Apakah ini termasuk penyiksaan anak? mestinya bagaimana?

Waktu aku masih kecil, papaku kerja di luar pulau sehingga jarang pulang ke rumah. Di rumah aku tinggal dengan mammaku dan kakak laki-lakiku yg berumur 10 tahun lebih tua. Mammaku sering marah2 walau tidak main tangan, dan terang2an lebih sayang ke kakakku. aku tidak pernah merasa nakal, di sekolah aku pendiam,... tampikan lainnya Waktu aku masih kecil, papaku kerja di luar pulau sehingga jarang pulang ke rumah. Di rumah aku tinggal dengan mammaku dan kakak laki-lakiku yg berumur 10 tahun lebih tua.

Mammaku sering marah2 walau tidak main tangan, dan terang2an lebih sayang ke kakakku. aku tidak pernah merasa nakal, di sekolah aku pendiam, nilaiku bagus, dan guru2xku baik ke aku, tapi di rumah aku diperlakukan beda. kalau aku pulang sekolah, jarang ada makanan walau lapar. baru setelah kakakku pulang sekolah sore, disediakan makanan. kalau aku minta dimasakkan sesuatu sebelum itu, disiapkan oleh mamma tapi dengan penuh gerutuan.

kakakku hobi main tangan. waktu kecil aku sering dimarahi utk hal2 yg konyol sekali, misalnya kalau aku salah tulis kata (padahal aku baru belajar menulis). banyak sekali kejadian seperti itu, aku tulis beberapa contoh saja:

waktu sd, aku pernah sedang baca majalah, saking asyiknya, tidak dengar waktu dia panggil aku 3x. aku ditampar berkali2, dibilang kurang ajar (padahal memang aku tidak dengar tapi dia tidak percaya). sejak itu, aku tidak pernah bisa tenang melakukan apa2 krn takut dipanggil tidak dengar.

dia pernah memiting tanganku padahal aku sedang nonton tv, sakit sekali, reflex aku berusaha melepaskan diri dgn mencakar. dia baret kakiku dengan silet.

aku sering sudah lupa apa sebabnya, aku dipanggil ke kamarnya utk dimarahi sampai aku benar2 takut. berjam2 mentalku dihancurkan di kamarnya itu.

kalau sudah, dia bisa balik normal, seolah2 tidak ada apa, bicara biasa. tapi setiap saat bisa meledak. mammaku tahu tapi diam saja. aku sejak lahir dibegitukan sehingga kupikir itu semua WAJAR. aku pernah main ke rumah teman, kakaknya baik, tapi aku benar2 percaya, begitu aku pulang, pasti si kakak main tangan. karena kukira wajar itu, dan aku juga takut, aku tidak pernah bilang ke siapa2.

papaku baru tahu setelah aku smp. setelah itu dia tegur mamma dan kakakku, dan jarang pergi, dan di rumah suasana jadi biasa. tapi tidak ada yg pernah bicarakan hal itu denganku, dan aku juga segan angkat tema itu. jadinya kita kontak biasa2 seolah2 tidak ada apa2. aku merasa tidak bisa seratus persen sayang ke kedua org itu (mammaku kadang bisa kelihatan menyesal, tapi tetap tidak pernah bicarakan itu, pernah aku serempet sedikit, katanya lupa. kalau kakakku, aku tidak bisa bicarakan ini, ada barrier di mulutku sendiri... walau sekarang dia ngomong biasa, tapi di mentalku dia tetap org yg pernah menyiksaku dulu lalu kembali biasa lagi, lalu menyiksa lagi dst).

sekarang aku tinggal di amerika serikat sudah bertahun2, dikirim papaku, pertama untuk sekolah, lalu sekarang aku kuliah dan kerja. aku akan menikah disini dan cuma akan pulang utk liburan. tapi berkala, kalau ingat itu semua, aku bisa nangis sendiri, dan merasa tidak bahagia dan benci dgn ketidak-adilan itu. aku bahkan suka iri dgn anak kecil yg hidupnya bahagia. calon suamiku tahu itu dan dia selalu dukung aku. memang mestinya aku bahagia sekarang kan? tapi ketidakbahagiaan itu tidak bisa dicegah, tiba2 kenangan itu datang sendiri, dan dadaku rasanya tertekan sekali.

apa ada yang pernah alami seperti aku? kalian kalau seperti aku, akan bagaimana? :(
9 jawaban 9