Blanche ditanyakan dalam Keluarga & HubunganKeluarga · 7 tahun yang lalu

Apakah ini termasuk penyiksaan anak? mestinya bagaimana?

Waktu aku masih kecil, papaku kerja di luar pulau sehingga jarang pulang ke rumah. Di rumah aku tinggal dengan mammaku dan kakak laki-lakiku yg berumur 10 tahun lebih tua.

Mammaku sering marah2 walau tidak main tangan, dan terang2an lebih sayang ke kakakku. aku tidak pernah merasa nakal, di sekolah aku pendiam, nilaiku bagus, dan guru2xku baik ke aku, tapi di rumah aku diperlakukan beda. kalau aku pulang sekolah, jarang ada makanan walau lapar. baru setelah kakakku pulang sekolah sore, disediakan makanan. kalau aku minta dimasakkan sesuatu sebelum itu, disiapkan oleh mamma tapi dengan penuh gerutuan.

kakakku hobi main tangan. waktu kecil aku sering dimarahi utk hal2 yg konyol sekali, misalnya kalau aku salah tulis kata (padahal aku baru belajar menulis). banyak sekali kejadian seperti itu, aku tulis beberapa contoh saja:

waktu sd, aku pernah sedang baca majalah, saking asyiknya, tidak dengar waktu dia panggil aku 3x. aku ditampar berkali2, dibilang kurang ajar (padahal memang aku tidak dengar tapi dia tidak percaya). sejak itu, aku tidak pernah bisa tenang melakukan apa2 krn takut dipanggil tidak dengar.

dia pernah memiting tanganku padahal aku sedang nonton tv, sakit sekali, reflex aku berusaha melepaskan diri dgn mencakar. dia baret kakiku dengan silet.

aku sering sudah lupa apa sebabnya, aku dipanggil ke kamarnya utk dimarahi sampai aku benar2 takut. berjam2 mentalku dihancurkan di kamarnya itu.

kalau sudah, dia bisa balik normal, seolah2 tidak ada apa, bicara biasa. tapi setiap saat bisa meledak. mammaku tahu tapi diam saja. aku sejak lahir dibegitukan sehingga kupikir itu semua WAJAR. aku pernah main ke rumah teman, kakaknya baik, tapi aku benar2 percaya, begitu aku pulang, pasti si kakak main tangan. karena kukira wajar itu, dan aku juga takut, aku tidak pernah bilang ke siapa2.

papaku baru tahu setelah aku smp. setelah itu dia tegur mamma dan kakakku, dan jarang pergi, dan di rumah suasana jadi biasa. tapi tidak ada yg pernah bicarakan hal itu denganku, dan aku juga segan angkat tema itu. jadinya kita kontak biasa2 seolah2 tidak ada apa2. aku merasa tidak bisa seratus persen sayang ke kedua org itu (mammaku kadang bisa kelihatan menyesal, tapi tetap tidak pernah bicarakan itu, pernah aku serempet sedikit, katanya lupa. kalau kakakku, aku tidak bisa bicarakan ini, ada barrier di mulutku sendiri... walau sekarang dia ngomong biasa, tapi di mentalku dia tetap org yg pernah menyiksaku dulu lalu kembali biasa lagi, lalu menyiksa lagi dst).

sekarang aku tinggal di amerika serikat sudah bertahun2, dikirim papaku, pertama untuk sekolah, lalu sekarang aku kuliah dan kerja. aku akan menikah disini dan cuma akan pulang utk liburan. tapi berkala, kalau ingat itu semua, aku bisa nangis sendiri, dan merasa tidak bahagia dan benci dgn ketidak-adilan itu. aku bahkan suka iri dgn anak kecil yg hidupnya bahagia. calon suamiku tahu itu dan dia selalu dukung aku. memang mestinya aku bahagia sekarang kan? tapi ketidakbahagiaan itu tidak bisa dicegah, tiba2 kenangan itu datang sendiri, dan dadaku rasanya tertekan sekali.

apa ada yang pernah alami seperti aku? kalian kalau seperti aku, akan bagaimana? :(

9 Jawaban

Peringkat
  • titis
    Lv 7
    7 tahun yang lalu
    Jawaban Terbaik

    Mariella ... kemungkinan besar kamu tidak bisa mengingat kebahagiaan yang dirasakan ketika tinggal bersama kakak dan ibumu, yang ada dihatimu hanya rasa sakit, sakit dan sakit. hatimu terasa kosong, hampa, bingung, serba tak mengerti mengapa bisa terjadi padahal sudah melakukan yang terbaik untuk mereka. kamu tahan semua penderitaan karena kamu takut pada kakakmu dan tidak merasakan ada perlindungan dari ibumu. hidup dirumah sendiri merasakan tidak aman tapi tak tahu harus pergi kemana, lagi pula ayahmu jauh dan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.

    Hidup ini memang aneh, sehebat apapun prestasi kita bukannya mendapatkan pujian malah justru dijadikan ejekan, hinaan, cemoohan, intimidasi sampai ke ancaman sudah biasa kita rasakan. benar katamu dunia ini tidak adil buat kita yang merasakan pedihnya penderitaan yang diterima secara terus menerus, dari detik, menit, jam, hari, bulan bahkan sampai hitungan tahun, tiada hari untuk merasakan indahnya hidup ini bila ada ditengah orang yang habis-habisan membenci kita, bahkan kita tidak mengerti mengapa mereka sampai tega melakukan kekerasan seperti itu, bukankah mereka itu adalah orang yang terdekat dengan kita, sekandung, sedarah yang seharusnya saling mengayomi, supaya ingatan tentang bahagianya ada ditengah keluarga jadi kenangan manis seumur hidup kita, tapi yang terjadi justru sebaliknya. kita hanya mengingat kenangan buruk dan memori di otak kita tak mengenal seperti apa rasanya hidup damai bahagia di tengah keluarga.

    Marielle ... kamu tidak sendiri, ada yang mengerti seperti apa rasanya hidup seperti dirimu. mungkin bagi yang lain sangat mudah mengatakan "lupakan semuanya" karena mereka tidak mengalaminya. tapi tidak baik juga bila punya keinginan balas dendam karena mereka adalah ibu dan juga kakakmu sendiri, satu-satunya cara adalah kompromi dengan diri dan memaafkan kesalahan dan keteledoran mereka, serahkan semuanya hanya pada Allah.

    kamu sering merasakan sakit hati yang luar biasa, tentunya kamu tidak ingin orang lain mengalami nasib yang sama, kamu bisa mengambil hikmah dari kejadian itu, jadilah orang yang bijaksana, berbagi ilmu dan pengalaman, siapa tahu dibalik deritamu ada cahaya yang mengikutimu dan memberi petunjuk lewat hati untuk memberi solusi bagi teman-teman yang sedang membutuhkan sumbang saranmu, yakinlah ... semakin kita banyak memberi saran yang positif untuk orang lain, semakin luas dan tak terukur wawasan kita, bila kita tidak bisa merasakan kebahagiaan ada di tengah keluarga, biarkan kita memberikan rasa syukur dan bahagia untuk mereka.

    Marielle ... tangisanmu hanya akan mengingatkanmu pada kepahitan, untuk kasusmu memang beda, perbanyak membantu orang lain dengan ilmu yang bisa kamu gali dari manapun, semoga ilmu itu bisa menjadi obat yang akan menuntun kamu ke kehidupan yang lebih bijaksana.

  • masge
    Lv 6
    7 tahun yang lalu

    Memang tdk mudah melupakan trauma masa lalu.Namun kenyataannya toh hal tsb telah berlalu dan anda bs melewatinya walaupun bilur-2 luka itu msh terasa di hati anda. Semestinya ini hrs anda syukuri, justru karena pengalaman pahit itulah anda harus merasa tertempa utk memiliki pribadi yg kuat. Selanjutnya berusahalah menerima masa lalu itu utk semakin memperkaya pengalaman hidup anda.

  • 3 tahun yang lalu

    Merekalah yang pecundang Sedikit lamur mata memandang Atau memang purapura buta Pada usangnya warna bendera Putih yang lusuh... Merah yang pudar... Menjadi perlambang pada petinggi kumuh Menganggapnya sekedar jajanan pasar Demokrasi dalam lingkaran garuda bertameng Berubah bentuk semakin gepeng Terinjak rakus gajah politisi Mimpikan diri sebagai penguasa negeri Salam,pinggir taman

  • DON
    Lv 6
    7 tahun yang lalu

    Banyak hal2 mengerikan yg pernah dialami oleh sebagian dari kita. Tapi, yg sdh berlalu, buat apa diingat lg.....Apalagi skrg kau sdh dewasa dan di luar negeri pula. Seharusnya, kau mengutarakan ini di depan kakakmu, katakan bahwa dia sdh menyiksa mu secara fisik saat masih kecil. Dan kau menuntut permintaan maaf darinya skrg. Katakan itu saat kau berhadapan dgn nya dan katakan dgn sungguh2. Lihat reaksinya. Jika dia meminta maaf, maafkanlah.

    Karena banyak hal2 buruk yg dilakukan oleh anak2 karena tdk mendapat bimbingan yg baik dari orang tua. Jika dia tdk mau meminta maaf, katakanlah bahwa kau sdh membuatku tersiksa selama ini, dan semoga Tuhan mau mengampunimu.

    Apa yg anda rasakan selama ini adalah suatu bentuk trauma masa kecil yg selama ini terpendam, karena alam bawah sadar anda berusaha utk melupakan, tapi setelah sekian lama dan anda bersekolah di amerika, kesadaran itu bangkit kembali akibat perbedaan cara pandang dan budaya antara Indo dan Amerika.

    Oleh karena itu sebaiknya anda ungkapkan dan keluarkan apa yg menjd unek2 anda ini. Semoga apa yg anda inginkan dpt terwujud, anda bs menjadi normal kembali kejiwaan ada, bs akrab kembali d keluarga anda, dan bs memiliki kehidupan bahagia selanjutnya.

    Semoga bermanfaat

  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • Anonim
    7 tahun yang lalu

    eleuh... maaf, sayang tidak kamu jelaskan, apakah mereka (ibu+kakak) ibu+kakak kandungmu atau bukan, karena bila bukan sudah biasa, tapi bila ternyata kandung, baru luar biasa, walau ada juga terjadi dalam beberapa keluarga, dan ini penyebabnya karena pengalaman masa lalu si pelaku, yang saat kanak2nya diperlakukan sama seperti apa yang kamu rasakan sekarang

  • 7 tahun yang lalu

    sungguh suram ya pnglman anda wktu kecil, tidak heran jika itu mmbekas smpai skrang.jka itu trjdi pda saya mungkin saya akan berontak

  • 7 tahun yang lalu

    sabar ya sob, jangan di ingat2 lagi masa lalu. fokus aja sama pernikahan dan masa depan kamu

  • Anonim
    7 tahun yang lalu

    lupakan perlahan dan jangan melihat kebelakang!!!

  • Anonim
    7 tahun yang lalu

    gw bnuh t kkak sm mama gw.

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.