dia ingin menghancurkan hidup saya pelan2 tapi pasti, dan detik ini saya memutuskan utk merantau dari sini, saya sudah tekadkan bulat2, gmn menurut teman2?

12 Jawaban

Peringkat
  • Raven
    Lv 7
    8 tahun yang lalu
    Jawaban Terbaik

    Kamu perlu intropeksi diri, bukan cuma menyalahkan ibumu.

    Kenapa kamu bisa dikasari setiap bekerja di suatu tempat ? Rasanya aneh sekali, seorang ibu mencekoki pikiran anak yang satu lagi untuk bersikap jahat kepada anak yang lain.

    Yakin kamu tidak melakukan kesalahan di tempat kerja atau mempermalukan nama kakak kamu ?

    Pastilah ada alasan di balik sikap kakakmu. Cuma kamu menyensornya.

    Itu yang pertama.

    Kedua, kamu bekerja lagi, lalu dikasari lagi ?

    Artinya ada kesalahan yang harus kamu perbaiki. Dipindahkan ke bagian lain, mungkin kamu dianggap tidak punya kemampuan atau untuk menghinari kamu melakukan kesalahan yang lebih fatal lagi.

    Dan rasanya tidak mungkin ibumu punya andil dalam hal ini.

    Lagipula, apa salahnya memajang foto di seluruh rumah, itu rumahnya dan kamu tidak ada, rasanya tidak salah.

    Mungkin, ibumu tidak mengijinkan kamu menikah, karena kamu belum mapan. Kamu mungkin sudah dewasa secara umur, tapi sampai sekarang pekerjaanmu pun masih belum tetap, yang ada setelah menikah malah menjadi beban pikiran orang tua.

    Kalau kamu ingin merantau, silahkan saja.

    Tapi jangan jadikan ibumu kambing hitam dari kegagalan yang kamu perbuat. Bekerja itu yang penting jujur, kerja keras, semangat dan taat peraturan. Kamu tidak bisa buat aturan sendiri.

    Sebenarnya dalam hatimu ada kedengkian besar untuk ibumu.

    Hilangkanlah itu dan rejeki akan lebih mudah mengalir untukmu.

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 8 tahun yang lalu

    Keren, merantaulah kalau kamu YAKIN itu yang terbaik dan membuat hidupmu lebih baik. Karena manusia memiliki JALAN hidup masing-masing.

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 8 tahun yang lalu

    Tnya dulu alasan ibu kmu knpa bgtu?

    Diizinkan atw tidak untk mrantau yg pnting bilang dlu, krna klo tnpa restu ibu tu jalan hdup kita tu gak bkal tnang dan gak bkal bner, buktiin

    Sumber: abc
    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    8 tahun yang lalu

    jika begitu ceritanya, bagusnya kamu hidup mandiri aja tapi dengan tetap menjaga silaturahmi dgn ibu. biasanya kalau tinggal berjauhan, justru timbul perasaan yg lebih baik diantara anda dan ibu jg saudara anda.

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 8 tahun yang lalu

    yg sbar ya bro,. Pnderitaan yg km alami sungguh berat. Mngkin saya pun gk kuat dan memilih kabur. Kputusan yg km plih sngt tepat

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    8 tahun yang lalu

    kalau anda tidak menanyakan alasan kepada ibu anda,kegelisahan dan tanda tanya akan terus menyelimuti anda..tanyakanlah apa masalahnya biar anda bisa merubah diri

    Sumber: ibu tetap nomor 2 yang wajib kita cintai setelah Tuhan ;)
    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Reu
    Lv 6
    8 tahun yang lalu

    kalau bisa abang cari tau dulu apa masalahnya , tanyain ma ortu kenapa bisa begitu . mungkin dulu ada masalah ma ortu dimana ada sebab pasti ada akibat .

    tapi kalau mau merantau baik juga kalau siap daripada kehidupan anda seperti ini terus yang menyiksa tapi sebelum merantau minta izin ma ortu dulu , bagus-jelek itu juga tetep ortu kamu ...

    jangan lupa shalat dan berdo'a ...

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 8 tahun yang lalu

    Betul skali sob, pergilah merantau supaya km bebas dr intimidasi ibu km. Bertemu dgn org baru dan lingkungan yg baru mungkin bisa membuatmu melupakan kehidupan lamamu...

    Tetap semangat !!!

    Sumber: Dan ingatlah Tuhan akan slalu ada untukmu...
    • Masuk untuk membalas jawaban
  • ortiz
    Lv 4
    3 tahun yang lalu

    kaum teraniayaya, biarpun begitu tetep aja di anggap tuhan. mereka itu kaumnya firaun, oops,.. emang dia kenal firaun. kalo orang gila mending ktahuan gila, lah ini patung di bilang tuhan, di banting jga pecah, dan tak bisa melawan,....

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • d-lite
    Lv 6
    8 tahun yang lalu

    Saya mengerti bahwa Anda hanya berusaha mencari solusi dan saran dari teman-teman y!a disini, dan bukan bermaksud menjelekkan sesiapapun. Semoga Anda tetap mampu berpikir dengan jernih dan terhindar dari marah ataupun dendam. ^_^

    Menurut saya, ada baiknya jika Anda menjauh dari keluarga untuk saat ini. Itupun jika Anda sudah siap mental dan fisik untuk hidup mandiri, seorang diri. Karena kelihatannya keadaan rumah Anda masih ruwet (kacau), maka carilah tempat lain demi menjaga diri sendiri dari suasana hidup yang tidak sehat dan tidak baik.

    Carilah pekerjaan yang baik (dan halal). Jangan beritahu ibu dan kakak dulu, karena bisa berbahaya (mungkin). Tapi Anda bisa pamit ke sanak saudara / teman / tetangga yang masih bisa Anda percayai. Bersabar dalam segala kesulitan, dan jangan sampai tergoda dengan gaya hidup yang menyalahi agama dan susila. Jangan sampai dikarenakan oleh kesusahan hidup, kita malah terjerumus dalam dosa. Kuatkan iman.

    Gunakanlah masa dalam perantauan tersebut untuk menjernihkan pikiran. Berusaha memaafkan mereka yang telah menganiaya Anda. Paling tidak, di dalam hati kita harus bisa melepas satu per satu rasa kesal dan marah. Ingatlah, manusia ada yang baik dan ada pula yang jahat. Semua itu atas kehendak-Nya. Bersabar dan tetap berdo'a kepada-Nya, agar tuhan membimbing kita untuk tetap dalam jalan kebaikan. Kesenangan (kebahagiaan) maupun kesusahan adalah ujian dari-Nya.

    Tetap menjalin hubungan dengan sanak saudara / teman / tetangga yang masih bisa dipercayai, untuk saling bertukar kabar. Meskipun jauh, Anda harus tetap berusaha untuk mencari tahu keadaan keluarga disana. Memantau dari jauh. Karena tidak selamanya kejahatan itu terus ada. Pasti ada saatnya nanti Anda akan dihargai dan disayangi oleh keluarga.

    Jika Anda seorang laki-laki, maka Anda bisa menikah jika memang mampu. Karena lelaki tidak memerlukan wali nikah. Tapi jika Anda adalah perempuan, maka Anda memerlukan wali nikah (untuk yg beragama Islam). Jika tidak ada perwakilan keluarga yang mau jadi wali, maka Anda bisa minta bantuan pihak KUA (wali hakim).

    Tapi menurut pendapat saya pribadi, sebaiknya Anda cari pekerjaan dulu (merantau). Pergunakan waktu dalam perantauan tersebut untuk memantapkan kemandirian secara finansial dan mental, agar jika Anda benar-benar menikah kelak Anda sudah memiliki fondasi yang kuat. Tidak mudah terusik dengan masa lalu yang menyakitkan hati. Dan semoga pada saat itu, Anda sudah mampu memaafkan keluarga Anda. Semoga Allah menjaga hamba-Nya yang tetap berada dalam jalan kebaikan dalam mengarungi kehidupannya. Semoga sukses. ^_^

    • Masuk untuk membalas jawaban
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.